Tampilkan postingan dengan label gki gading serpong. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gki gading serpong. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 September 2025

APAKAH GEREJA MASIH EXIST ?



 



APAKAH GEREJA MASIH EXIST ? “Hidup dalam Misi, Bertumbuh dalam Pemuridan, Nyata dalam Pelayanan” ?

Setiap bulan September, gereja kami GKI Gading Serpong memperingati Bulan Misi. Perayaan ini tentu bukanlah sekadar tradisi tahunan atau rangkaian kegiatan liturgis belaka, melainkan sebuah pengingat bahwa gereja dipanggil untuk hidup dalam misi setiap hari. Bermisi bukan hanya dilakukan dalam satu bulan tertentu, melainkan menjadi napas kehidupan gereja sepanjang tahun. Bulan September hanyalah sebagai pengingat agar kita kembali memeriksa diri: apakah sasaran dan strategi pelayanan kita sudah sejalan dengan yang Yesus kehendaki?

Yesus sendiri telah menegaskan dalam Matius 28:19:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”

Amanat Agung yang diberikan kepada murid-murid sebelum kenaikan-Nya kesurga sudah seharusnya menjadi catatan penting bagi panggilan gereja. Yesus tidak hanya memerintahkan untuk pergi dan mengabarkan Injil, tetapi juga menekankan adanya proses pemuridan, yaitu menjadikan semua suku bangsa murid-Nya. Pemuridan merupakan suatu cara yang didisain dengan sengaja untuk membawa orang hidup dalam Yesus, bertumbuh dalam iman, dan pada gilirannya akan mengabarkan Injil kepada orang lain. Inilah siklus kehidupan gereja yang sehat, misi melahirkan murid, murid bertumbuh, dan murid pun bermisi, begitu seterusnya.

Sementara itu, dalam Kisah Para Rasul 1:8, Yesus menambahkan dimensi penting lainnya:

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Di sini kita melihat bahwa hidup dalam misi bukanlah pekerjaan manusia semata. Gereja tidak dipanggil untuk mengandalkan kekuatan manusia atau sumber dayanya sendiri, melainkan mengandalkan kuasa Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, bisa jadi bermisi hanya menjadi aktivitas gersang, dan ini mengingatkan kita pada jemaat di Sardis yang ditegur Tuhan seperti yang tertulis dalam Wahyu 3:1 “engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati !”.

Tetapi dengan Roh Kudus, bermisi menjadi kesaksian hidup yang menghadirkan kuasa Yesus di tengah dunia.

Misi dan Pemuridan: Dua Hal yang Menyatu

Sering kali orang membandingkan mana yang lebih penting: misi atau pemuridan. Tetapi sesungguhnya keduanya tidak dapat dipisahkan. Misi tanpa pemuridan akan melahirkan orang-orang yang tidak bertumbuh dalam iman. Pemuridan tanpa misi akan membuat gereja nyaman dalam lingkarannya sendiri tanpa peduli dengan penginjilan. Jadi jika salah satunya diabaikan maka amanat agung belum menjadi dasar panggilannya.

Misi adalah gerak keluar untuk berjumpa dengan dunia, bersaksi dan memberitakan Injil. Pemuridan adalah gerak ke dalam untuk menumbuhkan iman. Kedua arah ini harus berjalan bersama agar gereja sungguh hidup dalam panggilan-Nya.

Murid Sejati pasti menghadirkan Kasih dalam Perbuatan

Namun, misi dan pemuridan bukan hanya soal kata-kata atau pengajaran. Yesus sendiri menegaskan dalam Matius 25:40:

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa misi dan pemuridan harus diwujudkan dalam tindakan kasih yang nyata. Ketika kita berbelas kasihan kepada yang lapar, yang haus, yang sakit, atau yang terabaikan, sesungguhnya kita sedang melayani Yesus sendiri.

Dengan kata lain, pengajaran tentang kasih harus berjalan bersama dengan praktek kasih. Gereja tidak hanya dipanggil untuk mengajarkan firman, tetapi juga menghadirkan kasih Allah dalam tindakan yang nyata kepada yang membutuhkan dan tersisih sehingga banyak orang mengalami kasih Yesus yang pada akhirnya bisa berlanjut sebagai  jembatan untuk pemuridan.

Ilustrasi Sederhana

Bayangkan seorang petani yang menanam padi. Ia tidak hanya menabur benih lalu pergi begitu saja. Ia juga harus merawat, menyiram, membersihkan gulma, bahkan melindungi dari hama. Tanpa perawatan itu, benih yang sudah ditabur mungkin tumbuh, tetapi tidak menghasilkan buah yang maksimal.

Begitu juga dengan misi dan pemuridan. Misi adalah menabur benih dengan tindakan kasih yang nyata (Mat. 25:40) dan pemberitaan Injil (Mat. 28:19). Pemuridan adalah merawat benih yang tumbuh itu agar tumbuh kuat dan berbuah lebat (Mat.28:19). Jika gereja hanya menabur tetapi tidak merawat, maka hasilnya tidak akan maksimal. Sebaliknya, jika hanya merawat tetapi tidak menabur, maka tidak ada ladang baru yang akan menghasilkan panen baru.

Pertanyaan untuk direnungkan :

Pada bulan Misi di bulan September 2025 ini mari kita bersama merenung :

  • Apakah pelayanan yang kita lakukan selama ini sudah berdasarkan ungkapan syukur dan kerinduan kita untuk terus bertumbuh menjadi murid Yesus ?
  • Apakah kita sudah bergerak bukan hanya ke dalam, tetapi juga keluar, menjadi saksi Yesus bagi dunia?
  • Apakah tindakan kasih kita nyata, sehingga orang lain melihat Yesus dalam diri kita?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kita tidak terjebak hanya pada aktivitas tanpa arah, atau pembinaan tanpa tujuan yang jelas (random). Misi dan pemuridan adalah panggilan utama yang tidak boleh diabaikan.

Untuk itu, gereja perlu memiliki strategi yang jelas dan disengaja, salah satunya adalah menanamkan kesadaran pentingnya bermisi dan menjadi murid Yesus yang terus bertumbuh, pada setiap anggota jemaat dan mendorongnya untuk terus menyaksikan kasih-Nya dalam segala hal dengan terus mengandalkan Roh Kudus dalam doa dan ketaatan pada firman Tuhan.

Penutup

Bulan Misi bukanlah akhir, melainkan awal pengingat kembali akan panggilan gereja untuk hidup dalam misi, bertumbuh dalam pemuridan dan nyata dalam pelayanan.

Matius 28:19 menegaskan sasaran kita, Kisah Para Rasul 1:8 memberi kita kuasa, dan Matius 25:40 mengajak kita untuk membuktikannya.

Amin.

Soli Deo Gloria,

Salam hangat untuk sahabat Nafiri Kasih dimanapun Anda berada ...

  





Selasa, 22 September 2020

MELIHAT RINTANGAN DARI KACA MATA TUHAN


Melihat Rintangan dari KacamataTuhan

Yosua 2:1-24

Yerikho adalah kota pertama yang perlu ditakhlukkan bangsa Israel untuk menduduki tanah Kanaan. Ketika mengirim dua orang mata-mata untuk menyelidiki, Yosua mungkin tidak menyadari bahwa ia akan menerima kilasan pandangan impresif Tuhan di balik tindakan itu.

Kita tak boleh lupa untuk melihat setiap rintangan dari kacamata kekuatan dan sumber dayaTuhan yang tak terbatas. Segala sesuatu yang tampaknya merintangi rencana-Nya adalah kesempatan bagi Dia untuk menunjukkan kuasa-Nya yang berdaulat. Hanya karena kita tidak melihat sesuatu terjadi, tidak berarti Dia tidak bekerja. Tuhan terus bekerja di sisi lain rintangan kita, mengatur segala detailnya dan membuat rencana-Nya berhasil.

Ketika mata-mata itu kembali kepada Yosua, mereka melaporkan bahwa penduduk di Yerikho sangat ketakutan. Setelah mendengar tentang orang Yahudi yang dibebaskan dari perbudakan Mesir dan membelah Laut Merah, mereka dikuasai rasa takut akan Tuhan. Medan perang telah siap ditakhlukkan, meski pada saat itu, Yosua belum melakukan apa-apa. Kita sering berpikir bahwa kita perlu terlibat dalam solusi masalah kita, padahal Tuhan tidak terbatas dalam menggunakan siapa atau apa saja untuk menggenapi kehendak-Nya. Dalam hal ini, Dia bekerja di hati musuh dengan menimbulkan ketakutan yang menggentarkan.

Bagi orang Kristen, rintangan-rintangan besar tidak perlu menjadi alasan untuk berkecil hati. Meskipun banyak aktivitas Tuhan yang tidak terlihat dan terdengar, kita boleh yakin bahwa Dia terus bekerja menggenapi kehendak-Nya dalam hidup kita. Ketika bagian-bagian rencana-Nya sudah berada pada tempatnya, Dia akan membawa kita kepada kemenangan. ##

Senin, 03 Agustus 2020

DITINGGAL DI BUMI UNTUK MELAYANI




RENUNGAN KRISTEN : Ditinggal di Bumi untuk Melayani
Efesus 2:8-10

Menurut Anda, mengapa Tuhan membiarkan Anda tetap tinggal di bumi dan tidak langsung diangkat ke surga ketika Anda diselamatkan? Pikirkan semua bentuk kesulitan dan kesedihan yang tidak  akan lagi Anda alami. Bayangkan sukacita yang Anda rasakan bersama Kristus di surga. Tetapi lalu pertanyaannya lagi-lagi adalah: siapa yang akan tinggal di bumi untuk memberitakan Injil keselamatan kepada orang lain jika semua orang percaya diangkat dari dunia ini?

Jika Anda masih hidup dan bernapas, itu berarti Bapa surgawi punya tujuan untuk Anda, ada pelayanan yang harus Anda lakukan. Jangan bayangkan pelayanan itu hanya sebagai hal yang dilakukan di gedung gereja oleh sekelompok orang pilihan. Melayani Tuhan adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Untuk melakukan "pekerjaan-pekerjaan baik, yang dipersiapkan Tuhan sebelumnya, supaya kita hidup di dalamnya" (Efesus 2:10).

Meskipun cara kita melayani bisa berubah dari waktu ke waktu, kita tak pernah dipanggil untuk berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Orang kudus yang terikat di tempat tidur pun dapat berdoa bagi orang lain atau memberikan kata-kata penyemangat bagi orang-orang yang menjenguk atau memberi perhatian padanya. Tujuan orang percaya bukan hanya datang ke gereja, mendengar khotbah, dan menerima makanan rohani yang cukup untuk menjalani minggu berikutnya. Tujuan hidup kita adalah melayani Tuhan dengan sepenuh hati, mencerminkan kasih Yesus melalui hidup kita. Ibadah kita kepada Tuhan dan ajaran Firman-Nya adalah hal yang menopang dan memperlengkapi kita untuk saling melayani dan mengabarkan Injil ke dunia.

Seluruh hidup Anda dimaksudkan untuk menjadi tindakan pelayanan bagi Tuhan. Jika Anda hidup untuk mencapai tujuan dan kebahagiaan Anda sendiri, Anda pada akhirnya akan kecewa. Namun jika Anda hidup dalam pekerjaan-pekerjaan baik yang sudah disiapkan Tuhan untuk Anda, Anda akan mengalami kepuasan karena sudah hidup sesuai dengan rancangan penciptaan Anda. ##

Rabu, 29 Juli 2020

DOKTRIN : MEMPERSATUKAN ATAU MEMECAH BELAH ?




DOKTRIN : MEMPERSATUKAN ATAU MEMECAH BELAH ?

Apa itu Doktrin ?

Pertama-tama perlu kita memisahkan apa yang kebanyakan orang pahami / kesan orang secara umum tentang doktrin dengan apa yang Alkitab katakan tentang doktrin.

Kebanyakan masyarakat lebih dipengaruhi oleh pendapat umum atau pendapat mayoritas yang pada jaman sekarang “tidak suka” dengan doktrin , karena doktrin dianggap bisa memecah belah, atau karena pernah punya pengalaman dengan orang yang menjelaskan doktrin tetapi bermasalah digerajanya, ada juga pemahaman dijaman sekarang guna mengedepankan toleransi maka mengajak kita untuk menerima perbedaan.
Atau timbul prasangka yang negative ketika berbicara doktrin, karena doktrin diangap sebagai  mata kuliah untuk mereka yang studi di seminari, doktrin isinya cuma perdebatan dan lain sebagainya.

Pendapat-pendapat umum tersebut diatas perlu dibedakan dengan apa yang Alkitab katakan dalam Kisah Para Rasul 2 : 41 – 42 sbb :  Orang-orang yang menerima parkataanNYa itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Jadi istilah doktrin itu didalam Alkitab secara sederhana bisa dikatakan adalah “pengajaran” dari rasul-rasul

Dalam Efesus 2 : 19 – 20
Ef 2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, 2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Titus 2 : 1
Tetapi engkau, beritakanlah apa yang sesuai dengan ajaran yang sehat.

Jadi bisa disimpulkan menurut ayat Alkitab tersebut diatas, doktrin adalah pengajaran para rasul atau nabi , atau ajaran dari seluruh isi Alkitab, yang akan membedakan orang Kristen dengan non Kristen.
Pada dasarnya doktrin itu memisahkan dari apa yang Alkitab ajarkan dengan yang bukan Alkitab ajarkan, tetapi perlu digaris bawahi bahwa bukan berarti doktrin itu MEMECAH BELAH.

Didalam perjalannya, pengajaran gereja tersebut kemudian disistimatiskan dalam kategori-kategori tertentu, misalnya doktrin Allah, yang artinya ajaran Alkitab tentang Allah, doktrin Kristus , doktrin Roh Kudus dst.

Pada waktu doktrin dikembangkan dalam detailnya misalnya doktrin Allah, Allah itu siapa, sifat-sifat Allah seperti apa , pekerjaan Allah itu apa saja, dari situ bisa muncul perbedaan-perbedaan penafsiran dan perbedaan pendapat.

Pemahaman doktrin didalam Alkitab, bisa dikelompokan kedalam doktrin utama/primer, doktrin sekunder dan tersier .. prinsipnya harus dimulai dengan apa yang Alkitab katakan dengan jelas harus diterima sebagai doktrin primer yang menjadi identitas kita sebagai orang Kristen.
Yang primer itu seperti, Kristus mati untuk dosa-dosa kita dan IA dibangkitkan pada hari yang ketiga 1 Kor 15 : 3 - 4
Doktrin seperti ini harus kita pegang, proklamasikan dan kita pertahankan.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan lihat videonya di :

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.




Kamis, 23 Juli 2020

Latihan Yang Meningkatkan Otot Rohani

LATIHAN YANG MENINGKATKAN “OTOT” ROHANI



Mazmur 94:12-15

Ayat Hafalan
Mazmur 94:12, “Berbahagialah orang  yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari  dari Taurat-Mu.”

Untuk mengembangkan otot kita menjadi kuat, maka kita membutuhkan beberapa latihan fisik. Otot-otot kita menjadi kuat ketika ia mengalami tekanan. Dengan cara yang sama, Alkitab mengatakan bahwa kita hanya dapat menjadi kuat secara rohani melalui latihan yaitu menggunakan “otot-otot” rohani kita untuk menghadapi tantangan-tantangan kehidupan. Dalam upaya kita memberikan yang terbaik di setiap aspek kehidupan, maka kita akan berhadapan dengan tantangan dan kesulitan. Namun, tantangan dan kesulitan adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi kuat dari sebelumnya.

Menjelang kematiannya, C. S. Lewis menyatakan, “Kita tidak punya hak atas kebahagiaan; hanya kewajiban untuk melakukan tugas kita.” Terkadang ketika Allah memberikan kita kepercayaan untuk melakukan sesuatu, Ia juga menyertakan tantangan dan kesulitan. Bila hal itu sedang terjadi dalam kehidupan Anda hari ini, mintalah Allah untuk mengajar Anda melalui perkara tersebut. Ingatlah kata pemazmur, “Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya Tuhan.”

Refleksi Diri
1. Siapakah yang berbahagia menurut pemazmur dalam bacaan hari ini?
2. Apakah tujuan  Tuhan menghajar kita?

Pokok Doa
Ketika aku sedang berada dalam tekanan, berilah aku petunjukMu ya Tuhan, agar  aku dapat memahami kehendakMu.

Kata - Kata Bijak
Tekanan kehidupan membuat “otot-otot” rohani  kita berfungsi dengan normal.

Yang Harus Dilakukan
Mintalah  pengertian akan kehendak Tuhan ketika Anda sedang berada dalam tekanan.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Minggu, 31 Januari 2016

GKI Gading Serpong 30 Jan 2016



KHOTBAH MINGGU
GKI GADING SERPONG, 30 January 2016

Tema : Menghadirkan Kristus dan Kasih NYA

"Yang penting bukan berapa lama Anda hidup tetapi bagaimana Anda hidup"
Kalimat bijak tsb diatas mau mengajak Anda dan saya untuk tidak hanya memperhatikan berapa panjang usia kita, tetapi tetapi ada yang perlu direnungkan yaitu kualitas kehidupan kita.

Kalimat diatas mengajak kepada kita untuk tidak hanya mempunyai HIDUP tetapi KEHIDUPAN.
Setiap orang bisa hidup tetapi belum tentu punya kehidupan. Orang bisa hidup mempunyai segalanya baik materi dan kedudukan, tetapi belum tentu punya kehidupan.

Kehidupan yang dimaksud adalah : apa yang kita lakukan dan kerjakan dengan kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita yang berguna bagi orang lain dan memuliakan Tuhan. Ketika orang mempunyai banyak harta dan kedudukan tetapi jika tidak bisa berbagi dengan sesama maka dia belum punya kehidupan dalam arti yang sesungguhnya.

Ada kaitan yang sangat erat antara Iman dengan tindakan kasih, tindakan kasih adalah konkritisasi iman, apa yang kita perbuat dengan sesama, rekan kerja, bawahan, atasan, teman , sahabat, saudara itu adalah cermin iman, wujud nyata ibadah kita, wujud nyata doa kita, wujud nyata bacaan Alkitab kita.
Jadi kualitas iman kepada Tuhan dinilai dari sikap dan tindakan kita kepada semua orang. Kalau tindakan kita itu berdampak positif terhadap orang lain maka boleh dikatakan kehidupan iman kita dalam proses yang baik, tetapi jika sikap tindakan kita menjadi sandungan, merugikan orang lain , menjadi cemoohan , menyakiti orang maka proses iman kita berjalan dalam proses yang tidak baik.

Apapun yang kita lakukan tanpa kasih adalah sia-sia , kasih itu operasional, nyata dalam tindakan bukan hanya teori atau hanya perasaan.
Kasih dari kata Agapau, adalah menghendaki sesuatu yang baik untuk orang lain tanpa mengambil keuntungan untuk diri sendiri.
Lawan kata dari kasih bukan tidak mengasihi , tetapi adalah tidak peduli.
Kasih harus nyata, menghadirkan Kristus itu operasional, walaupun menghadirkan Kristus dalam kehidupan itu tidak mudah, ada penyakit diabetes rohani yang akan melumpuhkan kehidupan rohani orang percaya, diabetes rohani adalah :

D = dengki dan dendam
I  =  iri hati
A = angkuh
B = benci
E = emosi yang tak terkendali
T = tak bersyukur
E = egosentris
S = serakah

Marilah kita punya kesadaran iman bahwa kita melayani Allah dengan melayani sesama. Cara kita memperlakukan orang lain apakah mencerminkan kita sedang menghadirkan kasih Kristus atau malah sebaliknya. Bagaimana kita mengatakan mengasihi Tuhan yang tidak kelihatan jikalau kita tidak bisa mengasihi sesama yang kelihatan.

Setiap profesi kita apapun itu , Tuhan berikan potensi didalamnya untuk bisa dipakai melayani Tuhan pada orang-orang yang kita jumpai, kerja adalah ibadah kepada Tuhan. Ketika kerja sebagai ibadah maka orang lain akan merasakan dampaknya, meraka akan tertolong, merasa terberkati.

Tuhan pasti akan memperlengkapi kita dengan talenta masing-masing sehingga kita dimampukan, yang penting kita mau dipakai oleh Tuhan sebagai alatNya untuk menghadirkan kasihNya ditengah dunia ini.
Walaupun maksud baik kita belum tentu mendapatkan sambutan yang positif dari orang lain, diterima dengan cara yang salah dll , tetaplah jangan undur,Tuhanlah sumber kekuatan kita.

Kasih harus diwujud nyatakan dalam diri kita,
K = kalahkan egois dalam diri kita
A = ada untuk berbagi hidup dengan sesama
S = sesama kita adalah semua orang yang kita jumpai
I =  inisiatif dalam bertindak
H = hanya untuk kemuliaan Tuhan

Heart terdiri dari Hear dan Art , hati adalah kemampuan untuk mendengar , orang yang mempunyai hati adalah orang yang mau mendengar, mau memahami orang lain apa yang menjadi keluhan mereka.
Mau mendengar karena digerakan oleh kasih itu.
Selama masih ada nafas kehidupan, maka kita dipanggil untuk menghadirkan Tuhan, kabaikan Tuhan, pedulinya Tuhan kepada orang-orang disekitar kita.
Kesalehan pribadi kita seperti doa pribadi, baca Alkitab, ibadah bersama , persembahan pribadi kita diuji dalam sikap dan perbuatan kita. Kesalehan pribadi harus dipadukan dengan rasa peduli terhadap orang lain.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.









Minggu, 24 Januari 2016

GKI Gading Serpong , 24 Jan 2016


Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 24 Januari 2016
Tema : MEMBACA DAN MENDENGAR

Seorang filsuf jerman, Martin Heidegger (1889–1976), mengatakan, “Jika engkau memberitahuku, jenis buku yang telah kau baca, aku dapat memberitahumu, siapa sesungguhnya engkau” (Tell me what you read and I'll tell you who you are). François Mauriac (1885-1970) setuju dengan perkataan Heidegger itu, namun penulis dan novelis Perancis itu menambahkan,  “Cukup benar perkataan ’Jika engkau memberitahuku, jenis buku yang telah kau baca, aku dapat memberitahumu, siapa sesungguhnya engkau,’ tetapi aku akan mengenalmu dengan lebih baik jika engkau memberitahuku buku apa yang engkau baca ulang” (“Tell me what you read and I'll tell you who you are” is true enough, but I'd know you better if you told me what you reread).

Sebagai orang Kristen, mestinya kita membaca dan membaca ulang Alkitab. Orang yang mengaku Kristen jika tidak mau membaca Alkitab, bagaimana ia bisa dikenal sebagai orang Kristen?

Tidak cukup bagi seorang Kristen bila hanya mendengarkan khotbah pada hari Minggu saja, tetapi membaca firman Tuhan setiap hari adalah suatu kebutuhan bila ia ingin bertumbuh. Sebab firman Tuhan itu adalah makanan rohani bagi setiap orang percaya.  Orang bakal kelaparan dan tidak dapat bertumbuh dengan sehat jika ia hanya makan seminggu sekali. Umat Tuhan yang setiap hari membaca dan mendengar firman Tuhan serta merenungkannya siang dan malam akan bertumbuh dengan sehat, segar dan berbuah banyak (Mzm. 1:1-3).

Program BGA (Baca Gali Alkitab) yang dicanangkan GKI Gading Serpong adalah upaya Gereja untuk mendorong anggota-anggota Jemaat dan simpatisan untuk membaca dan mendengarkan firman Tuhan, serta menggali firman Tuhan itu dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.  Dengan program BGA ini Gereja memotivasi dan menfasilitasi anggota-anggota jemaat dan simpatisan untuk ber-BGA setiap hari, yang dapat dilanjutkan dengan mengikuti BGA dalam Kelompok Kecil setiap dua minggu sekali.

Amin ..

Minggu, 17 Januari 2016

GKI Gading Serpong, 17 Jan 2016


GKI GADING SERPONG , khotbah minggu 17 January 2016
Tema : TEMPAYAN KOSONG MENJADI PENUH

Dalam suatu pesta perkawinan, bila pesta tengah berlangsung namun hidangan sudah habis, tentu hal itu akan membuat malu mempelai dan keluarganya.  Hal itulah terjadi pada suatu pesta perkawinan di Kampung Kana di Galilea.

Ibu Yesus menghadiri pesta perkawinan itu. Ketika pesta tengah berlangsung, mereka kekurangan anggur. Ibu Yesus mengetahui krisis yang sedang terjadi.  Sebagai kerabat, ibu  Yesus membantu mereka untuk mencarikan solusi.

Untung Yesus dan murid-murid-Nya juga diundang dalam pesta itu.  Maria sangat mengenal siapa Yesus dan percaya bahwa Ia dapat melakukan sesuatu untuk mengatasi persoalan tersebut. Mungkin juga ia berpikir bahwa itulah saatnya bagi Yesus untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias kepada dunia. Ia menghampiri Yesus dan berkata kepada-Nya, “Mereka kehabisan anggur.” Yesus menjawab, "Ibu, jangan menyuruh Aku. Belum sampai waktunya Aku menyatakan diri." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Lakukan saja apa yang dikatakan-Nya kepadamu" (Yoh. 2:4-5, BIS).

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk keperluan pembasuhan menurut adat Yahudi. Tempayan itu masing-masing isinya dua tiga buyung (satu buyung sekitar 39,39 liter). Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, "Isilah tempayan-tempayan itu dengan air." Mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Sekarang ambil sedikit air itu dan bawalah kepada pemimpin pesta." Mereka membawa air itu kepada pemimpin pesta, dan ia mencicipinya. Ternyata air dalam tempayan itu sudah berubah menjadi anggur.

“Kehabisan anggur” dapat pula diibaratkan sebagai persoalan yang kita hadapi. Kita bisa mengalami “kehabisan anggur” dalam kehidupan pernikahan, keluarga, studi, ekonomi, sosial ataupun spiritual. Oleh sebab itu janganlah lupa untuk selalu menyertakan Tuhan Yesus dalam segenap kehidupan kita. Sediakanlah tempayan yang kosong, yaitu hati yang berserah. Tempayan yang kosong bisa dipenuhi-Nya dengan angur yang baik. Ada bagian kita kerjakan, yaitu mengisinya dengan air (bertindak seturut firman-Nya). Serahkan pada-Nya untuk mengerjakan bagian-Nya, mengubah air menjadi anggur yang baik (berkat yang sangat kita butuhkan).

Amin ..

Minggu, 10 Januari 2016

GKI Gading Serpong, Khotbah 10 Jan 2016


Tema : KETIKA JESUS JUGA DIBABTISKAN
Pembicara : Pdt Santoni

Pada saat Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis, ia justru mencegah-Nya. Ia berkata kepada-Nya, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (Mat. 3:14). Yohanes mengenal siapa Yesus. Ia tahu bahwa Yesus tidak berdosa, sehingga tidak perlu bertobat dan dibaptis.

Yesus tidak menyangkal perkataan Yohanes, karena sebagai Allah dan manusia sejati, Ia tidak berdosa dan tidak perlu bertobat. Namun sebagai Juruselamat kita, Ia perlu menjalani baptisan bagi kita, sehingga Ia berkata, "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Mat. 3:15a).  Dan Yohanes pun menuruti-Nya (Mat. 3:15b).

Ketika Yesus juga dibaptiskan, sesungguhnya hal itu adalah karena dan demi kita. Pertama, Ia dibaptiskan karena Ia hendak menggenapkan seluruh kehendak Allah demi kita.

Kedua, dengan dibaptiskan Ia mengidentifikasi diri-Nya dengan umat manusia yang diwakili-Nya. Hal ini menunjukkan solidaritas dan kerelaan hati-Nya untuk menjadi sama dengan kita dalam segala sesuatu, kecuali dalam hal dosa (Flp. 2:6-7; Ibr. 4:15).

Ketiga, baptisan-Nya merupakan gambaran kematian-Nya di kayu salib (Luk. 12:50) dan kebangkitan-Nya. Pencelupan-Nya ke dalam air mengantisipasi kematian dan penguburan-Nya. Keluar-Nya dari air mengantisipasi kebangkitan-Nya dari maut. Saat Ia keluar dari air, terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk. 1:10-11).

Keempat, Yesus dibaptiskan agar orang-orang percaya mengikuti langkah-Nya, yaitu memberi diri dibaptiskan. Kita dibaptiskan karena Yesus Kristus telah mati dan bangkit bagi kita. Melalui baptisan manusia lama beserta dosa-dosa kita telah dikuburkan/ditenggelamkan bersama kurban kematian-Nya, agar kita dapat menjadi manusia baru dalam Kristus oleh karena kebangkitan-Nya (Rm. 6:5-11).

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 03 Januari 2016

GKI Gading Serpong 3 Jan 2016


Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 03 Januari 2016

Tema :  TERANG MENERANGI KEGELAPAN

Tuhan Yesus adalah terang dunia (Yoh. 8:12a). Ia datang ke dunia untuk menerangi kegelapan (Yoh. 1:5).  Ia adalah terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang (Yoh. 1:9).

Tuhan Yesus adalah Sang Terang yang menerangi kegelapan di dunia, tetapi tidak semua orang menerima-Nya. Ada dua macam respon manusia terhadap Sang Terang itu. Respon yang pertama adalah tidak menerima-Nya (Yoh. 1:10-11). Mengapa? Karena mereka membenci terang dan tidak mau datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan mereka yang jahat tidak nampak (Yoh. 3:20).

Respon yang kedua adalah menerima-Nya. Orang-orang yang menerima dan mengikut Dia, selain diberi kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12), juga memiliki terang hidup (Yoh. 8:12b). Orang-orang yang menerima-Nya disebut sebagai “anak-anak terang” (Yoh. 12:36; Ef. 5:8) dan “terang dunia” (Mat. 5:14).

Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang yang percaya dan mengikuti Dia, “Kamu adalah terang dunia” (Mat. 5:14-16). Ia menghendaki agar terang yang Saudara-saudara terima dari-Nya itu dipancarkan untuk menerangi orang-orang di sekitar. Sebab fungsi dari terang adalah untuk dilihat orang, sehingga mereka yang melihatnya dapat merasa damai dan sukacita. Terang juga berfungsi untuk mengarahkan agar orang tahu jalan yang benar. Selain itu, terang pun bisa memberikan peringatan terhadap bahaya. 

Orang-orang percaya hendaklah memancarkan terang untuk menerangi kegelapan. Terang Saudara-saudara mungkin tidak besar, tetapi terang itu sangat berarti di tengah dunia yang sedang diliputi kegelapan. Hal tersebut dapat diibaratkan seperti terang dari lilin-lilin yang kecil. Cahaya dari lilin-lilin kecil itu menjadi sangat berarti di tengah kegelapan malam pada saat aliran listrik padam. Oleh karena itu, jadilah terang yang menerangi kegelapan.

Amin ..

Minggu, 09 Agustus 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 9 Agustus 2015

 GKI GADING SERPONG

Pembicara : Pdt Em Daud Adiprasetya - GKI Coyudan Solo
Lukas 14 : 25-35
Tema : KETAATAN SEORANG MURID

Didunia ini yang paling bagus dan paling tepat adalah menjadi penurut Allah, menjadi umat Tuhan yang taat.
Taat dengan kesadaran yang tinggi bukan asal-asalan, Tuhan memang patut ditaati segala perintah dan firmanNya karena Tuhanlah yang paling bijaksana.
Apakah anda taat seperti tersebut diatas, sehingga anda menjadi pemenang kehidupan ?

Pujian PS GKI Kepa Duri
Hidup ini ditandai dengan perlombaan, pertandingan jadi tidak asal hidup , dan untuk memenangkan kehidupan ini rahasianya adalah kita mau taat kepada Allah.

Para joki yang berpengalaman bersaksi mengenai kuda juara , kuda juara adalah kuda yang jinak dilintasan balap, yang merespon perintah-perintah dari joki sehingga terjalin kerjasama yang baik dan akhirnya membuahkan kemenangan. Beda dengan kuda liar yang tidak mau dikendalikan.

Manusia dikatakan beruntung manakala dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak-anak Tuhan mau taat dan menuruti perintahNya .
Dalam perjanjian lama dikisahkan bahwa Absalom merupakan anak yang tidak taat kepada ayahnya, bahkan dia memberontak berusaha untuk merebut tahta kepemimpinan ayahnya Daud.
Absalom selalu berpikir negatif tentang ayahnya .. pikiran negatif berbahaya sebab pikiran negatif akan meluncur menjadi perkataan .. perkataan akan berubah menjadi perbuatan .. dan perbuatan akan beralih menjadi kebiasaan dan kebiasaan akan menjadi karakter .. dan karakter akan menentukan nasib seseorang.

Absalom yang berpikiran negatif itu juga memendam banyak rasa kecewa yang berakumulatif terus menerus sampai akhirnya menjadi seperti gunung es yang sangat berbahaya.

Memang semua manusia telah berdosa, berdosa kepada Tuhan baik disadari ataupun tidak, manusia didunia ini memang selalu hidup berbuat salah baik kepada teman , keluarga, saudara seiman, rekan kerja  dan lain sebagainya. Semua itu menunjukan bahwa ada hubungan yang tidak benar antara manusia dengan Allah.
Setiap kita yang mempunyai ganjalan dengan Tuhan yang kita sembah dan percayai sebagai Allah harus waspada bahwa masalah atau hubungan yang tidak beres itu harus diselesaikan dengan Allah, karena jika tidak diselesaikan akan beranak-cucu , menumpuk dan menjadi sangat mengerikan memunculkan apa yang disebut kematian rohaniah. Kasih kita kepada Tuhan dan sesama akan menjadi tumpul.

Ada 3 jenis kematian rohaniah

1. Eskapisme
Melarikan diri , kita sebagai orang yang dikasihi oleh Allah dan Allah selalu merindukan kita berhubungan dekat dengan Dia , tetapi dalam kenyataannya kita melarikan diri dari kasih Kristus, komunitas jemaat, ibadah, kehadiran dalam ibadah dikurangi , tugas menjadi saksi Kristus didunia ini kita abaikan.
Menjadi anak Tuhan yang banyak catatan, rapot merah, banyak bolos, melarikan diri tanpa ijin.

2. Kompromisme
Sering berkompromi dengan yang tidak baik, berkompromi dengan iblis yang menjadi musuh Allah.
Berkompromi dengan dosa kecil, membiarkannya sampai akhirnya dosa itu berkembang dan menjerat orang tersebut. Bagi yang suka tidak punya sikap tegas terhadap dosa , terhadap kebiasaan yang tidak baik, terhadap dosa akan menuai hasil yang memalukan , merugikan dan menjadi mangsa dosa.
Tuhan Yesus tidak bersikap lunak terhadap dosa tetapi dia tegas untuk tidak membiarkan dosa berkembang, dia mengusir orang-orang yang berjualan di bait Allah.
Tuhan mengasihi manusianya tetapi benci dengan dosa yang merusaknya. Sedemikian cintanya kepada manusia dan sedemikian bencinya terhadap dosa maka Tuhan rela mati diatas kayu salib.

3. Dualisme
Kadang jadi domba, kadang jadi serigala. Terhadap Tuhan kasih kita tidak konsisten, kasih terhadap manusia setengah hati. Tuhan tidak suka kepada yang suam-suam, hangat tidak dingin tidak.
Firman Tuhan mengajarkan untuk mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap .. segenap. Kasih kepada Tuhan sebagai Tuhan harus seratus persen , mengasihi istri / suami sebagai istri / suami seratus persen, mengasihi anak sebagai anak seratus persen, mengasihi pekerjaan sebagai pekerjaan seratus persen, mengasihi teman sebagai taman seratus persen dan lain sebagainya karena Tuhan mau kita tidak setengah-setengah.
Abraham  mentaati perintah Tuhan karena dia tau siapa Tuhan yang dia sembah maka dia taat, taat seratus persen kepada Tuhan sebagai Tuhan.
Biarlah dampak positif dirasakan bagi kehidupan sekeliling yang disebabkan oleh anak-anak Tuhan yang taat.

Jemaat harus wapada dengan kematian rohaniah, untuk kehidupan rohaniah yang kuat maka kita harus senantiasa mau belajar , merenungkan firman dan mempraktekannya.
Salah satunya dengan ikut bergabung dalam 40 Days of Purpose yang akan memperlengkapi, menyegarkan  dan memperkaya kehidupan rohaniah anda.
Hendaklah kita taat kepada Tuhan yang kita sembah, Tuhan yang sejati , yang utama dalam hidup ini seperti seorang murid yang senantiasa mau belajar terus menerus.

Amin ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.












Minggu, 12 Juli 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 12 Juli 2015


GKI GADING SERPONG

Tema : Siapakah Raja Kemuliaan ?
Pembicara : Pdt Gideon Ang
Nats : Mazmur 24

Ada dua kerinduan kita, yang pertama kita boleh mengenal "siapakah raja kemuliaan ?" dan selanjutnya adalah kita rindu beribadah kepadaNya .
Pertanyaannya apakah sebagai umat Tuhan kita sudah  menyembahNya dengan sungguh-sungguh ?

Sebuah kutipan dari Friedrich Nietzche mengatakan sbb : "mereka harus menyanyikan lagu-lagu dengan lebih baik untuk membuat saya percaya kepada penebus mereka"

Kalau misalnya ada orang yang baru saja datang beribadah digereja ini , apakah ketika mereka melihat kita memuji Tuhan dan beribadah , mereka dapat melihat kita sebagai orang-orang yang sudah ditebus ?

Kalimat lain dari seseorang mengatakan sbb : "ibadah bukanlah suatu aksi tapi suatu reaksi yang dibangkitkan karena melihat kemuliaan Allah"
"Jika kita mempunyai kesulitan dalam beribadah kepada Allah , apakah yang perlu kita lakukan ? dikatakan bahwa kita perlu melihat kemuliaan Allah !!"

Mazmur 24 , adalah mazmur yang berhubungan dengan Kristus , tetapi juga sering disebut sebagai mazmur penggembalaan, dikatakan bahwa juruselamat yang agung yang kembali untuk domba-dombaNya.
Didalam ayatnya yang pertama dan kedua dikatakan, Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya dan dunia serta yang diam didalamnya ... dst.

Ketika kita menanyakan "Siapakah Raja Kemuliaan itu ?"

Yang pertama, The Glory in Creation (kemuliaan dalam ciptaan)
Dia adalah raja yang kemuliaanNya terpancar, bisa dilihat dalam alam semesta ciptaanNya
Alam adalah sebagai wahyu umum .. dimana kita dapat melihat kemuliaan Allah.

Ada seseorang yang sedang mengendarai kereta kuda yang bersinar sangat terang , saking terangnya sampai dia tidak bisa melihat cahaya bintang.
Ada pula seorang petani yang sederhana yang sedang berjalan dimalam hari dengan sangat hati-hati , menunduk melihat kejalan , diapun tidak melihat cahaya bintang yang indah , yang ada diatas.

Seorang pemahat memahat tulisan "Allah Tidak Ada", tapi ketika dia melihat keindahan alam semesta hati nuraninya mulai berbicara bahwa Allah itu ada, nuraninya mengusik pikirannya dan akhirnya pemahat itu menjadi percaya bahwa Allah itu memang ada, maka dia menambahkan tulisan dalam pahatannya sbb : "Orang Bodoh berkata : Allah Tidak Ada"
Mazmur 14 : 1 berbunyi "orang bebal berkata dalam hatinya, tidak ada Allah. Busuk dan jijik perbuatan mereka"

Kedua, The Glory in Salvation (kemuliaan dalam keselamatan)
Kita ditebus menjadi anak Tuhan.

Mazmur 24 : 3-6 ,
24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung n  TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya o  yang kudus?" 24:4 "Orang yang bersih tangannya p  dan murni hatinya 1 , q  yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, r  dan yang tidak bersumpah palsu. 24:5 Dialah yang akan menerima berkat 2  s  dari TUHAN dan keadilan t  dari Allah yang menyelamatkan dia. 24:6 Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, u  ya Allah Yakub." Sela

Teori pendidikan mengajarkan kepada kita , yang diluar sebagai model pendidikan kita, siapa yang kita mau, arah mau jadi apa , sedangkan yang dari diri timbul pertanyaan , apakah saya melihat kemuliaan itu ?

Dari wahyu umum masuk kedalam wahyu khusus, kita masuk kedalam anugerah keselamatanNya

 Kisah Tommy, diceritakan oleh John Powell :
Sekitar 14 tahun yang lalu, aku berdiri menyaksikan para mahasiswaku berbaris memasuki kelas untuk mengikuti kuliah pertama tentang teologi iman. Pada hari itulah untuk pertama kalinya aku melihat Tommy. Dia sedang menyisir rambutnya yang terurai sampai sekitar 20 cm dibawah bahunya. Penilaian singkatku: dia seorang yang aneh ? sangat aneh.

Tommy ternyata menjadi tantanganku yang terberat. Dia terus-menerus mengajukan keberatan. Dia juga melecehkan tentang kemungkinan Tuhan mencintai secara tanpa pamrih.

Ketika dia muncul untuk mengikuti ujian di akhir kuliah, dia bertanya dengan agak sinis, "Menurut Pastor apakah saya akan pernah menemukan Tuhan?" Tidak," jawabku dengan sungguh-sungguh.

"Oh," sahutnya.

"Rasanya Anda memang tidak pernah mengajarkan bagaimana menemukan Tuhan." Kubiarkan dia berjalan sampai lima langkah lagi dari pintu, lalu kupanggil. "Saya rasa kamu tak akan pernah menemukan-Nya. Tapi, saya yakin Dialah yang akan menemukanmu."

Tommy mengangkat bahu, lalu pergi.

Aku merasa agak kecewa karena dia tidak bisa menangkap maksud kata-kataku. Kemudian kudengar Tommy sudah lulus, dan saya bersyukur.

Namun kemudian tiba berita yang menyedihkan: Tommy mengidap kanker yang sudah parah. Sebelum saya sempat mengunjunginya, dia yang lebih dulu menemui saya. Saat dia melangkah masuk ke kantor saya, tubuhnya sudah menyusut, dan rambutnya yang panjang sudah rontok karena pengobatan dengan kemoterapi.

Namun, matanya tetap bercahaya dan suaranya, untuk pertama kalinya, terdengar tegas. "Tommy ! Saya sering memikirkanmu. Katanya kamu sakit keras?" tanyaku langsung. "Oh ya, saya memang sakit keras. Saya menderita kanker. Waktu saya hanya tinggal beberapa minggu lagi."

"Kamu mau membicarakan itu?"

"Boleh saja. Apa yang ingin Pastor ketahui?"

"Bagaimana rasanya baru berumur 24 tahun, tapi kematian sudah menjelang?" Jawabnya, "Ini lebih baik ketimbang jadi lelaki berumur 50 tahun namun mengira bahwa minum minuman keras, bermain perempuan, dan memburu harta adalah hal-hal yang "utama" dalam hidup ini."

Lalu dia mengatakan mengapa dia menemuiku. "Sesuatu yang Pastor pernah katakan pada saya pada hari terakhir kuliah Pastor. Saya bertanya waktu itu apakah saya akan pernah menemukan Tuhan, dan Pastor mengatakan tidak. Jawaban yang sungguh mengejutkan saya. Lalu, Pastor mengatakan bahwa Tuhanlah yang akan menemukan saya. Saya sering memikirkan kata-kata Pastor itu, meskipun pencarian Tuhan yang saya lakukan pada masa itu tidaklah sungguh-sungguh. "Tetapi, ketika dokter mengeluarkan segumpal daging dari pangkal paha saya", Tommy melanjutkan "dan mengatakan bahwa gumpalan itu ganas, saya pun mulai serius melacak Tuhan. Dan ketika tumor ganas itu menyebar sampai ke organ-organ vital,saya benar-benar menggedor-gedor pintu surga.

Tapi tak terjadi apa pun.."

Lalu, saya terbangun di suatu hari, dan saya tidak lagi berusaha keras mencari-cari pesan itu. Saya menghentikan segala usaha itu. Saya memutuskan untuk tidak peduli sama sekali pada Tuhan, kehidupan setelah kematian, atau hal-hal sejenis itu."

"Saya memutuskan untuk melewatkan waktu yang tersisa melakukan hal-hal penting," lanjut Tommy. "Saya teringat tentang Pastor dan kata-kata Pastor yang lain: Kesedihan yang paling utama adalah menjalani hidup tanpa mencintai. Tapi hampir sama sedihnya, meninggalkan dunia ini tanpa mengatakan pada orang yang saya cintai bahwa kau mencintai mereka.

Jadi saya memulai dengan orang yang tersulit: ayah saya. "Ayah Tommy waktu itu sedang membaca koran saat anaknya menghampirinya." "Pa, aku ingin bicara." "Bicara saja." "Pa, ini penting sekali." Korannya turun perlahan 8 cm. "Ada apa?" "Pa, aku cinta Papa. Aku hanya ingin Papa tahu itu." Tommy tersenyum padaku saat mengenang saat itu. "Korannya jatuh ke lantai. Lalu ayah saya melakukan dua hal yang seingatku belum pernah dilakukannya. Ia menangis dan memelukku. Dan kami mengobrol semalaman, meskipun dia harus bekerja besok paginya."

"Dengan ibu saya dan adik saya lebih mudah," sambung Tommy. "Mereka menangis bersama saya, dan kami berpelukan, dan berbagi hal yang kami rahasiakan bertahun-tahun. Saya hanya menyesalkan mengapa saya harus menunggu sekian lama. Saya berada dalam bayang-bayang kematian, dan saya baru memulai terbuka pada semua orang yang sebenarnya dekat dengan saya.

"Lalu suatu hari saya berbalik dan Tuhan ada di situ. Ia tidak datang saat saya memohon pada-Nya. Rupanya Dia bertindak menurut kehendak-Nya dan pada waktu-Nya. Yang penting adalah Pastor benar. Dia menemukan saya bahkan setelah saya berhenti mencari-Nya."

"Tommy," aku tersedak,

"Menurut saya, kata-katamu lebih universal daripada yang kamu sadari. Kamu menunjukkan bahwa cara terpasti untuk menemukan Tuhan adalah bukan dengan membuatnya menjadi milik pribadi atau penghiburan instan saat membutuhkan, melainkan dengan membuka diri pada cinta kasih."

"Tommy," saya menambahkan, "boleh saya minta tolong? Maukah kamu datang ke kuliah teologi iman dan mengatakan kepada para mahasiswa saya apa yang baru kamu ceritakan?"

Meskipun kami menjadwalkannya, ia tak berhasil hadir hari itu. Tentu saja, karena ia harus berpulang. Ia melangkah jauh dari iman ke visi. Ia menemukan kehidupan yang jauh lebih indah daripada yang pernah dilihat mata kemanusiaan atau yang pernah dibayangkan.

Sebelum ia meninggal, kami mengobrol terakhir kali. Saya tak akan mampu hadir di kuliah Pastor," katanya. "Saya tahu, Tommy." "Maukah Pastor menceritakannya untuk saya? Maukah Pastor menceritakannya pada dunia untuk saya?" "Ya, Tommy. Saya akan melakukannya."


Pada waktu Allah menemukan kita, maka kita akan mengalami apa yang disebut the glory in salvation.
Kita boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaanNya .

Ketiga, Glory In The Kingdom (kemuliaan didalam kerajaan Allah)

Mazmur 24 : 7-10
24:7 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, v  dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk w  Raja x  Kemuliaan 1 ! y  24:8 "Siapakah itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN, jaya dan perkasa, z  TUHAN, perkasa dalam peperangan! a " 24:9 Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, supaya masuk Raja Kemuliaan! 24:10 "Siapakah Dia itu Raja Kemuliaan?" "TUHAN semesta alam, b  Dialah Raja Kemuliaan!" Sela

Berbicara mengenai kerajaan Allah, kerajaan yang pertama adalah Otoritas , siapa yang menjadi raja dalam hidup anda dan saya ? dan yang kedua adalah wilayah lingkungan kekuasaan Allah memerintah dalam hidup anda dan saya.

Rasul Paulus mengatakan , bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan, fokusnya adalah Kristus.
Hidup orang Kristen terlihat seberapa dia mengasihi Kristus dan sukacita didalam Kristus. Apakah Kristus telah mempesona kehidupanmu ?, paling tidak ada 3 hal yang perlu diingat untuk memberi kekuatan kepada setiap orang yang menyandarkan hidupnya pada Kristus :
  • Pertama , kesedihan tidak permanen lagi
  • Kedua , kekecewaan tidak permanen lagi
  • Ketiga , dosa seberat apapun tidak permanen lagi
Seseorang yang telah berdosa harus mau datang mohon pengampunan Tuhan dan mengaku dosa, mengaku dosa ada 3 unsur :
  • Setuju dengan Allah bahwa itu dosa.
  • Setuju dengan Firman Allah bahwa Kristus sudah mati diatas kayu salib untuk dosa itu.
  • Berubah sikap terhadap dosa itu dan tidak berbuat lagi.
Amin ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.







Minggu, 05 Juli 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 5 Juli 2015


Tema : MENJADI MURID YANG BERKEMENANGAN

Pdt Andreas Loanka
Nats : Matius 11 : 25 - 30

Tuhan Yesus tidak saja memanggil orang banyak untuk datang kepada-Nya, tetapi untuk memikul kuk yang dipasang-Nya dan belajar kepada-Nya (Mat. 11:28-30). Ia bukan saja memanggil kita untuk percaya kepada-Nya, tetapi juga untuk menjadi murid-murid-Nya dan menjadikan semua bangsa murid-Nya (Mat. 28:19-20).

Tuhan Yesus menghendaki agar kita menjadi murid-murid yang memuliakan Allah.  Sama seperti Ia telah memuliakan Bapa, Ia pun menghendaki agar murid-murid-Nya memuliakan-Nya. Ia telah mempermuliakan Allah Bapa dengan menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa kepada-Nya (Yoh. 17:4). Dia juga mengajarkan agar murid-murid-Nya memuliakan Allah dan membuat orang-orang lain memuliakan-Nya (Mat. 5:16).

Rick Warren dalam bukunya “The Purpose Driven Life,” menjelaskan bahwa tujuan hidup murid-murid Kristus jauh lebih besar daripada prestasi pribadi, karir, ambisi, ketenangan pikiran, kebahagiaan; bahkan lebih besar dari sekadar tujuan keluarga. Kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya.

Katekismus Westminster diawali dengan pertanyaan yang sama: “Apakah tujuan utama manusia?” (What is the chief end of man?). Jawabannya adalah: “Tujuan utama manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menikmati Dia selama-lamanya.” (Man's chief end is to glorify God, and to enjoy him for ever).

Kita diciptakan dengan tujuan untuk kemuliaan Allah. Firman Tuhan mengatakan bahwa semua orang diciptakan Allah untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:7). Bahkan segala sesuatu diciptakan untuk kemuliaan Allah. Dalam Roma 11:36 dikatakan: “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Kita, sebagai murid-murid Kristus, hendaklah senantiasa hidup untuk kemuliaan Allah. Sehubungan dengan hal itu, marilah kita merenungkan tiga pertanyaan: Apakah kemuliaan Allah? Mengapa harus memuliakan Allah?  Bagaimana memuliakan Allah?

Apakah kemuliaan Allah? Kemuliaan Allah itu mencakup dua segi. Pertama, kemuliaan intrinsik, yaitu kemuliaan yang telah dimiliki Allah pada diri-Nya sendiri               (Rm 11:36a). Hal ini dapat diibaratkan dengan terang yang dimiliki matahari. Baik terang itu diterima atau dihindari orang, baik diakui atau diabaikan orang, semua perbuatan itu tidak ada pengaruhnya pada terang yang telah ada pada matahari. Terang matahari itu terus-menerus bersinar. Demikian pula kemuliaan Allah telah ada pada diri-Nya sejak kekekalan hingga selama-lamanya. Kemuliaan Allah itu terus-menerus memancar, tanpa dipengaruhi oleh respon makhluk terhadap diri-Nya. Kedua, kemuliaan yang diberikan makhluk kepada Allah. Setiap manusia hendaknya menyadari kemuliaan Allah, dan memuliakan-Nya. Alkitab mengatakan: ”Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya” (1 Taw. 16:29a), dan “bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya” (Rm. 11:36b).

Mengapa harus memuliakan Allah? Pertama, karena keberadaan Allah yang mulia (Rm:11:36). Dia adalah Allah yang mulia dan sudah selayaknya dimuliakan. Kedua, karena segala perbuatan-Nya: Dia yang menciptakan kita (Yes. 43:1); Dia telah menebus dan menyelamatkan kita (Yes. 43:2-3); dan Dia mengasihi, memelihara dan memberkati kita    (Yes. 43:4-6). Ketiga, karena kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Semua orang yang disebut dengan nama-Nya, diciptakan untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:7). Kita memuliakan Allah selain karena keberadaan-Nya yang mulia dan karya-Nya yang agung, juga karena kita memang diciptakan untuk kemuliaan-Nya.

Bagaimana memuliakan Allah? Kita dapat memuliakan Allah dengan meninggikan (appreciation), menyembah  (adoration), mengasihi (affection), dan mengabdi (subjection).

Roma 11:36-12:8 mengajarkan empat tahap dalam memuliakan Allah. Pertama, menyadari keberadaan-Nya yang mulia sehingga senantiasa meninggikan Dia (Rm. 11:36). Hendaklah kita menyadari bahwa segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia dan bagi Dia, sehingga kita dapat senantiasa memuliakan dan meninggikan Dia. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya.

Kedua, mempersembahkan diri untuk kemuliaan Allah (Rm. 12:1). Mempersembahkan diri dilakukan ”demi kemurahan Allah”. Ingatlah bahwa kita sudah lebih dahulu menerima anugerah dari Allah. Jadi kita mempersembahkan diri bukanlah untuk mendapat sesuatu dari Allah, tetapi justru karena kita sudah memperoleh karunia-Nya. Buatlah keputusan untuk mengabdikan dirimu. Persembahkan dirimu sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah.  Itu adalah ibadah kita yang sejati.

Ketiga, mengasihi Allah dan memperbaharui akal budi untuk kemuliaan Allah             (Rm. 12:2). Orang yang mengasihi dunia tidak memiliki kasih akan Allah (1 Yoh. 2:15). Oleh karena itu janganlah mengasihi dunia dan menjadi serupa dengan dunia. Kasihilah Allah dan berubahlah oleh pembaharuan budi,  sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah, yaitu yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Keempat, mengabdikan diri sesuai dengan talenta untuk kemuliaan Allah              (Rm. 12:3-8). Janganlah kita memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kita pikirkan. Tuhan mengaruniakan talenta yang berbeda-beda kepada setiap orang Kristen. Kita harus memakai talenta itu untuk melayani dan memuliakan Allah.

Kita patut bersyukur, mulai pertengahan bulan Agustus 2015 hingga akhir bulan September 2015 di gereja kita akan diadakan Gerakan 40 Hari Hidup yang Bertujuan atau         40 Days of Purpose (40 DOP). 40 DOP diadakan untuk menolong agar kita dapat menjadi murid-murid Kristus yang memiliki tujuan hidup seperti yang dikehendaki-Nya, yaitu memuliakan Allah. Selama 40 hari kita belajar di dalam Kebaktian Umum, Kelompok-kelompok Kecil, dan refleksi pribadi melalui pembacaan buku ”Untuk Apa Aku Ada Di Dunia Ini?”

Kita diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Menjalani hidup yang memuliakan Allah membuat hidup kita menjadi bermakna. Marilah kita ikut serta dalam Gerakan 40 DOP dan melanjutkan perjalanan hidup untuk kemuliaan Allah.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 28 Juni 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 28 Juni 2015

KASIH : KEKAYAAN YANG MEMPERSATUKAN

Firman : Markus 5 : 21-43 , 2 Kor 8 : 7-15
Pnt Febrita Melati Sth

Seorang anak gadis kecil sedang berdiri terisak didekat pintu masuk sebuah gereja yang tidak terlalu besar, ia baru saja tidak diperkenankan masuk ke gereja tersebut karena "sudah terlalu penuh".

Seorang pastur lewat didekatnya dan menanyakan kenapa si gadis kecil itu menangis?

"Saya tidak dapat ke Sekolah Minggu" kata si gadis kecil.

Melihat penampilan gadis kecil itu yang acak-acakan dan tidak terurus, sang pastur segera mengerti dan bisa menduga sebabnya si gadis kecil tadi tidak disambut masuk ke Sekolah Minggu. Segera dituntunnya si gadis kecil itu masuk ke ruangan Sekolah Minggu di dalam gereja dan ia mencarikan tempat duduk yang masih kosong untuk si gadis kecil.

Sang gadis kecil ini begitu mendalam tergugah perasaannya, sehingga pada waktu sebelum tidur dimalam itu, ia sempat memikirkan anak-anak lain yang senasib dengan dirinya yang seolah-olah tidak mempunyai tempat untuk memuliakan Jesus.

Ketika ia menceritakan hal ini kepada orang tuanya, yang kebetulan merupakan orang tak berpunya, sang ibu menghiburnya bahwa si gadis masih beruntung mendapatkan pertolongan dari seorang pastur. Sejak saat itu, si gadis kecil berkawan dengan sang pastur.

Dua tahun kemudian, si gadis kecil meninggal di tempat tinggalnya didaerah kumuh,dan sang orang tuanya meminta bantuan dari si pastur yang baik hati untuk prosesi pemakaman yang sangat sangat sederhana. Saat pemakaman selesai dan ruang tidur si gadis di rapihkan, sebuah dompet usang, kumal dan sobek sobek ditemukan, tampak sekali bahwa dompet itu adalah dompet yang mungkin ditemukan oleh si gadis kecil dari tempat sampah. Didalamnya ditemukan uang receh sejumlah 57 sen dan secarik kertas bertuliskan tangan, yang jelas kelihatan ditulis oleh seorang anak kecil yang isinya:

"Uang ini untuk membantu pembangunan gereja kecil agar gereja tersebut bisa diperluas sehingga lebih banyak anak anak bisa menghadiri ke Sekolah Minggu"

Rupanya selama 2 tahun, sejak ia tidak dapat masuk ke gereja itu, si gadis kecil ini mengumpulkan dan menabungkan uangnya sampai terkumpul sejumlah 57 sen untuk maksud yang sangat mulia.

Ketika sang pastur membaca catatan kecil ini, matanya sembab dan ia sadar apa yang harus diperbuatnya. Dengan berbekal dompet tua dan catatan kecil ini, sang pastur segera memotivasi para pengurus dan jemaat gerejanya untuk meneruskan maksud mulia si gadis kecil ini untuk memperbesar bangunan gereja.

Namun Ceritanya tidak berakhir sampai disini. Suatu perusahaan koran yang besar mengetahui berita ini dan mempublikasikannya terus menerus. Sampai akhirnya seorang Pengembang membaca berita ini dan ia segera menawarkan suatu lokasi yang berada didekat gereja kecil itu dengan harga 57 sen, setelah para pengurus gereja menyatakan bahwa mereka tak mungkin sanggup membayar lokasi sebesar dan sebaik itu.

Para anggota jemaat pun dengan sukarela memberikan donasi dan melakukan pemberitaan, akhirnya bola salju yang dimulai oleh sang gadis kecil ini bergulir dan dalam 5 tahun, berhasil mengumpulkan dana sebesar 250.000 dollar, suatu jumlah yang fantastik pada saat itu (pada pergantian abad, jumlah ini dapat membeli emas seberat 1 ton).

Inilah hasil nyata cinta kasih dari seorang gadis kecil yang miskin, kurang terawat dan kurang makan,namun perduli pada sesama yang menderita. Tanpa pamrih, tanpa pretensi.

Saat ini, jika anda berada di Philadelphia, lihatlah Temple Baptist Church, dengan kapasitas duduk untuk 3300 orang dan Temple University, tempat beribu ribu murid belajar. Lihat juga Good Samaritan Hospital dan sebuah bangunan special untuk Sekolah Minggu yang lengkap dengan beratus ratus (yah,beratus ratus) pengajarnya, semuanya itu untuk memastikan jangan sampai ada satu anakpun yang tidak mendapat tempat di Sekolah MInggu.

Didalam salah satu ruangan bangunan ini, tampak terlihat foto si gadis kecil, yang dengan tabungannya sebesar 57 sen, namun dikumpulkan berdasarkan rasa cinta kasih sesama yang telah membuat sejarah. Tampak pula berjajar rapih foto sang pastur yang baik hati yang telah mengulurkan tangan kepada si gadis keci miskin itu, yaitu pastor DR.Russel H.Conwell penulis buku "Acres of Diamonds" - a true story.

Di bacaaan diatas dikisahkan ada tiga jemaat , Pertama adalah jemaat Makedonia, yang merupakan jemaat kecil terdiri dari orang-orang non Yahudi, mereka menerima Kristus karena pemberitaan injil oleh rasul Paulus , pada waktu itu jemaat ini sedang mengalami penderitaan , dianiaya oleh karena Kristus.

Jemaat yang Kedua adalah jemaat Yerusalem, mereka sedang mengalami krisis ekonomi, sehingga membutuhkan bantuan dari jemaat-jemaat lain dimana Paulus telah mengabarkan Injil.

Jemaat Ketiga adalah jemaat Korintus terdiri dari jemaat non Yahudi yang berpendidikan,  Paulus memuji mereka sebagai jemaat yang kaya didalam iman , pengetahuan dan perkataan mereka. Allah meberikan karunia-karunia kepada jemaat di Korintus. Jemaat Korintus boleh dibilang sebagai jemaat yang sempurna

dari segi jasmani maupun juga rohani.

Tetapi ketika Paulus menghimbau jemaat-jemaat lain untuk memberikan bantuan kepada jemaat Yerusalem yang sedang mengalami krisis ekonomi , jemaat Makedonia yang relatif kecil dan sedang dalam keadaan tertekan dalam penganiayaan mampu menunjukan perhatiannya dan kasihnya kepada jemaat Yerusalem.
Jemaat Makedonia mampu memberikan melampaui apa yang menjadi prediksi rasul Paulus.
Jemaat Makedonia mampu memberikan lebih dari yang diharapkan, penganiayaan dan penderitaan nya ternyata tidak menghalangi mereka untuk tetap peduli.
Kalau seseorang sedang berkelimpahan maka kalau dia memberi itu adalah hal yang wajar,  tetapi ketika keadaan sedang tidak baik dan kekurangan tetapi mampu memberi , maka itu merupakan sesuatu yang luar biasa. Kalau orang yang berkekurangan mampu memberi besar, maka orang yg sedang berkelimpahan semestinya mampu memberi lebih besar lagi.
Paulus menghimbau kepada jemaat di Korintus untuk tidak menunda-nunda persembahan yang akan diberikan kepada jemaat di Yerusalem.

Semua ini tidak akan bisa dilakukan kalau tidak didasari oleh kasih, jangan ada dalam pikiran kita kalau kita memberi maka Tuhan akan memberkati kita dengan berlimpah-limpah, mengapa demikian ? sebab berkat apapun yang kita harapkan tidak bisa dibandingkan dengan anugerah keselamatan yang Tuhan sudah berikan kepada kita.
Maka ketika kita memberikan persembahan dalam pikiran kita bukan untuk supaya mendapatkan berkat lebih , tapi merupakan syukur kita dan wujud kasih kepada Allah yang sudah meberikan hidup kekal itu secara gratis, cuma-cuma.

Contoh yang salah : seseorang diberi berkat dan memberikan persembahan perpuluhan ke gereja, tetapi ketika didekatnya hidup panti asuhan yang menampung orang-orang yang tidak mampu untuk bersekolah misalnya  , dia tidak ada keinginan sedikitpun untuk memberikan sumbangan kepada panti tersebut , dia berpikir ketika dia memberi ke gereja saja Tuhan melihat pemberian kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian.
Perlu juga untuk dicamkan , bahwa ketika kita memberi jangan untuk mendapatkan pujian supaya menjadi sosok yang diperhitungkan dalam komunitas dimana kita berada.
Pemberian harus dimotivasi bahwa Allah lebih dahulu mengasihi kita, kasih hendaknya disadari bukan sebagai kasih yang pasif , artinya kita senang kalau ada orang yang memperhatikan kita, melayani kita dan memenuhi kebutuhan kita, tetapi kasih didlam kekristenan adalah sebuah perintah.

Yesus berkata inilah perintahKU kepadamu yaitu kasihilah seorang akan yang lain, jadi kasih sebagai perintah dan hukum untuk dilakukan. Kasih harus aktif bukan sekedar kata-kata tetapi sebuah aksi tindakan yang nyata.
Karena kasihnya Daud kepada Tuhan , maka ketika Daud punya kesempatan untuk membunuh Saul , dia tidak mau melakukannya , dia menghormati orang yang diurapi oleh Tuhan.
Apakah kita bisa mengasihi orang yang membenci kita, orang pernah menyakiti kita, orang yang pernah mencelakakan kita ?
Yesus berkata : apakah jasamu jikalau mengasihi orang yang mengasihi mu ? tetapi sesuatu yang luar biasa ketika kita bisa mengasihi musuh kita.

Kasih bukan sesuatu yang mati tetapi didalam kasih ada daya , ada kekuatan , kasih bisa melakukan sesuatu yang bertentangan dengan sesuatu yang berlaku umum , kasih juga memampukan seseorang mengasihi sahabat dan mengasihi musuh.
Kasih tidak memisahkan tetapi mempersatukan, kasih memberi ruang kepada mereka yang lemah , kepada mereka yang tidak mampu dan kepada musuh juga kepada mereka yang belum percaya kepada Kristus untuk merasakan dan melihat kuasa Tuhan.

Rasul Paulus pernah berkata , 1 Korintus 13:1 Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa n  manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih 1 , aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing. 13:2 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat o  dan aku mengetahui segala rahasia p  dan memiliki seluruh pengetahuan; q  dan sekalipun aku memiliki iman r  yang sempurna untuk memindahkan gunung, s  tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna 2 . 13:3 Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, t  bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, u  tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Kasih lebih berharga dari kepandaian, perkataan yang fasih, karunia-karunia bahkan dari pengetahuan dan iman yang sempurna. Kasih harus merupakan kekayaan yang harus dimiliki lebih dari apapun.

Tidak cukup kita hanya mengejar kekayaan didunia, kita jangan melupakan ada satu kekayaan yang harus kita utamakan yaitu kekayaan dalam hubungan kita dengan Tuhan, kekayaan dalam kehidupan rohani kita dan kekayaan ini diukur seberapa besar kasih kita kepada orang lain.
Tetaplah mengasihi , jangan pernah berhenti, tiap kita dipanggil untuk memiliki kasih yang menyatukan.

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.






Minggu, 21 Juni 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 21 Jun 2015


GKI GADING SERPONG
Tema : “Murid : Pembelajar & Pejuang Kehidupan”

Pembicara : Pdt Santoni
Bacaan :  Matius 19 : 27-30

Orang yang sering pergi kegereja sering disebut sebagai orang Kristen., orang Kristen dalam konotasi karena kelahiran atau keturunan .. atau bisa juga disebut sebagai Kristen KTP, Kristen Tanpa Pertobatan.

Ada type orang Kristen yang lain , yang katanya mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan ketika dia sembuh dari sakit atau ketika ada masalah dan mendapat pertolongan dari Tuhan sehingga masalahnya terselesaikan, dibilang lahir baru tapi tidak berubah kelakuannya.

Type yang ketiga disebut dengan murid Yesus , yang tumbuh dewasa melalui pemuridan dan belajar firman Tuhan dengan serius.

Menjadi orang percaya Yesus , seharusnya otomatis menjadi murid Yesus. Kisah Para Rasul 1-10 disebutkan secara bergantian murid Yesus dan orang percaya, menjadi percaya otomatis menjadi murid Kristus.
Apa yang harus dilakukan oleh seorang murid ? murid dalam bahasa ibrani disebut matetes yang artinya seorang yang tidak hanya menerima pandangan gurunya tapi yang juga mempraktekan dalam kehidupan shari-hari apa yang dikatakan gurunya.

Pemuridan dalam jaman Yesus mempunyai 5 karakteristik :
1. Murid memutuskan untuk mengikuti sang guru
2. Mengingat apa yang dikatakan oleh sang guru
3. Belajar cara guru melayani
4. Mengimitasikan hidup dari karakter gurunya
5. Membesarkan murid-muridnya kembali

Ketika kita memutuskan untuk katekisasi , baptis dan sidi itu adalah langkah yang pertama, tetapi setelah itu apakah kita mengingat apa yang sudah dipelajari, belajar cara guru melayani , mengimplementasikan ajaran itu dalam kehidupan sehari-hari dan apakah kita juga siap untuk memuridkan orang lain.

Ada 3 hal komitment menjadi murid Kristus ,

Komitment Pertama adalah belajar dan belajar terus menerus.
Murid akan seperti gurunya ketika tamat belajarnya , tamat belajar berarti kematian, jadi murid belajar terus sampai akhir hidupnya.

Menjadi murid Kristus bukan hanya ketika pergi ke gereja dan mengalami perubahan karakter yang sesaat saja, tetapi sang murid itu mengalami proses belajar terus menerus sampai menutup mata.

Seorang murid sejati akan mengalami perubahan terus menerus untuk menjadi serupa dengan Kristus sampai akhir kehidupannya.

Seorang teolog Jerman mengatakan bahwa Kekristenan tanpa pemutidan adalah Kekristenan tanpa Kristus, karena tidak mengaktifkan hidupnya didalam firman. Jalan yang  ditempuh oleh seorang murid adalah jalan yang penuh pengorbanan, terus belajar dan belajar tentang kehidupan baik ketika susah maupun senang

Seorang murid harus memilih tetap berada dalam tuntunan sang guru ketika menghadapi perjuangan hidup.
Matius 19 : 27-30 , Petrus meninggalkan segala sesuatu, meninggalkan kesenangannya , dan setia mengikut Yesus , dan  firman Tuhan mengatakan akan menerima kembali berlipat kali .

Jadi menjadi murid sungguh-sungguh kita diajar berproses belajar sampai kematian tiba, tidak ada istilah berhenti belajar. Gereja memalui program DOP mengajak semua jemaat untuk terus belajar supaya semakin melekat pada firman Tuhan.

Komitment yang Kedua 
Mazmur 119 , menjelaskan tentang manfaat mendengar , memperhatikan dan melaksanakan firman Tuhan.
Ada 3 manfaat firman Tuhan : 1. Sebagai sumber hidup , ayat 9 - 16 , pemazmur ingin selalu dibimbing, dididik oleh firman Tuhan , memilih jalan Tuhan dan terus bergemar dalam firman Tuhan serta terus berada dalam jalur firman Tuhan.
Ayat 25 , jiwaku melekat pada debu ..
Jiwa menunjuk pada kehidupan dan debu pada kematian, dengan kata lain pemazmur sedang mengatakan dia sedang diambang kematian, diambang kehancuran hidup dan mati karena dosa dan hidup jauh dari Tuhan, dalam kondisi seperti ini pemazmur berseru kepada Tuhan "hidupkanlah aku sesuai dengan firmanMu".
Bagi pemazmur firman Allah adalah sumber dari kehidupan, menjauhi firman berarti menjauhi Tuhan sang pemberi hidup.dan sebaliknya dekat dengan Tuhan berarti dekat dengan sumber hidup. Orang akan dekat dengan Tuhan hanya kalau mengenal firman dan melakukan ketetapan-ketetapannya.

Ayat 26, 27,28 dan 29 Firman Tuhan itu menjadi penunjuk jalan menuju kebenaran, sumber penghiburan ketika seseorang mengalami duka cita , pemazmur merasakan bahwa firman Tuhan sanggup menjadi penghibur dan meneguhkan iman orang percaya.
Ketika air mata mengalir , siapa yang kita cari ? apakah kita mencari firman Tuhan ? kita membutuhkan firman Tuhan seperti nutrisi supaya tetap kuat.

Komitment Ketiga
Murid Yesus harus punya komitment hidup dalam komunitas.
Efesus 3 : 16 dua doa Paulus , batin jemaat Efesus harus diperbaharui , batin bicara tentang akal budi , Paulus berdoa kepada jemaat di Efesus supaya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jahat.

Paulus juga berdoa tentang kesadaran, berdoa supaya jemaat di Efesus lebih sensitif , lebih peka menolong dan berbagi dengan sesama jemaat, karena jemaat di Efesus tidak sensitif terhadap penderitaan sesama.

Paulus juga berdoa tentang kemauan, jemaat Efesus tau yang baik tapi susah melakukan yang baik itu, kemauan saja tidak cukup , ada kekuatan Tuhan yang menopang supaya jemaat Efesus mampu melakukan yang baik itu.

Bagaimana bisa melakukan semua itu, Paulus mengatakan bahwa harus diisi dengan Kristus, diisi dengan firman Tuhan,  berarti hidup yang beriman kepada Kristus

Untuk apa semua itu ? dalam ayat 18 , dikatakan Paulus berdoa bahwa kita yang sudah disadarkan akal budinya , kesadaran dan kemauan nya supaya membangun kasih Tuhan yang lebar, dalam, panjang dan tinggi.Kasih Tuhan dapat kita rasakan ketika membangunnya bersama-sama orang kudus yaitu komunitas kita, komunitas gereja Tuhan.

Dengan iman kepada Kristus dan kasih Kristus kita membangun surga dalam kehidupan bergereja dan komunitas kecil yang kita bangun. Selamat menjadi murid Kristus.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.



Minggu, 10 Mei 2015

GKI Gading Serpong - Khotbah 10 Mei 2015


Pembicara : Pdt Benny Solihin (dosen SAAT)
Tema : MENJADI UTUSAN ALLAH
Firman : Kisah Para Rasul  6 : 3-5 dan 8 : 26-40

KUNCI UTAMA SEBUAH KEBERHASILAN MISI PENGINJILAN ADALAH HATI YANG TAAT PADA PIMPINAN ROH ALLAH

Seandainya Allah tidak punya misi penyelamatan manusia atas kuasa dosa, maka tidak ada satu orangpun didunia ini yang akan selamat, semua akan binasa termasuk saudara dan saya.
Kita akan tetap tinggal didalam kuasa dosa yang membelenggu hati dan pikiran, kita ingin lepas dari dosa namun tidak bisa dan tidak mampu.
Karena manusia telah dicengkeram oleh dosa, menjadi budak dosa tanpa daya. 

Kita seringkalai merasa jijik dengan dosa namun kita tidak mampu untuk menghindari dosa itu.
Tetapi syukur kepada Tuhan, kasih Allah yang begitu besar telah mendorongNYA untuk mengorbankan AnakNYA yang Tunggal yaitu Yesus Kristus melakukan MISI PENYELAMATAN manusia dari cengkeraman dosa dan hukuman maut, walaupun hal itu harus dibayar dengan sesuatu yang sangat mahal yaitu Anak Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk mati secara mengerikan diatas kayu salib.
Kematian Yesus merupakan kutuk yang luar biasa , itu menandakan sekaligus betapa dahsyatnya dosa. 
Inilah jalan satu-satunya supaya manusia beroleh selamat, andaikan ada cara lain , Allah tidak akan mengorbankan dan mempermalukan AnakNya seperti yang dijalani oleh Yesus.

Kematian Yesus bukan akhir dari segalanya , pada hari yang ketiga Dia bangkit .. dan menunjukan diriNya kepada beberapa orang juga murid-muridNya dan kemudian Dia naik kesurga. Sebelum Dia naik kesurga, Yesus memberikan pesan , yang kita sebut dengan Amanat Agung : " pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu, dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus "
Ini adalah suatu perintah yang dikatakan kepada para muridNya , tetapi diwariskan kepada Anda dan saya , suatu perintah yang merupakan Hak Istimewa bagi setiap orang percaya.
Karena kita diberi tanggung jawab , suatu misi penyelamatan manusia , ini bukan kristenisasi tetapi perintah untuk penyelamatan jiwa manusia .
Untuk melaksanakan amanat diatas, banyak gereja telah melakukan program-program yang mendukung hal tersebut dengan dana yang tidak sedikit , tetapi pada kenyataannya banyak gereja yang gagal, pertanyaannya kenapa gagal ?
Masalah nya terletak pada kunci utama yang tidak disadari . Misi penyelamatan manusia tidak dimulai dari suatu program yang bagus dan dana yang besar, tetapi dimulai dari suatu hati yang sungguh-sungguh taat untuk melakukan perintah Tuhan ini. Kalau ada yang punya hati seperti ini, maka cepat atau lambat hidup orang itu akan mempengaruhi sekelilingnya. Hati yang taat inilah yang langka sepanjang sejarah gereja.

Ada tiga pertanyaan yang dapat saudara jawab saja dalam hati masing-masing :

1. Dalam satu tahun belakangan ini, apakah saudara pernah menyaksikan kepada satu atau dua orang tentang bagaimana hidup saudara diubah oleh Tuhan Yesus ?

2. Dalam satu tahun belakangan ini, apakah saudara pernah menginjili satu atau dua orang agar mereka percaya kepada Yesus Kristus ?

3. Dalam satu tahun belakangan ini adakah saudara pernah mengajak satu atau dua orang bahkan menjemput mereka untuk datang beribadah di gereja ?

Sesungguhnya banyak orang kristen yang tidak melakukan hal tersebut diatas, banyak orang kristen yang tidak antusias mengabarkan Yesus sumber keselamatan bagi manusia .
Tugas memberitakan Yesus juruselamat dunia adalah tugas setiap orang percaya.

Belakangan banyak gereja-gereja yang mengeluh kekurangan pendeta , secara statistik sangat sedikit orang yang mau menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan , bahkan banyak kali orang tua yang walaupun dia aktivis ataupun majelis sekalipun yang melarang anaknya masuk sekolah pendeta.
Itu juga menunjukan bahwa sebenarnya kita kurang menghargai Yesus yang sudah mati menyelamatkan kita, pengorbanannya yang begitu besar. Tidak heran kalau Injil itu begitu lambat menjangkau jiwa-jiwa yang perlu diselamatkan, dalam keadaan seperti ini marilah kita simak suatu kisah yang menarik dari Filipus.

Filipus bukan salah satu dari duabelas murid Yesus, dia tidak terhitung didalam rasul, dia hanya orang awam yang diangkat jadi diaken. Dia juga bukan pengkotbah besar seperti Petrus ataupun misionaris besar seperti Paulus yang dipilih Allah untuk menginjili orang-orang non Yahudi.

Ketika raja Herodes menganiaya orang-orang kristen, maka tercerai berailah orang-orang kristen itu , termasuk Filipus. Filipus pergi ke Samaria , di sana Filipus mengabarkan Injil , terjadi mujizat ketika Filipus mengabarkan injil di Samaria , orang yang kerasukan setan dibebaskan, roh-roh jahat keluar dan berteriak dengan suara keras, orang-orang lumpuh dan timpang disembuhkan. Orang banyak di Samaria menjadi saksi betapa kuasa Yesus yang diberitakan oleh Filipus itu, mereka pulang dengan menerima Yesus dan mengakui dosa-dosa mereka agar mereka diselamatkan oleh berita Injil itu.
Filipus menjadi terkenal di Samaria , setelah dia terkenal , apa yang Tuhan mau bagi Filipus ? , ayat 26 mengatakan bahwa Tuhan memerintahkan Filipus untuk pergi ke "jalan yang sunyi" .
Filipus taat pergi kejalan sunyi seperti yang dimaksud Tuhan, walaupun perintah itu tidak jelas tujuannya .. biasanya Tuhan akan memberikan perintah yang jelas tujuannya seperti kepada Musa, Tuhan mengutus Musa kepada Firaun untuk membebaskan bangsa Israel keluar dari Mesir , atau kepada Yunus , bangkit pergilah ke Ninewe , berserulah kepada mereka karena kejahatan mereka telah sampai kepadaKu .
Tetapi kepada Filipus Tuhan tidak memberitahukan untuk apa kejalan yang sunyi itu.

Tidak ada perdebatan dan perbantahan dari Filipus, dia menurut saja apa yang diperintahkan Tuhan. Tidak seperti saya ketika Tuhan panggil untuk menjadi hambaNya , butuh dua tahun untuk bergumul.
Filipus orang yang dipenuhi Roh, ketika Tuhan perintahkan dia tidak membantah . Orang yang dipimpin Roh , menyadari bahwa hikmatnya itu terbatas, tetapi hikmat Allah tidak terbatas. Filipus menyadari bahwa perintah Allah walaupun tidak jelas , dia menyadari bahwa itu adalah kedaulatan Allah, Dia pencipta dan kita ciptaan. Orang yang dipimpin Roh menyadari bahwa yang diminta Allah adalah hati yang mutlak taat.


Tetapi kemudian muncul satu orang , yaitu sida-sida dari Eutopia .. sida-sida adalah orang yang dikebiri demi suatu jabatan tertentu yang berhubungan dengan selir raja , supaya tidak bisa selingkuh.
Orang yang rela diperlakukan seperti itu adalah seorang pejabat yang sudah kehilangan harga diri, tujuan hidupnya adalah kekayaan, jabatan tidak peduli dikebiri juga mau. Oleh karena orang-orang Yahudi membuat aturan tidak memperbolehkan sida-sida masuk dalam kumpulan jemaat karena dianggap najis.
Perjumpaan Fili[us dengan sida-sida itu seharusnya membuat Filipus frustasi , kalau dianalogikan keadaan saat ini , kita bisa merasa risih juga kalau tiba-tiba serombongan preman, waria dan eks kriminal berbakti bersama-sama diruangan yang sama dengan kita, kita mungkin berpikir mereka seharusnya tidak disini.

Diceritakan dalam kisah itu, sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya dan dalam perjalanan pulang dari beribadah di Yerusalem . Sida-sida yang merasa dirinya kotor, berdosa dan tidak layak itu sedang mencari KEBENARAN.
Roh Kudus menggerakan Filipus untuk mendekati sida-sida itu , perintah Tuhan kepada Filipus dari yang tidak jelas sekarang menjadi jelas yaitu menggiring Filipus kepada sida-sida yang dianggap kotor dan najis dan Filipus TAAT.
Terjadi dialog antara Filipus dan sida-sida, "mengertikah tuan apa yang tuan baca ?" kata Filipus , jawab sida-sida itu "bagaimana aku bisa mengerti kalau tidak ada yang menjelaskan" , kemudian Filipus naik kekereta itu dan duduk disamping sida-sida  untuk menjelaskan.

Nas yang dibaca sida-sida itu berbunyi sebagai berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. Dalam kehinaan-Nya, keadilan tidak diberikan kepada-Nya; siapa yang akan menceritakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi.

Lalu kata pejabat istana itu kepada Filipus, “Aku bertanya kepadamu, tentang siapa nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?”

Sida-sida itu ingin tau nabi tsb itu berbicara tentang siapa, hal tersebut merupakan sesuatu yang mengejutkan dan tidak pernah diduga oleh Filipus. Sida-sida yang dianggap najis dan kotor itu MENCARI KEBENARAN.
Ini juga yang seringkali luput dari pandangan kita, bahwa mereka yang terbuang dan dianggap sampah masyarakat mempunyai kerinduan untuk hidup benar dimata Tuhan.
Saya percaya bahwa ada saja preman, orang jahat dan sampah masyarakat yang punya kerinduan untuk hidup benar. Tetapi siapakah yang mau menjangkau mereka ? Padahal penebusan Allah juga termasuk kepada orang-orang yang dianggap sampah masyarakat.

Ketika orang farisi menganggap pemungut cukai itu sampah masyarakat dan Yesus datang mendekati Matius si pemungut cukai dan berkata "ikutlah Aku" .. mata Yesus tertuju kepada orang-orang yang tidak layak dan dianggap sampah masyarakat. Hanya orang sakit yang memerlukan dokter, kata Yesus.
Justru kalau orang yang menganggap dirinya tidak berdosa, maka penebusan Yesus tidak akan efektif.
Semua orang yang berdosa adalah objek kasih Allah.

Maka ketika Filipus mulai berbicara kepada sida-sida itu, ayat yang ditanyakan memang mengenai Yesus Kristus, melalui ayat itu Filipus membawa kepada puncak INTI MISI PENGINJILAN yaitu PENYELAMATAN MANUSIA DARI DOSA .. yaitu YESUS KRISTUS.
Ini yang tidak boleh terganti didalam kita menyampaikan Injil , tidak cukup menunjukan kita orang baik yang mengasihi seseorang, memperhatikan sesama , ramah dan lain sebagainya .. itu semua baik .. tapi akhirnya tetap inti yang kita sampaikan adalah Kristus satu-satunya jalan dimana manusia bisa diterima oleh Allah.
Ini bukan kristenisasi , apapun agama seseorang yang terpenting dia tahu dan mau beriman bahwa Yesus adalah Juruselamat.
Amanat agung ini bukan kristenisasi , tetapi misi untuk menyatakan bahwa keselamatan hanya ada didalam Yesus Kristus.

Sebelum Yesus mengatakan "Jadikanlah semua bangsa muridKu" , Yesus telah mengatakan "seluruh kuasa telah diberikan kepadaKU".
IA telah bangkit, kuasa kebangkitan itu juga mengiringi kita, tetapi diperlukan langkah lanjut yaitu percaya kepada pimpinan Roh Allah untuk menyampaikan kabar sukacita ini yaitu Injil.
Kekuatan kita bukan berdasarkan kepandaian atau kehebatan kita tetapi KETAATAN kita didalam menghantarkan kuasa Roh Tuhan.
Penginjilan adalah kerja kuasa Roh Kudus. Termasuk ketika naik mimbar , biarlah kita berdoa kita tidak berbicara dengan kekuatan manusia tetapi dengan keyakinan dan kekuatan Roh Kudus.
Kita semua cuma alat yang tidak mampu berbuat apa-apa dan Roh Kudus yang memampukan , ini yang harus kita sadari , ini yang membuat kita berani.
Roh Allah yang mampu menghancurkan semua superior , intelektual dalam diri manusia, inilah yang dilakukan oleh Filipus. Karena Roh Allah bekerja maka sida-sida itu mau dibaptis.

Ketika kuasa kebangkitan Yesus bercampur dengan Firman Tuhan maka tidak ada lagi yang bisa menghalangi. Kalau Tuhan sudah buka pintu hati itu maka tidak ada yang bisa menutup.
Jadi jangan minder didalam kita menyampaikan Injil , karena kekuatan Roh Kudus yang akan memampukan kita dan bekerja, tugas kita hanya taat kepada perintahNya saja.

Mengapa orang-orang yang menghadapi eksekusi mati seperti Andrew Chen dan kawan-kawan dapat bernyanyi dan menolak ditutup matanya ketika menjalani eksekusi mati ? .. baca juga Mengapa Mereka Bernyanyi Dihadapan Eksekusi Mati ?  kekuatan apa yang memampukan mereka ? mengapa mereka berubah ? ya karena ada orang yang menyampaikan Injil kebenaran kepada mereka, bukan kristenisasi tetapi penyelamatan jiwa seseorang dari hukuman kekal dineraka.

Dengan kuasa Roh Allah , tidak cukup kita hanya berteman baik dengan orang lain dan berbuat baik dengan semua orang, ujung-ujungnya kita harus mau mengatakan bahwa Kristus adalah satu-satunya jalan keselamatan. Katakan itu pada orang-orang yang dekat dengan kita , saudara, sahabat, teman, rekan bisnis dan siapa saja .. mereka butuh jalan keselamatan.

Amin .. salam Injil  dari team Nafiri Kasih.






















POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA