Sabtu, 31 Oktober 2020

SELAMAT JALAN, PELAYAN GEREJA VINCENT LOQUES, IBU TUA DAN SIMONE BARETTO SILVA


SELAMAT JALAN, PELAYAN GEREJA VINCENT LOQUES, IBU TUA DAN SIMONE BARETTO SILVA

Oleh: Birgaldo Sinaga

Kamis pagi (29/10/20) sekitar pukul 08.30 waktu Prancis, seorang lelaki berusia 55 tahun, Vincent Loques berjalan membuka pintu Katedral Notre Dame.

Vincent seorang pelayan gereja yang sehari2 bertugas di sana. Ia orang baik yang sudah mengabdikan hidupnya selama 10 tahun untuk pelayanan gereja.

Di kepingan lain, Seorang pria Tunisia bernama Brahim Aouissaoui (21)  tiba di Nice pada pukul 6.47 waktu setempat. Aouissaoui sempat berada di stasiun selama 26 menit untuk membalik mantel dan mengganti sepatunya.

Pada pukul 08.13, dia berangkat untuk berjalan kaki 400 meter ke Gereja Notre Dame, di alun-alun dengan deretan pepohonan tak jauh dari jalan raya di perbelanjaan utama Nice.

Pagi itu Vincent tidak punya firasat buruk apa2. Ia seperti biasa setiap pagi membuka pintu basilika. Sebentar lagi diadakan misa pertama sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Setelah membuka pintu, Vincent kembali masuk ke dalam katedral. Ia mempersiapkan segala keperluan ibadah misa.

Tidak berapa lama, seorang ibu tua dan seorang perempuan paruh baya masuk ke dalam gereja. Ia duduk di kursi. Bersimpuh dan berdoa. Hening. Tanpa suara.

Tetiba ada seorang pria muda asal Tunisia membawa tas masuk ke dalam gereja. Pria Tunisia bernama  Brahim Aouissaoui itu melenggang tenang berjalan mendekati Vincent yang sedang mempersiapkan misa pertama.

Tetiba...tanpa ba bi bu..

Brahim Aouissaoui mengeluarkan sebilah pisau tajam sepanjang 30 cm. 

Vincent tidak tahu bahaya sebentar lagi mengancamnya. Ia tetap tenang mengerjakan tugasnya.

Dan seketika...

Srettttt.....Tangan kekar Brahim itu   menggorok leher Vincent disertai teriakan takbir. 

Vincent terkulai. Ia roboh seketika. Darah muncrat deras dari batang tenggorokannya. Altar katedral bersimbah darah. Vincent tewas seketika.

Di barisan bangku, si ibu tua sedang berdoa. Ia mendengar suara jeritan dari altar. Si ibu tua yang sedang berdoa itu menjerit keras. Ia ketakutan. Ia terpaku tak tahu mau berbuat apa.

Brahim  mengejar si ibu tua. Tanpa belas kasihan, si ibu tua itu juga diserang begitu brutal. Leher si ibu tua itu dipenggal dibarengi pekikkan takbir. 

Si ibu tua itu roboh. Tubuhnya mengejang seperti ayam dipotong lehernya. Darah segar kembali membanjiri altar katedral. 

Ada juga perempuan paruh baya yang sedang berada dalam gereja. Nama perempuan itu Simone Barreto Silva, asal Brazil. Ia sudah tinggal beberapa dekade di Prancis.

Saat melihat pembantaian itu, Simone menjerit ketakutan. Brahim  semakin kesetanan. Pria Tunisia itu mengejar perempuan itu.  Ia begitu ganas dan beringas.

Tanpa sedikitpun ada rasa iba, pria itu mengejar perempuan berusia 44 tahun itu. Perempuan itu memohon ampun agar jangan dibunuh. Tapi Brahim  tidak mundur. Brahim lalu menusuk tubuh perempuan itu. Menikamnya berkali2. 

Perempuan itu akhirnya roboh kehabisan darah saat berusaha lari dari dalam gereja. Ia tewas dekat cafe di seberang gereja. Sesaat sebelum tewas Simone berkata lirih  “Tell my children I love them”.

Pelayan gereja Vincent Loques, Ibu Tua yang sedang bersimpuh berdoa dan Simone Baretto Silva seorang ibu tiga anak yang sedang memohon perlindungan Tuhan itu tewas di tangan seorang monster mengerikan.

Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Mereka tidak tahu salahnya apa. Tanpa tahu dosanya apa. Tanpa diberikan kesempatan bertanya.

Mereka tewas dalam rumah Tuhan, rumah tempat kedamaian, ketenangan dan keheningan menyatu dalam senandung kidung Allah Yang Maha Baik dan Pengasih.

Darah mereka membanjiri altar maha kudus. Mirisnya darah mereka tercurah dengan pekikan takbir. Pekikan takbir yang sejatinya menyenandungkan sifat Ilahi yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Selamat jalan Vincent, Ibu tua dan Simone Baretto Silva.

Beristirahatlah dengan damai dan tenang di rumah Bapa di Surga. ##

Note :

Kita tidak pernah tau kapan waktu terakhir kita didunia, untuk itu biarlah kita tetap berjaga-jaga selalu , nyatakan kasih Kristus setiap saat , jadilah orang yang senantiasa bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita, terutama karena anugerah keselamatan didalam Kristus.

Yohanes 16:2

Kamu akan dikucilkan,  bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

##

Jumat, 30 Oktober 2020

EZRA 5 , TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN


Sharing Ezra 5

TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN

Saat bangsa Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun rumah Allah, ada pihak musuh yang berusaha menakut-nakuti dan melemahkan semangat mereka (Ezr. 4:4). Bangsa Israel sempat menghentikan pembangunan itu, tetapi melanjutkannya lagi setelah Allah menguatkan mereka melalui nubuat Nabi Hagai dan Zakharia (4:24–5:2).

Namun, sekali lagi, musuh kembali datang mengganggu. Kali ini bangsa Israel tetap bertahan, karena mereka menyadari bahwa “mata Allah mengamat-amati [mereka]” (5:5). Mereka memegang teguh instruksi Allah dan percaya bahwa Dia akan menuntun mereka melewati tantangan apa pun yang mereka hadapi. Benar saja, Allah kemudian menggerakkan raja Persia untuk mendukung penyelesaian bait Allah (ay.13-14).

Seperti TUHAN menyertai umat Israel dalam menyelesaikan pembangunan kembali Bait Allah, maka IA juga menyertai setiap orang percaya yang dengan sungguh hati mau melakukan pekerjaan TUHAN.

Apa saja bentuk2 penyertaanNya?

1. Membuat kita percaya janji penyertaanNya (ay 1)

2. Membuat kita berani untuk melakukan pekerjaan TUHAN, meskipun banyak tantangan (ay 2-3)

3. Memelihara kita sehingga pekerjaanNya dapat terus berjalan meskipun ada tantangan (ay 4-5)

4. Memimpin apa yang kita kerjakan, sehingga pekerjaan TUHAN yang kita kerjakan tidak menyalahi aturan pemerintah yang ada (ay 6-17)

CCM: Puncak penyertaan Allah dalam hidup kita orang percaya adalah dalam Yesus yang selalu menyertai kita dalam mengabarkan InjilNya dan melakukan pekerjaanNya (lihat Matius 28:20) 

By Pdt Paulus Surya.


Rabu, 28 Oktober 2020


INTI KEDEWASAAN ROHANI

Mazmur 27:1-14

Banyak orang bertanya, "Apa yang dapat kulakukan untuk benar-benar bertumbuh sebagai orang Kristen?" Mereka seringkali mencari rahasia menuju kedewasaan—suatu tindakan yang dapat mereka lakukan. Padahal rahasia yang benar untuk bertumbuh dalam relasi Anda dengan Kristus bukan didasarkan pada pelayanan, pengetahuan atau pencapaian eksternal lainnya yang cenderung dikagumi dunia.

Kedewasaan dan efektivitas sesungguhnya tergantung pada relasi hati Anda dengan Tuhan, bukan pada sesuatu yang dapat Anda lakukan bagi-Nya. Jika Anda memahami kebenaran ini, seluruh paradigma Anda akan berubah. Semua orang Kristen akan dipandang sama, dari pengkhotbah terkenal sampai anggota jemaat yang paling tidak ada suaranya. Talenta, prestasi dan kepribadian orang percaya tidak jauh lebih penting daripada komitmennya untuk mengenal Tuhan sungguh-sungguh.

Tuhan menyebut Daud "seorang yang berkenan di hati-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22). Apa yang ada pada diri Daud yang membuat Tuhan menilainya begitu tinggi? Daud jelas juga memiliki banyak kesalahan, dosa dan kelemahan karakter. Namun melebihi segala hal lainnya, hidup Daud dicirikan sebagai orang yang rindu mengenal Tuhan. Entah pada waktu ia menjadi gembala, pelarian, prajurit atau raja yang berkuasa, tali penyelamat hidupnya adalah waktu bersama Bapa surgawi. Di dalam mazmur-mazmurnya, Daud selalu menyerahkan segalanya kepada Tuhan – dan rindu melakukan kehendak-Nya dengan segenap hati. Inilah kekuatan terbesarnya.

Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani dan diubahkan dalam perjalanan iman Anda setiap hari? Lakukanlah yang lebih dari sekadar bertanya, "Apa yang dapat kulakukan bagi Tuhan untuk menjadi orang Kristen yang lebih baik?" Datanglah pada Tuhan dengan berkata,"Inilah aku, Tuhan. Masuklah ke dalam hatiku dan berkuasalah atas hidupku"  ##

Minggu, 25 Oktober 2020

RENUNGAN YOSUA 7 : NILA SETITIK MERUSAKKAN SUSU SEBELANGA


Renungan :  Yosua 7

NILA SETITIK MERUSAKKAN SUSU SEBELANGA

By Pt. Paulus Surya


Perbuatan dosa Akhan dan kaumnya telah membuat seluruh bangsa Israel ikut menderita.

Kejadian ini menggambarkan dosa Adam dan Hawa yang membuat seluruh umat manusia ada dalam dosa. Adam dan Hawa tidak berbuat dosa berkali-kali , tetapi hanya SATU kali saja , sudah membuatnya tidak layak dihadapan Allah yang maha kudus dengan standard Allah yang sempurna.

(Roma 5:12  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.)

Karena semua orang telah berbuat dosa dan dengan usahanya sendiri (perbuatan baik apapun) tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya sendiri , karena tuntutan Allah adalah sempurna. 

Maka untuk bisa selamat kita harus memakai cara Allah, bukan cara manusia.

Syukur pada TUHAN, karena dalam Yesus, Satu Orang yang Benar, semua orang yang percaya kepadaNya memperoleh pembenaran / keselamatan.

Dibenarkan bukan karena perbuatan baik tetapi karena IMAN kepada Kristus yang telah menebus dosa manusia sekali untuk selama-lamanya.

Firman Tuhan mengatakn barangsiapa TIDAK  PERCAYA kepada KRISTUS , ia telah berada dibawah hukuman sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 

Salam hangat dari team Nafiri Kasih, jangan lupa saksikan juga video-video menarik kami di Youtube , semoga Anda terberkati melalui siaran kami. #


Rabu, 14 Oktober 2020

RENUNGAN YOSUA 6 : KUNCI KEMENANGAN DALAM PEPERANGAN HIDUP


RENUNGAN YOSUA 6 : KUNCI KEMENGANGAN DALAM PEPERANGAN HIDUP

By Pdt. Paulus Surya

Jatuhnya Yerikho

6:1. Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.
6:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.
6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,
6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."

6:6. Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN."
6:7 Dan kepada bangsa itu dikatakannya: "Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN."
6:8 Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka.
6:9 Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup.
6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: "Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak."
6:11 Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.
6:12 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN.
6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.
6:14 Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.
6:15 Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali.
6:16 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!

6:17. Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.
6:18 Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.
6:19 Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN."
6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.
6:21 Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.
6:22 Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata: "Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya."
6:23 Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel.
6:24 Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.
6:25 Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho.
6:26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: "Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!"
6:27 Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.

KUNCI KEMENANGAN dalam peperangan hidup ini terletak bukan pada kekuatan kita tetapi pada pimpinan TUHAN yang penuh kuasa.

- Bentuk-bentuk pimpinan TUHAN:

1. Hadir memimpin dalam peperangan umat TUHAN
- Kehadiran TUHAN dalam peperangan Israel digambarkan dengan Tabut yang dibawa perang
- Yesus adalah perwujudan sejati kehadiran Tuhan dalam hidup kita

2. Memerintahkan untuk taat, bahkan taat utk hal yang melampaui akal kita

- Bangsa Israel hanya diminta untuk mengelilingi sekali tembok Yerikho selama 6 hari, dan 7 kali pada hari ketujuh.

- Lalu mereka diminta bersorak sorai untuk meruntuhkan tembok

3. Mengingat orang yang beriman kepadaNya untuk diselamatkan

- Rahab dan keluarga serta kaumnya di ingat TUHAN untuk diselamatkan

- Kita yang beriman pada Kristus, tidak akan pernah dilupakanNya. ##

Selasa, 13 Oktober 2020

DOKTRIN : APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KERAJAAN 1000 TAHUN ??


DOKTRIN : APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KERAJAAN 1000 TAHUN ?

Apakah Kerajaan 1000 tahun yang disebutkan dalam kitab Wahyu maknanya adalah HARAFIAH

 atau SIMBOLIS ? 

Apakah Kerajaan 1000 tahun sudah berlangsung atau baru akan terjadi di masa yang 

akan datang? 

Apakah dampak Kerajaan 1000 tahun bagi kita dan bagi dunia? 

Apa hubungan antikris, rapture dengan kerajaan 1000 tahun , hingga langit dan bumi yang baru ?

Yuk simak penjelasannya dalam Bincang Teologi Praktis bersama Nafiri Kasih di Youtube

Minggu, 18 Oktober 2020  ,  Jam 20.00 - 20.45 WIB.

Narasumber : Pdt. Kalvin Budiman Ph.D - IEC San Diego , USA.

Link : https://bit.ly/nafirikasih-24


RENUNGAN ROHANI KRISTEN TENTANG PEWAHYUAN KESELAMATAN MANUSIA


RENUNGAN ROHANI KRISTEN
TENTANG PEWAHYUAN KESELAMATAN MANUSIA 

1 Petrus  1:10-12

Jika Anda pernah membaca seluruh Alkitab, Anda mungkin sudah tahu bahwa pewahyuan ilahi itu bersifat progresif. Selama lebih dari ratusan tahun, Tuhan sudah memberi petunjuk-petunjuk kepada manusia tentang rencana pendamaian-Nya. Itu sebabnya, seperti ditunjukkan ayat-ayat hari ini, nabi-nabi Perjanjian Lama dapat berbicara tentang keselamatan yang kita miliki dalam Kristus meskipun mereka tidak mengerti bagaimana hal itu akan terjadi. Mereka seakan melihat jajaran gunung dari kejauhan, tetapi tidak tahu seberapa jauh jarak dari puncak gunung yang satu ke puncak gunung berikutnya.

Yesaya adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Ia menulis tentang Mesias bangsa Israel sebagai raja yang akan memerintah dunia yang diperbarui (Yesaya 9:6-7; 11:1-10), namun di Yesaya 53 ia menggambarkan Mesias itu sebagai hamba yang menderita yang akan mati.

Meskipun Yesaya tidak dapat memahami sepenuhnya makna perkataan Roh Tuhan yang menggerakkannya untuk menulis, pewahyuan berikutnya memberi kita gambaran yang lebih utuh. Kita tahu Yesus datang pertama kali untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi dosa-dosa kita, dan kelak Dia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk memerintah seluruh dunia sebagai Raja di atas segala raja.

Yang lebih menakjubkan lagi adalah para  malaikat ingin sekali melihat keselamatan ini, sementara kita malah seringkali kurang menghargainya dan hanya memandangnya sebagai jalan masuk ke surga. Pemikiran yang menggampangkan ini menunjukkan bahwa kita tidak sungguh-sungguh mengerti segala sesuatu yang terjadi di kayu salib dan bagaimana dampaknya hal itu bagi keselamatan kita.

Kita seharusnya ingin tahu seperti nabi-nabi yang berusaha lebih memahami tentang Kristus dan pengorbananNYA yang Dia lakukan dengan penuh kasih untuk kita. Jika kita menjadikan hal ini sebagai prioritas, kita akan belajar lebih dalam tentang Juru Selamat dan keselamatan kita, dan kekaguman serta kasih kita kepada-Nya akan meningkat.

Demikian renungan rohani kristen hari ini. #

Jumat, 09 Oktober 2020

RESPONS YANG BAIK TERHADAP KEMARAHAN


Respons Yang Baik terhadap Kemarahan

Amsal 14:29; 16:32

Kita hidup di dunia yang sudah rusak di mana dosa merajalela, ketidakadilan merupakan hal biasa, dan konflik melimpah ruah. Maka, ada banyak kesempatan untuk berdosa dengan kemarahan. Namun, meskipun kita tidak dapat mengubah situasi-situasi ini, kita dapat mengubah respons kita sendiri.

Situasi-situasi seperti kesulitan ekonomi dan bencana alam dapat menimbulkan kekecewaan yang meluas, tetapi masalah-masalah dengan orang lain dapat menjadi tantangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika disakiti dengan kata-kata atau tindakan seseorang, kita mungkin tergoda untuk melempar jawaban pedas atau mendidih dalam kegeraman. Tetapi sebagai orang percaya, kita harus mengikuti teladan Yesus: "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ... tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1 Petrus 2:23).

Ayat-ayat dari kitab Amsal hari ini menegaskan pentingnya menjadi orang yang tidak cepat marah. Terutama saat menghadapi serangan verbal atau kata-kata. Mendengarkan dengan tenang dapat mencegah kita berkata kasar dan memberi kesempatan untuk meminta pertolongan Tuhan agar dapat merespons seperti Kristus.

Jawaban yang tenang dan lemah lembut dapat meredakan situasi yang panas, tetapi tanpa mengambil waktu untuk memproses yang dikatakan, tidak banyak dari kita yang akan dapat menjawab dengan bijak. Jika kita tidak cepat marah, kita akan dapat lebih memahami situasi dan motif-motif tersembunyi, yang tidak dapat dipahami orang pemarah secara obyektif.

Respons seperti ini memang tidak lazim, namun kita tak perlu heran karena yang memberikan teladan adalah Seorang yang tidak biasa. Kita perlu mengubah prioritas-prioritas kita jika ingin meniru Yesus. Kasih dan pengertian harus lebih diutamakan daripada kebutuhan membela diri, dan memelihara relasi harus menggantikan keinginan mempertahankan hak-hak kita. Jadi, bersikaplah tenang dalam segala situasi, dan biarkan Kristus menjadi pembela dan pelindung Anda.#

Rabu, 07 Oktober 2020

MENGATASI MARAH


Mengatasi MARAH

Kolose 3:8-17

Orang Kristen dipanggil untuk membuang segala "kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor" (Kolose 3:8). Perintah ini jelas, tetapi proses mencapai dan mempertahankan tujuan ini bisa jadi membingungkan dan membuat kewalahan.

Langkah pertama adalah mengenali adanya kemarahan dalam hati kita. Langkah ini mungkin tidak diperlukan bagi orang-orang yang ekspresif, tetapi bagi orang-orang yang suka memendam kemarahan diperlukan waktu bersama Tuhan untuk merenungkan dan menyelidiki jiwanya. Kemarahan yang sudah membara dan menguasai hati dapat menimbulkan kehancuran besar; diperlukan pedang Firman Tuhan yang tajam untuk menyingkapkan kemarahan yang membara dalam dada (Ibrani 4:12).

Langkah selanjutnya adalah mengakui kemarahan yang tidak benar itu sebagai dosa dan mulai mengatasinya dengan segera. Karena kemarahan seringkali merupakan respons terhadap luka, kita harus berhati-hati agar tidak memaafkan atau mempertahankannya atas nama keadilan. Jadi, sekalipun orang lain yang berbuat salah pada Anda, perlu disadari bahwa menyimpan kemarahan sebagai respons juga dosa. Alkitab mengajarkan kita untuk mengatasi kejahatan dengan kebaikan, bukan membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17, 21).

Sebagian orang ingin terus melekat pada perasaan-perasaan gusar, padahal memelihara sikap geram tidak akan tertahankan; kemarahan harus disingkirkan. Jika kita mempertahankan "hak" kita untuk menyimpan dendam, kita tak bisa berharap dapat hidup sebagai manusia baru yang Kristus ciptakan untuk kita.

Tempat kita mendapat kekuatan adalah di dalam manusia baru yang seperti Kristus itu. Dan kita bertanggung jawab untuk mengenakan manusia baru itu. Tuhan mengundang kita untuk bekerja sama dengan-Nya dalam proses transformasi itu. Melalui setiap langkah ketaatan kita, damai sejahtera Kristus akan bertambah dan kemarahan akan berkurang. #

Senin, 05 Oktober 2020

DOA PADA SAAT TAK BERDAYA


DOA PADA SAAT TAK BERDAYA

Nehemia 2:1-10

Hati Nehemia sangat susah ketika ia mendengar keadaan yang sangat menyedihkan dari orang-orang Yahudi yang baru saja kembali ke Yerusalem dari pembuangan (Nehemia 1:3-4). Begitu Tuhan mendapatkan perhatian Nehemia, Dia dapat menunjukkan apa yang Dia mau Nehemia lakukan.

Alkitab tidak menyebutkan reaksi Nehemia sebagai orang yang menyadari bahwa dirinya harus menjadi bagian dari solusi, tetapi kita dapat membayangkan rasa tak berdaya yang dialami Nehemia. Bagaimana ia bisa menolong? Ia tidak berada di dekat Yerusalem, dan sebagai pelayan minuman raja, ia tidak bisa langsung berkemas-kemas dan pergi begitu saja.

Namun, setiap kali Tuhan menaruh beban di hati kita, Dia akan membuka jalan bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya. Dalam hal ini, Tuhan memakai ekspresi sedih Nehemia dan doanya yang sungguh-sungguh untuk menyiapkan raja yang tidak mengenal Tuhan itu mengutusnya pergi memenuhi tugas itu.

Bagaimana respons Anda ketika Anda merasa Tuhan memanggil Anda untuk melakukan tugas yang tampaknya di luar kemampuan Anda? Apakah Anda menyebutkan semua alasan bahwa Anda tidak mungkin dapat melakukannya? Tuhan sudah mengetahui segala sesuatu tentang diri Anda dan situasi itu. Dia tidak akan meminta izin Anda untuk melanjutkan, Dia memanggil Anda untuk bergerak maju dengan percaya kepada-Nya. Anda dapat menolak, tetapi Anda akan kehilangan berkat-berkat dari kehidupan yang dijalani dalam ketaatan kepada-Nya.

Tuhan akan memperlengkapi Anda untuk melakukan apa pun yang Dia mau Anda lakukan. Dan karena Roh Kudus tinggal di dalam diri setiap orang percaya, kita memiliki semua yang kita perlukan untuk memenuhi tugas ilahi kita. Alih-alih membiarkan ketidakberdayaan menghalangi Anda untuk taat, buatlah ketidakberdayaan itu justru mendorong Anda untuk berdoa agar Anda dapat bersandar pada kuasa dan hikmat Tuhan. #

Minggu, 04 Oktober 2020

PIKIRAN DAN TAKDIR

 


PIKIRAN DAN TAKDIR
 AMSAL 5: 12 - 13, 20 - 23   

Seseorang pernah menciptakan sebuah kalimat dengan makna yang dalam : "Tabur sebuah pikiran, tuai sebuah tindakan. Tabur sebuah tindakan, tuai sebuah kebiasaan. Tabur sebuah kebiasaan, tuai karakter Anda. Tabur karakter Anda, tuai takdir Anda. 

"Dari manakah takdir seseorang di mulai? Dimulai dgn pikiran2 kita. Bagaimana kehidupan pikiran Anda? Apakah yg sedang Anda letakkan di dlm otak Anda? 

Pikiran2 kita dpt mengarah pada kehancuran rohani yg terjadi secara tdk langsung. Kita semua ada dlm bahaya tabrakan, kerusakan & kejatuhan. 
Amsal 5 menceritakan sebuah kisah mengenai kegagalan moral. 

Seorang ayah memperingatkan anak laki-lakinya untuk menghindari seorang wanita yg menggoda. "Menjauhlah darinya" sang ayah memaksa. "Kamu akan kehilangan harga dirimu & pada akhirnya akan terjerat utang." Selanjutnya, sang ayah menasihati anaknya untuk tetap setia kpd istrinya & berkata tdk pada wanita lain. Namun si anak mulai berpikir bahwa perselingkuhan tdklah seburuk yg dikatakan. 

Pernikahannya menjadi sedikit membosankan. Ia memberi alasan. Wanita itu baik. Saya hanya akan mampir & menyapanya. Ketika si anak memasuki rumah wanita tsb, bencana melanda! Ia bisa dikatakan telah mati! ( lihat Amsal 5: 23). Si anak mengabaikan peringatan dari ayahnya yg bijaksana. Perbuatannya menghancurkan pernikahannya, hubungannya dgn Tuhan, & reputasinya. Karakternya telah hancur. Sekarang dunianya sdh luluh lantak. 

Untuk di renungkan: Menyerah pada dosa seksual selalu di mulai dari pikiran. Sangat penting untuk menjauhkan pikiran2 berahi dari benak Anda. Apa yg mendorong Anda untuk menikmati pikiran2 berahi? Teman2 tertentu, majalah, buku2, film, ataukah acara televisi? 

Apakah yg dapat Anda lakukan untuk menjauh dari pengaruh hal2 tsb? 

Doa hari ini: Tuhan, tolonglah aku untuk menjauhi pengaruh2 yg membuatku menikmati dosa. Aku mempersembahkan seluruh pikiranku kpd-Mu shg karakter yg kukembangkan akan menyenangkan hati-Mu.   #   


MAKSUD PENDERITAAN KITA


 Maksud Penderitaan Kita

1 Petrus 4:12-14

Kita tak seharusnya berharap kehidupan Kristen kita mudah dan nyaman, karena orang percaya tidak akan luput dari masalah. Bahkan, menjadi orang Kristen bisa menambah masalah dan penderitaan. Petrus menyebut kesusahan semacam ini sebagai "nyala api siksaan," dan berkata supaya kita tidak heran (1 Petrus 4:12). Tuhan memakai penderitaan kita untuk tujuan-tujuan-Nya yang baik, dan Dia ikut melaluinya bersama kita. Harapan di tengah penderitaan itu mungkin jika kita mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam situasi itu.

Pertama, Bapa surgawi terkadang memakai pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk memurnikan kita. Penderitaan mendorong kita datang kepada Tuhan dan membuka mata kita terhadap dosa yang sudah kita tolerir. Disiplin-Nya bukan dirancang untuk meremukkan kita tetapi untuk menghasilkan "buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera" (Ibrani 12:11).

Kedua, Tuhan sering membiarkan kesulitan sebagai sarana untuk menguji kita. Tujuan-Nya adalah meningkatkan iman, ketahanan, dan ketaatan kita kepada-Nya. Alih-alih mengeluh, kita seharusnya bersukacita dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu kesengsaraan itu akan menghasilkan karakter yang teruji di dalam diri kita (Roma 5:3-4).

Ketiga, Tuhan memakai penderitaan untuk menyatakan kuasa-Nya. Berbagai masalah merendahkan hati kita dan menyingkapkan kelemahan-kelemahan kita (2 Korintus 12:7-10). Semua ini mengajar kita untuk bersandar pada Tuhan dalam mendapatkan kekuatan untuk bertekun dan menjadi dewasa.

Keempat, penderitaan kita membawa manfaat kekal. "Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:17).

Kiranya kebenaran-kebenaran ini mendorong Anda untuk melihat penderitaan Anda berikutnya dari perspektif Tuhan. Meskipun Anda pada saat itu mungkin tidak merasakanya, Tuhan menyertai Anda. Dialah pengharapan dan andalan Anda. #

POSTINGAN TERAKHIR

Hidup Harus Bersyukur

Hidup Harus Bersyukur 1 Tesalonika 5 : 18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allaah di dalam Kristus Y...

POPULER DIBACA