Selasa, 07 Juni 2016

Buku Yang Patut Diwaspadai


BUKU YANG PATUT DIWASPADAI

Kepada pendeta, guru sekolah minggu, dan orang tua agar mewaspadai buku-buku yang telah beredar di kalangan remaja yg berjudul "Conversations with God".
Oprah sedang mempromosikan buku ini.

Sungguh mengerikan bahwa ada orang yang berani menulis buku berisi sudut pandang  Allah, yang berlawanan dengan firman-Nya.
Berilah perhatian khusus, bukan hanya  pada apa yang anak-anak kita tonton di TV, lihat di internet, dengarkan lewat musik, tetapi waspadailah juga buku-buku yang anak-anak kita baca saat ini.
Dua buku tsb yaitu "Conversations with God" dan "Conversations with God for Teens", dikarang oleh Neale D. Walsch. Jika dilihat judulnya, buku-buku tersebut sepertinya tidak berbahaya. Kedua buku tersebut telah berada pada daftar best seller dari The New York Times selama beberapa minggu, tetapi "Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya atau judulnya saja."

Si pengarang bertujuan menjawab berbagai pertanyaan anak-anak dengan "suara Allah". Tetapi "jawaban-jawaban" yang dia berikan tidak berdasarkan pada Alkitab dan bahkan berlawanan dengan firman Allah.
Contoh-contoh ini merupakan ringkasan :

Ketika seorang anak perempuan bertanya: "Mengapa saya lesbian?", si pengarang menjawab bahwa dia memang "dilahirkan seperti itu" karena faktor-faktor genetik (seperti kalau kita dilahirkan tidak kidal, atau dilahirkan dengan mata berwarna coklat, dst). Kemudian si pengarang menyarankan kepada anak perempuan itu untuk keluar dan "merayakan" perbedaan dirinya tersebut. 

Seorang anak perempuan lain mengajukan pertanyaan: "Sekarang ini saya hidup bersama dengan pacar saya. Orang tua saya mengatakan bahwa saya harus menikah dengan dia karena cara hidup saya itu berdosa. Haruskah saya menikah dengan pacar saya?"
Si pengarang menjawab: "Kamu berdosa kepada siapa? Bukan kepada saya, karena kamu tidak melakukan kesalahan."

Ada pertanyaan tentang pengampunan dosa dari Allah. Jawaban si pengarang: "Saya tidak mengampuni seorangpun karena tidak ada yang perlu diampuni ... Tidak ada yang disebut salah atau benar, dan inilah yang saya terus coba sampaikan kepada semua orang: "Jangan menghakimi orang lain". Orang-orang suka saling menghakimi, ini adalah suatu kesalahan, karena peraturannya berbunyi: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi."

Buku-buku itu bukan hanya mengajarkan doktrin yang salah dari Iblis, tetapi juga mengutip (secara salah) firman Allah.
Daftarnya masih panjang.
Buku-buku itu (dan buku-buku lain yang sejenis) sekarang ini dijual kepada anak-anak sekolah (di Amerika) melalui The Scholastic Book Club. Kita perlu waspada terhadap apa yang sedang diberikan kepada anak-anak kita.

Anak-anak kita sekarang ini sedang diserang. Saya mohon agar anda waspada, dan dengan sungguh-sungguh mengajarkan firman Allah kepada anak-anak Anda serta menjaga mereka terhadap media-media duniawi, karena musuh kita yaitu Iblis, berjalan berkeliling seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8).

Salam hangat dari team Nafiri Kasih

Senin, 06 Juni 2016

Jangan Sia-siakan Keluargamu


Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"

Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.

Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.

Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Tuhan.. Maafkan aku.

Lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.

Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Tuhan Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.

Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari Minggu, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa , lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Tuhan.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Tuhan.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
YaTuhan  maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mengingatku dan mengharapkan agar aku selalu berbahagia di sana.
Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Tuhan... Puji Tuhan.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.
Air mataku tak bisaku bendung lagi.

Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.

Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi .. tidak.. tidak..
Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata ..

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

POSTINGAN TERAKHIR

Hidup Harus Bersyukur

Hidup Harus Bersyukur 1 Tesalonika 5 : 18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allaah di dalam Kristus Y...

POPULER DIBACA