Tampilkan postingan dengan label kotbah minggu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kotbah minggu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Februari 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 15 Februari 2015

transfigurasi
transfigurasi

Thema : Dimuliakan Dalam Kemuliaan Kristus
Pembicara : Pdt Santoni
Nats : Markus 9 : 2-13

Minggu ini adalah minggu transfigurasi , perayaan tentang pemuliaan Yesus diatas gunung Tabor, serta bertemu dengan Musa dan Elia, wajahNya bercahaya dan penuh kemuliaan.
Transfigurasi, menandai suatu perubahan atau metamorfosa, proses perubahan seperti ulat menjadi kupu-kupu.
Perubahan bisa terjadi dari penakut menjadi pemberani, pemarah menjadi penyabar, sombong menjadi rendah hati dsb .., ada perubahan dari sebelumnya.

Bagaimana kita sebagai orang percaya juga dapat mengalami kemuliaan Kristus, bagaimana iman percaya kita dapat bertransfigurasi.
Ada tiga langkah pembelajaran dari bacaan diatas : 1. Berdoa  2. Berkarya dan 3. Bersyukur

1. Berdoa
Dalam kesibukannya Yesus selalu menyediakan waktu menyepi , untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa.
Banyaknya tantangan, pergumulan dan godaan yang dihadapi Yesus, membuatNya selalu berdoa untuk mendapatkan kekuatan baru . Doa adalah nafas orang percaya, tanpa nafas manusia tidak dapat hidup, demikian jika orang percaya tidak berdoa maka kerohaniannya lambat laun akan mati. Doa itu penyejuk hati, melalui doa kita akan memperoleh hikmat dan suka-cita.
Untuk dapat bertransfigurasi kita harus mencari Tuhan dengan berdoa , doa yang benar adalah doa yang meminta Tuhan mengatur hidup kita, bukan sebaliknya kita yang mengatur Tuhan.
Doa yang benar juga bukan doa yang lain dimulut lain dihati , tetapi doa yang selaras antara kata dan perbuatan.

2. Berkarya 
Yesus tidak tinggal dimuliakan di atas gunung, tapi Yesus harus turun untuk menghadapai viadolorosa, jalan penderitaan dan kesengsaraan. Jalan yang menyakitakan yang harus ditempuhNya , demi kasih Nya kepada manusia, supaya manusia memperoleh keselamatan.
Kita juga harus masuk ketengah dunia untuk berkarya melakukan perubahan hidup, mengerjakan pekerjaan Tuhan, membawa cahaya Ilahi.
Mendengarkan suara Tuhan berarti juga mentaati dan melakukan apa yang Tuhan perintahkan.
Kenali Tuhan lebih dan lebih dalam lagi , sekedar tau Yesus itu tidak cukup alami Tuhan dalam hidupmu.
Kematian itu dekat dengan manusia, ketika kita masih diberi kesempatan hidup, lakukanlah pekerjaan yang bernilai kekal, lakukan dengan penuh kesungguhan dan ungkapan syukur.
Ubahlah chronos menjadi kairos.

3. Bersyukur
Kita wajib bersyukur menjadi pengikut Kristus. Peristiwa transfigurasi memperlihatkan sekelumit dari kemuliaan Yesus sebagai Mesias dengan disaksikan oleh Musa dan Elia.
Kita semakin hari seharusnya semakin diyakinkan bahwa Yesus adalah benar-benar Mesias, kita juga bersyukur sudah menjadi anak Allah melalui Kristus yang sudah menebus dosa kita.
Walaupun ada viadolorosa , tetaplah kerjakan tugas panggilan kita dengan sepenuh hati sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah keselamatan yang sudah diterima.


Amin

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 08 Februari 2015

GKI Gading Serpong Kotbah 8 Februari 2015

kotbah minggu

GKI Gading Serpong, Khotbah Minggu

Thema       :  Lebih Dari Mujizat
Nats          :  Markus 1 : 29 - 39
Pembicara :  Pdt Luther Tan

Apakah saudara masih percaya jaman sekarang ini masih ada mujizat ?
Ketika saya mengajar di S2 Theologi, terjadi perdebatan , tentang hal tersebut diatas, ada yang bilang mujizat sudah tidak ada lagi, ada yang bilang mujizat masih ada. Mana yang benar ?
Dua-duanya benar ..
Semisal ada orang cek kesehatan dan ternyata didagnosa ada tumor .. orang yang satu minta kepada pendeta untuk didoakan , orang yang kedua segera cari dokter untuk segera menjalani pengobatan secara medis .. , mana yang benar ? yang benar adalah melakukan dua-duanya .. 

Dari bacaan firman Tuhan diatas , ada 3 hal yang menjadi pelajaran bagi kita, 3 hal yang melampaui mujizat ..

1. Melayani

Dalam Markus 1 : 31 , ketika mertua Simon disembuhkan oleh Tuhan Yesus , mertua Simon segera melayani, tindakan melayani ini melebihi mujizat, melayani berarti memberi diri untuk Tuhan.

Ada orang yang ketika sakit berjanji akan melayani kalau diberi kesembuhan , setelah diberi sembuh dia melayani untuk sementara waktu saja , selebihnya tdak lagi mau melayani dengan berbagai alasan, dan lebih mementingkan cari duit saja.
 

Ada orang yang waktu susah ingat Tuhan,  berseru kepada Tuhan mengapa mengalami hal seperti ini , mengapa Tuhan tidak memperhatikan aku .. tetapi waktu senang dia tidak pernah mengingat Tuhan ..

Anak Tuhan ketika mendapat mujijat dari Tuhan , akan selalu mengingat Tuhan , dia akan bertanya apa yang harus dilakukan untuk memuliakan Tuhan.
Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru.

Anak Tuhan tidak 6 L .. letih .. lesu .. lemah .. lelah .. loyo .. lowbat .. tetapi melayani dengan setia dan penuh semangat.

2. Berdoa

kotbah minggu
Dalam Markus 1 : 35
Tuhan Yesus memberi contoh , ketika hari masih pagi bangun untuk berdoa.
Berdoa melebihi mujizat , berdoa membangun relasi dengan Tuhan , sumber segala sesuatu termasuk mujizat.
Sumber lebih penting dari apa yang dihasilkan .. mujizat hanyalah tanda, tetapi Tuhan adalah sumber mujizat.
Lampu tidak akan menyala kalau tidak terhubung dengan sumber listrik.
Apabila hidup kita tidak terhubung dengan sumbernya maka hidup ini akan loyo.

Biarlah kita berdoa bukan karena mau sesuatu kepentingan saja, tetapi karena kita mau kontak dengan sumber hidup dan bersekutu dengan Nya .
Berdoalah supaya Tuhan mau pakai kita lebih lagi menjadi berkat bagi orang lain.

3. Memberitakan Injil 

Dalam 1 Korintus 9 : 16
Tidak ada alasan untuk memegahkan diri ketika kita memberitakan Injil, karena memberitakan Injil adalah suatu keharusan, malah kita disebut celaka kalau tidak memberitakan Injil.

Mengabarkan Injil bukan hanya menuai , seperti waktu KKR .
kotbah minggu
Konsep mengabarkan Injil adalah menabur dan menuai , tetapi sebelum menabur harus melakukan persiapan. Sebelum menabur benih ada tugas mencangkul dan meratakan tanah terlebih dahulu dan tentunya lebih melelahkan dibandingkan dengan menuai.

Kita bisa bersaksi di semua bidang kehidupan , bersaksi melalui perkataan dan perbuatan , keduanya tidak bisa dipisahkan. Mintalah hikmat untuk menerapkan kapan kita bersaksi dengan perkataan dan kapan dengan perbuatan , atau kapan harus melakukan kedua-duanya. Biarlah setiap orang percaya terpanggil untuk menjadi saksi Kristus , mewartakan kabar suka-cita dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Marilah kita senantiasa memiliki 3 S .. Setia Melayani .. Sabar Berdoa .. dan Semangat Memberitakan Injil.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 18 Januari 2015

Gki Gading Serpong Khotbah 18 Jan 2015

renungan kristen - mengikut Yesus
mengikut Yesus
Nats : yoh 1 : 43-51
Thema : Dipanggil Untuk Mengikut Yesus
Pembicara : Pdt Santoni

Yohanes 1:43  Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"

Kalimat "ikutlah Aku" diatas memang sangat pendek, tetapi kalimat itu telah mengubah begitu banyak orang menjadi pengikut Kristus, milyaran orang diseluruh dunia saat ini menjadi pengikut Kristus.

Apa artinya ikutlah Aku ? ikutlah Aku mempunyai arti "mari berjalanlah dibelakangKu" jadi, pengikut Kristus adalah orang yang berjalan dibelakang Kristus.
Dalam PL "ikutlah Aku" mempunyai arti , mengabdikan diri secara penuh, mentaati, mengasihi dan menyerahlan diri kepada guru yang diikutinya .
Mengikut Yesus berarti mau tidak mau mengarahkan diri ke arah yang Yesus kehendaki, bukan kehendak kita lagi.

Bagaimana caranya ?

1. Menyangkal diri  2. Memilkul salib dan 3. Mengikut Dia.

1. Menyangkal diri 
Mau mengatakan bahwa aku tidak mengenal diriku, tetapi Kristus yang ada di dalamku yang aku kenal. Bersedia mematikan keakuanku dan digantikan dengan Kristus, bukan kehendakku lagi yang jadi, tetapi kehendakMu yang jadi.

2. Memikul salib
Salib lambang penderitaan, betapa pedih dan beratnya salib , seorang theolog dari Jepang pernah mangatakan mengapa lambang orang Kristen salib bukan rantang ? salib itu berat dan memalukan sedangkan rantang ringan.
Begitu beratnya salib yang kita pikul, seringkali kita ingin memotong salib itu, seperti contoh video sbb :


Tuhan mau kita tetap setia sampai akhir , tetap memikul salib apapun yang terjadi , jangan karena kita terlalu menyayangi hidup, lalu mengorbankan segalanya, termasuk iman.
3. Mengikut Dia
Mengikut Dia berarti kita melupakan masa lalu dan pergi mengiring Dia, tidak mengingat-ingat dosa masa lalu lagi tetapi mengarahkan diri kepada Tuhan.
Yoh 1:39 .. marilah ... , Yesus mengajak untuk tinggal bersama , belajar semua tindakan Kristus, marilah menyaksikan Kristus dalam hidup kita dan tidak menjadi batu sandungan. 
Kristus sudah memberikan nyawaNya untuk keselamatan manusia, maka kita wajib memberikan yang terbaik untuk Nya.
Video dibawah ini mengajak kita untuk tetap setia sampai akhir, sampai Tuhan menjemput.
Amin.


Salam hangat dari team Nafiri Kasih.


renungan kristen - mengikut Yesus

Pujian oleh PS Sanctus

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA