Tampilkan postingan dengan label renungan kristen protestan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan kristen protestan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Januari 2021

"Imanuel" Sekedar Kata Atau Makna ?

 


“Imanuel" Sekedar Kata Atau Makna ?

Ada sebuah ungkapan atau kata didalam kekristenan yang menarik dan sering kita dengar atau ucapkan yaitu kata IMANUEL , apa arti Imanuel ? didalam Matius 1 : 23 jelas dikatakan bahwa IMANUEL artinya adalah ALLAH MENYERTAI KITA .. sebuah arti yang sangat luar biasa yang mampu memberi kekuatan dan menyejukan bagi setiap kita yang mau menghayati maknanya.

Kata Imanuel itu sendiri pertama kali muncul didalam Alkitab ada di Yesaya  7 : 14.

Konteksnya waktu itu adalah , raja Ahas yang berada di Yerusalem akan diserang oleh raja Aram dan raja Israel. Dan raja Ahas berserta rakyatnya  ini merasa gemetar dan ketakutan , diibaratkan seperti POHON-POHON HUTAN YANG BERGOYANG DITIUP ANGIN.

Siapakah raja Ahas itu ? dia merupakan salah satu raja Yehuda dari keturunan raja Daud

Bagaimana kehidupan rohani dari raja Ahas ? ini yang mengejutkan, Alkitab mencatat bahwa Ahas merupakan salah satu raja terjahat dan terbrengsek dari keturunan Daud , salah satu yang dilakukan dan diluar nalar kita saat ini adalah mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban bakaran kepada dewa baal.

Bagaimana Allah merespons Ahas yang saat itu sedang dalam ketakutan besar ?

Allah justru meminta nabi Yesaya untuk meneguhkan dan menguatkan hati raja Ahas untuk tetap tenang dan jangan takut !

Dikatakan, Jika kamu tidak percaya, x  sungguh, y  kamu tidak teguh jaya. z "

 Melalui nabi Yesaya inipun Allah menyampaikan pesan nubuatan kepada raja Ahas : ( Yesaya 7 : 14 )

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : Sesunguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki , dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

 Dari peristiwa ini kita bisa mengatakan bahwa :

 1.     IMANUEL, ALLAH MENYERTAI KITA ,atau ALLAH BESERTA KITA ditawarkan, dinyatakan dan diberikan justru kepada orang yang berdosa.

Ini merupakan suatu anugerah ! Imanuel, diberikan kepada orang yang sama sekali tidak layak untuk menerima berita tersebut,  Ahas ini sama sekali tidak layak, tetapi Allah memberi.

Berita sukacita dari Allah , Imanuel , diberikan untuk kita semua manusia yang bobrok dan rusak karena dosa ! siapa manusia bobrok dan berdosa itu ? kita semua , semua manusia telah jatuh kedalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , tapi justru Allah mau memberikan kabar suka-cita kepada kita semua yaitu Imanuel.

 2.     (Disini kita bisa melihat bahwa ) Allah berkarya melalui cara apapun yang tak terpikirkan oleh manusia.

Rencana Allah yang agung dan mulia untuk manusia tidak bisa digagalkan oleh kelakuan manusia yang sebrengsek/ sejahat apapun , Kristus sang Imanuel yang dijanjikan (janji Allah kepada Daud) akan tetap  digenapi melalui keturunan Daud dari suku Yehuda .  

Apa makna Imanuel bagi kita semua saat ini ? Imanuel , Allah menyertai kita , Allah beserta kita , God With Us dalam hal apa ?  Sedikitnya ada 3 hal makna Imanuel bagi kita yang percaya kepada Kristus sang Imanuel :

 1.     IMANUEL, Allah menyertai kita saat menghadapi musuh.

Dalam koteks kehidupan kita saat ini , yang menjadi musuh utama kita adalah iblis yang dikatakan seperti singa yang mengaum-aum berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya , bukan dicakar atau digigit lagi , tapi DITELAN , jadi habis tanpa sisa !! dan disinilah Allah berjanji bahwa Dia ada bersama kita untuk menghadapi musuh kita yaitu iblis.

 Musuh kita bukannya yang kelihatan secara jasmani , karena kalau musuh yg kita hadapi adalah jasmani maka kita akan berlatih MMA, karate dll.. tetapi musuh kita adallah penguasa udara yang tidak kelihatan yaitu iblis.

Sadarkah saudara jika kita ada didunia ini LANGSUNG diperhadapkan dalam suatu peperangan … suka atau tidak suka kita masuk dalam medan tempur …

Lagu Maju Laskar Kristen masuklah perang , iring palang Jesus pasti kau menang !! mengingatkan kita akan peperangan tersebut dan Allah menyertai kita, Imanuel, God with us, Tuhan beserta kita …

 2.     IMANUEL, Allah menyertai kita untuk tugas khusus

Firman Tuhan mengatakan :  pergilah jadikanlah semua bangsa muridku

dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu –yaitu Yesus yang adalah Allah menyertai kita, Imanuel– senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 Ini bicara tentang pengutusan . Kita tidak bisa mengerti Imanuel tanpa mengikut-sertakan pengutusan. Tanpa adanya pengutusan, Imanuel bisa disalah-gunakan untuk kebutuhan keluarga kita sendiri, gereja kita sendiri.

Tuhan mengutus kita keluar untuk mengabarkan kabar baik, kabar suka-cita sekaligus memampukan kita untuk menjadi berkat bagi sesama.

 Ini juga bicara tentang memuridkan orang yang ada di luar; mengajak mereka mengenal Kristus, memuridkan mereka, membaptis dan memperlengkapi untuk diutus menjadi saksi, dst. dst. “Allah beserta dengan kita, Allah menyertai kita”, itulah Imanuel.

 3.     IMANUEL, Allah menyertai kita dalam menghadapi persoalan hidup.

Mungkin sering kita bertanya, dimanakah Allah saat kita menghadapi banyak persoalan hidup dan bertanya apakah Imanuel masih berlaku saat ini ?

Entah ketika menghadapi sakit penyakit, kepahitan, masalah finansial, dikhianati, difitnah dsb 

 Pemirsa , Allah yang maha kuasa, maha tinggi dan maha segalanya , mengambil rupa seorang hamba lahir dikandang domba yang hina untuk ikut serta merasakan kesulitan hidup manusia , sejatinya IA hadir Bersama kita berjuang Bersama kita menghadapi persoalan kehidupan …

1 Korintus 10 : 13 mengatakan :

Pencobaan- pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa , yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu jalan keluar.

IMANUEL. Allah menyertai kita …. God With Us, Allah beserta kita ….

Yesus Kristus yang adalah Imanuel, Allah bersama-sama dengan kita, sehingga apa pun kesulitan dan pergumulan yang kita hadapi saat ini, ingatlah Yesus Kristus telah melalui kesulitan yang jauh lebih berat daripada yang kita alami, dan DIA lakukan semua itu karena kasihnya kepada manusia.

Selamat memasuki tahun yang baru , tahun 2021 dengan penuh pengharapan, Imanuel !!

Salam hangat dari team Nafiri Kasih  ##

(silahkan simak videonya di Nafiri Kasih Channel)

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 23 Juli 2020

Latihan Yang Meningkatkan Otot Rohani

LATIHAN YANG MENINGKATKAN “OTOT” ROHANI



Mazmur 94:12-15

Ayat Hafalan
Mazmur 94:12, “Berbahagialah orang  yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari  dari Taurat-Mu.”

Untuk mengembangkan otot kita menjadi kuat, maka kita membutuhkan beberapa latihan fisik. Otot-otot kita menjadi kuat ketika ia mengalami tekanan. Dengan cara yang sama, Alkitab mengatakan bahwa kita hanya dapat menjadi kuat secara rohani melalui latihan yaitu menggunakan “otot-otot” rohani kita untuk menghadapi tantangan-tantangan kehidupan. Dalam upaya kita memberikan yang terbaik di setiap aspek kehidupan, maka kita akan berhadapan dengan tantangan dan kesulitan. Namun, tantangan dan kesulitan adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi kuat dari sebelumnya.

Menjelang kematiannya, C. S. Lewis menyatakan, “Kita tidak punya hak atas kebahagiaan; hanya kewajiban untuk melakukan tugas kita.” Terkadang ketika Allah memberikan kita kepercayaan untuk melakukan sesuatu, Ia juga menyertakan tantangan dan kesulitan. Bila hal itu sedang terjadi dalam kehidupan Anda hari ini, mintalah Allah untuk mengajar Anda melalui perkara tersebut. Ingatlah kata pemazmur, “Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan.”

Refleksi Diri
1. Siapakah yang berbahagia menurut pemazmur dalam bacaan hari ini?
2. Apakah tujuan  Tuhan menghajar kita?

Pokok Doa
Ketika aku sedang berada dalam tekanan, berilah aku petunjukMu ya Tuhan, agar  aku dapat memahami kehendakMu.

Kata - Kata Bijak
Tekanan kehidupan membuat “otot-otot” rohani  kita berfungsi dengan normal.

Yang Harus Dilakukan
Mintalah  pengertian akan kehendak Tuhan ketika Anda sedang berada dalam tekanan.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Rabu, 02 Maret 2016

Misteri Pengajaran Dialektis


Dalam Kolose 3:18-4:1 kita dapat memahami hal yang berfokus pada menyenangkan Tuhan.

Kita bisa melihatnya di 3:18 – sebagaimana seharusnya dalam Tuhan, 3:20 – itulah yang indah di dalam Tuhan, 3:22 – takut akan Tuhan, 3:23 – seperti untuk Tuhan, 3:24 – Kristus adalah tuan  dan 4:1 – kamu juga mempunyai tuan di sorga. Berjalan dalam Kristus adalah melayani Tuhan dalam semua segi kehidupan kita, bahkan di rumah kita (dormitory) dan untuk menyatakan pribadi Tuhan dalam relasi manusiawi kita.

Alkitab menampilkan kebenaran sebagai kesatuan dari dua konsep yang secara logis tampak bertentangan (filsuf menyebut hal sebagai “ketegangan dialektis” ).

Contoh, Tuhan itu esa tapi tiga pribadi, Yesus adalah sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia, Tuhan Tuhan berkuasa sepenuhnya tapi Dia menjawab doa kita, dan Tuhan memilih orang-orang untuk diselamatkan tapi memanggil kita untuk mengabarkan Injil.

Untuk bagian yang kita baca, konteksnya adalah panggilan kita sebagai orang Kristen untuk menghidupi realitas Injil yang melaluinya kita diselamatkan.. Setiap bidat dalam sejarah merujuk ke salah satu segi dari pengajaran Alkitab, mencoba untuk mengerti misteri dari wahyu Tuhan dengan logika manusia.

Apakah misteri dari pengajaran dialektis di Kolose 3?

Para istri diperintahkan untuk tunduk kepada suaminya, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan, tapi “tunduk” disini tidak mengurangi martabat atau kesamaan posisi dihadapan Tuhan.

Pengertian kita tentang relasi suami dan istri ini akan terbantu jika memperhatikan ketegangan diakletis yang ada dalam relasi antara Allah Bapa dengan Allah Anak. Allah Bapa dan Allah Anak sepenuhnya sama dalam ketuhanan, kekekalan dan kemuliaan – tapi Anak untuk selama-lamanya tunduk kepada Bapa. Anak pada saat yang bersamaan setara dengan Bapa dan tunduk pada kehendak Bapa . Paulus mengambarkan bagaimana suami dan istri dapat setara dalam martabat, nilai dan panggilan tapi pada saat yang sama mempunyai peran yang berbeda.

Yang kedua Paulus mengajarkan, “hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” Paulus mengajarkan pengertian tentang peran suami dalan keluarga yang berbeda secara radikal degnan pengertian yang biasa. Melalui anugerah Tuhan, Kepemimpinan suami yang mendominasi dan kasar digantikan, dengan kepemimpinan yang mengasihi dan melayani  yang berlandaskan pada kesamaan pria dan wanita sebagai sesama ciptaan Tuhan dan sesama pewaris dalam Yesus Kristus – tapi tanpa meninggalkan peran yang diberikan Tuhan: kepemimpinan suami dan ketundukan istri.

Paulus memanggil para suami pada kepemimpinan yang berpusat pada Kristus – tidak meninggalkan peran yang ditetapkan Tuhan, tapi memastikan para suami menghidupi segi praktis dari kepemimpinannya seperti sepatutnya dalam Tuhan  - sebagaimana Yesus Kristus sendiri sekalipun adalah raja dari semua ciptaan tapi datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani dan memberikan hidupnya sebagai tebusan bagi banyak orang. Ketika relasi dalam keluarga berakar pada pekerjaan Tuhan mereka akan berjalan menurut jalan Tuhan dan akan berbeda secara nyata dari relasi di dunia ini, sehingga akan menyatakan pribadi dan pekerjaan Tuhan.

Bagaimana kita dapat memahami bagian ini secara Alkitabiah dan Theologis?
Relasi dialektis antara suami dan istri memberikan gambaran yang indah tentang trinitas.

Manusia diciptakan menurut gambar Allah sebagai pria dan wanita (Kejadian 1:27-28), dan Allah kita adalah Allah Tritunggal.

Relasi unik ini merefleksikan pribadi Allah (1 Korintus 11:2-3) dan rancangan penciptaan Allah (1 Timotius 2:13).
Bagaimana hal ini merujuk pada pribadi Allah? Anak tunduk pada Bapa (Markus 14:33) dan meminta Roh Kudus untuk diutus (Yohanes 14, khususnya ayat 16).

Tiga pribadi ini sepenuhnya adalah Allah tapi mereka mempunyai peran dan pribadi yang berbeda. Ini adalah kenyataan abadi seperti yang kita lihat waktu Paulus menulis di 1 Korintus `15:28, “kalau segala sesuatu telah ditaklukkan dibawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri Nya dibawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu dibawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Alkitab secara jelas mengajarkan ketundukan pada seseorang tidak menghilangkan kesetaraan dan relasi dialektis antara suami dan istri senada dengan ajaran Alkitab yang mewahyukan pribadi dan karakter Allah.


Apa aritnya buat kita sekarang?
Bacalah Kolose 3:18-4:1 sekali lagi. Apakah anda melihat fokus dari relasi manusia untuk menyenangkan Allah? Apa efek hal ini pada relasi kita?

Jika kita bandingkan antara tujuan dari relasi manusia yang diajarakan oleh Paulus dengan pengarajan budaya kita, apakah tiga perbedaan spesifiknya?

Mengapa sulit untuk menganut pengajaran dialektis dari Alkitab tanpa melihatnya sebagai pertentangan? Bagaimana pandangan kita tentang Alkitab dapat membantu kita?

Bagaimana pandangan Kristen tentang relasi antara suami dan istri dapat bertindak sebagai saksi bagi dunia untuk menampilkan siapa Tuhan dan apa yang telah Dia lakukan?

Berdoa untuk Firman Tuhan: John Stott menawarkan doa yang indah tentang Trinitas, doa yang bisa kita gunakan untuk berdoa sembari kita merayakan misteri ciptaan Tuhan yang indah untuk relasi manusia:

Bapa di Sirga, Tuhan Yesus dan Roh Kudus
Bapa di Surga, saya menyembahmu sebagai pencipta dan pemelihara dunia
Tuhan Yesus, saya menyembahmu, penyelamat dan Tuhan dari dunia
Roh Kudus, saya menyembahmu, pengudus dari umat Allah
Kemuliaan bagi Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus
Bapa Surgawi, saya berdoa supaya saya bisa hidup dalam kehadiranmu hari ini dan semakin menyenangkanmu
Tuhan Yesus, saya berdoa supaya hari ini saya bisa mengangkat salib saya dan mengikutimu
Roh Kudus, saya berdoa supaya hari ini Engkau akan memenuhi saya dengan dirimu dan membuat buah-buah Roh Kuds matang dalam hidup saya: kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri.
Trinitas yang kudus, terberkati, dan agung, tiga pribadi dalam satu Allah, berbelas kasihanlah pada ku. Amin

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Selasa, 21 April 2015

Bungkus dan Isi

‎‎
renungan kristen

BUNGKUS dan ISI

Saudaraku...
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia & menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari & mengurus BUNGKUS-nya saja sementara ‎mengabaikan & mengacuhkan ISI-nya.‎

Apa itu "BUNGKUS"-nya dan apa itu "ISI"-nya?.

"Rumah yang megah & indah" hanya bungkusnya..
"Ketenangan batin" itu isinya...

"Rumah tangga atau Keluarga yg mapan" hanya bungkusnya..
"Kebahagiaan seluruh anggotanya" itu isinya...

"Ranjang mewah" hanya bungkusnya..
"Tidur nyenyak" itu isinya...

"Kekayaan" itu hanya bungkusnya..
"Hati yang bahagia" itu isinya...

"Mobil mewah" itu hanya bungkusnya...
"Kenyamanan" itu isinya...
‎
"Makan enak" hanya bungkusnya..
"Gizi, energi, dan sehat" itu isinya...

"Kecantikan dan Ketampanan" hanya bungkusnya..
"Kepribadian dan hati" itu isinya...

"Bicara" itu hanya bungkusnya...‎
"Tindakan nyata" itu isinya...

"Buku" hanya bungkusnya...
"Pengetahuan" itu isinya...

"Jabatan" hanya bungkusnya...‎
"Pengabdian dan pelayanan" itu isinya...‎
‎
"Kharisma" hanya bungkusnya...‎
"Kasih " itu isinya...

"Hidup di dunia" itu bungkusnya..
"Hidup sesudah mati" itu isinya...

Utamakanlah ISI-nya..
Namun rawatlah BUNGKUS-nya...
Jangan memandang rendah & hina setiap BUNGKUS yang kita terima, karena manfaat & berkat tak selalu datang dari BUNGKUS kain sutera melainkan juga bisa datang dari BUNGKUS koran bekas..
Janganlah mati-matian mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati...
Kejarlah selama hidup apa yang bisa kita bawa mati...
‎

Amin ... salam hangat dari team Nafiri Kasih. ‎

Senin, 09 Maret 2015

Mengapa Diam itu Emas ?

renungan kristen

Renungan Kristen, DIAM ITU EMAS

Tidak semua orang menguasai seni berbicara dan mendengarkan, karena ini butuh waktu untuk terus berlatih , kapan waktu berbicara dan kapan harus mendengarkan.
Ada kalanya seseorang hanya butuh didengarkan,  dengan begitu bebannya menjadi lebih ringan dan ia pun merasa lega.

Sebuah ungkapan mengatakan,  "Seorang pendengar yang baik bukan berarti tidak mampu berbicara. Justru ia adalah pembicara yg baik, namun dengan tenggorokannya yg terluka." 

Ungkapan ini memiliki makna yang cukup dalam , bahwa ada sesuatu yang harus kita korbankan untuk menjadi pendengar yang baik. Kita menahan diri untuk tidak berkomentar sampai dia selesai berbicara, kita menahan diri untuk tidak protes.

Seringkali seseorang berpikir bahwa bahwa dia punya sesuatu yang lebih baik untuk dikatakan, sehingga dia tidak sabar lagi untuk mendengar dan ingin langsung berbicara.
Dalam hal ini penguasaan diri berperan penting. Belajarlah sabar untuk mendengarkan orang lain sebelum berbicara!

TUHAN sendiri tidak menginginkan kita berbicara terus menerus. Bahkan di dalam doa ada saatnya di mana Ia menginginkan kita duduk diam mendengarkan-Nya.
TUHAN pencipta memberi 2 telinga dan 1 mulut. Itu artinya harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. 

Mengapa diam itu emas ? karena ada banyak orang yang letih lesu dan berbeban berat, mereka butuh orang yang mau mengerti dan dengan sabar mendengarkan keluh kesah serta memberi semangat baru kepada mereka.

Mari kita lebih menyadari betapa pentingnya untuk mendengar dan berkata-kata tepat pada waktunya...! Jangan justru kehadiran kita menambah keruh suasana, jadilah bijak.

Amsal 15:23 <Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! > Tuhan memberkati.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Kamis, 05 Maret 2015

Tuhan Hartamu Atau Harta Tuhanmu

ilustrasi kristen, renungan kristen

Nats : Lukas 16 : 19 - 31
Orang Farisi selalu merasa diri lebih baik dibandingkan sesamanya. Mereka adalah pemimpin agama,  sehingga selalu ada dalam rumah ibadah. Mereka paham akan hukum Taurat dan kitab nabi-nabi.

Mereka mengira bahwa menguasai hukum Taurat dan kitab nabi itu serta berkelakuan santun akan membuat mereka masuk surga. Yesus membuka mata mereka melalui perumpamaan Lazarus dan orang kaya.

Orang kaya itu memiliki segalanya , menikmati hidup yang berkelimpahan dan mewah, berbeda dengan Lazarus yang hidup sebagai pengemis , penyakitan , badan nya penuh borok, yang berbaring dekat pintu orang kaya tersebut.

Namun keadaan menjadi terbalik ketika keduanya meninggal dunia, Lazarus masuk surga dan duduk dalam pangkuan Abraham , sedangkan orang kaya itu justru menderita di neraka.

Tidak ada penjelasan tentang dosa apa yang diperbuat oleh si kaya, apakah dia salah dengan kekayaan nya ? jelas tidak, Abraham pun kaya. Namun masalahnya orang kaya itu rupanya hidupnya hanya mengandalkan kekayanan , mengandalkan harta yang fana dan hidup hanya bagi kesenangannya diri sendiri,  lupa sesama dan lupa Tuhan. Dia setiap hari melihat Lazarus yang membutuhkan pertolongan , tetapi tidak ada empati sama sekali.

Yesus berkata bahwa manusia tidak dapat mengabdi kepada dua tuan . Ketika Allah menjadi Tuhan kita, maka harta akan kita gunakan untuk melayani Dia, namun ketika harta menjadi tuan kita , Allah akan kita manfaatkan untuk membuat kita kaya.

Manakah yang Anda pilih Tuhan menjadi hartamu atau harta menjadi Tuhan mu ?

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Selasa, 24 Februari 2015

Mengarahkan Pikiran Pada Tujuan

renungan kristen, ilustrasi kristen

Renungan Kristen  

Mengarahkan Pikiran Pada Tujuan

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang..."
Matius 13:44

Kita semua hidup dalam dunia yang dipenuhi ranjau. Ada bahaya dimana-mana di sekitar kita.  Alkitab berkata tentang sebuah ranjau yang lebih mengancam daripada bongkahan peledak logam dan plastik di Kosovo.  Ranjau apakah itu?

Lihatlah sekeliling anda.  Perhatikan dompet, mobil, rumah, rekening di bank dan tabungan pensiun anda.   Alkitab mengatakan bahwa ranjau yang mengancam kita adalah materialisme -- cinta kepada harta.


Matius 13:44  "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi.  Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu."

Dalam perumpamaan ini, orang itu menemukan harta terpendam, dan penemuan itu mengubah fokus hidupnya. Ia bertekad mendapatkan harta itu berapapun  harga yang harus ia bayar.  Ia benar-benar menjadi seseorang yang mengarahkan pikirannya hanya untuk mencapai satu tujuan.

Pertolongan pertama menghindari ranjau materialisme :
Arahkan pikiran kita untuk mencapai tujuan.

Harta dalam perumpamaan ini adalah Kerajaan Surga yang mengandung arti hidup kekal dalam hubungan kita dengan Kristus.  Apakah anda telah benar-benar mengerti nilai dari harta itu?  Ingatkah anda kisah tentang orang kaya dan Lazarus? Pada hari keduanya meninggal, Lazarus berada di pangkuan Abraham, sementara orang kaya disiksa dalam neraka. Bagaimana reaksi orang kaya begitu is menyadari realitas adanya surga dan neraka? (Luk 16:27-28). Setelah anda yakin bahwa tempat itu nyata; anda pasti ingin segera menceritakan kepada orang lain, terutama keluarga dekat anda tentang tempat itu.

Pertolongan kedua menghindari ranjau materialisme : bersikap sepenuh hati atau habis-habisan dalam tindakan kita.

Ia menjual seluruh miliknya.
Ia mendapatkan segalanya.
David Livingstone, seorang misionaris yang melayani Afrika, seorang yang telah dengan sepenuh hati menyerahkan segala sesuatu untuk melayani Tuhan. Ketika ia melayani selama lima tahun di Zimbabwe tanpa mengambil cuti, ia kehilangan seorang anaknya. Ia kehilangan istrinya yang jatuh sakit ketika sang istri mengunjunginya.  Ia menguburkan istrinya dan kemudian jatuh berlutut di atas tanah pekuburan dan menangis tersedu-sedu.  Ia kemudian bangkit dan duduk di bawah pohon dan menuliskan catatan dalam buku hariannya, "Tuhanku, Allahku, Rajaku, Juruselamatku, Segala-galanya bagiku. Hari ini, sekali lagi aku menyerahkan seluruh hidupku kepadaMu dan tidak ada hal apapun yang bernilai kecuali KerajaanMu."

Pertolongan terakhir menghindari ranjau materialisme : merasa puas.

Abraham menunggu kehadiran seorang putra selama kira-kira dua puluh lima tahun lamanya. Akhirnya dengan melawan segala rintangan, Ishakpun lahir.  Tetapi kemudian Allah berkata, "Ambillah anakmu yang tunggal itu" (Kej 22:2).  Kecuali Getsemani, ada malam hari yang juga penuh penderitaan yang dilewati seorang di bumi ini yaitu malam sebelum Abraham mengambil putra tunggal yang dikasihinya untuk dibunuh.  Abraham telah menyerahkan segalanya.  Ia adalah seorang yang berserah penuh,  seorang yang menyuarakan ketaatan, seorang yang sama sekali tidak dikuasai harta duniawi.

Bila kita menetapkan diri untuk mengejar kedekatan dengan Allah, cepat atau lambat, Dia akan membawa kita ke dalam ujian ini.  Satu persatu kita akan dibawa ke tempat pengujian, dan kita mungkin tidak akan pernah tahu kapan kita ada di sana.  Di tempat pengujian itu, tidak akan ada banyak pilihan -- namun seluruh masa depan kita akan ditentukan oleh pilihan yang kita buat.

Semoga Tuhan menganugerahkan kasih karunia Nya kepada kita agar kita menjadi benar dan tidak dihimpit oleh tipu daya dunia ini.

Amin
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Jumat, 13 Februari 2015

Soal Misi Itu Soal Hati

renungan kristen
Soal Misi Itu Soal Hati
 Bicara soal misi .. kadang kita bertanya-tanya berapa dana yang diperlukan .. trus hasilnya apa ? Kenapa sudah begitu besar daya dan dana keluar tapi sepertinya tidak ada hasilnya ?
Apakah kita bisa menghubung-hubungkan antara dana dan hasil misi ?
Apakah dana penting dalam misi ? ya .. tentu saja dana sangat penting dalam menunjang pelayanan misi ..

Tapi pelayanan misi tentu berbeda dengan orang berinvestasi yang hasilnya bisa diukur.
Dalam misi hasil itu diluar kemampuan kita .. karena Tuhan sendiri yang akan menentukan hasilnya, tugas kita hanyalah melakukan tugas panggilan itu dengan 1. sepenuh hati dan 2. cara yang benar , tidak sembarangan dan bertanggung jawab.

1. Sepenuh Hati

Bicara misi itu bicara soal hati .. hati yang mau tunduk pada pimpinan Roh Kudus, hati yang mau bekerja sama dengan Tuhan. Hati yang peka , kapan saatnya menabur dan kapan saat menuai.
Orang yang melayani dengan hati pasti akan rela untuk berkorban entah itu tenaga, waktu, pemikiran dan uang. Orang yang hatinya untuk Tuhan tentu juga akan melakukan apapun yang Tuhan perintahkan , apapun bentuknya yang kadang mustahil dan tidak masuk akal, berat dan besarnya tantangan akan dihadapi nya.

Hudson Taylor , tokoh misi yang terpanggil untuk menjangaku jiwa di daratan Tiongkok pada sekitar th 1850 an,  ketika masih berumur 21 th,  telah memberikan contoh bagaimana melayani dengan sepenuh hati, perjalanan yang jauh dari Inggris dia tempuh dalam waktu berbulan-bulan untuk mencapai daratan Tiongkok , beratnya tantangan dalam perjalanan yang hampir merenggut jiwanya tidak membuatnya undur , saat ini buah dari pelayanan misinya sudah bisa terlihat , Tuhan memberkati pelayanannya , pengorbanan Hudson tidak sia-sia.

2. Melayani Dengan Cara Yang Benar, Tidak Sembarangan dan Bertanggung Jawab

Kadangkala ketika harus melakukan misi dan menabur misalnya , melakukannya dengan kurang perhitungan, asal-asalan ,  tidak punya Tujuan / tidak punya Visi, yang penting sudah menabur biar Tuhan yang bekerja, sehingga kurang memperhatikan aturan-aturan main , kesepakatan atau disiplin , sehingga akan mentoleransi apapun dengan alasan supaya tidak menjadi batu sandungan atau takut melukai hati orang.
Roh Kudus juga menuntun orang pada ketertiban dan disiplin , sehingga penerapan dalam bentuk apapun supaya tertib dan disiplin perlu untuk menunjukan rasa tanggung jawab kita sebagai pelayan Tuhan.
Tentu semua itu diterapkan dengan cara yang bijak, tidak dengan cara yang kaku dan tidak peduli dengan perasaan orang, mintalah bimbingan Roh Kudus supaya bisa bertindak dengan penuh hikmat dan bijaksana.

Lakukan pelayanan misi ini dengan cara yang Benar (Strategis) , mampu membaca apa sebenarnya kebutuhan ladang misi yang sedang kita kerjakan.
Hudson Taylor , setelah melakukan pelayanan misi selama 7 tahun di Tiongkok, dia kembali ke Inggris selama 5 tahun untuk belajar ilmu kedokteran, dia melihat ada hubungan yang strategis antara dunia medis dengan pelayanan misi yang dijalaninya, sebagai jembatan yang mampu menghubungkan dirinya dengan orang-orang yang memerlukan kabar suka-cita.

Perlu kita sadari, bahwa tidak hanya dari sisi medis saja tentunya , tapi semua bidang dapat menjadi berkat bagi pemberitaan kabar baik dan menyatakan kasih Kristus bagi semua orang . Biarlah kita semua mampu melaksanakan tugas mulia itu dengan cara yang benar, tidak sembarangan dan bertanggung jawab.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Kamis, 12 Februari 2015

Ketika Aku & Doa

renungan kristen

Renungan Kristen

◆  KETIKA AKU KESEPIAN...
Hagai 2:24
"Aku akan mengambil engkau, hai Zerubabel bin Sealtiel, hambaKu - demikianlah firman Tuhan - dan akan menjadikan engkau seperti cincin meterai; sebab engkaulah yang Kupilih, demikianlah firman Tuhan semesta alam."
Doa :
Tuhan, ketika aku merasa sangat kesepian, dan dunia di luar sana memusuhiku, ingatkan aku bahwa Engkau sudah memilihku. Amin.
◆ KETIKA AKU TIDAK MAU MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN...
Matius 12:49-50
Lalu kata Yesus, sambil menunjuk ke arah murid-muridNya: "Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu!  Sebab siapapun yang melakukan kehendak bapaKu di sorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu perempuan, dialah ibuKu."
Doa :
Tuhan yang kukasihi, aku tergoda untuk tidak mengikuti perintahMu hari ini.  Tolong aku dalam masalah ini. Biarlah aku mampu melakukan apa yang Engkau kehendaki dan tidak mengikuti keinginanku yang egois. Amin.
KETIKA AKU BERPIKIR AKU SAMA SEKALI TIDAK MAMPU MELAYANI TUHAN...
Yohanes 15:16
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.  Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap...
Doa :
Tuhan Yesus,  aku sangat bersyukur bahwa Engkau sudah memilih aku untuk setia kepadaMu.  Terima kasih untuk janjiMu bahwa Engkau akan membuat kehidupan imanku berbuah.  Amin.

renungan kristen

◆ KETIKA AKU MERASA TIDAK ADA HARAPAN TUK HIDUP...
1 Petrus 2:24
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. 
Doa :
Tuhan, ketika aku merasa tidak berdaya dan ingin menyerah, kuatkan aku dengan kehadiranMu. Berikan aku pengetahuan yang pasti bahwa aku ada di dunia ini untuk melayaniMu. Amin.
◆ KETIKA AKU MEMERLUKAN KASIH KRISTUS...
Efesus 3:16-19
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.  Aku berdoa , supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu...
Doa :
Tuhan Yesus,  Engkau tahu masalah yang aku hadapi hari ini.  Biarlah kasihMu membanjiri seluruh keberadaanku.  Amin.
◆ KETIKA AKU KECEWA...
Yohanes 14:1-2
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepadaKu.  Di rumah BapaKu banyak tempat tinggal.  Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu.  Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
Doa :
Bapa, terima kasih bahwa Engkau sudah menyediakan suatu tempat untukku di surga.  Tolonglah aku untuk mengatasi persoalanku hari ini dalam terang janjiMu.  Amin.
◆ KETIKA AKU MEMERLUKAN KEKUATAN DARI TUHAN...
Mazmur 3:6
Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab Tuhan menopang aku!
Doa :
Bapa yang di surga, sungguh indah bahwa pemazmur mengetahui kekuatanMu yang menetap dalam hidupnya.  Biarlah aku bisa mengalaminya juga dalam hidupku.  Amin.
◆ KETIKA AKU SUSAH...
Mazmur 23:1
Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku...
Doa :
Tuhan Allah, Engkau tahu segala kebutuhanku : kebutuhan jasmaniku, kebutuhan rohaniku dan kebutuhan emosiku. Aku mohon tolonglah aku mempercayakan semua kebutuhanku kepadaMu.  Amin.
◆ KETIKA AKU TAKUT MENGHADAPI KEMATIAN...
Yohanes 10:28
Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tanganKu.
Doa :
Tuhanku, aku sungguh kuatir di kala memikirkan kematian, tentang apa yang terjadi setelah itu.  Tolonglah aku tuk memegang janjiMu bahwa hidup kekal yang Engkau berikan tidak akan pernah diingkari oleh kematian.  Terima kasih bahwa hidupku denganMu akan berlanjut di kehidupan yang selanjutnya. 

Amin.

Salam kasih dari team Nafiri Kasih.

Rabu, 11 Februari 2015

Kesukaan Yang Ditanam Dalam Hati

renungan kristen

Nats :  Mazmur 16 : 3 " Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku".

Orang-orang kudus yang di maksud dalam bacaan diatas pasti bukan orang-orang dari kota Kudus di Jawa-Tengah, melainkan suatu istilah dalam Alkitab yang ditujukan kepada umat Tuhan.
Rasul Paulus menyebut pengikut atau murid Kristus dengan orang kudus, Daud bahkan menyebut umat Tuhan dengan orang mulia. 

Ketika kita melihat murid Kristus dalam diri seorang pembantu rumah tangga, apakah kita juga bisa menyebut dalam hati bahwa dia orang mulia ?
Setiap orang yang sudah menjadi anak dari DIA Yang Mulia di surga mereka sudah diubahkan statusnya oleh kuasa Tuhan, Daud paham akan hal ini sehingga menyebut mereka orang mulia dan Daud suka kepada mereka.

Jadi bukan karena status, kedudukan, golongan ataupun ras, tetapi apakah dalam diri orang tersebut ada Roh Tuhan sehingga mereka disebut mulia dalam pandangan Daud.

Apakah kita juga mengasihi umat Tuhan / murid-murid Kristus ? kesukaan yang dimiliki Daud adalah kesukaan yang diberi oleh Tuhan , yang ditanam dalam hatinya, bukan merupakan sesuatu yang diupayakan nya sendiri.
Kesukaan yang sejati adalah kesukaan yang lahir dari kerelaan bukan keterpaksaan.

Bukalah hati kita, Biarkan Roh Kudus bekerja dalam hati  , sehingga kita juga bisa mendapatkan kesukaan sejati dalam menerima dan mengasihi umat Tuhan / murid-murid Kristus, sehingga kita bisa bertumbuh , mengalami suka-cita dan damai sejahtera bersama umat Tuhan.

Kerjakan tanggung jawab pelayanan kita bersama umat Tuhan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab, bukan dengan keterpaksaan atau untuk menojolkan diri sendiri tetapi hanya bagi kemuliaan Tuhan.
Berikan waktu, semangat dan dana dalam pelayanan kita kepada umat Tuhan / murid-murid Kristus , orang-orang yang baginya Kristus rela memberikan hidup Nya.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Senin, 09 Februari 2015

Pembacaan Rohani (Lectio Divina)

lectio divina
Renungan Kristen - Saat Teduh

MEMBACA ALKITAB BAGI PEMBENTUKAN ROHANI

Meditasi atas Kitab Suci memiliki sebutan khusus : LECTIO DIVINA, atau "pembacaan rohani".

Apa makna dari Lectio Divina ?

Istilah itu memiliki makna mendengarkan apa yang dikatakan oleh tulisan-tulisan yang ada dalam Kitab Suci -- sepenuhnya mendengarkan, sepenuhnya berserah dan tenang, mengijinkan pesan-pesan yang ada di dalamnya mengalir kepada kita bukan berusaha menguasainya.

Dalam lectio kita tidak hanya membaca tulisan tapi juga menghadap Tuhan yang Maha Tinggi dan mengarahkan mata kita ke atas.
Dengan lectio kita berusaha untuk masuk ke dalam realitas yang sedang dikatakan oleh suatu perikop.  Hati, pikiran dan roh kita dihidupkan akibat damai sejahtera dari Yesus yang mengalir masuk tersebut.  Kita merasakan semua perasaan takut ditenangkan dan diatasi oleh roh "yang membangkitkan kekuatan, kasih dah ketertiban" (2 Tim 1:7)

Mungkin kita ingin merenungkan kisah tentang Yesus memberi makan lima ribu orang (Mat 14:13-21; Mrk 6:30-44; Luk 9:10-17). 

Kita bisa membayangkan adegan waktu itu : orang banyak, lereng bukit, bebatuan dan terutama Yesus sendiri. Kita mendengar suara-suara di sekitar kita : suara anak-anak, angin lembut bertiup menggerakkan rerumputan, seorang bayi menangis di pelukan ibunya, dan terutama suara Yesus sendiri yang menguasai suasana.

Kita bisa merasakan adegan itu : kumpulan orang tersebut saling dorong dan berdesakan, hati-hati yang rindu mendengar perkataan Tuhan, panasnya sinar matahari pada siang hari, dan terutama suara Yesus orang Nazaret yang menenangkan mereka.

lectio divina
Kita bisa membayangkan sesudah itu hari semakin sore dan rasa lapar dirasakan orang banyak itu tetapi mereka segan untuk beranjak.
Kita bisa melihat seluruh adegan itu terjadi : percakapan mengenai apa yang harus dilakukan, lima roti dua ikan, berkat yang diucapkan, rasa takjub ketika lima ribu orang ditambah anak-anak dan perempuan mendapatkan makanan semuanya.

Kita menikmati rasa takjub yang dirasakan. Luapan sukacitanya.  Kita mengalami semua yang terjadi seolah-olah kita memang sedang berada di peristiwa tersebut.

Akhirnya orang banyak itu berpisah dan Yesus berjalan ke bukit. 
Kita sedang sendirian. 
Kita duduk di sebuah batu memandangi air bergulung di tepian danau.
Di dalam pikiran kita mengulangi kembali semua yang baru saja terjadi.
Kita berdiam diri.
Sesudah itu Yesus berjalan dan duduk di batu di samping kita.
Dan berdua berdiam diri untuk sekian lama.
Lalu Yesus berkata, "Apa yang bisa Aku lakukan bagimu?"
Dan kita mengatakan... apapun yang ada di hati kita saat itu.  Kita menerima jamahan dan berkatNya.
Sesudah itu kita sekali lagi berdiam diri.
Terakhir, kita berbalik dan bertanya kepada Dia, "Apa yang bisa aku lakukan bagiMu?"
Dan kita mendengar ... yang Tuhan mau kita lakukan , yang selaras dengan FirmanNya.

Inilah yang dimaksud dengan Lectio.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Kamis, 05 Februari 2015

Bukan Kasih Tiruan

renungan kristen

Apa itu "natural affection ? natural affection atau kasih sayang alami , adalah perasaan yang ditanamkan dalam diri manusia , sehingga dalam kondisi normal orang tua akan mengasihi anaknya , orang-orang saling mengasihi keluarga dan sahabatnya.

Tuhan menciptakan manusia sedemikian rupa, sehingga secara alami akan saling mengasihi.
Tetapi DOSA sudah merusak kehidupan manusia , sehingga manusia yang berdosa ini tidak sanggup lagi untuk menyatakan kasih yang murni seperti yang Tuhan kehendaki.
Kasih yang masih ada saat ini sudah tidak murni lagi karena tercemar oleh dosa.

Sehingga munculah kasih-kasih tiruan , orang bisa saja bertindak atas nama kasih , tapi sebenarnya sedang melakukan tindakan kasih tiruan  "apakah ini menguntungkan saya ?"

renungan kristen
Kasih Tiruan ini ciri-cirinya adalah "aku akan mengasihimu JIKALAU kamu mangasihiku" .
Mereka bisa bersikap sangat ramah dengan orang yang cocok, yang menguntungkan, yang memperhatikan dirinya , tetapi bersikap ketus dengan yang mementang, yang tidak sepaham, yang tidak selevel,  apalagi dengan orang yang pernah mangusik perasaannya.

Mereka akan sangat akur dengan orang-orang jauh , tetapi pada saat yang sama mereka tidak akur dengan saudara mereka sendiri.

 Coba perhatikan dengan apa yang ada dalam Injil Lukas 6 : 32 . "Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka"

Ukuran bagi keserupaan dengan Kristus tentunya tidak diukur dengan cara kasih "JIKALAU" seperti contoh diatas.
Kristus memberikan teladan,  DIA mengasihi manusia bukan dengan kasih "JIKALAU" tetapi "WALAUPUN" . Dia tetap mengasihi manusia WALAUPUN sudah jatuh dalam dosa.
Allah mengasihi manusia dengan kasih yang tanpa syarat ... WALAUPUN manusia berdosa , padahal dosa merupakan sesuatu yang sangat dibenci Nya, tetapi karena kasihNya kepada manusia yang begitu besar membuat Allah mau bertindak untuk menyelamatkan Anda dan saya.


Karena begitu besar Kasih Allah akan manusia sehingga Dia mengaruniakan AnakNya yang Tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepadaNya (Yesus) tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang kekal".

Yesus menebus dosa manusia , dosa Anda dan saya bukan karena kita layak , tetapi karena KASIHNYA semata yang ditunjukan melalui kematian dan kebangkitan Nya yang membawa manusia pada kehidupan yang kekal bersamaNYA .

Terimalah kabar suka-cita ini dan ceritakan pada mereka yang belum mendengarnya.

 Amin.


Salam hangat dari team Nafiri Kasih.




POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA