Tampilkan postingan dengan label ILISTRASI KRISten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ILISTRASI KRISten. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Oktober 2020


INTI KEDEWASAAN ROHANI

Mazmur 27:1-14

Banyak orang bertanya, "Apa yang dapat kulakukan untuk benar-benar bertumbuh sebagai orang Kristen?" Mereka seringkali mencari rahasia menuju kedewasaan—suatu tindakan yang dapat mereka lakukan. Padahal rahasia yang benar untuk bertumbuh dalam relasi Anda dengan Kristus bukan didasarkan pada pelayanan, pengetahuan atau pencapaian eksternal lainnya yang cenderung dikagumi dunia.

Kedewasaan dan efektivitas sesungguhnya tergantung pada relasi hati Anda dengan Tuhan, bukan pada sesuatu yang dapat Anda lakukan bagi-Nya. Jika Anda memahami kebenaran ini, seluruh paradigma Anda akan berubah. Semua orang Kristen akan dipandang sama, dari pengkhotbah terkenal sampai anggota jemaat yang paling tidak ada suaranya. Talenta, prestasi dan kepribadian orang percaya tidak jauh lebih penting daripada komitmennya untuk mengenal Tuhan sungguh-sungguh.

Tuhan menyebut Daud "seorang yang berkenan di hati-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22). Apa yang ada pada diri Daud yang membuat Tuhan menilainya begitu tinggi? Daud jelas juga memiliki banyak kesalahan, dosa dan kelemahan karakter. Namun melebihi segala hal lainnya, hidup Daud dicirikan sebagai orang yang rindu mengenal Tuhan. Entah pada waktu ia menjadi gembala, pelarian, prajurit atau raja yang berkuasa, tali penyelamat hidupnya adalah waktu bersama Bapa surgawi. Di dalam mazmur-mazmurnya, Daud selalu menyerahkan segalanya kepada Tuhan – dan rindu melakukan kehendak-Nya dengan segenap hati. Inilah kekuatan terbesarnya.

Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani dan diubahkan dalam perjalanan iman Anda setiap hari? Lakukanlah yang lebih dari sekadar bertanya, "Apa yang dapat kulakukan bagi Tuhan untuk menjadi orang Kristen yang lebih baik?" Datanglah pada Tuhan dengan berkata,"Inilah aku, Tuhan. Masuklah ke dalam hatiku dan berkuasalah atas hidupku"  ##

Jumat, 09 Oktober 2020

RESPONS YANG BAIK TERHADAP KEMARAHAN


Respons Yang Baik terhadap Kemarahan

Amsal 14:29; 16:32

Kita hidup di dunia yang sudah rusak di mana dosa merajalela, ketidakadilan merupakan hal biasa, dan konflik melimpah ruah. Maka, ada banyak kesempatan untuk berdosa dengan kemarahan. Namun, meskipun kita tidak dapat mengubah situasi-situasi ini, kita dapat mengubah respons kita sendiri.

Situasi-situasi seperti kesulitan ekonomi dan bencana alam dapat menimbulkan kekecewaan yang meluas, tetapi masalah-masalah dengan orang lain dapat menjadi tantangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika disakiti dengan kata-kata atau tindakan seseorang, kita mungkin tergoda untuk melempar jawaban pedas atau mendidih dalam kegeraman. Tetapi sebagai orang percaya, kita harus mengikuti teladan Yesus: "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ... tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1 Petrus 2:23).

Ayat-ayat dari kitab Amsal hari ini menegaskan pentingnya menjadi orang yang tidak cepat marah. Terutama saat menghadapi serangan verbal atau kata-kata. Mendengarkan dengan tenang dapat mencegah kita berkata kasar dan memberi kesempatan untuk meminta pertolongan Tuhan agar dapat merespons seperti Kristus.

Jawaban yang tenang dan lemah lembut dapat meredakan situasi yang panas, tetapi tanpa mengambil waktu untuk memproses yang dikatakan, tidak banyak dari kita yang akan dapat menjawab dengan bijak. Jika kita tidak cepat marah, kita akan dapat lebih memahami situasi dan motif-motif tersembunyi, yang tidak dapat dipahami orang pemarah secara obyektif.

Respons seperti ini memang tidak lazim, namun kita tak perlu heran karena yang memberikan teladan adalah Seorang yang tidak biasa. Kita perlu mengubah prioritas-prioritas kita jika ingin meniru Yesus. Kasih dan pengertian harus lebih diutamakan daripada kebutuhan membela diri, dan memelihara relasi harus menggantikan keinginan mempertahankan hak-hak kita. Jadi, bersikaplah tenang dalam segala situasi, dan biarkan Kristus menjadi pembela dan pelindung Anda.#

Minggu, 04 Oktober 2020

PIKIRAN DAN TAKDIR

 


PIKIRAN DAN TAKDIR
 AMSAL 5: 12 - 13, 20 - 23   

Seseorang pernah menciptakan sebuah kalimat dengan makna yang dalam : "Tabur sebuah pikiran, tuai sebuah tindakan. Tabur sebuah tindakan, tuai sebuah kebiasaan. Tabur sebuah kebiasaan, tuai karakter Anda. Tabur karakter Anda, tuai takdir Anda. 

"Dari manakah takdir seseorang di mulai? Dimulai dgn pikiran2 kita. Bagaimana kehidupan pikiran Anda? Apakah yg sedang Anda letakkan di dlm otak Anda? 

Pikiran2 kita dpt mengarah pada kehancuran rohani yg terjadi secara tdk langsung. Kita semua ada dlm bahaya tabrakan, kerusakan & kejatuhan. 
Amsal 5 menceritakan sebuah kisah mengenai kegagalan moral. 

Seorang ayah memperingatkan anak laki-lakinya untuk menghindari seorang wanita yg menggoda. "Menjauhlah darinya" sang ayah memaksa. "Kamu akan kehilangan harga dirimu & pada akhirnya akan terjerat utang." Selanjutnya, sang ayah menasihati anaknya untuk tetap setia kpd istrinya & berkata tdk pada wanita lain. Namun si anak mulai berpikir bahwa perselingkuhan tdklah seburuk yg dikatakan. 

Pernikahannya menjadi sedikit membosankan. Ia memberi alasan. Wanita itu baik. Saya hanya akan mampir & menyapanya. Ketika si anak memasuki rumah wanita tsb, bencana melanda! Ia bisa dikatakan telah mati! ( lihat Amsal 5: 23). Si anak mengabaikan peringatan dari ayahnya yg bijaksana. Perbuatannya menghancurkan pernikahannya, hubungannya dgn Tuhan, & reputasinya. Karakternya telah hancur. Sekarang dunianya sdh luluh lantak. 

Untuk di renungkan: Menyerah pada dosa seksual selalu di mulai dari pikiran. Sangat penting untuk menjauhkan pikiran2 berahi dari benak Anda. Apa yg mendorong Anda untuk menikmati pikiran2 berahi? Teman2 tertentu, majalah, buku2, film, ataukah acara televisi? 

Apakah yg dapat Anda lakukan untuk menjauh dari pengaruh hal2 tsb? 

Doa hari ini: Tuhan, tolonglah aku untuk menjauhi pengaruh2 yg membuatku menikmati dosa. Aku mempersembahkan seluruh pikiranku kpd-Mu shg karakter yg kukembangkan akan menyenangkan hati-Mu.   #   


Senin, 31 Agustus 2020

APAKAH GEREJA MASIH "EXSIST" ?


Renungan Kristen

Apakah Gereja Masih "Exist" ?

Merupakan sebuah pertanyaan yang menggelitik, membuat kita dan gereja khususnya untuk berpikir dan mengevaluasi akan keberadaannya dan kehadirannya dimuka bumi ini , masihkah sesuai dengan panggilannya ?

3 tugas panggilan geraja yaitu Marturia, Diakonia dan Kononia apakah saat ini sudah dijalankan dengan benar ? 

Ikuti penjelasannya dalam video 

https://www.youtube.com/watch?v=Y0dFh4WAM44&t=199s

Kiranya Anda mendapatkan berkat rohani dalam video tersebut.

Salam hangat dan sehat selalu dari team Nafiri Kasih.

Kamis, 23 Juli 2020

Latihan Yang Meningkatkan Otot Rohani

LATIHAN YANG MENINGKATKAN “OTOT” ROHANI



Mazmur 94:12-15

Ayat Hafalan
Mazmur 94:12, “Berbahagialah orang  yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari  dari Taurat-Mu.”

Untuk mengembangkan otot kita menjadi kuat, maka kita membutuhkan beberapa latihan fisik. Otot-otot kita menjadi kuat ketika ia mengalami tekanan. Dengan cara yang sama, Alkitab mengatakan bahwa kita hanya dapat menjadi kuat secara rohani melalui latihan yaitu menggunakan “otot-otot” rohani kita untuk menghadapi tantangan-tantangan kehidupan. Dalam upaya kita memberikan yang terbaik di setiap aspek kehidupan, maka kita akan berhadapan dengan tantangan dan kesulitan. Namun, tantangan dan kesulitan adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi kuat dari sebelumnya.

Menjelang kematiannya, C. S. Lewis menyatakan, “Kita tidak punya hak atas kebahagiaan; hanya kewajiban untuk melakukan tugas kita.” Terkadang ketika Allah memberikan kita kepercayaan untuk melakukan sesuatu, Ia juga menyertakan tantangan dan kesulitan. Bila hal itu sedang terjadi dalam kehidupan Anda hari ini, mintalah Allah untuk mengajar Anda melalui perkara tersebut. Ingatlah kata pemazmur, “Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan.”

Refleksi Diri
1. Siapakah yang berbahagia menurut pemazmur dalam bacaan hari ini?
2. Apakah tujuan  Tuhan menghajar kita?

Pokok Doa
Ketika aku sedang berada dalam tekanan, berilah aku petunjukMu ya Tuhan, agar  aku dapat memahami kehendakMu.

Kata - Kata Bijak
Tekanan kehidupan membuat “otot-otot” rohani  kita berfungsi dengan normal.

Yang Harus Dilakukan
Mintalah  pengertian akan kehendak Tuhan ketika Anda sedang berada dalam tekanan.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA