Tampilkan postingan dengan label khotbah minggu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khotbah minggu. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2020

APAKAH GEREJA MASIH "EXSIST" ?


Renungan Kristen

Apakah Gereja Masih "Exist" ?

Merupakan sebuah pertanyaan yang menggelitik, membuat kita dan gereja khususnya untuk berpikir dan mengevaluasi akan keberadaannya dan kehadirannya dimuka bumi ini , masihkah sesuai dengan panggilannya ?

3 tugas panggilan geraja yaitu Marturia, Diakonia dan Kononia apakah saat ini sudah dijalankan dengan benar ? 

Ikuti penjelasannya dalam video 

https://www.youtube.com/watch?v=Y0dFh4WAM44&t=199s

Kiranya Anda mendapatkan berkat rohani dalam video tersebut.

Salam hangat dan sehat selalu dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 31 Januari 2016

GKI Gading Serpong 30 Jan 2016



KHOTBAH MINGGU
GKI GADING SERPONG, 30 January 2016

Tema : Menghadirkan Kristus dan Kasih NYA

"Yang penting bukan berapa lama Anda hidup tetapi bagaimana Anda hidup"
Kalimat bijak tsb diatas mau mengajak Anda dan saya untuk tidak hanya memperhatikan berapa panjang usia kita, tetapi tetapi ada yang perlu direnungkan yaitu kualitas kehidupan kita.

Kalimat diatas mengajak kepada kita untuk tidak hanya mempunyai HIDUP tetapi KEHIDUPAN.
Setiap orang bisa hidup tetapi belum tentu punya kehidupan. Orang bisa hidup mempunyai segalanya baik materi dan kedudukan, tetapi belum tentu punya kehidupan.

Kehidupan yang dimaksud adalah : apa yang kita lakukan dan kerjakan dengan kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita yang berguna bagi orang lain dan memuliakan Tuhan. Ketika orang mempunyai banyak harta dan kedudukan tetapi jika tidak bisa berbagi dengan sesama maka dia belum punya kehidupan dalam arti yang sesungguhnya.

Ada kaitan yang sangat erat antara Iman dengan tindakan kasih, tindakan kasih adalah konkritisasi iman, apa yang kita perbuat dengan sesama, rekan kerja, bawahan, atasan, teman , sahabat, saudara itu adalah cermin iman, wujud nyata ibadah kita, wujud nyata doa kita, wujud nyata bacaan Alkitab kita.
Jadi kualitas iman kepada Tuhan dinilai dari sikap dan tindakan kita kepada semua orang. Kalau tindakan kita itu berdampak positif terhadap orang lain maka boleh dikatakan kehidupan iman kita dalam proses yang baik, tetapi jika sikap tindakan kita menjadi sandungan, merugikan orang lain , menjadi cemoohan , menyakiti orang maka proses iman kita berjalan dalam proses yang tidak baik.

Apapun yang kita lakukan tanpa kasih adalah sia-sia , kasih itu operasional, nyata dalam tindakan bukan hanya teori atau hanya perasaan.
Kasih dari kata Agapau, adalah menghendaki sesuatu yang baik untuk orang lain tanpa mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
Lawan kata dari kasih bukan tidak mengasihi , tetapi adalah tidak peduli.
Kasih harus nyata, menghadirkan Kristus itu operasional, walaupun menghadirkan Kristus dalam kehidupan itu tidak mudah, ada penyakit diabetes rohani yang akan melumpuhkan kehidupan rohani orang percaya, diabetes rohani adalah :

D = dengki dan dendam
I  =  iri hati
A = angkuh
B = benci
E = emosi yang tak terkendali
T = tak bersyukur
E = egosentris
S = serakah

Marilah kita punya kesadaran iman bahwa kita melayani Allah dengan melayani sesama. Cara kita memperlakukan orang lain apakah mencerminkan kita sedang menghadirkan kasih Kristus atau malah sebaliknya. Bagaimana kita mengatakan mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jikalau kita tidak bisa mengasihi sesama yang kelihatan.

Setiap profesi kita apapun itu , Tuhan berikan potensi didalamnya untuk bisa dipakai melayani Tuhan pada orang-orang yang kita jumpai, kerja adalah ibadah kepada Tuhan. Ketika kerja sebagai ibadah maka orang lain akan merasakan dampaknya, meraka akan tertolong, merasa terberkati.

Tuhan pasti akan memperlengkapi kita dengan talenta masing-masing sehingga kita dimampukan, yang penting kita mau dipakai oleh Tuhan sebagai alatNya untuk menghadirkan kasihNya ditengah dunia ini.
Walaupun maksud baik kita belum tentu mendapatkan sambutan yang positif dari orang lain, diterima dengan cara yang salah dll , tetaplah jangan undur,Tuhanlah sumber kekuatan kita.

Kasih harus diwujud nyatakan dalam diri kita,
K = kalahkan egois dalam diri kita
A = ada untuk berbagi hidup dengan sesama
S = sesama kita adalah semua orang yang kita jumpai
I =  inisiatif dalam bertindak
H = hanya untuk kemuliaan Tuhan

Heart terdiri dari Hear dan Art , hati adalah kemampuan untuk mendengar , orang yang mempunyai hati adalah orang yang mau mendengar, mau memahami orang lain apa yang menjadi keluhan mereka.
Mau mendengar karena digerakan oleh kasih itu.
Selama masih ada nafas kehidupan, maka kita dipanggil untuk menghadirkan Tuhan, kabaikan Tuhan, pedulinya Tuhan kepada orang-orang disekitar kita.
Kesalehan pribadi kita seperti doa pribadi, baca Alkitab, ibadah bersama , persembahan pribadi kita diuji dalam sikap dan perbuatan kita. Kesalehan pribadi harus dipadukan dengan rasa peduli terhadap orang lain.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.









Minggu, 10 Januari 2016

GKI Gading Serpong, Khotbah 10 Jan 2016


Tema : KETIKA JESUS JUGA DIBABTISKAN
Pembicara : Pdt Santoni

Pada saat Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis, ia justru mencegah-Nya. Ia berkata kepada-Nya, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (Mat. 3:14). Yohanes mengenal siapa Yesus. Ia tahu bahwa Yesus tidak berdosa, sehingga tidak perlu bertobat dan dibaptis.

Yesus tidak menyangkal perkataan Yohanes, karena sebagai Allah dan manusia sejati, Ia tidak berdosa dan tidak perlu bertobat. Namun sebagai Juruselamat kita, Ia perlu menjalani baptisan bagi kita, sehingga Ia berkata, "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Mat. 3:15a).  Dan Yohanes pun menuruti-Nya (Mat. 3:15b).

Ketika Yesus juga dibaptiskan, sesungguhnya hal itu adalah karena dan demi kita. Pertama, Ia dibaptiskan karena Ia hendak menggenapkan seluruh kehendak Allah demi kita.

Kedua, dengan dibaptiskan Ia mengidentifikasi diri-Nya dengan umat manusia yang diwakili-Nya. Hal ini menunjukkan solidaritas dan kerelaan hati-Nya untuk menjadi sama dengan kita dalam segala sesuatu, kecuali dalam hal dosa (Flp. 2:6-7; Ibr. 4:15).

Ketiga, baptisan-Nya merupakan gambaran kematian-Nya di kayu salib (Luk. 12:50) dan kebangkitan-Nya. Pencelupan-Nya ke dalam air mengantisipasi kematian dan penguburan-Nya. Keluar-Nya dari air mengantisipasi kebangkitan-Nya dari maut. Saat Ia keluar dari air, terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk. 1:10-11).

Keempat, Yesus dibaptiskan agar orang-orang percaya mengikuti langkah-Nya, yaitu memberi diri dibaptiskan. Kita dibaptiskan karena Yesus Kristus telah mati dan bangkit bagi kita. Melalui baptisan manusia lama beserta dosa-dosa kita telah dikuburkan/ditenggelamkan bersama kurban kematian-Nya, agar kita dapat menjadi manusia baru dalam Kristus oleh karena kebangkitan-Nya (Rm. 6:5-11).

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 09 Agustus 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 9 Agustus 2015

 GKI GADING SERPONG

Pembicara : Pdt Em Daud Adiprasetya - GKI Coyudan Solo
Lukas 14 : 25-35
Tema : KETAATAN SEORANG MURID

Didunia ini yang paling bagus dan paling tepat adalah menjadi penurut Allah, menjadi umat Tuhan yang taat.
Taat dengan kesadaran yang tinggi bukan asal-asalan, Tuhan memang patut ditaati segala perintah dan firmanNya karena Tuhanlah yang paling bijaksana.
Apakah anda taat seperti tersebut diatas, sehingga anda menjadi pemenang kehidupan ?

Pujian PS GKI Kepa Duri
Hidup ini ditandai dengan perlombaan, pertandingan jadi tidak asal hidup , dan untuk memenangkan kehidupan ini rahasianya adalah kita mau taat kepada Allah.

Para joki yang berpengalaman bersaksi mengenai kuda juara , kuda juara adalah kuda yang jinak dilintasan balap, yang merespon perintah-perintah dari joki sehingga terjalin kerjasama yang baik dan akhirnya membuahkan kemenangan. Beda dengan kuda liar yang tidak mau dikendalikan.

Manusia dikatakan beruntung manakala dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak-anak Tuhan mau taat dan menuruti perintahNya .
Dalam perjanjian lama dikisahkan bahwa Absalom merupakan anak yang tidak taat kepada ayahnya, bahkan dia memberontak berusaha untuk merebut tahta kepemimpinan ayahnya Daud.
Absalom selalu berpikir negatif tentang ayahnya .. pikiran negatif berbahaya sebab pikiran negatif akan meluncur menjadi perkataan .. perkataan akan berubah menjadi perbuatan .. dan perbuatan akan beralih menjadi kebiasaan dan kebiasaan akan menjadi karakter .. dan karakter akan menentukan nasib seseorang.

Absalom yang berpikiran negatif itu juga memendam banyak rasa kecewa yang berakumulatif terus menerus sampai akhirnya menjadi seperti gunung es yang sangat berbahaya.

Memang semua manusia telah berdosa, berdosa kepada Tuhan baik disadari ataupun tidak, manusia didunia ini memang selalu hidup berbuat salah baik kepada teman , keluarga, saudara seiman, rekan kerja  dan lain sebagainya. Semua itu menunjukan bahwa ada hubungan yang tidak benar antara manusia dengan Allah.
Setiap kita yang mempunyai ganjalan dengan Tuhan yang kita sembah dan percayai sebagai Allah harus waspada bahwa masalah atau hubungan yang tidak beres itu harus diselesaikan dengan Allah, karena jika tidak diselesaikan akan beranak-cucu , menumpuk dan menjadi sangat mengerikan memunculkan apa yang disebut kematian rohaniah. Kasih kita kepada Tuhan dan sesama akan menjadi tumpul.

Ada 3 jenis kematian rohaniah

1. Eskapisme
Melarikan diri , kita sebagai orang yang dikasihi oleh Allah dan Allah selalu merindukan kita berhubungan dekat dengan Dia , tetapi dalam kenyataannya kita melarikan diri dari kasih Kristus, komunitas jemaat, ibadah, kehadiran dalam ibadah dikurangi , tugas menjadi saksi Kristus didunia ini kita abaikan.
Menjadi anak Tuhan yang banyak catatan, rapot merah, banyak bolos, melarikan diri tanpa ijin.

2. Kompromisme
Sering berkompromi dengan yang tidak baik, berkompromi dengan iblis yang menjadi musuh Allah.
Berkompromi dengan dosa kecil, membiarkannya sampai akhirnya dosa itu berkembang dan menjerat orang tersebut. Bagi yang suka tidak punya sikap tegas terhadap dosa , terhadap kebiasaan yang tidak baik, terhadap dosa akan menuai hasil yang memalukan , merugikan dan menjadi mangsa dosa.
Tuhan Yesus tidak bersikap lunak terhadap dosa tetapi dia tegas untuk tidak membiarkan dosa berkembang, dia mengusir orang-orang yang berjualan di bait Allah.
Tuhan mengasihi manusianya tetapi benci dengan dosa yang merusaknya. Sedemikian cintanya kepada manusia dan sedemikian bencinya terhadap dosa maka Tuhan rela mati diatas kayu salib.

3. Dualisme
Kadang jadi domba, kadang jadi serigala. Terhadap Tuhan kasih kita tidak konsisten, kasih terhadap manusia setengah hati. Tuhan tidak suka kepada yang suam-suam, hangat tidak dingin tidak.
Firman Tuhan mengajarkan untuk mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap .. segenap. Kasih kepada Tuhan sebagai Tuhan harus seratus persen , mengasihi istri / suami sebagai istri / suami seratus persen, mengasihi anak sebagai anak seratus persen, mengasihi pekerjaan sebagai pekerjaan seratus persen, mengasihi teman sebagai taman seratus persen dan lain sebagainya karena Tuhan mau kita tidak setengah-setengah.
Abraham  mentaati perintah Tuhan karena dia tau siapa Tuhan yang dia sembah maka dia taat, taat seratus persen kepada Tuhan sebagai Tuhan.
Biarlah dampak positif dirasakan bagi kehidupan sekeliling yang disebabkan oleh anak-anak Tuhan yang taat.

Jemaat harus wapada dengan kematian rohaniah, untuk kehidupan rohaniah yang kuat maka kita harus senantiasa mau belajar , merenungkan firman dan mempraktekannya.
Salah satunya dengan ikut bergabung dalam 40 Days of Purpose yang akan memperlengkapi, menyegarkan  dan memperkaya kehidupan rohaniah anda.
Hendaklah kita taat kepada Tuhan yang kita sembah, Tuhan yang sejati , yang utama dalam hidup ini seperti seorang murid yang senantiasa mau belajar terus menerus.

Amin ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.












Minggu, 12 Juli 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 12 Juli 2015


GKI GADING SERPONG

Tema : Siapakah Raja Kemuliaan ?
Pembicara : Pdt Gideon Ang
Nats : Mazmur 24

Ada dua kerinduan kita, yang pertama kita boleh mengenal "siapakah raja kemuliaan ?" dan selanjutnya adalah kita rindu beribadah kepadaNya .
Pertanyaannya apakah sebagai umat Tuhan kita sudah  menyembahNya dengan sungguh-sungguh ?

Sebuah kutipan dari Friedrich Nietzche mengatakan sbb : "mereka harus menyanyikan lagu-lagu dengan lebih baik untuk membuat saya percaya kepada penebus mereka"

Kalau misalnya ada orang yang baru saja datang beribadah digereja ini , apakah ketika mereka melihat kita memuji Tuhan dan beribadah , mereka dapat melihat kita sebagai orang-orang yang sudah ditebus ?

Kalimat lain dari seseorang mengatakan sbb : "ibadah bukanlah suatu aksi tapi suatu reaksi yang dibangkitkan karena melihat kemuliaan Allah"
"Jika kita mempunyai kesulitan dalam beribadah kepada Allah , apakah yang perlu kita lakukan ? dikatakan bahwa kita perlu melihat kemuliaan Allah !!"

Mazmur 24 , adalah mazmur yang berhubungan dengan Kristus , tetapi juga sering disebut sebagai mazmur penggembalaan, dikatakan bahwa juruselamat yang agung yang kembali untuk domba-dombaNya.
Didalam ayatnya yang pertama dan kedua dikatakan, Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya dan dunia serta yang diam didalamnya ... dst.

Ketika kita menanyakan "Siapakah Raja Kemuliaan itu ?"

Yang pertama, The Glory in Creation (kemuliaan dalam ciptaan)
Dia adalah raja yang kemuliaanNya terpancar, bisa dilihat dalam alam semesta ciptaanNya
Alam adalah sebagai wahyu umum .. dimana kita dapat melihat kemuliaan Allah.

Ada seseorang yang sedang mengendarai kereta kuda yang bersinar sangat terang , saking terangnya sampai dia tidak bisa melihat cahaya bintang.
Ada pula seorang petani yang sederhana yang sedang berjalan dimalam hari dengan sangat hati-hati , menunduk melihat kejalan , diapun tidak melihat cahaya bintang yang indah , yang ada diatas.

Seorang pemahat memahat tulisan "Allah Tidak Ada", tapi ketika dia melihat keindahan alam semesta hati nuraninya mulai berbicara bahwa Allah itu ada, nuraninya mengusik pikirannya dan akhirnya pemahat itu menjadi percaya bahwa Allah itu memang ada, maka dia menambahkan tulisan dalam pahatannya sbb : "Orang Bodoh berkata : Allah Tidak Ada"
Mazmur 14 : 1 berbunyi "orang bebal berkata dalam hatinya, tidak ada Allah. Busuk dan jijik perbuatan mereka"

Kedua, The Glory in Salvation (kemuliaan dalam keselamatan)
Kita ditebus menjadi anak Tuhan.

Mazmur 24 : 3-6 ,
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung n  TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya o  yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya p  dan murni hatinya 1 , q  yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, r  dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat 2  s  dari TUHAN dan keadilan t  dari Allah yang menyelamatkan dia. 24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, u  ya Allah Yakub." Sela

Teori pendidikan mengajarkan kepada kita , yang diluar sebagai model pendidikan kita, siapa yang kita mau, arah mau jadi apa , sedangkan yang dari diri timbul pertanyaan , apakah saya melihat kemuliaan itu ?

Dari wahyu umum masuk kedalam wahyu khusus, kita masuk kedalam anugerah keselamatanNya

 Kisah Tommy, diceritakan oleh John Powell :
Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.

Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?" Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.

"Oh," sahutnya.

"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan." Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil. "Saya rasa kamu tak akan pernah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu."

Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.

Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.

Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.

Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."

"Kamu mau membicarakan itu?"

"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"

"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?" Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang "utama" dalam hidup ini."

Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. "Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Pastor itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh. "Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya", Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.

Tapi tak terjadi apa pun.."

Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."

"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.

Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya. "Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya." "Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali." Korannya turun perlahan 8 cm. "Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. "Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."

"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.

"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."

"Tommy," aku tersedak,

"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."

"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"

Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.

Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Pastor," katanya. "Saya tahu, Tommy." "Maukah Pastor menceritakannya untuk saya? Maukah Pastor menceritakannya pada dunia untuk saya?" "Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."


Pada waktu Allah menemukan kita, maka kita akan mengalami apa yang disebut the glory in salvation.
Kita boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya .

Ketiga, Glory In The Kingdom (kemuliaan didalam kerajaan Allah)

Mazmur 24 : 7-10
24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, v  dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk w  Raja x  Kemuliaan 1 ! y  24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, z  TUHAN, perkasa dalam peperangan! a " 24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 24:10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, b  Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Berbicara mengenai kerajaan Allah, kerajaan yang pertama adalah Otoritas , siapa yang menjadi raja dalam hidup anda dan saya ? dan yang kedua adalah wilayah lingkungan kekuasaan Allah memerintah dalam hidup anda dan saya.

Rasul Paulus mengatakan , bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, fokusnya adalah Kristus.
Hidup orang Kristen terlihat seberapa dia mengasihi Kristus dan sukacita didalam Kristus. Apakah Kristus telah mempesona kehidupanmu ?, paling tidak ada 3 hal yang perlu diingat untuk memberi kekuatan kepada setiap orang yang menyandarkan hidupnya pada Kristus :
  • Pertama , kesedihan tidak permanen lagi
  • Kedua , kekecewaan tidak permanen lagi
  • Ketiga , dosa seberat apapun tidak permanen lagi
Seseorang yang telah berdosa harus mau datang mohon pengampunan Tuhan dan mengaku dosa, mengaku dosa ada 3 unsur :
  • Setuju dengan Allah bahwa itu dosa.
  • Setuju dengan Firman Allah bahwa Kristus sudah mati diatas kayu salib untuk dosa itu.
  • Berubah sikap terhadap dosa itu dan tidak berbuat lagi.
Amin ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.







Minggu, 05 Juli 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 5 Juli 2015


Tema : MENJADI MURID YANG BERKEMENANGAN

Pdt Andreas Loanka
Nats : Matius 11 : 25 - 30

Tuhan Yesus tidak saja memanggil orang banyak untuk datang kepada-Nya, tetapi untuk memikul kuk yang dipasang-Nya dan belajar kepada-Nya (Mat. 11:28-30). Ia bukan saja memanggil kita untuk percaya kepada-Nya, tetapi juga untuk menjadi murid-murid-Nya dan menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19-20).

Tuhan Yesus menghendaki agar kita menjadi murid-murid yang memuliakan Allah.  Sama seperti Ia telah memuliakan Bapa, Ia pun menghendaki agar murid-murid-Nya memuliakan-Nya. Ia telah mempermuliakan Allah Bapa dengan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya (Yoh. 17:4). Dia juga mengajarkan agar murid-murid-Nya memuliakan Allah dan membuat orang-orang lain memuliakan-Nya (Mat. 5:16).

Rick Warren dalam bukunya “The Purpose Driven Life,” menjelaskan bahwa tujuan hidup murid-murid Kristus jauh lebih besar daripada prestasi pribadi, karir, ambisi, ketenangan pikiran, kebahagiaan; bahkan lebih besar dari sekadar tujuan keluarga. Kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya.

Katekismus Westminster diawali dengan pertanyaan yang sama: “Apakah tujuan utama manusia?” (What is the chief end of man?). Jawabannya adalah: “Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selama-lamanya.” (Man's chief end is to glorify God, and to enjoy him for ever).

Kita diciptakan dengan tujuan untuk kemuliaan Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa semua orang diciptakan Allah untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:7). Bahkan segala sesuatu diciptakan untuk kemuliaan Allah. Dalam Roma 11:36 dikatakan: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Kita, sebagai murid-murid Kristus, hendaklah senantiasa hidup untuk kemuliaan Allah. Sehubungan dengan hal itu, marilah kita merenungkan tiga pertanyaan: Apakah kemuliaan Allah? Mengapa harus memuliakan Allah?  Bagaimana memuliakan Allah?

Apakah kemuliaan Allah? Kemuliaan Allah itu mencakup dua segi. Pertama, kemuliaan intrinsik, yaitu kemuliaan yang telah dimiliki Allah pada diri-Nya sendiri               (Rm 11:36a). Hal ini dapat diibaratkan dengan terang yang dimiliki matahari. Baik terang itu diterima atau dihindari orang, baik diakui atau diabaikan orang, semua perbuatan itu tidak ada pengaruhnya pada terang yang telah ada pada matahari. Terang matahari itu terus-menerus bersinar. Demikian pula kemuliaan Allah telah ada pada diri-Nya sejak kekekalan hingga selama-lamanya. Kemuliaan Allah itu terus-menerus memancar, tanpa dipengaruhi oleh respon makhluk terhadap diri-Nya. Kedua, kemuliaan yang diberikan makhluk kepada Allah. Setiap manusia hendaknya menyadari kemuliaan Allah, dan memuliakan-Nya. Alkitab mengatakan: ”Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya” (1 Taw. 16:29a), dan “bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Rm. 11:36b).

Mengapa harus memuliakan Allah? Pertama, karena keberadaan Allah yang mulia (Rm:11:36). Dia adalah Allah yang mulia dan sudah selayaknya dimuliakan. Kedua, karena segala perbuatan-Nya: Dia yang menciptakan kita (Yes. 43:1); Dia telah menebus dan menyelamatkan kita (Yes. 43:2-3); dan Dia mengasihi, memelihara dan memberkati kita    (Yes. 43:4-6). Ketiga, karena kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Semua orang yang disebut dengan nama-Nya, diciptakan untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:7). Kita memuliakan Allah selain karena keberadaan-Nya yang mulia dan karya-Nya yang agung, juga karena kita memang diciptakan untuk kemuliaan-Nya.

Bagaimana memuliakan Allah? Kita dapat memuliakan Allah dengan meninggikan (appreciation), menyembah  (adoration), mengasihi (affection), dan mengabdi (subjection).

Roma 11:36-12:8 mengajarkan empat tahap dalam memuliakan Allah. Pertama, menyadari keberadaan-Nya yang mulia sehingga senantiasa meninggikan Dia (Rm. 11:36). Hendaklah kita menyadari bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan bagi Dia, sehingga kita dapat senantiasa memuliakan dan meninggikan Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Kedua, mempersembahkan diri untuk kemuliaan Allah (Rm. 12:1). Mempersembahkan diri dilakukan ”demi kemurahan Allah”. Ingatlah bahwa kita sudah lebih dahulu menerima anugerah dari Allah. Jadi kita mempersembahkan diri bukanlah untuk mendapat sesuatu dari Allah, tetapi justru karena kita sudah memperoleh karunia-Nya. Buatlah keputusan untuk mengabdikan dirimu. Persembahkan dirimu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.  Itu adalah ibadah kita yang sejati.

Ketiga, mengasihi Allah dan memperbaharui akal budi untuk kemuliaan Allah             (Rm. 12:2). Orang yang mengasihi dunia tidak memiliki kasih akan Allah (1 Yoh. 2:15). Oleh karena itu janganlah mengasihi dunia dan menjadi serupa dengan dunia. Kasihilah Allah dan berubahlah oleh pembaharuan budi,  sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, yaitu yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Keempat, mengabdikan diri sesuai dengan talenta untuk kemuliaan Allah              (Rm. 12:3-8). Janganlah kita memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan. Tuhan mengaruniakan talenta yang berbeda-beda kepada setiap orang Kristen. Kita harus memakai talenta itu untuk melayani dan memuliakan Allah.

Kita patut bersyukur, mulai pertengahan bulan Agustus 2015 hingga akhir bulan September 2015 di gereja kita akan diadakan Gerakan 40 Hari Hidup yang Bertujuan atau         40 Days of Purpose (40 DOP). 40 DOP diadakan untuk menolong agar kita dapat menjadi murid-murid Kristus yang memiliki tujuan hidup seperti yang dikehendaki-Nya, yaitu memuliakan Allah. Selama 40 hari kita belajar di dalam Kebaktian Umum, Kelompok-kelompok Kecil, dan refleksi pribadi melalui pembacaan buku ”Untuk Apa Aku Ada Di Dunia Ini?”

Kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Menjalani hidup yang memuliakan Allah membuat hidup kita menjadi bermakna. Marilah kita ikut serta dalam Gerakan 40 DOP dan melanjutkan perjalanan hidup untuk kemuliaan Allah.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 28 Juni 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 28 Juni 2015

KASIH : KEKAYAAN YANG MEMPERSATUKAN

Firman : Markus 5 : 21-43 , 2 Kor 8 : 7-15
Pnt Febrita Melati Sth

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh".

Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis?

"Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.

Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur dimalam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus.

Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu, si gadis kecil berkawan dengan sang pastur.

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya:

"Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu"

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia.

Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.

Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton).

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu.

Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis keci miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku "Acres of Diamonds" - a true story.

Di bacaaan diatas dikisahkan ada tiga jemaat , Pertama adalah jemaat Makedonia, yang merupakan jemaat kecil terdiri dari orang-orang non Yahudi, mereka menerima Kristus karena pemberitaan injil oleh rasul Paulus , pada waktu itu jemaat ini sedang mengalami penderitaan , dianiaya oleh karena Kristus.

Jemaat yang Kedua adalah jemaat Yerusalem, mereka sedang mengalami krisis ekonomi, sehingga membutuhkan bantuan dari jemaat-jemaat lain dimana Paulus telah mengabarkan Injil.

Jemaat Ketiga adalah jemaat Korintus terdiri dari jemaat non Yahudi yang berpendidikan,  Paulus memuji mereka sebagai jemaat yang kaya didalam iman , pengetahuan dan perkataan mereka. Allah meberikan karunia-karunia kepada jemaat di Korintus. Jemaat Korintus boleh dibilang sebagai jemaat yang sempurna

dari segi jasmani maupun juga rohani.

Tetapi ketika Paulus menghimbau jemaat-jemaat lain untuk memberikan bantuan kepada jemaat Yerusalem yang sedang mengalami krisis ekonomi , jemaat Makedonia yang relatif kecil dan sedang dalam keadaan tertekan dalam penganiayaan mampu menunjukan perhatiannya dan kasihnya kepada jemaat Yerusalem.
Jemaat Makedonia mampu memberikan melampaui apa yang menjadi prediksi rasul Paulus.
Jemaat Makedonia mampu memberikan lebih dari yang diharapkan, penganiayaan dan penderitaan nya ternyata tidak menghalangi mereka untuk tetap peduli.
Kalau seseorang sedang berkelimpahan maka kalau dia memberi itu adalah hal yang wajar,  tetapi ketika keadaan sedang tidak baik dan kekurangan tetapi mampu memberi , maka itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Kalau orang yang berkekurangan mampu memberi besar, maka orang yg sedang berkelimpahan semestinya mampu memberi lebih besar lagi.
Paulus menghimbau kepada jemaat di Korintus untuk tidak menunda-nunda persembahan yang akan diberikan kepada jemaat di Yerusalem.

Semua ini tidak akan bisa dilakukan kalau tidak didasari oleh kasih, jangan ada dalam pikiran kita kalau kita memberi maka Tuhan akan memberkati kita dengan berlimpah-limpah, mengapa demikian ? sebab berkat apapun yang kita harapkan tidak bisa dibandingkan dengan anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan kepada kita.
Maka ketika kita memberikan persembahan dalam pikiran kita bukan untuk supaya mendapatkan berkat lebih , tapi merupakan syukur kita dan wujud kasih kepada Allah yang sudah meberikan hidup kekal itu secara gratis, cuma-cuma.

Contoh yang salah : seseorang diberi berkat dan memberikan persembahan perpuluhan ke gereja, tetapi ketika didekatnya hidup panti asuhan yang menampung orang-orang yang tidak mampu untuk bersekolah misalnya  , dia tidak ada keinginan sedikitpun untuk memberikan sumbangan kepada panti tersebut , dia berpikir ketika dia memberi ke gereja saja Tuhan melihat pemberian kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian.
Perlu juga untuk dicamkan , bahwa ketika kita memberi jangan untuk mendapatkan pujian supaya menjadi sosok yang diperhitungkan dalam komunitas dimana kita berada.
Pemberian harus dimotivasi bahwa Allah lebih dahulu mengasihi kita, kasih hendaknya disadari bukan sebagai kasih yang pasif , artinya kita senang kalau ada orang yang memperhatikan kita, melayani kita dan memenuhi kebutuhan kita, tetapi kasih didlam kekristenan adalah sebuah perintah.

Yesus berkata inilah perintahKU kepadamu yaitu kasihilah seorang akan yang lain, jadi kasih sebagai perintah dan hukum untuk dilakukan. Kasih harus aktif bukan sekedar kata-kata tetapi sebuah aksi tindakan yang nyata.
Karena kasihnya Daud kepada Tuhan , maka ketika Daud punya kesempatan untuk membunuh Saul , dia tidak mau melakukannya , dia menghormati orang yang diurapi oleh Tuhan.
Apakah kita bisa mengasihi orang yang membenci kita, orang pernah menyakiti kita, orang yang pernah mencelakakan kita ?
Yesus berkata : apakah jasamu jikalau mengasihi orang yang mengasihi mu ? tetapi sesuatu yang luar biasa ketika kita bisa mengasihi musuh kita.

Kasih bukan sesuatu yang mati tetapi didalam kasih ada daya , ada kekuatan , kasih bisa melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sesuatu yang berlaku umum , kasih juga memampukan seseorang mengasihi sahabat dan mengasihi musuh.
Kasih tidak memisahkan tetapi mempersatukan, kasih memberi ruang kepada mereka yang lemah , kepada mereka yang tidak mampu dan kepada musuh juga kepada mereka yang belum percaya kepada Kristus untuk merasakan dan melihat kuasa Tuhan.

Rasul Paulus pernah berkata , 1 Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa n  manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih 1 , aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat o  dan aku mengetahui segala rahasia p  dan memiliki seluruh pengetahuan; q  dan sekalipun aku memiliki iman r  yang sempurna untuk memindahkan gunung, s  tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna 2 . 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, t  bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, u  tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Kasih lebih berharga dari kepandaian, perkataan yang fasih, karunia-karunia bahkan dari pengetahuan dan iman yang sempurna. Kasih harus merupakan kekayaan yang harus dimiliki lebih dari apapun.

Tidak cukup kita hanya mengejar kekayaan didunia, kita jangan melupakan ada satu kekayaan yang harus kita utamakan yaitu kekayaan dalam hubungan kita dengan Tuhan, kekayaan dalam kehidupan rohani kita dan kekayaan ini diukur seberapa besar kasih kita kepada orang lain.
Tetaplah mengasihi , jangan pernah berhenti, tiap kita dipanggil untuk memiliki kasih yang menyatukan.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.






Minggu, 21 Juni 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 21 Jun 2015


GKI GADING SERPONG
Tema : “Murid : Pembelajar & Pejuang Kehidupan”

Pembicara : Pdt Santoni
Bacaan :  Matius 19 : 27-30

Orang yang sering pergi kegereja sering disebut sebagai orang Kristen., orang Kristen dalam konotasi karena kelahiran atau keturunan .. atau bisa juga disebut sebagai Kristen KTP, Kristen Tanpa Pertobatan.

Ada type orang Kristen yang lain , yang katanya mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan ketika dia sembuh dari sakit atau ketika ada masalah dan mendapat pertolongan dari Tuhan sehingga masalahnya terselesaikan, dibilang lahir baru tapi tidak berubah kelakuannya.

Type yang ketiga disebut dengan murid Yesus , yang tumbuh dewasa melalui pemuridan dan belajar firman Tuhan dengan serius.

Menjadi orang percaya Yesus , seharusnya otomatis menjadi murid Yesus. Kisah Para Rasul 1-10 disebutkan secara bergantian murid Yesus dan orang percaya, menjadi percaya otomatis menjadi murid Kristus.
Apa yang harus dilakukan oleh seorang murid ? murid dalam bahasa ibrani disebut matetes yang artinya seorang yang tidak hanya menerima pandangan gurunya tapi yang juga mempraktekan dalam kehidupan shari-hari apa yang dikatakan gurunya.

Pemuridan dalam jaman Yesus mempunyai 5 karakteristik :
1. Murid memutuskan untuk mengikuti sang guru
2. Mengingat apa yang dikatakan oleh sang guru
3. Belajar cara guru melayani
4. Mengimitasikan hidup dari karakter gurunya
5. Membesarkan murid-muridnya kembali

Ketika kita memutuskan untuk katekisasi , baptis dan sidi itu adalah langkah yang pertama, tetapi setelah itu apakah kita mengingat apa yang sudah dipelajari, belajar cara guru melayani , mengimplementasikan ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari dan apakah kita juga siap untuk memuridkan orang lain.

Ada 3 hal komitment menjadi murid Kristus ,

Komitment Pertama adalah belajar dan belajar terus menerus.
Murid akan seperti gurunya ketika tamat belajarnya , tamat belajar berarti kematian, jadi murid belajar terus sampai akhir hidupnya.

Menjadi murid Kristus bukan hanya ketika pergi ke gereja dan mengalami perubahan karakter yang sesaat saja, tetapi sang murid itu mengalami proses belajar terus menerus sampai menutup mata.

Seorang murid sejati akan mengalami perubahan terus menerus untuk menjadi serupa dengan Kristus sampai akhir kehidupannya.

Seorang teolog Jerman mengatakan bahwa Kekristenan tanpa pemutidan adalah Kekristenan tanpa Kristus, karena tidak mengaktifkan hidupnya didalam firman. Jalan yang  ditempuh oleh seorang murid adalah jalan yang penuh pengorbanan, terus belajar dan belajar tentang kehidupan baik ketika susah maupun senang

Seorang murid harus memilih tetap berada dalam tuntunan sang guru ketika menghadapi perjuangan hidup.
Matius 19 : 27-30 , Petrus meninggalkan segala sesuatu, meninggalkan kesenangannya , dan setia mengikut Yesus , dan  firman Tuhan mengatakan akan menerima kembali berlipat kali .

Jadi menjadi murid sungguh-sungguh kita diajar berproses belajar sampai kematian tiba, tidak ada istilah berhenti belajar. Gereja memalui program DOP mengajak semua jemaat untuk terus belajar supaya semakin melekat pada firman Tuhan.

Komitment yang Kedua 
Mazmur 119 , menjelaskan tentang manfaat mendengar , memperhatikan dan melaksanakan firman Tuhan.
Ada 3 manfaat firman Tuhan : 1. Sebagai sumber hidup , ayat 9 - 16 , pemazmur ingin selalu dibimbing, dididik oleh firman Tuhan , memilih jalan Tuhan dan terus bergemar dalam firman Tuhan serta terus berada dalam jalur firman Tuhan.
Ayat 25 , jiwaku melekat pada debu ..
Jiwa menunjuk pada kehidupan dan debu pada kematian, dengan kata lain pemazmur sedang mengatakan dia sedang diambang kematian, diambang kehancuran hidup dan mati karena dosa dan hidup jauh dari Tuhan, dalam kondisi seperti ini pemazmur berseru kepada Tuhan "hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu".
Bagi pemazmur firman Allah adalah sumber dari kehidupan, menjauhi firman berarti menjauhi Tuhan sang pemberi hidup.dan sebaliknya dekat dengan Tuhan berarti dekat dengan sumber hidup. Orang akan dekat dengan Tuhan hanya kalau mengenal firman dan melakukan ketetapan-ketetapannya.

Ayat 26, 27,28 dan 29 Firman Tuhan itu menjadi penunjuk jalan menuju kebenaran, sumber penghiburan ketika seseorang mengalami duka cita , pemazmur merasakan bahwa firman Tuhan sanggup menjadi penghibur dan meneguhkan iman orang percaya.
Ketika air mata mengalir , siapa yang kita cari ? apakah kita mencari firman Tuhan ? kita membutuhkan firman Tuhan seperti nutrisi supaya tetap kuat.

Komitment Ketiga
Murid Yesus harus punya komitment hidup dalam komunitas.
Efesus 3 : 16 dua doa Paulus , batin jemaat Efesus harus diperbaharui , batin bicara tentang akal budi , Paulus berdoa kepada jemaat di Efesus supaya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Paulus juga berdoa tentang kesadaran, berdoa supaya jemaat di Efesus lebih sensitif , lebih peka menolong dan berbagi dengan sesama jemaat, karena jemaat di Efesus tidak sensitif terhadap penderitaan sesama.

Paulus juga berdoa tentang kemauan, jemaat Efesus tau yang baik tapi susah melakukan yang baik itu, kemauan saja tidak cukup , ada kekuatan Tuhan yang menopang supaya jemaat Efesus mampu melakukan yang baik itu.

Bagaimana bisa melakukan semua itu, Paulus mengatakan bahwa harus diisi dengan Kristus, diisi dengan firman Tuhan,  berarti hidup yang beriman kepada Kristus

Untuk apa semua itu ? dalam ayat 18 , dikatakan Paulus berdoa bahwa kita yang sudah disadarkan akal budinya , kesadaran dan kemauan nya supaya membangun kasih Tuhan yang lebar, dalam, panjang dan tinggi.Kasih Tuhan dapat kita rasakan ketika membangunnya bersama-sama orang kudus yaitu komunitas kita, komunitas gereja Tuhan.

Dengan iman kepada Kristus dan kasih Kristus kita membangun surga dalam kehidupan bergereja dan komunitas kecil yang kita bangun. Selamat menjadi murid Kristus.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.



Minggu, 10 Mei 2015

GKI Gading Serpong - Khotbah 10 Mei 2015


Pembicara : Pdt Benny Solihin (dosen SAAT)
Tema : MENJADI UTUSAN ALLAH
Firman : Kisah Para Rasul  6 : 3-5 dan 8 : 26-40

KUNCI UTAMA SEBUAH KEBERHASILAN MISI PENGINJILAN ADALAH HATI YANG TAAT PADA PIMPINAN ROH ALLAH

Seandainya Allah tidak punya misi penyelamatan manusia atas kuasa dosa, maka tidak ada satu orangpun didunia ini yang akan selamat, semua akan binasa termasuk saudara dan saya.
Kita akan tetap tinggal didalam kuasa dosa yang membelenggu hati dan pikiran, kita ingin lepas dari dosa namun tidak bisa dan tidak mampu.
Karena manusia telah dicengkeram oleh dosa, menjadi budak dosa tanpa daya. 

Kita seringkalai merasa jijik dengan dosa namun kita tidak mampu untuk menghindari dosa itu.
Tetapi syukur kepada Tuhan, kasih Allah yang begitu besar telah mendorongNYA untuk mengorbankan AnakNYA yang Tunggal yaitu Yesus Kristus melakukan MISI PENYELAMATAN manusia dari cengkeraman dosa dan hukuman maut, walaupun hal itu harus dibayar dengan sesuatu yang sangat mahal yaitu Anak Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk mati secara mengerikan diatas kayu salib.
Kematian Yesus merupakan kutuk yang luar biasa , itu menandakan sekaligus betapa dahsyatnya dosa. 
Inilah jalan satu-satunya supaya manusia beroleh selamat, andaikan ada cara lain , Allah tidak akan mengorbankan dan mempermalukan AnakNya seperti yang dijalani oleh Yesus.

Kematian Yesus bukan akhir dari segalanya , pada hari yang ketiga Dia bangkit .. dan menunjukan diriNya kepada beberapa orang juga murid-muridNya dan kemudian Dia naik kesurga. Sebelum Dia naik kesurga, Yesus memberikan pesan , yang kita sebut dengan Amanat Agung : " pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus "
Ini adalah suatu perintah yang dikatakan kepada para muridNya , tetapi diwariskan kepada Anda dan saya , suatu perintah yang merupakan Hak Istimewa bagi setiap orang percaya.
Karena kita diberi tanggung jawab , suatu misi penyelamatan manusia , ini bukan kristenisasi tetapi perintah untuk penyelamatan jiwa manusia .
Untuk melaksanakan amanat diatas, banyak gereja telah melakukan program-program yang mendukung hal tersebut dengan dana yang tidak sedikit , tetapi pada kenyataannya banyak gereja yang gagal, pertanyaannya kenapa gagal ?
Masalah nya terletak pada kunci utama yang tidak disadari . Misi penyelamatan manusia tidak dimulai dari suatu program yang bagus dan dana yang besar, tetapi dimulai dari suatu hati yang sungguh-sungguh taat untuk melakukan perintah Tuhan ini. Kalau ada yang punya hati seperti ini, maka cepat atau lambat hidup orang itu akan mempengaruhi sekelilingnya. Hati yang taat inilah yang langka sepanjang sejarah gereja.

Ada tiga pertanyaan yang dapat saudara jawab saja dalam hati masing-masing :

1. Dalam satu tahun belakangan ini, apakah saudara pernah menyaksikan kepada satu atau dua orang tentang bagaimana hidup saudara diubah oleh Tuhan Yesus ?

2. Dalam satu tahun belakangan ini, apakah saudara pernah menginjili satu atau dua orang agar mereka percaya kepada Yesus Kristus ?

3. Dalam satu tahun belakangan ini adakah saudara pernah mengajak satu atau dua orang bahkan menjemput mereka untuk datang beribadah di gereja ?

Sesungguhnya banyak orang kristen yang tidak melakukan hal tersebut diatas, banyak orang kristen yang tidak antusias mengabarkan Yesus sumber keselamatan bagi manusia .
Tugas memberitakan Yesus juruselamat dunia adalah tugas setiap orang percaya.

Belakangan banyak gereja-gereja yang mengeluh kekurangan pendeta , secara statistik sangat sedikit orang yang mau menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan , bahkan banyak kali orang tua yang walaupun dia aktivis ataupun majelis sekalipun yang melarang anaknya masuk sekolah pendeta.
Itu juga menunjukan bahwa sebenarnya kita kurang menghargai Yesus yang sudah mati menyelamatkan kita, pengorbanannya yang begitu besar. Tidak heran kalau Injil itu begitu lambat menjangkau jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan, dalam keadaan seperti ini marilah kita simak suatu kisah yang menarik dari Filipus.

Filipus bukan salah satu dari duabelas murid Yesus, dia tidak terhitung didalam rasul, dia hanya orang awam yang diangkat jadi diaken. Dia juga bukan pengkotbah besar seperti Petrus ataupun misionaris besar seperti Paulus yang dipilih Allah untuk menginjili orang-orang non Yahudi.

Ketika raja Herodes menganiaya orang-orang kristen, maka tercerai berailah orang-orang kristen itu , termasuk Filipus. Filipus pergi ke Samaria , di sana Filipus mengabarkan Injil , terjadi mujizat ketika Filipus mengabarkan injil di Samaria , orang yang kerasukan setan dibebaskan, roh-roh jahat keluar dan berteriak dengan suara keras, orang-orang lumpuh dan timpang disembuhkan. Orang banyak di Samaria menjadi saksi betapa kuasa Yesus yang diberitakan oleh Filipus itu, mereka pulang dengan menerima Yesus dan mengakui dosa-dosa mereka agar mereka diselamatkan oleh berita Injil itu.
Filipus menjadi terkenal di Samaria , setelah dia terkenal , apa yang Tuhan mau bagi Filipus ? , ayat 26 mengatakan bahwa Tuhan memerintahkan Filipus untuk pergi ke "jalan yang sunyi" .
Filipus taat pergi kejalan sunyi seperti yang dimaksud Tuhan, walaupun perintah itu tidak jelas tujuannya .. biasanya Tuhan akan memberikan perintah yang jelas tujuannya seperti kepada Musa, Tuhan mengutus Musa kepada Firaun untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir , atau kepada Yunus , bangkit pergilah ke Ninewe , berserulah kepada mereka karena kejahatan mereka telah sampai kepadaKu .
Tetapi kepada Filipus Tuhan tidak memberitahukan untuk apa kejalan yang sunyi itu.

Tidak ada perdebatan dan perbantahan dari Filipus, dia menurut saja apa yang diperintahkan Tuhan. Tidak seperti saya ketika Tuhan panggil untuk menjadi hambaNya , butuh dua tahun untuk bergumul.
Filipus orang yang dipenuhi Roh, ketika Tuhan perintahkan dia tidak membantah . Orang yang dipimpin Roh , menyadari bahwa hikmatnya itu terbatas, tetapi hikmat Allah tidak terbatas. Filipus menyadari bahwa perintah Allah walaupun tidak jelas , dia menyadari bahwa itu adalah kedaulatan Allah, Dia pencipta dan kita ciptaan. Orang yang dipimpin Roh menyadari bahwa yang diminta Allah adalah hati yang mutlak taat.


Tetapi kemudian muncul satu orang , yaitu sida-sida dari Eutopia .. sida-sida adalah orang yang dikebiri demi suatu jabatan tertentu yang berhubungan dengan selir raja , supaya tidak bisa selingkuh.
Orang yang rela diperlakukan seperti itu adalah seorang pejabat yang sudah kehilangan harga diri, tujuan hidupnya adalah kekayaan, jabatan tidak peduli dikebiri juga mau. Oleh karena orang-orang Yahudi membuat aturan tidak memperbolehkan sida-sida masuk dalam kumpulan jemaat karena dianggap najis.
Perjumpaan Fili[us dengan sida-sida itu seharusnya membuat Filipus frustasi , kalau dianalogikan keadaan saat ini , kita bisa merasa risih juga kalau tiba-tiba serombongan preman, waria dan eks kriminal berbakti bersama-sama diruangan yang sama dengan kita, kita mungkin berpikir mereka seharusnya tidak disini.

Diceritakan dalam kisah itu, sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya dan dalam perjalanan pulang dari beribadah di Yerusalem . Sida-sida yang merasa dirinya kotor, berdosa dan tidak layak itu sedang mencari KEBENARAN.
Roh Kudus menggerakan Filipus untuk mendekati sida-sida itu , perintah Tuhan kepada Filipus dari yang tidak jelas sekarang menjadi jelas yaitu menggiring Filipus kepada sida-sida yang dianggap kotor dan najis dan Filipus TAAT.
Terjadi dialog antara Filipus dan sida-sida, "mengertikah tuan apa yang tuan baca ?" kata Filipus , jawab sida-sida itu "bagaimana aku bisa mengerti kalau tidak ada yang menjelaskan" , kemudian Filipus naik kekereta itu dan duduk disamping sida-sida  untuk menjelaskan.

Nas yang dibaca sida-sida itu berbunyi sebagai berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya, keadilan tidak diberikan kepada-Nya; siapa yang akan menceritakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

Lalu kata pejabat istana itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapa nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?”

Sida-sida itu ingin tau nabi tsb itu berbicara tentang siapa, hal tersebut merupakan sesuatu yang mengejutkan dan tidak pernah diduga oleh Filipus. Sida-sida yang dianggap najis dan kotor itu MENCARI KEBENARAN.
Ini juga yang seringkali luput dari pandangan kita, bahwa mereka yang terbuang dan dianggap sampah masyarakat mempunyai kerinduan untuk hidup benar dimata Tuhan.
Saya percaya bahwa ada saja preman, orang jahat dan sampah masyarakat yang punya kerinduan untuk hidup benar. Tetapi siapakah yang mau menjangkau mereka ? Padahal penebusan Allah juga termasuk kepada orang-orang yang dianggap sampah masyarakat.

Ketika orang farisi menganggap pemungut cukai itu sampah masyarakat dan Yesus datang mendekati Matius si pemungut cukai dan berkata "ikutlah Aku" .. mata Yesus tertuju kepada orang-orang yang tidak layak dan dianggap sampah masyarakat. Hanya orang sakit yang memerlukan dokter, kata Yesus.
Justru kalau orang yang menganggap dirinya tidak berdosa, maka penebusan Yesus tidak akan efektif.
Semua orang yang berdosa adalah objek kasih Allah.

Maka ketika Filipus mulai berbicara kepada sida-sida itu, ayat yang ditanyakan memang mengenai Yesus Kristus, melalui ayat itu Filipus membawa kepada puncak INTI MISI PENGINJILAN yaitu PENYELAMATAN MANUSIA DARI DOSA .. yaitu YESUS KRISTUS.
Ini yang tidak boleh terganti didalam kita menyampaikan Injil , tidak cukup menunjukan kita orang baik yang mengasihi seseorang, memperhatikan sesama , ramah dan lain sebagainya .. itu semua baik .. tapi akhirnya tetap inti yang kita sampaikan adalah Kristus satu-satunya jalan dimana manusia bisa diterima oleh Allah.
Ini bukan kristenisasi , apapun agama seseorang yang terpenting dia tahu dan mau beriman bahwa Yesus adalah Juruselamat.
Amanat agung ini bukan kristenisasi , tetapi misi untuk menyatakan bahwa keselamatan hanya ada didalam Yesus Kristus.

Sebelum Yesus mengatakan "Jadikanlah semua bangsa muridKu" , Yesus telah mengatakan "seluruh kuasa telah diberikan kepadaKU".
IA telah bangkit, kuasa kebangkitan itu juga mengiringi kita, tetapi diperlukan langkah lanjut yaitu percaya kepada pimpinan Roh Allah untuk menyampaikan kabar sukacita ini yaitu Injil.
Kekuatan kita bukan berdasarkan kepandaian atau kehebatan kita tetapi KETAATAN kita didalam menghantarkan kuasa Roh Tuhan.
Penginjilan adalah kerja kuasa Roh Kudus. Termasuk ketika naik mimbar , biarlah kita berdoa kita tidak berbicara dengan kekuatan manusia tetapi dengan keyakinan dan kekuatan Roh Kudus.
Kita semua cuma alat yang tidak mampu berbuat apa-apa dan Roh Kudus yang memampukan , ini yang harus kita sadari , ini yang membuat kita berani.
Roh Allah yang mampu menghancurkan semua superior , intelektual dalam diri manusia, inilah yang dilakukan oleh Filipus. Karena Roh Allah bekerja maka sida-sida itu mau dibaptis.

Ketika kuasa kebangkitan Yesus bercampur dengan Firman Tuhan maka tidak ada lagi yang bisa menghalangi. Kalau Tuhan sudah buka pintu hati itu maka tidak ada yang bisa menutup.
Jadi jangan minder didalam kita menyampaikan Injil , karena kekuatan Roh Kudus yang akan memampukan kita dan bekerja, tugas kita hanya taat kepada perintahNya saja.

Mengapa orang-orang yang menghadapi eksekusi mati seperti Andrew Chen dan kawan-kawan dapat bernyanyi dan menolak ditutup matanya ketika menjalani eksekusi mati ? .. baca juga Mengapa Mereka Bernyanyi Dihadapan Eksekusi Mati ?  kekuatan apa yang memampukan mereka ? mengapa mereka berubah ? ya karena ada orang yang menyampaikan Injil kebenaran kepada mereka, bukan kristenisasi tetapi penyelamatan jiwa seseorang dari hukuman kekal dineraka.

Dengan kuasa Roh Allah , tidak cukup kita hanya berteman baik dengan orang lain dan berbuat baik dengan semua orang, ujung-ujungnya kita harus mau mengatakan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Katakan itu pada orang-orang yang dekat dengan kita , saudara, sahabat, teman, rekan bisnis dan siapa saja .. mereka butuh jalan keselamatan.

Amin .. salam Injil  dari team Nafiri Kasih.






















Minggu, 03 Mei 2015

GKI Perniagaan Khotbah 3 Mei 2015

gki perniagaan

GKI PERNIAGAAN

Tema : MELEKAT PADA KRISTUS
Pembicara : Pdt Lie Nah
Nats : Yohanes 15 : 1-8

Suatu kali ada seorang yang membeli pohon mangga dalam pot, pohon mangga itu kelihatan sangat menarik karena ada buah mangga nya yang sudah mulai matang, sesampainya dirumah pohon itu dirawat dengan sangat baik , tiap hari dipupuk dan disiram .. tapi apa yang terjadi beberapa hari kemudian pohon itu mulai layu, hari berikutnya tambah layu dan semakin layu dan mati . Ketika pot pohon itu diperiksa , ternyata pohon itu tidak ada akarnya, jadi hanya batang pohon saja yang ditanam tanpa akar.

Kita seringkali hanya fokus pada apa yang tampak diluar, yaitu buah mangga yang ada dalam pohon mangga dalam pot .. tidak memperhatikan bagian lainnya yang lebih penting yaitu akar pohon itu.

Firman Tuhan dalam bacaan nats diatas, Yesus diumpamakan sebagai pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting nya. Buah anggur tidak muncul di pokok , tapi akan muncul di ranting-ranting nya.
Tetapi ranting itu tidak akan menghasilkan apa-apa  kalau ranting itu tidak nempel pada pokok anggur itu.
Jadi jangan hanya melihat buahnya saja, tetapi kita harus tau bagaimana buah itu dihasilkan, kemana ranting itu melekat sehingga menghasilkan buah.
Kita memang boleh mengharapkan buahnya, tetapi jangan hanya berfokus pada buah itu saja.

Jangan kita hanya fokus pada Firman Tuhan yang mengatakan : mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya ... tetapi kita melupakan syaratnya yaitu .. jikalau kamu tinggal didalam AKU dan FirmanKU tinggal didalam kamu ..  kita harus melekat dan bersatu didalam Kristus, terjadi relasi kuat yang mengubahkan.

Sebagai orang kristen kita diminta tidak hanya ikut Tuhan, tetapi juga dekat , melekat dan tinggal didalam Tuhan , melekat berarti menempel terus-menerus, tertanam begitu dalam dan kuat sehingga tidak mudah lepas.
Tetaplah melekat walau badai kehidupan menerpa, kala segalanya tidak seusai harapan, persoalan datang silih berganti, mengalami sakit-penyakit ataupun ketika hidup sedang dipuncak kejayaan.

Ketika kita tetap tinggal didalam Tuhan maka dikatakan akan berbuah .. berbuah baik dan menyenangkan karena Kristus adalah pokok anggur yang benar. Berbuah bukan karena ranting itu bisa dan mampu , tetapi karena melekat pada pokok yang benar.

Hidup yang berbuah ditandai dengan : hidup yang memuliakan DIA , buah itu membuktikan siapa kita , membuktikan dari mana buah itu berasal ..
Bisa jadi ada ranting lain dan buah lain di pokok anggur itu , tetapi itu bukan ranting dan buah yang asli .. dia hanya numpang saja.
Pokok anggur yang benar itulah yang mampu mengubah karakter, mengubah orang menjadi berkat bagi orang lain.
Dari buahnya lah orang dapat merasakan betapa enak dan manisnya buah itu, orang yang merasakan nikmat dari buah itulah kemudian orang akan tertarik untuk memiliki pohon nya .
Dalam suatu pembinaan , ada pertanyaan : buah apa yang kamu hasilkan sebagai orang kristen ? maka dijawab : buah mangga dikatakan berbuah jika menghasilkan mangga, maka orang kristen disebut berbuah kalau telah menghasilkan orang kristen juga .. , apakah hal tersebut bisa ? sesungguhnya yang membuat orang percaya bukan lah pekerjaan manusia , tetapi Allah yang membuat orang percaya, kita hanya alatNya.

Bagaimana caranya supaya kita bisa terus melekat pada Kristus ? sadarilah bahwa diluar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat menghasilkan buah ... layu dan mati..
Orang yang mencari kebahagiaan diluar Kristus , tidak akan pernah bahagia .. diluar Kristus kita bukan apa-apa. Oleh karena itu diperlukan hati yang bersedia bergantung kepada Dia , melekat pada Dia.

Jangan kita bergantung pada kemampuan diri kita, bergantung pada pemikiran dan hitungan kita, karena Tuhan sendiri yang akan berbuat untuk kita, penyertaanNya tidak pernah meninggalkan kita.

Kalau sampai saat ini gereja Perniagaan masih bisa hadir menjadi berkat, orang masih bisa mengecap buah pelayanannya .. itu karena gereja masih melekat pada pokok yang benar yaitu Kristus.
Biarlah setiap kita bisa mengalami kuasa kasih Tuhan yang bekerja didalam kita dan melalui kita dengan tetap tinggal melekat didalam DIA, sehinggah dapat menghasilkan buah pelayanan yang memuliakan DIA.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.








Minggu, 26 April 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 26 April 2015


Tema : KEBANGKITAN DAGING, PENGHARAPAN MASA AKAN DATANG

Pembicara : Pdt Joseph GTH
Firman : 1 Korintus 15 : 35-42

Dalam ajaran Yunani diajarkan bahwa setelah manusia mati maka tubuh yang nilainya fana dan terbatas ini kalau sudah mati ya mati .. selesai .., tidak ada kebangkitan lagi.
Kadang kala orang Kristen yang percaya setelah mati ada kebangkitan pun berperilaku seperti pemahaman orang Yunani , seringkali kita mendengar kata sambutan di pemakaman yang mengatakan "kita mengantar si A ke peristirahatannya yang terakhir .."

Ketika orang Yunani mengatakan bahwa kematian itu jalan yang terakhir , tubuh ini sudah tidak mempunyai nilai kekekalan , kemuliaan ... hanya roh dan jiwa yang bisa dibangkitkan.

Ditengah pemahaman seperti diatas, rasul Paulus memberikan tanggapan teologis, bahwa manusia yang terdiri dari tubuh jiwa dan roh merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak bisa diceraikan satu sama lain.
Kehidupan manusia tidak berakhir atau dibatasi dengan kematian tubuh, tapi dengan kekuasaan dan kedaulatan Allah , maka Allah akan membangkitkan orang mati dan mengubahkan tubuh yang sekarang ini dengan tubuh surgawi yang baru., tentu tubuh baru yang juga mempunyai roh.

Saat Yesus bangkit dan menemui muridNya , saat itu muridNya tidak serta merta mengenal dan percaya , mereka terkejut dan takut bahkan menyangka itu hantu. Ditengah keraguan itu Yesus memberikan Shalom , Dia sudah menang atas dosa dan maut .. Yesus bangkit dengan tubuh kemuliaan yang baru ..
Setiap orang yang percaya kepadaNya tidak akan binasa lagi , kuasa kebangkitanNya mampu mengubahkan , mentransformasi , dari orang yang dulunya egois menjadi orang yang murah hati.
Tubuh yang dkaruniakan Allah tidak dipakai untuk diri sendiri tetapi dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain, mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup dan yang berkenan kepada Allah sebagai ibadah yang sejati.

Tangan yang dikaruniakan oleh Tuhan, bisa dipakai untuk menepuk bahu orang yang sedang menderita, memberikan semangat dan dorongan supaya orang itu dapat bangkit kembali , bukan sebaliknya dipakai untuk hal-hal yang menyakitkan orang lain. Demikian juga dengan lidah , kaki dan semua anggota tubuh anugerah Tuhan hendaknya dipakai menjadi saluran berkat bagi kemuliaan Kristus.

Dalam era digital saat ini , ketika kebutuhan manusia begitu beragam dan komplek , maka kita bisa terjebak dalam kehidupan yang mementingkan diri sendiri , menjadi orang yang cuek melalui jebakan-jebakan tekhnologi seperti hp dan lain sebagainya , jikalau kita tidak berhati-hati.

Ketika menghayati makna kebangkitan Kristus, Kristus sudah menebus kita dari kuasa dosa dan maut itu berarti hidup yang semula sia-sia, sekarang dialihkan oleh kuasa kebangkitan yang sungguh membuat kehidupan menjadi berarti dan mulia, menjadi berkat bagi sebanyak mungkin orang.

Saat ini gereja GKI sedang menjalani Reklasisasi, penataan ulang basis klasis jemaat-jemaat yang ada. Dalam rangka mewujudkan gerak kebersamaan untuk mewujudnyatakan shalom dan kasih Tuhan didunia.
Gereja sebagai agen perubahan dalam menghadirkan damai sejahtera itu , ketika terjadi perubahan dalam gereja dan jemaat yang memuliakan Allah, itu adalah kebangkitan.
Ketika gereja menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang tidak berdaya, orang-orang yang lemah dan orang-orang yang miskin dan tertindas , maka itulah kebangkitan.

Tubuh bukan hanya yang kelihatan , tetapi juga sikap , perilaku, gerak-gerik, pikiran dan perkataan itu yang harus berubah, terjadi transformasi .. itulah kebangkitan.

Kebangkitan Kristus menyatakan damai sejahtera Allah , shalom Allah bagi setiap manusia yang menjalin relasi dengan Kristus, shalom jangan dibatasi, tetapi harus keluar kepada semua sendi-sendi kehidupan, di sekolah, kampus, kantor, ditempat kerja, dimanapun kita ditempatkan.
Ketika orang yang percaya mau menjadi alat Tuhan , berkarya ditengah-tengah dunia ini maka kuasa Tuhan lah yang akan turut berperan dan mengubahkan suatu kehidupan yang lebih baik.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.






Minggu, 29 Maret 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 29 Maret 2015


 Tema : Mengosongkan Diri Untuk Memberikan Hidup
Pembicara : Ev Andrey Thunggal, M Div
Pujian : VG La Glorie
Filipi 2 : 5-8

 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama 1 , menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, b  2:6 yang walaupun dalam rupa Allah 2 , c  tidak menganggap kesetaraan dengan Allah d  itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan e  diri-Nya sendiri 3 , dan mengambil rupa seorang hamba, f  dan menjadi sama dengan manusia 4 . g  2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, h  bahkan sampai mati di kayu salib. i

Apa kesan orang terhadap orang Kristen ?
Di mesin pencari Google ternyata banyak yang mencari dengan kata kunci "kristen sombong" , kenapa orang Kristen yang mengaku pengikut Kristus itu sombong, apakah Kristus itu sombong ?

Dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Filipi , dikatakan bahwa kewargaan kita adalah dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Bagaimana cara hidup kita sebagai warga sorga ditengah dunia ?

Rasul Paulus memberi nasihat untuk merendahkan diri seperti yang Kristus sudah lakukan.
Dalam Filipi 2 : 5-8 ada beberapa hal yang bisa kita pelajari,

Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, telah mengambil rupa seorang hamba,  menanggalkan kesetaraannya dengan Allah , Ia rela membatasi diri Nya. Allah yang tidak pernah menderita telah membatasi diriNya dalam Kristus untuk merasakan penderitaan manusia, merasakan lapar dan haus, merasakan betapa pedihnya dikhianati, sakitnya disiksa, dicemooh, dihina dan direndahkan , Ia rela hidup dalam lingkungan yang paling dibenciNya yaitu lingkungan manusia yang kotor oleh dosa.

Apakah saudara bisa membayangkan ketika cincin pernikahan Anda jatuh di jamban ketika buang air besar dan belum di flush ? apakah Anda mau flush atau ambil dulu cincin yang bernilai itu ? Anda bisa merasakan jijiknya ketika harus mengambil cincin itu ? Kristus telah membatasi diri dengan hidup dilingkungan yang sangat menjijikan , di lingkungan manusia yang berdosa tapi juga dikasihi Nya, dosa Anda dan saya lebih menjijkan dari kotoran itu ..

Yesus datang untuk menebus dosa manusia , Dia telah mengosongkan diri untuk memberikan  hidup kepada kita manusia , marilah kita mengosongkan diri dari kesombongan dan keegoisan.
Rendah hatilah seperti Kristus dan belajarlah memperhatikan kepentingan orang lain juga.

Ada orang yang sudah melayani dengan mengorbankan pikiran, harta, tenaga dan waktu, tetapi apakah dia juga bersedia untuk memberikan harga diri nya ? mengosongkan diri seperti Kristus ? Berapa banyak yang mengundurkan diri dari pelayanan di gereja karena tersinggung, merasa tidak dihargai, merasa tidak diperhatikan, merasa ide-idenya tidak diterima dsb ?
.
Yesus ketika masuk ke Yerusalem, Dia tidak mengendarai kuda tetapi Ia memilih keledai, lambang tunggangan rakyat jelata.  Orang yang rendah hati akan mau mengakui dosa dan kesalahannya serta meminta maaf termasuk kepada istri, suami, anak, orang tua, saudara, sahabat dan teman.

Spiritual Kristus bergerak kebawah , ditengah jaman yang ingin bergerak keatas, Kristus telah mengosongkan diri, kiranya kita juga bersedia mengosongkan diri sebagai murid Kristus.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih dan selamat hari minggu.

Minggu, 22 Maret 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 22 Maret 2015


Tema : Mencintai Nyawa Akan Kehilangan Nyawa
Pembicara : Pdt Andreas Loanka
Pujian : PS Proskuneo
Firman : Yohanes 12 : 20 - 33

12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. f  12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida g  di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." 12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya h  Anak Manusia dimuliakan 1 . i  12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, j  ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini 2 , ia akan memeliharanya k  untuk hidup yang kekal. l  12:26 Barangsiapa melayani Aku 3 , ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. m  Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. 12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu n  dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, o  selamatkanlah Aku dari saat ini? p  Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. 12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: q  "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" 12:29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia." 12:30 Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu. r  12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: s  sekarang juga penguasa dunia ini t  akan dilemparkan ke luar 4 ; 12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, u  Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku 5 . v " 12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. w 

Bulan lalu saya mendapat kiriman video yang sangat tragis dan memilukan. Saya menangis saat menyaksikan video itu.  Dua puluh satu orang Kristen Koptik asal Mesir yang bekerja di Libya dipenggal secara keji oleh Kelompok Negara Islam Irak dan Suria (ISIS). Dalam video yang dirilis oleh ISIS pada tanggal 15 Februari 2015 tersebut, para milisi ISIS yang berbaju hitam-hitam tampak menyandera 21 pekerja Kristen yang berseragam jumpsuit orange di dekat pantai di daerah Tripoli. Para sandera tampak berlutut, lalu dipenggal secara bersamaan oleh kelompok militan ISIS yang mukanya ditutupi kain hitam.

Orang-orang Kristen itu tidak mau menyangkal iman mereka kendatipun mereka diancam hukuman mati. Bahkan pada saat darah akan mengucur dari leher mereka, kata-kata doa yang keluar dari mulut mereka, “Ya Rabbi Yasou”. Artinya “Oh Tuhan Yesus.”

Seandainya hal yang sama terjadi pada kita, akankah kita tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus? Penganiayaan terhadap orang Kristen terjadi bukan hanya di Timur Tengah, tetapi juga di tempat-tempat lain. Mungkin saja suatu waktu hal itu terjadi di tempat kita berada.

Tuhan Yesus telah mengingatkan kita tentang masa-masa penganiayaan yang akan menimpa orang-orang percaya. Ia berkata, “Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh. 16:33). Ia juga berkata, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” (Yoh.12:25).
“Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya”               (Yoh. 12:25a).

 “Mencintai nyawa” artinya keinginan untuk mencari aman sendiri dan hanya mementingkan diri sendiri. “Kehilangan nyawanya” bisa dipahami dalam dua pengertian, yaitu menghancurkan kehidupannya di dunia ini atau kehilangan kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal.

Orang yang egois dan mau cari aman sendiri akan menghancurkan kehidupannya sendiri dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Selain itu, orang yang egois dan mau cari rasa aman sendiri sangat sulit untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, padahal hidup yang kekal hanya ada di dalam Dia (Yoh. 14:6; Kis. 4:12). Masa penindasan atau penganiayaan akan menjadi batu ujian untuk memperlihatkan apakah ia sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus atau ia hanya memiliki iman yang dangkal (Mat. 13:20-21).

“Barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal” (Yoh. 12:25b). “Tidak mencintai nyawanya” artinya tidak hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mencari rasa aman diri semata. Orang yang “tidak mencintai nyawanya” senantiasa hidup memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ia tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Kristus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri-Nya untuknya (Gal. 2:20). 

Orang yang tidak “mencintai nyawanya” terus berkarya untuk untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ancaman dari orang-orang yang hendak mencelakakan dirinya tidak dapat menghalangi dia untuk berbuat yang baik. Gubernur DKI Jakarta adalah salah satu contohnya. Ia terus bekerja dengan sungguh-sunguh untuk memajukan kota dan mensejahterakan rakyat. Ia berani membenahi sistem yang korup serta menghadapi para koruptor yang menggerogoti uang Negara dan menyengsarakan rakyat. Kendati menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, ia tidak gentar. Ia memegang prinsip dari firman Tuhan: “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Flp. 1:21-22).

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih .. selamat hari Minggu.

Senin, 16 Maret 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 15 Maret 2015

gki gading serpong

Tema : Kemenangan Atas Kuasa Kejahatan
Nats : Wahyu 12 : 1-12 , Kolose 2 : 15
Pembicara : Pdt Indriati Chandra
Pujian : PSA Sanctus

Memasuki Minggu Pra Paskah ke 4,

Kitab Wahyu banyak memakai kata-kata dengan gaya bahasa apokaliptis yang sulit dimengerti karena menggunakan simbol-simbol . Kitab ini juga mengungkap tentang akhir jaman.

Dalam bacaan firman diatas, ada dua tokoh yaitu perempuan dan naga.
Perempuan yang disebutkan bukanlah perempuan biasa, dia istimewa, dikatakan "berselubung matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya".
Perempuan yang memiliki kekuasaan dan keindahan.

Naga, simbol kejahatan, warna merah padam yang dimilikinya, simbol yang menghandurkan, berkepala tujuh melambangkan bahwa ia cerdik , sepuluh tanduk menggambarkan bahwa ia kuat dan tujuh mahkota melambangkan bahwa ia juga berkuasa.

Persamaan antara perempuan dan naga , adalah sama-sama mempunyai kekuasaan, bedanya perempuan itu mempunyai keindahan tetapi naga tidak mempunyai keindahan dan naga membenci keindahan.

Dalam kehidupan selalu ada dua kekuatan atau dua kekuasaan , entah disekitar kita atau dalam diri kita,
didalam hati ada dua suara yang bertentangan satu dengan yang lain, yang satu mengatakan untuk mengampuni yang lain tidak usah mengampuni dsb.
Selalu ada dua keinginan yaitu keinginan daging dan roh, dua kekuatan ini selalu bertempur dalam kehidupan kita dan tidak pernah usai , kita dihadapkan dengan pilihan, mana yang akan dipilih.

Kuasa jahat tidak suka dengan orang yang hidup taat kepada Allah dan selalu akan menggagalkan nya, karena memang itu pekerjaannya.
Ketika orang tertentu melakukan puasa dalam rangka mengendalikan diri misalnya, justru banyak hal yang membuat orang tersebut gagal melakukannya.

Kenapa kuasa kejahatan selalu merepotkan manusia ?

Dalam bacaan firman diatas disampaikan bahwa naga menunggu wanita itu melahirkan, tetapi anak tersebut dibawa ke surga , tapi naga tidak menyerah , naga dan malaikat-malaikatnya menyerang surga berperang melawan Mikhael dan malaikat-malaikatnya, naga kalah dan dilempar kebumi, tapi ingat naga tidak mati , jadi memang kuasa kejahatan itu dilempar ke bumi dan ada di bumi dan ini yang selalu menganggu manusia, merepotkan manusia, bagaimana tidak , pasukan surga saja dilawan, naga tidak mudah menyerah, dia seperti singa yang mengaum untuk memangsa manusia yang lengah dengan tipu dayanya supaya kita ragu terhadap Allah dan meninggalkan Allah.

Dalam menghadapi kuasa jahat, kita diingatkan untuk belajar dari perempuan dalam kitab Wahyu diatas yang tidak menyerah dan bertahan dalam imannya.
Dia lari ke padang gurun, dimana telah disediakan baginya suatu tempat oleh Allah, dia pergi kepada Allah.

Dalam minggu pra paskah ini, kita diingatkan untuk tidak menyerah kepada kuasa jahat , tapi kalahkan kuasa jahat itu dengan hidup dalam hadirat Tuhan dengan menjadi murid Kristus yang sejati, bukan menjadi Kristen bunglon supaya aman.

Kuasa jahat sebesar apapun akan kita kalahkan ketika kita hidup dalam Kristus, hidup berpadanan dengan firman Nya.
Contoh, Seorang anak sekolah yang taat, diajak membolos oleh teman-teman nya , tapi dia menolak karena dia melakukan firman , dia menolak dengan menyaksikan firman dalam Amsal 1 : 8 , Amsal 1:10, Amsal 19 : 5, Amsal 18 : 2

Jangan lawan kuasa jahat dengan kekuatan sendiri, tapi lawanlah dengan firman Tuhan , lawanlah bersama Tuhan.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.





POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA