Tampilkan postingan dengan label khotbah kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khotbah kristen. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2020

APAKAH GEREJA MASIH "EXSIST" ?


Renungan Kristen

Apakah Gereja Masih "Exist" ?

Merupakan sebuah pertanyaan yang menggelitik, membuat kita dan gereja khususnya untuk berpikir dan mengevaluasi akan keberadaannya dan kehadirannya dimuka bumi ini , masihkah sesuai dengan panggilannya ?

3 tugas panggilan geraja yaitu Marturia, Diakonia dan Kononia apakah saat ini sudah dijalankan dengan benar ? 

Ikuti penjelasannya dalam video 

https://www.youtube.com/watch?v=Y0dFh4WAM44&t=199s

Kiranya Anda mendapatkan berkat rohani dalam video tersebut.

Salam hangat dan sehat selalu dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 13 Agustus 2017

Garis Besar Menyusun Khotbah Yg Berpusat Pd Kristus



GARIS BESAR MENYUSUN
“CHRIST-CENTERED PREACHING”
 Oleh : Pdt Paulus Surya

TEXT ALKITAB: __________________

1.   Mempelajari dan Menafsirkan bacaan Alkitab:

(i)          Observasi

(ii)         Interpretasi

2.   Menemukan “Christ-Centered Message” -nya

3.   Menemukan Amanat Teks dan Amanat Kotbah dengan cara:

(i)          Topik apa yang dibicarakan ? (Subyek)

(ii)         Apa yang dikatakan tentang topik itu? (Komplemen)

(iii)        Amanat Teks : Subyek + Komplemen

(iv)       Amanat Kotbah (berdasar AT)

4.   Menyusun, mengembangkan dan mengisi kerangka kotbah (berdasarkan AK)

(i)          Pertanyaan apa yang dapat kita pakai untuk mengembangkan AK, yang jawabannya ada dalam teks Alkitab yang dikhotbahkan (Kalimat Tanya)

(ii)         Poin-poin kotbah (bisa 1,2,3 dst)

(iii)        Mengembangkan Poin kotbah
a. Penjelasan (P)
b. Ilustrasi: (I)
c. Aplikasi (A)

(iv)       Menempatkan “Christ-Centered Message” nya


5.   Membuat Pendahuluan, Penutup dan Judul Kotbah
(Contoh khotbah Christ-Centered)

DANIEL 6:13-29
TRUST IN GOD


AMANAT TEKS

-          Subyek:
Daniel tetap bersandar (taat) pada Tuhan ditengah masalah yang menghimpitnya

-          Komplemen:
Ia mengalami berkat-berkat Tuhan yang ajaib

-          AT:
Daniel tetap bersandar kepada Tuhan meskipun ada masalah yang menghimpitnya, maka ia mengalami berkat-berkat Tuhan yang ajaib

 KERANGKA KOTBAH

      -     Pendahuluan:

-   Amanat Kotbah:
Orang percaya yang tetap bersandar kepada Tuhan ditengah masalah yang menghimpitnya, akan mengalami berkat-berkat Tuhan yang ajaib dalam hidupnya

          -     Kalimat Tanya:
(berdasarkan Daniel 6:13-29) Apa saja berkat Tuhan yang ajaib yang akan dialami oleh orang-orang percaya yang tetap bersandar pada Tuhan ditengah masalah yang menghimpitnya?


-          Poin 1: Penyertaan Allah

Penjelasan:
Pada saat Daniel dimasukkan ke gua singa, maka Allah menyatakan penyertaanNya kepada Daniel melalui mengirimkan malaikatNya (bandingkan dengan Mazmur 34:8). Bagaimana jika ada orang percaya yang bersandar pada Tuhan tapi tetap akhirnya mengalami kematian? Lukas 16:22 mencatat bahwa Allah juga mengirimkan malaikatNya membawa orang percaya kehadapanNya. Inilah penghiburan sejati bagi orang percaya yang bersandar kepadaNya. Baik hidup maupun mati, Tuhan menyertainya.
(Christ-Cenetered Message – nya: Tema Berulang)

= Yesus adalah wujud paling nyata bahwa Allah menyertai kita. Dia adalah Imanuel, Allah beserta kita (Matius 1:21-23)

Ilustrasi:
             a. Pertanyaan pertama dari Katekismus Heidelberg
             b. Seorang ibu naik kapal yang diamuk ombak besar


Aplikasi:
Penyertaan Allah adalah berkat Tuhan yang ajaib bagi orang yang bersandar kepadaNya, yang memberi ketenangan dan damai sejati


-          Poin 2: Melihat PertolonganNya yang ajaib

Penjelasan:
Dalam hidup yang taat dan bersandar pada Tuhan, Daniel melihat pertolongan Allah yang ajaib terjadi dalam hidupnya. Ia dimasukkan ke gua singa yang penuh dengan singa-singa yang ganas, tapi ia selamat dari kematian.
(Christ-Centered Message-nya: Sejarah Penebusan) Pertolongan Tuhan yang ajaib seperti ini dilakukan Allah berulang-ulang dalam sejarah umatNya yang hidup bersandar kepadaNya:
·         Nuh dan keluarganya diselamatkan
·         Yusup di tolong Tuhan
·         Bangsa Israel dari perbudakan di Mesir
·         Israel kembali dari pembuangan
·         Karya terbesar: Yesus menyelamatkan umatNya dari dosa (Mat 1:21)

Mengingat pertolongan Tuhan yang ajaib dalam Yesus Kristus yang menyelamatkan kita, akan memampukan kita untuk mengatasi berbagai persoalan hidup (bandingkan dengan 1 Kor 10:13 dan Roma 8:32).

Ilustrasi:
a.       Bendahara yang jujur

Aplikasi:

  
-          Poin 3: Memiliki kesempatan hidup bagi Allah

Penjelasan:
Ayat 29 mencatat, ”Dan Daniel ini memiliki kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius”. Dengan kedudukan tinggi ini, Daniel diberi kesempatan luar biasa oleh Tuhan untuk hidup bagi kemuliaanNya. Daniel sangat ditinggikan dari sebelumnya sangat direndahkan. Apa yang dialami Daniel ini sebenarnya secara tipologi maupun analogi bisa menjadi gambaran tentang Yesus (Christ-Centered Message-nya: Tipologi & Analogi):
·         Daniel dicari-cari kesalahannya oleh para pejabat pemerintahan untuk dicelakakan; Yesus dicari-cari kesalahannya oleh imam-imam kepala, ahli taurat dan orang-orang Yahudi.
·         Daniel tidak ditemui kesalahannya; Yesus juga tidak ditemui kesalahannya
·         Daniel dibela oleh Darius untuk diselamatkan tapi gagal; Yesus juga dibela oleh Pilatus untuk dilepaskan tapi gagal
·         Daniel dimasukkan ke gua singa lalu ditutup dengan batu dan dimeteraikan; Yesus dikubur dan kuburnya juga ditutup dengan batu dan dimeteraikan
·         Daniel pagi-pagi benar ditemui Darius masih hidup; Yesus pagi-pagi benar ditemui oleh para wanita juga hidup: Ia telah bangkit dari kematian.

= Yesus lebih besar daripada Daniel. KematianNya dan kebangkitanNya menyelamatkan setiap orang yang percaya. Inilah berita yang harus kita sebarkan tatkala kita diberi kesempatan untuk hidup bagiNya. Inilah juga berita yang memampukan kita untuk hidup bagiNya.

              Ilustrasi:

a.       Gamachis, pemuda Ethiopia naik bus masuk jurang
b.      Wanyama Humphrey, pria dari Kenya yang selamat dari penembakan sebuah bus yang ia tumpangi
                                               
              Aplikasi:

Bila saat ini kita masih diberi kesempatan untuk hidup didunia, mari kita pakai untuk hidup bagi kemuliaanNya. Meninggikan Pribadi Yesus dan karyaNya.

               Penutup



Minggu, 28 Juni 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 28 Juni 2015

KASIH : KEKAYAAN YANG MEMPERSATUKAN

Firman : Markus 5 : 21-43 , 2 Kor 8 : 7-15
Pnt Febrita Melati Sth

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh".

Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis?

"Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.

Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur dimalam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus.

Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu, si gadis kecil berkawan dengan sang pastur.

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya:

"Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu"

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia.

Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.

Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton).

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu.

Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis keci miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku "Acres of Diamonds" - a true story.

Di bacaaan diatas dikisahkan ada tiga jemaat , Pertama adalah jemaat Makedonia, yang merupakan jemaat kecil terdiri dari orang-orang non Yahudi, mereka menerima Kristus karena pemberitaan injil oleh rasul Paulus , pada waktu itu jemaat ini sedang mengalami penderitaan , dianiaya oleh karena Kristus.

Jemaat yang Kedua adalah jemaat Yerusalem, mereka sedang mengalami krisis ekonomi, sehingga membutuhkan bantuan dari jemaat-jemaat lain dimana Paulus telah mengabarkan Injil.

Jemaat Ketiga adalah jemaat Korintus terdiri dari jemaat non Yahudi yang berpendidikan,  Paulus memuji mereka sebagai jemaat yang kaya didalam iman , pengetahuan dan perkataan mereka. Allah meberikan karunia-karunia kepada jemaat di Korintus. Jemaat Korintus boleh dibilang sebagai jemaat yang sempurna

dari segi jasmani maupun juga rohani.

Tetapi ketika Paulus menghimbau jemaat-jemaat lain untuk memberikan bantuan kepada jemaat Yerusalem yang sedang mengalami krisis ekonomi , jemaat Makedonia yang relatif kecil dan sedang dalam keadaan tertekan dalam penganiayaan mampu menunjukan perhatiannya dan kasihnya kepada jemaat Yerusalem.
Jemaat Makedonia mampu memberikan melampaui apa yang menjadi prediksi rasul Paulus.
Jemaat Makedonia mampu memberikan lebih dari yang diharapkan, penganiayaan dan penderitaan nya ternyata tidak menghalangi mereka untuk tetap peduli.
Kalau seseorang sedang berkelimpahan maka kalau dia memberi itu adalah hal yang wajar,  tetapi ketika keadaan sedang tidak baik dan kekurangan tetapi mampu memberi , maka itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Kalau orang yang berkekurangan mampu memberi besar, maka orang yg sedang berkelimpahan semestinya mampu memberi lebih besar lagi.
Paulus menghimbau kepada jemaat di Korintus untuk tidak menunda-nunda persembahan yang akan diberikan kepada jemaat di Yerusalem.

Semua ini tidak akan bisa dilakukan kalau tidak didasari oleh kasih, jangan ada dalam pikiran kita kalau kita memberi maka Tuhan akan memberkati kita dengan berlimpah-limpah, mengapa demikian ? sebab berkat apapun yang kita harapkan tidak bisa dibandingkan dengan anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan kepada kita.
Maka ketika kita memberikan persembahan dalam pikiran kita bukan untuk supaya mendapatkan berkat lebih , tapi merupakan syukur kita dan wujud kasih kepada Allah yang sudah meberikan hidup kekal itu secara gratis, cuma-cuma.

Contoh yang salah : seseorang diberi berkat dan memberikan persembahan perpuluhan ke gereja, tetapi ketika didekatnya hidup panti asuhan yang menampung orang-orang yang tidak mampu untuk bersekolah misalnya  , dia tidak ada keinginan sedikitpun untuk memberikan sumbangan kepada panti tersebut , dia berpikir ketika dia memberi ke gereja saja Tuhan melihat pemberian kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian.
Perlu juga untuk dicamkan , bahwa ketika kita memberi jangan untuk mendapatkan pujian supaya menjadi sosok yang diperhitungkan dalam komunitas dimana kita berada.
Pemberian harus dimotivasi bahwa Allah lebih dahulu mengasihi kita, kasih hendaknya disadari bukan sebagai kasih yang pasif , artinya kita senang kalau ada orang yang memperhatikan kita, melayani kita dan memenuhi kebutuhan kita, tetapi kasih didlam kekristenan adalah sebuah perintah.

Yesus berkata inilah perintahKU kepadamu yaitu kasihilah seorang akan yang lain, jadi kasih sebagai perintah dan hukum untuk dilakukan. Kasih harus aktif bukan sekedar kata-kata tetapi sebuah aksi tindakan yang nyata.
Karena kasihnya Daud kepada Tuhan , maka ketika Daud punya kesempatan untuk membunuh Saul , dia tidak mau melakukannya , dia menghormati orang yang diurapi oleh Tuhan.
Apakah kita bisa mengasihi orang yang membenci kita, orang pernah menyakiti kita, orang yang pernah mencelakakan kita ?
Yesus berkata : apakah jasamu jikalau mengasihi orang yang mengasihi mu ? tetapi sesuatu yang luar biasa ketika kita bisa mengasihi musuh kita.

Kasih bukan sesuatu yang mati tetapi didalam kasih ada daya , ada kekuatan , kasih bisa melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sesuatu yang berlaku umum , kasih juga memampukan seseorang mengasihi sahabat dan mengasihi musuh.
Kasih tidak memisahkan tetapi mempersatukan, kasih memberi ruang kepada mereka yang lemah , kepada mereka yang tidak mampu dan kepada musuh juga kepada mereka yang belum percaya kepada Kristus untuk merasakan dan melihat kuasa Tuhan.

Rasul Paulus pernah berkata , 1 Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa n  manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih 1 , aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat o  dan aku mengetahui segala rahasia p  dan memiliki seluruh pengetahuan; q  dan sekalipun aku memiliki iman r  yang sempurna untuk memindahkan gunung, s  tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna 2 . 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, t  bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, u  tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Kasih lebih berharga dari kepandaian, perkataan yang fasih, karunia-karunia bahkan dari pengetahuan dan iman yang sempurna. Kasih harus merupakan kekayaan yang harus dimiliki lebih dari apapun.

Tidak cukup kita hanya mengejar kekayaan didunia, kita jangan melupakan ada satu kekayaan yang harus kita utamakan yaitu kekayaan dalam hubungan kita dengan Tuhan, kekayaan dalam kehidupan rohani kita dan kekayaan ini diukur seberapa besar kasih kita kepada orang lain.
Tetaplah mengasihi , jangan pernah berhenti, tiap kita dipanggil untuk memiliki kasih yang menyatukan.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.






Minggu, 03 Mei 2015

GKI Perniagaan Khotbah 3 Mei 2015

gki perniagaan

GKI PERNIAGAAN

Tema : MELEKAT PADA KRISTUS
Pembicara : Pdt Lie Nah
Nats : Yohanes 15 : 1-8

Suatu kali ada seorang yang membeli pohon mangga dalam pot, pohon mangga itu kelihatan sangat menarik karena ada buah mangga nya yang sudah mulai matang, sesampainya dirumah pohon itu dirawat dengan sangat baik , tiap hari dipupuk dan disiram .. tapi apa yang terjadi beberapa hari kemudian pohon itu mulai layu, hari berikutnya tambah layu dan semakin layu dan mati . Ketika pot pohon itu diperiksa , ternyata pohon itu tidak ada akarnya, jadi hanya batang pohon saja yang ditanam tanpa akar.

Kita seringkali hanya fokus pada apa yang tampak diluar, yaitu buah mangga yang ada dalam pohon mangga dalam pot .. tidak memperhatikan bagian lainnya yang lebih penting yaitu akar pohon itu.

Firman Tuhan dalam bacaan nats diatas, Yesus diumpamakan sebagai pokok anggur dan kita adalah ranting-ranting nya. Buah anggur tidak muncul di pokok , tapi akan muncul di ranting-ranting nya.
Tetapi ranting itu tidak akan menghasilkan apa-apa  kalau ranting itu tidak nempel pada pokok anggur itu.
Jadi jangan hanya melihat buahnya saja, tetapi kita harus tau bagaimana buah itu dihasilkan, kemana ranting itu melekat sehingga menghasilkan buah.
Kita memang boleh mengharapkan buahnya, tetapi jangan hanya berfokus pada buah itu saja.

Jangan kita hanya fokus pada Firman Tuhan yang mengatakan : mintalah apa saja yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya ... tetapi kita melupakan syaratnya yaitu .. jikalau kamu tinggal didalam AKU dan FirmanKU tinggal didalam kamu ..  kita harus melekat dan bersatu didalam Kristus, terjadi relasi kuat yang mengubahkan.

Sebagai orang kristen kita diminta tidak hanya ikut Tuhan, tetapi juga dekat , melekat dan tinggal didalam Tuhan , melekat berarti menempel terus-menerus, tertanam begitu dalam dan kuat sehingga tidak mudah lepas.
Tetaplah melekat walau badai kehidupan menerpa, kala segalanya tidak seusai harapan, persoalan datang silih berganti, mengalami sakit-penyakit ataupun ketika hidup sedang dipuncak kejayaan.

Ketika kita tetap tinggal didalam Tuhan maka dikatakan akan berbuah .. berbuah baik dan menyenangkan karena Kristus adalah pokok anggur yang benar. Berbuah bukan karena ranting itu bisa dan mampu , tetapi karena melekat pada pokok yang benar.

Hidup yang berbuah ditandai dengan : hidup yang memuliakan DIA , buah itu membuktikan siapa kita , membuktikan dari mana buah itu berasal ..
Bisa jadi ada ranting lain dan buah lain di pokok anggur itu , tetapi itu bukan ranting dan buah yang asli .. dia hanya numpang saja.
Pokok anggur yang benar itulah yang mampu mengubah karakter, mengubah orang menjadi berkat bagi orang lain.
Dari buahnya lah orang dapat merasakan betapa enak dan manisnya buah itu, orang yang merasakan nikmat dari buah itulah kemudian orang akan tertarik untuk memiliki pohon nya .
Dalam suatu pembinaan , ada pertanyaan : buah apa yang kamu hasilkan sebagai orang kristen ? maka dijawab : buah mangga dikatakan berbuah jika menghasilkan mangga, maka orang kristen disebut berbuah kalau telah menghasilkan orang kristen juga .. , apakah hal tersebut bisa ? sesungguhnya yang membuat orang percaya bukan lah pekerjaan manusia , tetapi Allah yang membuat orang percaya, kita hanya alatNya.

Bagaimana caranya supaya kita bisa terus melekat pada Kristus ? sadarilah bahwa diluar Kristus kita tidak dapat berbuat apa-apa, tidak dapat menghasilkan buah ... layu dan mati..
Orang yang mencari kebahagiaan diluar Kristus , tidak akan pernah bahagia .. diluar Kristus kita bukan apa-apa. Oleh karena itu diperlukan hati yang bersedia bergantung kepada Dia , melekat pada Dia.

Jangan kita bergantung pada kemampuan diri kita, bergantung pada pemikiran dan hitungan kita, karena Tuhan sendiri yang akan berbuat untuk kita, penyertaanNya tidak pernah meninggalkan kita.

Kalau sampai saat ini gereja Perniagaan masih bisa hadir menjadi berkat, orang masih bisa mengecap buah pelayanannya .. itu karena gereja masih melekat pada pokok yang benar yaitu Kristus.
Biarlah setiap kita bisa mengalami kuasa kasih Tuhan yang bekerja didalam kita dan melalui kita dengan tetap tinggal melekat didalam DIA, sehinggah dapat menghasilkan buah pelayanan yang memuliakan DIA.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.








Minggu, 29 Maret 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 29 Maret 2015


 Tema : Mengosongkan Diri Untuk Memberikan Hidup
Pembicara : Ev Andrey Thunggal, M Div
Pujian : VG La Glorie
Filipi 2 : 5-8

 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama 1 , menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, b  2:6 yang walaupun dalam rupa Allah 2 , c  tidak menganggap kesetaraan dengan Allah d  itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 2:7 melainkan telah mengosongkan e  diri-Nya sendiri 3 , dan mengambil rupa seorang hamba, f  dan menjadi sama dengan manusia 4 . g  2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, h  bahkan sampai mati di kayu salib. i

Apa kesan orang terhadap orang Kristen ?
Di mesin pencari Google ternyata banyak yang mencari dengan kata kunci "kristen sombong" , kenapa orang Kristen yang mengaku pengikut Kristus itu sombong, apakah Kristus itu sombong ?

Dalam surat rasul Paulus kepada jemaat di Filipi , dikatakan bahwa kewargaan kita adalah dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.
Bagaimana cara hidup kita sebagai warga sorga ditengah dunia ?

Rasul Paulus memberi nasihat untuk merendahkan diri seperti yang Kristus sudah lakukan.
Dalam Filipi 2 : 5-8 ada beberapa hal yang bisa kita pelajari,

Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, telah mengambil rupa seorang hamba,  menanggalkan kesetaraannya dengan Allah , Ia rela membatasi diri Nya. Allah yang tidak pernah menderita telah membatasi diriNya dalam Kristus untuk merasakan penderitaan manusia, merasakan lapar dan haus, merasakan betapa pedihnya dikhianati, sakitnya disiksa, dicemooh, dihina dan direndahkan , Ia rela hidup dalam lingkungan yang paling dibenciNya yaitu lingkungan manusia yang kotor oleh dosa.

Apakah saudara bisa membayangkan ketika cincin pernikahan Anda jatuh di jamban ketika buang air besar dan belum di flush ? apakah Anda mau flush atau ambil dulu cincin yang bernilai itu ? Anda bisa merasakan jijiknya ketika harus mengambil cincin itu ? Kristus telah membatasi diri dengan hidup dilingkungan yang sangat menjijikan , di lingkungan manusia yang berdosa tapi juga dikasihi Nya, dosa Anda dan saya lebih menjijkan dari kotoran itu ..

Yesus datang untuk menebus dosa manusia , Dia telah mengosongkan diri untuk memberikan  hidup kepada kita manusia , marilah kita mengosongkan diri dari kesombongan dan keegoisan.
Rendah hatilah seperti Kristus dan belajarlah memperhatikan kepentingan orang lain juga.

Ada orang yang sudah melayani dengan mengorbankan pikiran, harta, tenaga dan waktu, tetapi apakah dia juga bersedia untuk memberikan harga diri nya ? mengosongkan diri seperti Kristus ? Berapa banyak yang mengundurkan diri dari pelayanan di gereja karena tersinggung, merasa tidak dihargai, merasa tidak diperhatikan, merasa ide-idenya tidak diterima dsb ?
.
Yesus ketika masuk ke Yerusalem, Dia tidak mengendarai kuda tetapi Ia memilih keledai, lambang tunggangan rakyat jelata.  Orang yang rendah hati akan mau mengakui dosa dan kesalahannya serta meminta maaf termasuk kepada istri, suami, anak, orang tua, saudara, sahabat dan teman.

Spiritual Kristus bergerak kebawah , ditengah jaman yang ingin bergerak keatas, Kristus telah mengosongkan diri, kiranya kita juga bersedia mengosongkan diri sebagai murid Kristus.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih dan selamat hari minggu.

Minggu, 22 Maret 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 22 Maret 2015


Tema : Mencintai Nyawa Akan Kehilangan Nyawa
Pembicara : Pdt Andreas Loanka
Pujian : PS Proskuneo
Firman : Yohanes 12 : 20 - 33

12:20 Di antara mereka yang berangkat untuk beribadah pada hari raya itu, terdapat beberapa orang Yunani. f  12:21 Orang-orang itu pergi kepada Filipus, yang berasal dari Betsaida g  di Galilea, lalu berkata kepadanya: "Tuan, kami ingin bertemu dengan Yesus." 12:22 Filipus pergi memberitahukannya kepada Andreas; Andreas dan Filipus menyampaikannya pula kepada Yesus. 12:23 Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Telah tiba saatnya h  Anak Manusia dimuliakan 1 . i  12:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, j  ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. 12:25 Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini 2 , ia akan memeliharanya k  untuk hidup yang kekal. l  12:26 Barangsiapa melayani Aku 3 , ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. m  Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa. 12:27 Sekarang jiwa-Ku terharu n  dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, o  selamatkanlah Aku dari saat ini? p  Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. 12:28 Bapa, muliakanlah nama-Mu!" Maka terdengarlah suara dari sorga: q  "Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!" 12:29 Orang banyak yang berdiri di situ dan mendengarkannya berkata, bahwa itu bunyi guntur. Ada pula yang berkata: "Seorang malaikat telah berbicara dengan Dia." 12:30 Jawab Yesus: "Suara itu telah terdengar bukan oleh karena Aku, melainkan oleh karena kamu. r  12:31 Sekarang berlangsung penghakiman atas dunia ini: s  sekarang juga penguasa dunia ini t  akan dilemparkan ke luar 4 ; 12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, u  Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku 5 . v " 12:33 Ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati. w 

Bulan lalu saya mendapat kiriman video yang sangat tragis dan memilukan. Saya menangis saat menyaksikan video itu.  Dua puluh satu orang Kristen Koptik asal Mesir yang bekerja di Libya dipenggal secara keji oleh Kelompok Negara Islam Irak dan Suria (ISIS). Dalam video yang dirilis oleh ISIS pada tanggal 15 Februari 2015 tersebut, para milisi ISIS yang berbaju hitam-hitam tampak menyandera 21 pekerja Kristen yang berseragam jumpsuit orange di dekat pantai di daerah Tripoli. Para sandera tampak berlutut, lalu dipenggal secara bersamaan oleh kelompok militan ISIS yang mukanya ditutupi kain hitam.

Orang-orang Kristen itu tidak mau menyangkal iman mereka kendatipun mereka diancam hukuman mati. Bahkan pada saat darah akan mengucur dari leher mereka, kata-kata doa yang keluar dari mulut mereka, “Ya Rabbi Yasou”. Artinya “Oh Tuhan Yesus.”

Seandainya hal yang sama terjadi pada kita, akankah kita tetap teguh dalam iman kepada Tuhan Yesus? Penganiayaan terhadap orang Kristen terjadi bukan hanya di Timur Tengah, tetapi juga di tempat-tempat lain. Mungkin saja suatu waktu hal itu terjadi di tempat kita berada.

Tuhan Yesus telah mengingatkan kita tentang masa-masa penganiayaan yang akan menimpa orang-orang percaya. Ia berkata, “Semua itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh. 16:33). Ia juga berkata, “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal.” (Yoh.12:25).
“Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya”               (Yoh. 12:25a).

 “Mencintai nyawa” artinya keinginan untuk mencari aman sendiri dan hanya mementingkan diri sendiri. “Kehilangan nyawanya” bisa dipahami dalam dua pengertian, yaitu menghancurkan kehidupannya di dunia ini atau kehilangan kesempatan untuk memperoleh hidup yang kekal.

Orang yang egois dan mau cari aman sendiri akan menghancurkan kehidupannya sendiri dan juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Selain itu, orang yang egois dan mau cari rasa aman sendiri sangat sulit untuk sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus, padahal hidup yang kekal hanya ada di dalam Dia (Yoh. 14:6; Kis. 4:12). Masa penindasan atau penganiayaan akan menjadi batu ujian untuk memperlihatkan apakah ia sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan Yesus atau ia hanya memiliki iman yang dangkal (Mat. 13:20-21).

“Barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal” (Yoh. 12:25b). “Tidak mencintai nyawanya” artinya tidak hanya mementingkan diri sendiri dan tidak mencari rasa aman diri semata. Orang yang “tidak mencintai nyawanya” senantiasa hidup memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ia tidak lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Kristus yang telah mengasihi dan menyerahkan diri-Nya untuknya (Gal. 2:20). 

Orang yang tidak “mencintai nyawanya” terus berkarya untuk untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang. Ancaman dari orang-orang yang hendak mencelakakan dirinya tidak dapat menghalangi dia untuk berbuat yang baik. Gubernur DKI Jakarta adalah salah satu contohnya. Ia terus bekerja dengan sungguh-sunguh untuk memajukan kota dan mensejahterakan rakyat. Ia berani membenahi sistem yang korup serta menghadapi para koruptor yang menggerogoti uang Negara dan menyengsarakan rakyat. Kendati menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, ia tidak gentar. Ia memegang prinsip dari firman Tuhan: “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah” (Flp. 1:21-22).

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih .. selamat hari Minggu.

Senin, 16 Maret 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 15 Maret 2015

gki gading serpong

Tema : Kemenangan Atas Kuasa Kejahatan
Nats : Wahyu 12 : 1-12 , Kolose 2 : 15
Pembicara : Pdt Indriati Chandra
Pujian : PSA Sanctus

Memasuki Minggu Pra Paskah ke 4,

Kitab Wahyu banyak memakai kata-kata dengan gaya bahasa apokaliptis yang sulit dimengerti karena menggunakan simbol-simbol . Kitab ini juga mengungkap tentang akhir jaman.

Dalam bacaan firman diatas, ada dua tokoh yaitu perempuan dan naga.
Perempuan yang disebutkan bukanlah perempuan biasa, dia istimewa, dikatakan "berselubung matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya".
Perempuan yang memiliki kekuasaan dan keindahan.

Naga, simbol kejahatan, warna merah padam yang dimilikinya, simbol yang menghandurkan, berkepala tujuh melambangkan bahwa ia cerdik , sepuluh tanduk menggambarkan bahwa ia kuat dan tujuh mahkota melambangkan bahwa ia juga berkuasa.

Persamaan antara perempuan dan naga , adalah sama-sama mempunyai kekuasaan, bedanya perempuan itu mempunyai keindahan tetapi naga tidak mempunyai keindahan dan naga membenci keindahan.

Dalam kehidupan selalu ada dua kekuatan atau dua kekuasaan , entah disekitar kita atau dalam diri kita,
didalam hati ada dua suara yang bertentangan satu dengan yang lain, yang satu mengatakan untuk mengampuni yang lain tidak usah mengampuni dsb.
Selalu ada dua keinginan yaitu keinginan daging dan roh, dua kekuatan ini selalu bertempur dalam kehidupan kita dan tidak pernah usai , kita dihadapkan dengan pilihan, mana yang akan dipilih.

Kuasa jahat tidak suka dengan orang yang hidup taat kepada Allah dan selalu akan menggagalkan nya, karena memang itu pekerjaannya.
Ketika orang tertentu melakukan puasa dalam rangka mengendalikan diri misalnya, justru banyak hal yang membuat orang tersebut gagal melakukannya.

Kenapa kuasa kejahatan selalu merepotkan manusia ?

Dalam bacaan firman diatas disampaikan bahwa naga menunggu wanita itu melahirkan, tetapi anak tersebut dibawa ke surga , tapi naga tidak menyerah , naga dan malaikat-malaikatnya menyerang surga berperang melawan Mikhael dan malaikat-malaikatnya, naga kalah dan dilempar kebumi, tapi ingat naga tidak mati , jadi memang kuasa kejahatan itu dilempar ke bumi dan ada di bumi dan ini yang selalu menganggu manusia, merepotkan manusia, bagaimana tidak , pasukan surga saja dilawan, naga tidak mudah menyerah, dia seperti singa yang mengaum untuk memangsa manusia yang lengah dengan tipu dayanya supaya kita ragu terhadap Allah dan meninggalkan Allah.

Dalam menghadapi kuasa jahat, kita diingatkan untuk belajar dari perempuan dalam kitab Wahyu diatas yang tidak menyerah dan bertahan dalam imannya.
Dia lari ke padang gurun, dimana telah disediakan baginya suatu tempat oleh Allah, dia pergi kepada Allah.

Dalam minggu pra paskah ini, kita diingatkan untuk tidak menyerah kepada kuasa jahat , tapi kalahkan kuasa jahat itu dengan hidup dalam hadirat Tuhan dengan menjadi murid Kristus yang sejati, bukan menjadi Kristen bunglon supaya aman.

Kuasa jahat sebesar apapun akan kita kalahkan ketika kita hidup dalam Kristus, hidup berpadanan dengan firman Nya.
Contoh, Seorang anak sekolah yang taat, diajak membolos oleh teman-teman nya , tapi dia menolak karena dia melakukan firman , dia menolak dengan menyaksikan firman dalam Amsal 1 : 8 , Amsal 1:10, Amsal 19 : 5, Amsal 18 : 2

Jangan lawan kuasa jahat dengan kekuatan sendiri, tapi lawanlah dengan firman Tuhan , lawanlah bersama Tuhan.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.





Minggu, 08 Maret 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 8 Maret 2015

gki gading serpong, khotbah minggu
Persembahan Angklung dari Komisi Usia Indah

GKI Gading Serpong

Thema : Tetap Percaya Walau Menderita
Firman : 1 Petrus 2 : 18 - 25 
Pembicara : Pdt Jotje Hanri Karuh

Sebuah kalimat bijak yg berbunyi demikian "kita tidak melarang burung terbang diatas kita , tapi kita bisa mencegah burung bersarang diatas kepala kita"

Kita tidak bisa mencegah persoalan datang kepada kita, tapi kita bisa mencegah persoalan itu melumpuhkan kita.
Dalam realita, persoalan dan hal yang menyakitkan bisa terjadi karena orang lain seperti penganiayaan, fitnah, orang yang iri pada kita, orang yang berbuat semena-mena dan lain-lain,  atau juga karena kesalahan diri sendiri, salah bicara, salah bersikap, salah perhitungan dsb. Walaupun kita percaya Tuhan tapi tidak jaminan untuk bebas dari penderitaan maupun persoalan hidup.

Ketika kita menghadapi persoalan kehidupan , ada 2 hal yang bisa dilakukan :

1. Menutup diri atau memendam masalah seolah-olah tidak punya persoalan , tapi jika demikian , tinggal tunggu waktu untuk meledak , sehingga menambah persoalan baru lagi dan tidak menyelesaikan masalah.

2. Melihat masalah sebagai bagian hidup dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Yang penting bukan mengapa masalah ini terjadi , tapi bagaimana meresponinya untuk menghadapi dan mengatasinya, bagaimana caranya ?

 A. Dalam Ibrani 2 : 8 , kita harus sadar bahwa kita tidak berjuang sendirian, kita punya Tuhan yang menyertai kita, Dia tau penderitaan kita , pergumulan kita, masalah kita dan problem hidup kita. Dia senantiasa menguatkan dan membimbing kita, Dia berjalan bersama kita. Dia tau siapa diri kita, Dia tidak pernah membiarkan persoalan atau penderitaan melebihi kekuatan kita, Dia sanggup menggendong kita manakala kita sudah tidak sanggup lagi. " Tidak penting berapa kali engkau gagal, tetapi berapa kali engkau bangkit, itu jauh lebih penting " .. Abraham Lincoln.

B. Memiliki ketangguhan hati menanggung masalah ( hupophero) , memiliki semangat untuk mengubah masalah menjadi kekuatan dan dorongan untuk maju.
Jangan mudah putus asa, karena Tuhan beserta kita , ini adalah langkah iman untuk menjadi semakin kuat.
Ada filosofi Chinese yang menarik terhadap kata "krisis" . Bahasa mandarin untuk Krisis adalah : 危机 (wēi jī) berasal dari kata 危险 (wēi xiǎn, danger) dan 机 会 (jī huì, chance).
Didalam setiap 危机, wēi jī (krisis), selalu memiliki 2 dimensi : pertama 有危 (yǒu wēi, ada bahaya), kedua 有机 (yǒu jī, ada kesempatan) . Jadi di setiap krisis walaupun memang memiliki bahaya, namun juga mengandung kesempatan yang menuju kepada harapan/ kesuksesan.
Kata-kata sebuah lagu .. habis hujan tampak pelangi, bagai janji yang teguh , dibalik duka menanti pelangi kasih Tuhanmu .. mengingatkan bahwa jikalau kita ingin melihat pelangi maka harus siap menerima hujan. Jika ingin melihat karya Tuhan dalam hidup, maka harus siap menghadapi semua tantangan bersama Tuhan.

C. Pergumulan dan persoalan dapat menjadi sarana untuk memurnikan iman (Maz 66 : 10)
Milikilah sikap yang positip, maka hati akan tetap bersyukur dan berpengharapan pada Tuhan.

D. Menerapkan prinsip GROWTH
  • G  go to God in daily Prayer
  • R  read the Bible
  • O  obey God moment by moment
  • W worship together
  • T  trust God every detail our lives
  • H  Holy spirit control and empower your daily life and witness
Penderitaan adalah peneguhan spiritual untuk mengubah kita dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa dalam Tuhan.
Milikilah Hupophero itu ..

Amin
Salam hangat dari team Nafiri Kasih






Minggu, 01 Maret 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 1 Maret 2015

gki gading serpong, khotbah minggu


Thema : Curahan Kasih Kekal
Nats : Roma 8: 28-39 dan Ibrani 1 : 1-4
Pembicara : Pdt Santoni

Bapak ibu sekalian , Jika hidup ini lancar, berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan, sepertinya tidak sulit ya untuk percaya kepada Tuhan. Tetapi bagaimana jikalau sebaliknya ? ketika sakit datang, usaha  mengalami kerugian , di phk dan lain sebagainya .. apakah kita tetap beriman kepada Tuhan ? atau justru iman kita luntur ... ? 
Mengapa iman gampang luntur dan sering kali kita protes kepada Tuhan, mengapa ini terjadi ?

Seorang martir yang akan dihukum mati di Madagaskar bernama Rafafi , menyanyikan sebuah lagu pujian kepada Tuhan ketika akan di eksekusi , hal tersebut membuat heran tentara yang sering menyiksanya .. dan melalui kejadian tersebut beberapa tentara malah bertobat. Ia mempertahankan identitas nya walaupun kematian ada di depan nya.
Mengapa orang tersebut bisa sedemikian kuatnya ketika menghadapi kematian tersebut ? siapakah Tuhan nya ?

Dalam bacaaan firman diatas,

Para nabi pada zaman dahulu memberitakan bahwa ada hukuman bagi orang yang tidak setia, tetapi Yesus lebih dari itu, Yesus menyerahkan diri Nya dan rela menjadi sasaran murka Allah demi supaya manusia yang berdosa ini diselamatkan.

Yesus datang ke dunia untuk menyatakan kasih Allah yang kekal, siapakah Yesus ? Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, bukan manusia yang dijadikan Allah ... IA adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah , menopang segala yang ada dengan firman Nya yang penuh kekuasaan.

Ia datang bukan untuk dilayani , tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa Nya bagi tebusan banyak orang.

Kematian Yesus merupakan korban yang bersifat menggantikan, karena bila Yesus tidak mati sebagai korban yang menggantikan maka kita tidak dapat lepas dari status sebagai manusia yang berdosa.

Kematian Yesus merupakan korban yang meredam murka Allah, karena upah dosa ialah maut , tetapi karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia, kematian dan kebangkitan Yesus telah menyelamatkan kita dari murka Allah.

Kematian Yesus merupakan korban yang menanggung hukuman, sehingga sudah tidak ada lagi hukuman bagi setiap orang yang mengenal dan mengandalkan Yesus saja sebagai Tuhan dan Juru Selamat untuk memeperoleh hidup yang kekal.

Kematian Yesus juga merupakan korban yang bersifat mendamaikan , manusia berdosa yang sudah terpisah dari Allah kini telah diperdamaikan , dulu adalah hamba dosa tetapi sekarang adalah anak-anak Allah.

Yesus merupakan stempel Allah, IA adalah citra Allah

Mengapa ketika badai kehidupan datang , kita masih meragukan Tuhan ?

Kita belajar dari rasul Paulus dalam Roma 8 : 28 , kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia ...
Dalam 2 Timotius 1 : 12 .. Paulus mengatakan bahwa dia tidak malu lagi walaupun harus menderita karena Injil , sebab ia tau siapa Allah nya , apa yang Allah nya sudah lakukan , sehinggag ia bisa berkata bahwa ada kebaikan disetiap kejadian karena Allah dipihak kita.
Nyawa sudah diberi .. apalagi hanya soal materi ... bahkan maut pun sudah tidak dapat memisahkan kita  lagi dari kasih Kristus.

Kita tidak tahu cara kerja Allah dalam hidup kita , kita sangka sedang merusak, padahal sedang berkarya dalam hidup kita.
Jangan seperti kulit ari yang mudah rusak , tetapi jadilah seperti paku, ketika dipukul justru semakin kuat, penderitaan membuat kehidupan rohani kita semakin kuat ... siap menderita untuk Kristus ?

Selamat memasuki minggu Pra Paskah yang ke - 2

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Kamis, 05 Februari 2015

Bukan Kasih Tiruan

renungan kristen

Apa itu "natural affection ? natural affection atau kasih sayang alami , adalah perasaan yang ditanamkan dalam diri manusia , sehingga dalam kondisi normal orang tua akan mengasihi anaknya , orang-orang saling mengasihi keluarga dan sahabatnya.

Tuhan menciptakan manusia sedemikian rupa, sehingga secara alami akan saling mengasihi.
Tetapi DOSA sudah merusak kehidupan manusia , sehingga manusia yang berdosa ini tidak sanggup lagi untuk menyatakan kasih yang murni seperti yang Tuhan kehendaki.
Kasih yang masih ada saat ini sudah tidak murni lagi karena tercemar oleh dosa.

Sehingga munculah kasih-kasih tiruan , orang bisa saja bertindak atas nama kasih , tapi sebenarnya sedang melakukan tindakan kasih tiruan  "apakah ini menguntungkan saya ?"

renungan kristen
Kasih Tiruan ini ciri-cirinya adalah "aku akan mengasihimu JIKALAU kamu mangasihiku" .
Mereka bisa bersikap sangat ramah dengan orang yang cocok, yang menguntungkan, yang memperhatikan dirinya , tetapi bersikap ketus dengan yang mementang, yang tidak sepaham, yang tidak selevel,  apalagi dengan orang yang pernah mangusik perasaannya.

Mereka akan sangat akur dengan orang-orang jauh , tetapi pada saat yang sama mereka tidak akur dengan saudara mereka sendiri.

 Coba perhatikan dengan apa yang ada dalam Injil Lukas 6 : 32 . "Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka"

Ukuran bagi keserupaan dengan Kristus tentunya tidak diukur dengan cara kasih "JIKALAU" seperti contoh diatas.
Kristus memberikan teladan,  DIA mengasihi manusia bukan dengan kasih "JIKALAU" tetapi "WALAUPUN" . Dia tetap mengasihi manusia WALAUPUN sudah jatuh dalam dosa.
Allah mengasihi manusia dengan kasih yang tanpa syarat ... WALAUPUN manusia berdosa , padahal dosa merupakan sesuatu yang sangat dibenci Nya, tetapi karena kasihNya kepada manusia yang begitu besar membuat Allah mau bertindak untuk menyelamatkan Anda dan saya.


Karena begitu besar Kasih Allah akan manusia sehingga Dia mengaruniakan AnakNya yang Tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepadaNya (Yesus) tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang kekal".

Yesus menebus dosa manusia , dosa Anda dan saya bukan karena kita layak , tetapi karena KASIHNYA semata yang ditunjukan melalui kematian dan kebangkitan Nya yang membawa manusia pada kehidupan yang kekal bersamaNYA .

Terimalah kabar suka-cita ini dan ceritakan pada mereka yang belum mendengarnya.

 Amin.


Salam hangat dari team Nafiri Kasih.




POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA