Rabu, 07 Oktober 2020

MENGATASI MARAH


Mengatasi MARAH

Kolose 3:8-17

Orang Kristen dipanggil untuk membuang segala "kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor" (Kolose 3:8). Perintah ini jelas, tetapi proses mencapai dan mempertahankan tujuan ini bisa jadi membingungkan dan membuat kewalahan.

Langkah pertama adalah mengenali adanya kemarahan dalam hati kita. Langkah ini mungkin tidak diperlukan bagi orang-orang yang ekspresif, tetapi bagi orang-orang yang suka memendam kemarahan diperlukan waktu bersama Tuhan untuk merenungkan dan menyelidiki jiwanya. Kemarahan yang sudah membara dan menguasai hati dapat menimbulkan kehancuran besar; diperlukan pedang Firman Tuhan yang tajam untuk menyingkapkan kemarahan yang membara dalam dada (Ibrani 4:12).

Langkah selanjutnya adalah mengakui kemarahan yang tidak benar itu sebagai dosa dan mulai mengatasinya dengan segera. Karena kemarahan seringkali merupakan respons terhadap luka, kita harus berhati-hati agar tidak memaafkan atau mempertahankannya atas nama keadilan. Jadi, sekalipun orang lain yang berbuat salah pada Anda, perlu disadari bahwa menyimpan kemarahan sebagai respons juga dosa. Alkitab mengajarkan kita untuk mengatasi kejahatan dengan kebaikan, bukan membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17, 21).

Sebagian orang ingin terus melekat pada perasaan-perasaan gusar, padahal memelihara sikap geram tidak akan tertahankan; kemarahan harus disingkirkan. Jika kita mempertahankan "hak" kita untuk menyimpan dendam, kita tak bisa berharap dapat hidup sebagai manusia baru yang Kristus ciptakan untuk kita.

Tempat kita mendapat kekuatan adalah di dalam manusia baru yang seperti Kristus itu. Dan kita bertanggung jawab untuk mengenakan manusia baru itu. Tuhan mengundang kita untuk bekerja sama dengan-Nya dalam proses transformasi itu. Melalui setiap langkah ketaatan kita, damai sejahtera Kristus akan bertambah dan kemarahan akan berkurang. #

Senin, 05 Oktober 2020

DOA PADA SAAT TAK BERDAYA


DOA PADA SAAT TAK BERDAYA

Nehemia 2:1-10

Hati Nehemia sangat susah ketika ia mendengar keadaan yang sangat menyedihkan dari orang-orang Yahudi yang baru saja kembali ke Yerusalem dari pembuangan (Nehemia 1:3-4). Begitu Tuhan mendapatkan perhatian Nehemia, Dia dapat menunjukkan apa yang Dia mau Nehemia lakukan.

Alkitab tidak menyebutkan reaksi Nehemia sebagai orang yang menyadari bahwa dirinya harus menjadi bagian dari solusi, tetapi kita dapat membayangkan rasa tak berdaya yang dialami Nehemia. Bagaimana ia bisa menolong? Ia tidak berada di dekat Yerusalem, dan sebagai pelayan minuman raja, ia tidak bisa langsung berkemas-kemas dan pergi begitu saja.

Namun, setiap kali Tuhan menaruh beban di hati kita, Dia akan membuka jalan bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya. Dalam hal ini, Tuhan memakai ekspresi sedih Nehemia dan doanya yang sungguh-sungguh untuk menyiapkan raja yang tidak mengenal Tuhan itu mengutusnya pergi memenuhi tugas itu.

Bagaimana respons Anda ketika Anda merasa Tuhan memanggil Anda untuk melakukan tugas yang tampaknya di luar kemampuan Anda? Apakah Anda menyebutkan semua alasan bahwa Anda tidak mungkin dapat melakukannya? Tuhan sudah mengetahui segala sesuatu tentang diri Anda dan situasi itu. Dia tidak akan meminta izin Anda untuk melanjutkan, Dia memanggil Anda untuk bergerak maju dengan percaya kepada-Nya. Anda dapat menolak, tetapi Anda akan kehilangan berkat-berkat dari kehidupan yang dijalani dalam ketaatan kepada-Nya.

Tuhan akan memperlengkapi Anda untuk melakukan apa pun yang Dia mau Anda lakukan. Dan karena Roh Kudus tinggal di dalam diri setiap orang percaya, kita memiliki semua yang kita perlukan untuk memenuhi tugas ilahi kita. Alih-alih membiarkan ketidakberdayaan menghalangi Anda untuk taat, buatlah ketidakberdayaan itu justru mendorong Anda untuk berdoa agar Anda dapat bersandar pada kuasa dan hikmat Tuhan. #

Minggu, 04 Oktober 2020

PIKIRAN DAN TAKDIR

 


PIKIRAN DAN TAKDIR
 AMSAL 5: 12 - 13, 20 - 23   

Seseorang pernah menciptakan sebuah kalimat dengan makna yang dalam : "Tabur sebuah pikiran, tuai sebuah tindakan. Tabur sebuah tindakan, tuai sebuah kebiasaan. Tabur sebuah kebiasaan, tuai karakter Anda. Tabur karakter Anda, tuai takdir Anda. 

"Dari manakah takdir seseorang di mulai? Dimulai dgn pikiran2 kita. Bagaimana kehidupan pikiran Anda? Apakah yg sedang Anda letakkan di dlm otak Anda? 

Pikiran2 kita dpt mengarah pada kehancuran rohani yg terjadi secara tdk langsung. Kita semua ada dlm bahaya tabrakan, kerusakan & kejatuhan. 
Amsal 5 menceritakan sebuah kisah mengenai kegagalan moral. 

Seorang ayah memperingatkan anak laki-lakinya untuk menghindari seorang wanita yg menggoda. "Menjauhlah darinya" sang ayah memaksa. "Kamu akan kehilangan harga dirimu & pada akhirnya akan terjerat utang." Selanjutnya, sang ayah menasihati anaknya untuk tetap setia kpd istrinya & berkata tdk pada wanita lain. Namun si anak mulai berpikir bahwa perselingkuhan tdklah seburuk yg dikatakan. 

Pernikahannya menjadi sedikit membosankan. Ia memberi alasan. Wanita itu baik. Saya hanya akan mampir & menyapanya. Ketika si anak memasuki rumah wanita tsb, bencana melanda! Ia bisa dikatakan telah mati! ( lihat Amsal 5: 23). Si anak mengabaikan peringatan dari ayahnya yg bijaksana. Perbuatannya menghancurkan pernikahannya, hubungannya dgn Tuhan, & reputasinya. Karakternya telah hancur. Sekarang dunianya sdh luluh lantak. 

Untuk di renungkan: Menyerah pada dosa seksual selalu di mulai dari pikiran. Sangat penting untuk menjauhkan pikiran2 berahi dari benak Anda. Apa yg mendorong Anda untuk menikmati pikiran2 berahi? Teman2 tertentu, majalah, buku2, film, ataukah acara televisi? 

Apakah yg dapat Anda lakukan untuk menjauh dari pengaruh hal2 tsb? 

Doa hari ini: Tuhan, tolonglah aku untuk menjauhi pengaruh2 yg membuatku menikmati dosa. Aku mempersembahkan seluruh pikiranku kpd-Mu shg karakter yg kukembangkan akan menyenangkan hati-Mu.   #   


MAKSUD PENDERITAAN KITA


 Maksud Penderitaan Kita

1 Petrus 4:12-14

Kita tak seharusnya berharap kehidupan Kristen kita mudah dan nyaman, karena orang percaya tidak akan luput dari masalah. Bahkan, menjadi orang Kristen bisa menambah masalah dan penderitaan. Petrus menyebut kesusahan semacam ini sebagai "nyala api siksaan," dan berkata supaya kita tidak heran (1 Petrus 4:12). Tuhan memakai penderitaan kita untuk tujuan-tujuan-Nya yang baik, dan Dia ikut melaluinya bersama kita. Harapan di tengah penderitaan itu mungkin jika kita mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam situasi itu.

Pertama, Bapa surgawi terkadang memakai pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk memurnikan kita. Penderitaan mendorong kita datang kepada Tuhan dan membuka mata kita terhadap dosa yang sudah kita tolerir. Disiplin-Nya bukan dirancang untuk meremukkan kita tetapi untuk menghasilkan "buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera" (Ibrani 12:11).

Kedua, Tuhan sering membiarkan kesulitan sebagai sarana untuk menguji kita. Tujuan-Nya adalah meningkatkan iman, ketahanan, dan ketaatan kita kepada-Nya. Alih-alih mengeluh, kita seharusnya bersukacita dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu kesengsaraan itu akan menghasilkan karakter yang teruji di dalam diri kita (Roma 5:3-4).

Ketiga, Tuhan memakai penderitaan untuk menyatakan kuasa-Nya. Berbagai masalah merendahkan hati kita dan menyingkapkan kelemahan-kelemahan kita (2 Korintus 12:7-10). Semua ini mengajar kita untuk bersandar pada Tuhan dalam mendapatkan kekuatan untuk bertekun dan menjadi dewasa.

Keempat, penderitaan kita membawa manfaat kekal. "Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:17).

Kiranya kebenaran-kebenaran ini mendorong Anda untuk melihat penderitaan Anda berikutnya dari perspektif Tuhan. Meskipun Anda pada saat itu mungkin tidak merasakanya, Tuhan menyertai Anda. Dialah pengharapan dan andalan Anda. #

Rabu, 23 September 2020


PEKERJAAN ROH KUDUS

Yohanes 16:7-15

Jika ada yang bertanya, apa pekerjaan Roh Kudus, bagaimana jawab Anda? Sebagian orang Kristen mungkin tidak tahu apa yang sedang Dia kerjakan dalam hidup mereka, tetapi pekerjaan Roh Kudus bukanlah misteri –Alkitab sudah memberitahu kita tentang peran Penolong ilahi kita itu.

Dia menginsafkan kita akan dosa (Yohanes 16:8). Inilah langkah awal yang menyadarkan kita pada kebutuhan akan keselamatan. Dan sesudah itu Roh Kudus melanjutkan dengan menyatakan dosa dalam hidup kita agar kita dapat segera mengakui dosa itu dan menerima pengampunan (1 Yohanes 1:9).

Dia memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran(Yohanes 16:13-14). Roh Kudus mengajarkan tentang Yesus Kristus dan Firman Tuhan, dan Dia menolong kita membedakan antara kebenaran dan kekeliruan.

Dia memenuhi kita (Efesus 5:18). Dipenuhi Roh Kudus berarti Dia memimpin jalan kita, seperti perahu yang digerakkan oleh angin yang memenuhi layarnya. Untuk dipenuhi oleh-Nya, kita perlu menyerahkan hidup kita kepada-Nya, mengakui bahwa Dia memiliki kita dan berhak memimpin hidup kita.

Dia menghasilkan buah melalui kita(Galatia 5:22-23). Roh Kudus menghasilkan kualitas-kualitas yang tak pernah dapat kita hasilkan sendiri secara konsisten: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri.

Meskipun Roh Kudus mendiami dan memeteraikan kita pada saat kita diselamatkan, karya-Nya dalam hidup setiap orang percaya butuh waktu seumur hidup. Dialah Penolong kita yang tetap, yang mengubah kita menjadi makin seperti Kristus dan memperlengkapi kita dalam tantangan hidup sehari-hari, sehingga kita tak perlu berjuang sendiri dalam kehidupan ini. Di dalam segala kesulitan, konflik dan kesedihan, Dia memimpin jalan kita, menjagai hati kita dan mengaruniakan hikmat-Nya pada kita. #


Selasa, 22 September 2020

MELIHAT RINTANGAN DARI KACA MATA TUHAN


Melihat Rintangan dari KacamataTuhan

Yosua 2:1-24

Yerikho adalah kota pertama yang perlu ditakhlukkan bangsa Israel untuk menduduki tanah Kanaan. Ketika mengirim dua orang mata-mata untuk menyelidiki, Yosua mungkin tidak menyadari bahwa ia akan menerima kilasan pandangan impresif Tuhan di balik tindakan itu.

Kita tak boleh lupa untuk melihat setiap rintangan dari kacamata kekuatan dan sumber dayaTuhan yang tak terbatas. Segala sesuatu yang tampaknya merintangi rencana-Nya adalah kesempatan bagi Dia untuk menunjukkan kuasa-Nya yang berdaulat. Hanya karena kita tidak melihat sesuatu terjadi, tidak berarti Dia tidak bekerja. Tuhan terus bekerja di sisi lain rintangan kita, mengatur segala detailnya dan membuat rencana-Nya berhasil.

Ketika mata-mata itu kembali kepada Yosua, mereka melaporkan bahwa penduduk di Yerikho sangat ketakutan. Setelah mendengar tentang orang Yahudi yang dibebaskan dari perbudakan Mesir dan membelah Laut Merah, mereka dikuasai rasa takut akan Tuhan. Medan perang telah siap ditakhlukkan, meski pada saat itu, Yosua belum melakukan apa-apa. Kita sering berpikir bahwa kita perlu terlibat dalam solusi masalah kita, padahal Tuhan tidak terbatas dalam menggunakan siapa atau apa saja untuk menggenapi kehendak-Nya. Dalam hal ini, Dia bekerja di hati musuh dengan menimbulkan ketakutan yang menggentarkan.

Bagi orang Kristen, rintangan-rintangan besar tidak perlu menjadi alasan untuk berkecil hati. Meskipun banyak aktivitas Tuhan yang tidak terlihat dan terdengar, kita boleh yakin bahwa Dia terus bekerja menggenapi kehendak-Nya dalam hidup kita. Ketika bagian-bagian rencana-Nya sudah berada pada tempatnya, Dia akan membawa kita kepada kemenangan. ##

APAKAH ISTILAH TRITUNGGAL MUTLAK DIPERLUKAN ? (renungan kristen hari ini)

 APAKAH ISTILAH TRITUNGGAL MUTLAK DIPERLUKAN ? (renungan kristen hari ini)



Istilah Tritunggal tidak ada dalam Alkitab, mengapa gereja masih harus mempertahankannya?

Apakah istilah Tritunggal mutlak diperlukan ?

Istilah Tritunggal seringkali justru menjadi bahan perdebatan yang mengakibatkan perpecahan gereja, bahkan seringkali menjadi batu sandungan bagi pemberitaan Injil, tapi mengapa istilah Tritunggal masih perlu dipertahankan ?

Yuk kita simak penjelasan dari Narasumber , Pdt Kalvin Budiman Ph.D dari IEC San Diego - USA dalam bincang teologi praktis di Youtube Nafiri Kasih Channel  (silahkan klik).



POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA