Tampilkan postingan dengan label kumpulan renungan kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kumpulan renungan kristen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2025

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

 


"Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?"

Sahabat Nafiri Kasih ,

Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar dengan keyakinan bahwa kerja keras adalah segalanya. Baginya, kesuksesan adalah hasil dari usaha diri sendiri. Sejak muda, ia yakin bahwa selama ia cerdas, tekun, gigih, dan berani, semua mimpinya pasti tercapai.

"Kalau kita mau, pasti bisa!" adalah prinsip hidupnya, dan selama bertahun-tahun, prinsip itu tampaknya membuahkan hasil. Namun, di balik semua keberhasilannya, David mulai merasakan kehampaan yang tidak bisa ia pahami.

Dalam hati David terus merasa bahwa segala pencapaiannya adalah hasil jerih payahnya sendiri. "Mengapa aku perlu Tuhan ? Bukankah aku bisa melakukannya sendiri?" pikirnya.

 Namun, suatu hari ia mendengar lagu Grace Alone, dan kata-kata dalam lagu tersebut membuatnya berpikir ulang.

"Every promise we can make, every prayer and step of faith, every difference we can make, is only by His grace."

Setiap janji yang kita buat, setiap perbedaan yang kita coba hasilkan, setiap usaha yang kita lakukan ternyata hanyalah mungkin karena ada Tuhan di baliknya yang menopang setiap langkah dan memberinya kekuatan yang bahkan tidak kita sadari.

David terus merenungkan kalimat lagu tersebut dan mulai memahami, meskipun ia merasa telah melakukan segalanya sendiri, sesungguhnya Tuhanlah yang memberikan kemampuan, kesempatan, dan kehidupan itu sendiri. Tuhanlah sumber segala berkat, sumber hidup yang sejati, dan penyebab utama dari segala keberhasilan yang ia alami.

David kemudian sadar bahwa bukan usahanya yang membuatnya berhasil, melainkan anugerah Tuhan yang senantiasa mengalir dalam hidupnya, bahkan ketika ia tak menyadarinya. Dan bukan hanya tentang pencapaian keberhasilan saja, tetapi Tuhan telah memberikan anugerah yang jauh lebih besar. Kristus mati di kayu salib agar setiap orang yang percaya memperoleh hidup kekal di surga bersama Bapa. Kesadaran ini membuat David menyadari betapa besar peranan Tuhan dalam hidupnya.

Maka, setiap kali ia merasa bangga atas pencapaian-pencapaiannya,  David mengingat bahwa semua itu adalah bukti dari kasih karunia Allah. Anugerah Kristuslah yang memberinya kekuatan, kemampuan, dan kesempatan untuk melangkah. David kini paham bahwa ia tidak mungkin bergantung pada kekuatannya sendiri.

Renungan:

Sahabat Nafiri Kasih, Cerita David mengajarkan kita bahwa sering kali kita lupa akan peranan Tuhan dalam keberhasilan kita. Sebesar apa pun usaha yang kita lakukan, tanpa campur tangan Tuhan, semuanya akan sia-sia.

 Di balik setiap keberhasilan, setiap kesempatan, dan setiap impian yang terwujud, ada Tuhan yang menopang kita. Kristus, batu penjuru hidup kita, adalah sumber kekuatan dan kasih karunia yang memungkinkan kita untuk mencapai segala sesuatu.

Amin , Tuhan Yesus memberkati.

 


Senin, 29 September 2025

APAKAH PERBUATAN BAIK SYARAT UNTUK MASUK SURGA ?

 


Apakah Perbuatan Baik Syarat Untuk Masuk Surga ?

Pernahkah Anda bertanya, "Jika hanya iman yang menyelamatkan, lalu apa gunanya perbuatan baik?" Atau mungkin Anda merasa bahwa surga adalah upah bagi semua perbuatan baik yang kita lakukan.

 Namun, Alkitab memberikan jawaban yang mengejutkan: Perbuatan baik bukanlah syarat untuk masuk surga, melainkan sebagai ungkapan syukur dan bukti dari iman yang sejati.

Didalam Efesus 2:8-9 dengan tegas menyatakan: "Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Ayat ini mengajarkan bahwa keselamatan adalah karya Allah yang sepenuhnya diberikan kepada kita sebagai anugerah. Tidak ada usaha manusia betapapun baiknya manusia tsb yang dapat memenuhi standard kekudusan yang Allah tetapkan.

Namun, bagaimana peran perbuatan baik? Ayat berikutnya, Efesus 2:10, memberikan kejelasan: "Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya." Jadi, meskipun perbuatan baik tidak menyelamatkan, perbuatan baik adalah hasil dari iman yang sejati.

Bayangkan, jka ada seorang anak yang dengan penuh sukacita membantu ayahnya membersihkan taman. Anak itu tidak melakukannya untuk "membeli" cinta ayahnya, karena cinta ayahnya sudah ada tanpa syarat dan benar2 dirasakan oleh anak tsb. sehingga anak itu melakukannya bukan supaya ia dicintai tetapi sebagai ungkapan syukur atas kasih dari orang tuanya itu.

Begitu pula hubungan kita dengan Allah. Perbuatan baik yg kita lakukan adalah respons atas keselamatan yang telah Kristus berikan, bukan usaha untuk mendapatkan keselamatan. Pemahaman ini benar-benar menjadi keunikan didalam Kekeristenan yang membedakannya dengan agama lain.

Penerapan:
Yakobus 2:17 menyatakan: "Iman tanpa perbuatan adalah mati." Artinya Perbuatan baik adalah bukti dari iman yang hidup. Ketika kita benar-benar percaya kepada Yesus, Roh Kudus bekerja dalam kita, mengubah hati kita, dan mendorong kita untuk hidup dalam kebenaran. Kita tidak lagi berbuat baik karena takut akan hukuman, tetapi karena kasih dan syukur kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita.

Kesimpulan:
Sahabat nafiri Kasih, sekali lagi , Perbuatan baik bukanlah syarat untuk masuk surga, tetapi buah dari iman yang sejati. Anugerah keselamatan itu mengubah hidup kita, sehingga perbuatan baik mengalir sebagai respons alami atas kasih karunia Tuhan dan sebagai bukti dari iman kita yang sejati. Sebab, iman yang sejati akan selalu menghasilkan perbuatan yang memuliakan Allah.

Seperti yang diajarkan Yesus dalam Matius 5:16: "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Pertanyaan Refleksi:
Sahabat Nafiri Kasih , Apakah perbuatan baik Anda lahir dari rasa syukur atas keselamatan ?, atau sebagai usaha untuk mendapatkan kasih Tuhan? Ingatlah, kasih-Nya sudah diberikan kepada kita melalui iman di dalam Kristus. Biarlah iman itu memancar dalam hidup kita, menjadi terang bagi dunia. Amin !

Salam hangat dari team Nafiri Kasih , Tuhan Yesus memberkati.

 


Kamis, 25 September 2025

APAKAH GEREJA MASIH EXIST ?



 



APAKAH GEREJA MASIH EXIST ? “Hidup dalam Misi, Bertumbuh dalam Pemuridan, Nyata dalam Pelayanan” ?

Setiap bulan September, gereja kami GKI Gading Serpong memperingati Bulan Misi. Perayaan ini tentu bukanlah sekadar tradisi tahunan atau rangkaian kegiatan liturgis belaka, melainkan sebuah pengingat bahwa gereja dipanggil untuk hidup dalam misi setiap hari. Bermisi bukan hanya dilakukan dalam satu bulan tertentu, melainkan menjadi napas kehidupan gereja sepanjang tahun. Bulan September hanyalah sebagai pengingat agar kita kembali memeriksa diri: apakah sasaran dan strategi pelayanan kita sudah sejalan dengan yang Yesus kehendaki?

Yesus sendiri telah menegaskan dalam Matius 28:19:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku...”

Amanat Agung yang diberikan kepada murid-murid sebelum kenaikan-Nya kesurga sudah seharusnya menjadi catatan penting bagi panggilan gereja. Yesus tidak hanya memerintahkan untuk pergi dan mengabarkan Injil, tetapi juga menekankan adanya proses pemuridan, yaitu menjadikan semua suku bangsa murid-Nya. Pemuridan merupakan suatu cara yang didisain dengan sengaja untuk membawa orang hidup dalam Yesus, bertumbuh dalam iman, dan pada gilirannya akan mengabarkan Injil kepada orang lain. Inilah siklus kehidupan gereja yang sehat, misi melahirkan murid, murid bertumbuh, dan murid pun bermisi, begitu seterusnya.

Sementara itu, dalam Kisah Para Rasul 1:8, Yesus menambahkan dimensi penting lainnya:

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

Di sini kita melihat bahwa hidup dalam misi bukanlah pekerjaan manusia semata. Gereja tidak dipanggil untuk mengandalkan kekuatan manusia atau sumber dayanya sendiri, melainkan mengandalkan kuasa Roh Kudus. Tanpa Roh Kudus, bisa jadi bermisi hanya menjadi aktivitas gersang, dan ini mengingatkan kita pada jemaat di Sardis yang ditegur Tuhan seperti yang tertulis dalam Wahyu 3:1 “engkau dikatakan hidup, padahal engkau mati !”.

Tetapi dengan Roh Kudus, bermisi menjadi kesaksian hidup yang menghadirkan kuasa Yesus di tengah dunia.

Misi dan Pemuridan: Dua Hal yang Menyatu

Sering kali orang membandingkan mana yang lebih penting: misi atau pemuridan. Tetapi sesungguhnya keduanya tidak dapat dipisahkan. Misi tanpa pemuridan akan melahirkan orang-orang yang tidak bertumbuh dalam iman. Pemuridan tanpa misi akan membuat gereja nyaman dalam lingkarannya sendiri tanpa peduli dengan penginjilan. Jadi jika salah satunya diabaikan maka amanat agung belum menjadi dasar panggilannya.

Misi adalah gerak keluar untuk berjumpa dengan dunia, bersaksi dan memberitakan Injil. Pemuridan adalah gerak ke dalam untuk menumbuhkan iman. Kedua arah ini harus berjalan bersama agar gereja sungguh hidup dalam panggilan-Nya.

Murid Sejati pasti menghadirkan Kasih dalam Perbuatan

Namun, misi dan pemuridan bukan hanya soal kata-kata atau pengajaran. Yesus sendiri menegaskan dalam Matius 25:40:

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.”

Ayat ini mengingatkan kita bahwa misi dan pemuridan harus diwujudkan dalam tindakan kasih yang nyata. Ketika kita berbelas kasihan kepada yang lapar, yang haus, yang sakit, atau yang terabaikan, sesungguhnya kita sedang melayani Yesus sendiri.

Dengan kata lain, pengajaran tentang kasih harus berjalan bersama dengan praktek kasih. Gereja tidak hanya dipanggil untuk mengajarkan firman, tetapi juga menghadirkan kasih Allah dalam tindakan yang nyata kepada yang membutuhkan dan tersisih sehingga banyak orang mengalami kasih Yesus yang pada akhirnya bisa berlanjut sebagai  jembatan untuk pemuridan.

Ilustrasi Sederhana

Bayangkan seorang petani yang menanam padi. Ia tidak hanya menabur benih lalu pergi begitu saja. Ia juga harus merawat, menyiram, membersihkan gulma, bahkan melindungi dari hama. Tanpa perawatan itu, benih yang sudah ditabur mungkin tumbuh, tetapi tidak menghasilkan buah yang maksimal.

Begitu juga dengan misi dan pemuridan. Misi adalah menabur benih dengan tindakan kasih yang nyata (Mat. 25:40) dan pemberitaan Injil (Mat. 28:19). Pemuridan adalah merawat benih yang tumbuh itu agar tumbuh kuat dan berbuah lebat (Mat.28:19). Jika gereja hanya menabur tetapi tidak merawat, maka hasilnya tidak akan maksimal. Sebaliknya, jika hanya merawat tetapi tidak menabur, maka tidak ada ladang baru yang akan menghasilkan panen baru.

Pertanyaan untuk direnungkan :

Pada bulan Misi di bulan September 2025 ini mari kita bersama merenung :

  • Apakah pelayanan yang kita lakukan selama ini sudah berdasarkan ungkapan syukur dan kerinduan kita untuk terus bertumbuh menjadi murid Yesus ?
  • Apakah kita sudah bergerak bukan hanya ke dalam, tetapi juga keluar, menjadi saksi Yesus bagi dunia?
  • Apakah tindakan kasih kita nyata, sehingga orang lain melihat Yesus dalam diri kita?

Pertanyaan-pertanyaan ini penting agar kita tidak terjebak hanya pada aktivitas tanpa arah, atau pembinaan tanpa tujuan yang jelas (random). Misi dan pemuridan adalah panggilan utama yang tidak boleh diabaikan.

Untuk itu, gereja perlu memiliki strategi yang jelas dan disengaja, salah satunya adalah menanamkan kesadaran pentingnya bermisi dan menjadi murid Yesus yang terus bertumbuh, pada setiap anggota jemaat dan mendorongnya untuk terus menyaksikan kasih-Nya dalam segala hal dengan terus mengandalkan Roh Kudus dalam doa dan ketaatan pada firman Tuhan.

Penutup

Bulan Misi bukanlah akhir, melainkan awal pengingat kembali akan panggilan gereja untuk hidup dalam misi, bertumbuh dalam pemuridan dan nyata dalam pelayanan.

Matius 28:19 menegaskan sasaran kita, Kisah Para Rasul 1:8 memberi kita kuasa, dan Matius 25:40 mengajak kita untuk membuktikannya.

Amin.

Soli Deo Gloria,

Salam hangat untuk sahabat Nafiri Kasih dimanapun Anda berada ...

  





Rabu, 24 Agustus 2022

Hidup Harus Bersyukur

Hidup Harus Bersyukur

1 Tesalonika 5 : 18

"Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allaah di dalam Kristus Yesus bagi kamu."

  • Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat, ternyata ia mampu menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah.
  • Aku melihat hidup teman-temanku sepertinya tak ada duka dan kepedihan, ternyata mereka senantiasa bersyukur.
  • Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian, ternyata ia begitu menikmati hidup yang dijalaninya.
  • Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna, ternyata mereka berbahagia "menjadi apa adanya"..
  • Aku melihat hidup tetanggaku beruntung, ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung.
  •  Maka aku merasa tidak perlu lagi iri hati dengan rejeki orang lain. Mungkin aku tak tahu dimana rejekiku,  tapi rejekiku tahu dimana diriku.
  • Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah telah memerintahkan berkatNya menuju kepadaku. Allah yang Maha pengasih menjamin rejekiku, sejak 9 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku.
  • Amatlah keliru bila berkeyakinan rejeki dimaknai dari hasil bekerja, karena bekerja adalah ibadah, sedang rejeki itu urusan-Nya.
  • Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan.
  • Manusia membanting tulang demi uang, yang mungkin esok akan ditinggal mati.
  • Mereka lupa bahwa hakekat rejeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..
  • Rejeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, sang Pencipta menaruh berkat sesuai kehendak-Nya.
  • Ikhtiar itu perbuatan, Rejeki itu bersumber dariNya.
  • Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap rejeki akan ditanya kelak. "Darimana dan digunakan untuk apa" Karena rejeki hanyalah "Hak Pakai", bukan "Hak Milik".

Tetap semangat , jadilah pribadi yang senantiasa bersyukur dan berguna bagi sesama.

Senin, 28 Maret 2022

Renungan Kehidupan Bagi Kita


Renungan Kehidupan Bagi Kita

Ada seorang dermawan yang dari atas gedung menebar uang pecahan:
Rp. 5.000,- Rp. 10.000,- Rp. 20.000,-  Rp. 50.000,- dan Rp. 100.000,-
Di bawah gedung, berkerumun banyak orang yang sibuk. Mereka saling berebut memunguti uang yang berserakan "TANPA ADA YANG PEDULI" sumber uang itu dari SIAPA.

Suatu saat, Sang Dermawan naik lagi ke atas gedung tersebut dan kali ini beralih menebar kerikil-kerikil kecil ke dalam kerumunan orang yang ada di bawah
Sontak terjadi keramaian. Ada yang terkena di kepala, bahu, tangan, punggung dan anggota tubuh lainnya. Mereka panik dan marah, menengadah ke atas berusaha "MENCARI TAHU" dari mana sumber dari kerikil-kerikil tersebut dijatuhkan.

Itulah sikap dari kebanyakan manusia, saat mendapat berkat atau hal yang menguntungkan, semua sibuk tanpa peduli siapa yang memberi dan sedikit sekali yang mampu berterima kasih dan mau mengucap syukur atas keberkahan tersebut.

Namun saat masalah datang, maka semua akan spontan mencari sumber masalah dan biang keroknya. Mereka akan serta-merta marah dan menyalahkan orang lain tanpa mau cari solusi lagi.
 
Apakah kita hanya mau menerima yang baik saja, tetapi tidak mau menerima yang buruk ?
Tanpa mau tahu bahwa hidup ini sebenarnya sudah satu paket, baik dan buruk, senang dan susah, semuanya satu kesatuan yang tak mungkin terpisahkan.

Bila suatu ketika kita "kena giliran" menjalani hal-hal buruk dan susah, maka jalanilah dengan tabah dan tetap bersyukur, karena hanya itu kuncinya.

Mau belajar SABAR?
Nanti kita akan ketemu dengan orang-orang yang keras kepala kepada kita.

Mau belajar MENGAMPUNI?
Nanti kita akan dipertemukan dengan orang-orang yang menyakiti kita.

Mau belajar MEMBERI?
Sebentar lagi kita akan dihadapkan dengan orang-orang yang berkekurangan.

Mau belajar RENDAH HATI?
Tunggu saja, nanti akan ada orang-orang yang merendahkan diri kita.

Kabar buruknya, "HIDUP INI TAK ADA YANG SEMPURNA !"
Kabar baiknya, "KITA TAK PERLU HIDUP SEMPURNA UNTUK BISA MENIKMATINYA”

Apapun yang sedang kita hadapi, itulah PROSES BELAJAR MENJADI LEBIH BIJAKSANA & DEWASA.
JANGAN MARAH & MENGGERUTU, tapi belajarlah dan responilah dengan benar.
HIDUP ADALAH PROSES PEMBELAJARAN dan KEDEWASAAN.

Pembelajaran hanya bisa diperoleh pada situasi yang tidak sesuai harapan kita, bukan saat kita dalam kenyamanan.
Jadilah "murid kehidupan" dengan BELAJAR BERSYUKUR & MENGAMBIL HAL POSITIF dari setiap peristiwa yang kita hadapi.

Berusahalah SABAR dalam kesedihan,
Berusahalah SABAR dalam kekecewaan,
Berusahalah SABAR dalam kesakitan,
Berusahalah SABAR dalam musibah,
Berusahalah SABAR dalam ujian hidup.

SABAR itu susah,
SABAR itu capek,
SABAR itu sakit,
SABAR itu bikin stres,
Akan tetapi, jika kita mampu melewatinya, maka SABAR itu akan menjadi sebuah KEINDAHAN.

Ada kalanya dibutuhkan senyuman untuk menangis,
Ada kalanya dibutuhkan airmata untuk bahagia,
Ada kalanya dibutuhkan canda untuk melepas lelah,
Ada kalanya dibutuhkan penat untuk mengukur arti kedamaian,
Ada kalanya dibutuhkan "musuh" untuk menjadi korektor,
Ada kalanya dibutuhkan "teman" untuk berbagi.
Dengan berbagi, melatih kesabaran, dan menerima kenyataan hidup dengan penuh rasa syukur, kita sesungguhnya berjalan menuju kebahagiaan hidup yang kita dambakan, hidup yang ceria, damai, harmonis dan penuh sukacita. 

Segala sesuatu dapat kutanggung didalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku oleh karena itu  bersukacitalah senantiasa didalam Tuhan , Amin ##

Rabu, 01 September 2021

SEJARAH GKI KUTOARJO


Sejarah Jemaat Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe di Kutoarjo , Cikal Bakal GKI
 Kutoarjo

Sumber : gkiswjateng.org

Pnt.Detta mulai dng mengatakan: “Kutoarjo adl salah satu kecamatan yg ada di kabupaten Purworejo. Kecamatan yg juga menjadi sentra perdagangan di Kabupaten ini ternyata punya arti di balik namanya, Kuto artinya kota, dan Arjo berarti makmur atau sejahtera. Jadi Kutoarjo adl “Kota yg makmur sejahtera” begitu lah artinya. Kedengarannya memang mantab sekali.” (Namanya juga hidup dlm pengharapan)

Awalnya, GKI Kutoarjo merupakan buah karya Zending Gereformeerd Kerhen Uhechl yg diutus dari negeri Belanda.  Pertama kali kebaktian diadakan pd thn 1906, dengan menggunakan bahasa Jawa di rumah Sdr. Oei Boen Gie di Jl. Pecinan 22, Kutoarjo, atas pelayanan guru injil Samuel dan Soetodimedjo. Warga Tionghoa banyak yg tertarik, shg  mulai thn 1928 kebaktian dilakukan dlm bahasa Tionghoa.  Jemaat pertama ini diberi nama Tiong Hoa Kie Tok Kauw Hwe. 

Jemaat ini tdk bertahan lama krn banyak dari mrk yg kembali ke negeri Tiongkok, shg anggota yg masih tinggal di Kutoarjo bergabung dengan GKJ dan mengadakan kebaktian setiap hari Selasa di rumah Sdr. Oei Gwat Siang. Ketika thn 1934 berdiri sekolah Chr. H.C.S., kebaktian dilakukan di sana setiap hari Senin dalam bahasa Indonesia.  Pd thn1935, kebaktian diubah menjadi setiap hari Minggu dan bertempat di rumah Sdr. Oei Gwat Ling, Jl. Raya 103, Kutoarjo, dng pelayan kebaktian Ds. S. H. Liem (Liem Siok Hie) dari Semarang. Thn 1936, Zending Gereformeerd Kerhen Uhechl mengutus Sdr. Tan King Hien untuk melayani sbg guru injil di Kutoarjo.  Tgl 12 Desember 1938, jemaat  Kutoarjo resmi memiliki gedung gereja sendiri di Jl. Raya 76, Kutoarjo. Pada tanggal 13 November 1941, jemaat Kutoarjo didewasakan.  Sejak didewasakan butuh waktu sekitar 20 thn sebelum Jemaat ini memiliki pendeta sendiri. Silih berganti para guru Injil melayani Jemaat Kutoarjo: guru injil Tan King Hien thn 1942 digantikan oleh Sdr. The Sing Liong, thn1943 digantikan oleh Sdr.  Tjoa Tjien Touw, thn 1950 digantikan oleh Sdr. Liem Djing Tiang, lalu kosong 2 thn dan thn 1953 masuklah Sdr. Nio Djoen Tjwan yg melayani smp thn 1961. Setelah kosong bbrp bulan masuklah Sdr. Djie Poen Hian dari Wonosobo. (seru ya, mirip Kej 5, daftar keturunan Adam)  Akhirnya, pd tgl 10 Oktober 1961, Sdr. Djie Poen Hian ditahbiskan menjadi Pendeta pertama Jemaat Kutoarjo.

Masih banyak hal-hal lain lagi yg terjadi di GKI Kutoarjo, tetapi jikalau semuanya itu hrs dituliskan satu per satu, maka agaknya introduksi ini tdk dpt memuat semua yg hrs ditulis itu.  Jadi..., ya Anda lihat sendirilah dalam dokumen sejarah GKI Kutoarjo dlm situs gkiswjateng.org  Saat ini GKI Kutoarjo yg menurut BI-BKI 2020 anggotanya berjumlah 258 org sedang berproses bersama Pnt. Andetta Philiea Dorothea sebagai calon pendeta. Pnt.Detta akan menemani kita dlm SG-GKI hari Rabu 1 Sept 2021. (Intro diambil dari catatan Pnt.Detta, dokumen sejarah GKI Kutoarjo dlm situs gkiswjateng.org, disunting oleh RN)


Selasa, 31 Agustus 2021

APA YANG DICARI DALAM HIDUP INI ?



 "Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu"

Tema : APA YANG DICARI DALAM HIDUP INI ? 
Nats : Pengkhotbah 1:2;2:21-23; Mazmur 1:1-3; Yeremia 17:7,8

Tujuan:
Belajar mengerti bahwa tujuan hidup bukanlah sekedar ini dan itu tapi melakukan apa yang dikehendaki Allah, yang perlu dicari adalah hal yang terpenting bukan hal duniawi.

Pendahuluan

Beberapa puluh tahun yang lalu, ada beberapa negara yang produksinya yang sangat baik, barang tersebut dapat digunakan sampai puas dan demikian awet, misalnya barang-barang produksi Jerman atau dari RRC. Modelnya memang kurang menarik tapi mutunya luar biasa. Tahan lama dan tahan banting. Beda dengan produksi zaman sekarang, sekali pakai lalu buang, jika yang dibeli bergaransi 1 tahun, maka setelah pakai 1 tahun barang tersebut dijamin akan rusak.

Juga, karena dizaman industri, segala macam barang kebutuhan sehari-hari demikian banyaknya dipasarkan di toko-toko pusat perbelanjaan, dipasar, super market dan warung-warung. Semua barang kebutuhan dapat ditemukan dengan berbegai mode, bentuk dengan warna yang indah. Harga tidak terlalu mahal, namun barang-barang tersebut tidak mungkin dapat dipakai terlalu lama, apalagi akan diwariskan kepada anak-anak dikemudian hari. Jika di simpan, dua bulan kemudian sudah ketinggalan mode, dan sudah dianggap barang ketinggalan zaman. Jadi jangan pikir barang tersebut akan diwariskan atau disimpan sampai 25 tahun kemudian. Habis garansi dijamin barang tersebut sudah dipensiunkan dan tidak bakalan akan dipakai oleh anak cucu lagi.

Barang-barang industri zaman sekarang tidak menunjukan bahwa kita kaya, atau kebahagiaan hidup kita, semua itu hanya menunjukan bahwa kita sedang mengikuti trendnya zaman. Trendnya zaman yang sia-sia, yang membosankan.

Ada yang menganggap dengan adanya kedudukan berarti hidupnya akan bahagia, benarkah demikian? Berapa lama kedudukan akan berpihak pada kita? Bukankah kedudukan itu lebih menggambarkan kita bermain curang? Berapa banyak orang yang dapat mempertahankan kedudukannya tanpa harus main curang ?

Jika kita mendengar pengajaran yang disampaikan oleh Pengkhotbah, maka kita akan mengerti bahwa sebenarnya segala sesuatu diakhiri dengan kesia-siaan

Pengkhotbah 1:2;2:22,23. Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah faedahnya yang diperoleh manusia dari segala usaha yang dilakukannya dengan jerih payah di bawah matahari dan dari keinginan hatinya? Seluruh hidupnya penuh kesedihan dan pekerjaannya penuh kesusahan hati, bahkan pada malam hari hatinya tidak tenteram. Inipun sia-sia.

Jika demikian apakah benar orang yang berpendapat bahwa kebahagiaan terletak pada perkara duniawi, seperti memiliki harta benda, kedudukan, kekayaan, prestasi ??

Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang indah untuk kita renungkan bersama pada hari ini Markus 8:36,37. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Selanjutnya kita akan merenungkan bersama beberapa pokok pengajaran penting:

1. Orang berkata: No money no happy.

Orang Tapanuli ( Batak) berkata ise mengatur negara on, hepeng! Siapa yang mengatur negara ini ? Jawabannya adalah, UANG ! Dengan uang kita dapat mengatur negara. Kalau demikian kita harus cari uang yang banyak. Orang Inggeris berkata Time is Money. Waktu adalah uang, jadi jangan sia-siakan waktu. Kalau orang Tionghua Chien paling penting, Uang adalah segalanya, bagi orang Tionghua dilangit ada dewa kekayaan yang boleh kita ajak kongkalikong. Bagaimana pula dengan orang Jawa ? Ooh, gampang, cari aja Nyi Blorong, sembahlah dia maka kekayaan akan datang dengan limpahnya.

Karena itu banyak orang yang ingin mencari kekayaan nyawapun dia rela gadaikan, bukankah orang yang demikian banyak terdapat disekitar kita?

Ilustrasi:

Saudara yang kekasih, Ada satu keluarga di Jawa Timur, dapat dikatakan keluarga ini sangat kaya, namun dalam keluarga ini diantara beberapa anaknya terdapat satu yang idiot, satu lagi tabrakan mobil hingga hancur. Isteri menjadi gila. Kasihan sekali, jika mendengar cerita keluarga ini, tetapi apa yang mau dikata? Untuk mendapatkan kekayaan tersebut kepala keluarga ini telah menggadaikan isteri dan anak-anaknya pada kuasa kegelapan.

Kekayaan apakah penting ? Penting sekali! Uang juga sangat dan sangat diperlukan sekali dalam kehidupan di zaman modern ini, tapi bukan yang utama dan yang mendatangkan kebahagiaan. Uang hanyalah alat yang membantu kita untuk bertransaksi, jadi bukan tuan, bukan yang mengatur kehidupan kita. Uang hanyalah alat bantu belaka.

Ingatlah apa yang diajarkan oleh Tuhan Yesus di Markus 8:36,37. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Apa gunanya dengan banyak uang, harta benda, tetapi tidak dapat dan tidak bisa menggunakannya atau menikmatinya? Apakah mereka yang berlimpah kekayaannya berbahagia? Bukankah kekayaan itu hanyalah sesuatu yang relatif saja? Orang yang menyalahgunakan kemampuan diri, yang memelihara kuasa kegelapan demi kekayaan, orang kaya yang demikian percayalah tidak pernah akan bahagia. Ketika melihat isteri yang gila apakah bahagia? Ketika melihat anak yang idiot apakah bahagia? Ketika mengingat anak mati karena tabrakan apakah akan bahagia?

Saudara, Dalam Alkitab bukankah Tuhan Yesus pernah mengajar Matius 6:19,20. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Kalau kita lalai maka kekayaan dunia akan menjadi alat untuk mengundang pencuri datang mencuri dan merampok. Sekalipun sudah dibuatkan pagar rumah yang tinggi, memelihara anjing yang paling galak, memasang alram dan segala macam pengaman untuk menyelamatkannya, namun apa yang terjadi? Ngengat dan karat, bahkan perampok menghabiskannya. Jika Tuhan mengizinkannya, peristiwa Ayub akan terulang kembali, hanya dengan satu hari satu malam saja, seluruh harta benda Ayub habis dan hilang dirampok

Saudara yang kekasih, dari pengajaran Tuhan Yesus diatas cukup jelas, bahwa kita perlu melipat gandakan harta kekayaan kita, yaitu dengan menginveskannya dalam sorga yaitu dalam pekerjaan Tuhan. Dengan harta kekayaan, kita membangun Kerajaan Allah dalam dunia ini, membantu pekerjaan Tuhan dalam misi, dalam gereja, di sekolah Teologi, panti asuhan dan banyak lagi pekerjaan Tuhan yang lainnya.

Dengan demikian harta kekayaan yang kita inves kan di tempat-tempat tersebut akan membuat kita menerima berkat yang ganda; dalam dunia dan dalam sorga. Tambah memberi untuk pekerjaan Tuhan di dunia, berarti akan bertambah pula hati kita untuk pekerjaan Tuhan dan sorga, artinya kita menginveskan harta kita untuk pekerjaan Tuhan dalam dunia dan secara otomatis di sorga kita juga mendapatkan harta yang kekal. Selanjutnya Tuhan Yesus mengajar, Matius 6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Kalau harta kita ada pada pekerjaan Tuhan kita akan mengusahakan pekerjaan Tuhan itu bertumbuh dan berkembang, ingatlah, bahwa apa yang di inves kan dalam pekerjaan Tuhan ini memiliki nilai kekal. Jika harta kita berada di sorga, maka kita juga menaruh hati yang rindu ke sorga. Karena itu janganlah menyimpan harta dalam dunia ini tetapi menyimpannya dalam pekerjaan Tuhan dan di sorga. Jadi jelas kita perlu membuat harta kekayaan yang ada pada kita itu berlipat ganda, berganda baik dalam dunia dan dalam sorga yang akan datang. Itulah arti kebahagiaan yang bernilai kekal.

Dapat mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan merupakan kebahagiaan tersendiri sebab tidak selamanya Tuhan mempercayakan dan memberi kesempatan pada kita untuk mengambil bagian dalam pekerjaanNya. Dapat dikatakan tidak selalu ada kesempatan untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Misalnya, orang miskin yang sedang tidak punya uang untuk berobat, atau anaknya yang tidak punya uang untuk membayar uang sekolah, saat kita tahu, jika tidak segera menolong, mungkin dua tiga hari kemudian ketika kita sadar, orang miskin tersebut sudah meninggal dunia. Mungkin saat kita menyadari bahwa kita perlu menolong anak yang tidak mampu bayar uang sekolah, saat itu anak tersebut sudah di usir dari sekolahnya. Bukankah sering kita menemukan bahwa adakalanya ketika mau menolong orang yang tidak mampu, namun kita sudah tidak punya kesempatan lagi.

Saudara, Jangan berkata bagaimana saya dapat menolong orang, jika saya sendiri tidak punya ? Menolong orang tidak mesti harus dengan kekayaan, dapat menolong dengan tenaga, kepintaran, kemampuan dllnya. Bukankah kita sering mendengar, menolong orang jangan berikan ikan padanya, tetapi berikanlah kail padanya!

Kita membaca Kis Ras 20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Janganlah kita menjadi orang yang have money but no happy.

2. Yang harus dicari Orang dalam hidup ini

Mazmur 1:1,2,3. Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Yeremia 17:7,8. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Saudara sebagai orang Kristen mungkin kita sering membaca dan mendengar firman tersebut dalam khotbah hari Mianggu, dan sangat menyadarinya bahwa kedua bagian Alkitab tersebut adalah kebenaran, dan pasti adalah kebenaran, tetapi kebenaran yang hanya tertulis dalam Alkitab saja, bukan dalam hati dan kehidupan nyata.

Pemazmur memberikan pengajaran pada kita, yaitu jangan mengambil bagian dalam kehidupan orang fasik, dalam hal berjalan dengan mereka, atau berdiri dan duduk dalam perkumpulan orang fasik Sebab orang yang disebut fasik adalah orang yang tahu ada TUHAN Allah, tetapi tidak mempedulikan perintah-Nya, tidak memiliki hati yang takut akan Tuhan. Orang fasik dapat disamakan juga dengan orang atheis praktis, beda dengan orang atheis teoritis yang berpendapat bahwa Tuhan tidak ada berdasarkan teori-teori tertentu, misalnya komunisme. Sedangkan atheis praktis secara teoritis tidak menyangkal adanya Tuhan, tetapi secara praktis tidak mengakui dan menyembahNya. Orang atheis praktis tetap mengakui Tuhan, tetapi hidupnya seolah-olah Tuhan tidak ada. Siapa yang menganut faham atheis praktis ini ? Ada kemungkinan dianut oleh orang-orang yang beragama, mungkin juga yang sedang duduk bersama kita dalam gereja.

Saudara yang kekasih, ada sebagian orang, membutuhkan TUHAN karena ada suatu kebutuhan, Tuhan hanyalah kebutuhan tambahan atau penolong tambahan. Yaitu, jika sudah tidak berdaya, sudah tidak sanggup lagi menolong diri sendiri, misalnya, sakit yang tidak tertolong lagi oleh dokter, utang yang sudah bertumpuk tidak sanggup lagi membayar, barulah Tuhan dicari. Jadi, Saudara, janganlah menjadi orang yang hanya menganggap TUHAN itu sebagai bagian dari kebutuhan saja. Terlebih lagi sebagai ban serap saja.

Sebagai orang yang percaya pada Tuhan Yesus janganlah kita seperti orang fasik. Pemazmur berkata bahwa orang fasik seperti sekam yang ditiupkan angin, dan TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan. Mazmur 1:4,6

Tuhan Yesus memberikan pengajaran pada kita dalam Matius 6:33, Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Mencari kerajaan Allah dan kebenaranNya, adalah seperti yang dikatakan Pemazmur, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Inilah orang yang berbahagia, yaitu orang yang sanggup bergaul, hidup dekat dengan TUHAN, Pemazmur mengumpamakannya seperti pohon, Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Nabi Yeremia berkata: Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.Yer 17:7,8

Penutup:

Bukankah indah sekali janji firman Tuhan? Pohon ditepi aliran air, daunnya selalu hijau, tidak kuatir dalam tahun kering atau panas terik, dan ini yang terpenting, tidak berhenti menghasilkan buah. Bukankah dengan terlebih dahulu mencari Kerajaan Allah dan KebenaranNya kita memperoleh segala yang dibutuhkan ?

Apa yang sedang kita cari dalam hidup ini? Yang bernilai kekal, atau yang bernilai fana, sesuatu yang sementara? Apa yang sedang kita cari ? Mencarinya dengan bersandar pada TUHAN atau mencarinya dengan segala kemampuan diri? Tuhan Yesus berkata dalam Matius 11:28, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Jika kita datang kepada TUHAN maka Ia akan memberikan kebahagiaan, kelegaan pada kita, maukah kita datang padaNya? Dia sedang mengundang kita, Dia sedang menunggu kita, apalagi yang sedang engkau cari? AMIN.

Sabtu, 23 Januari 2021

Kekayaan Kasih Karunia



renungan harian


Kekayaan Kasih Karunia

Efesus 1:3-8

Alkitab berkata bahwa Yesus telah memilih untuk menjadi miskin—meninggalkan surga dan segala yang dimiliki-Nya agar kita menjadi kaya (2 Korintus 8:9). Tetapi apa artinya ini bagi orang percaya? Efesus 1:3-8 menjelaskan kekayaan itu dengan mengatakan bahwa kita ...

Dipilih oleh Tuhan. Karena kita sekarang milik Tuhan, hidup kita punya tujuan dan kita memiliki hidup yang kekal.

Dimerdekakan. Kita sebelumnya adalah para budak dosa yang tak dapat membebaskan diri kita sendiri, tetapi Yesus sudah mengalahkan kuasa daging sehingga kita dimungkinkan untuk menaati Tuhan.

Ditebus. Kematian Yesus memuaskan keadilan ilahi, karena kehidupan-Nya yang sempurna memenuhi semua tuntutan-Nya (Ulangan 17:1; Roma 6:23). Ketika kita memutuskan untuk percaya pada-Nya, Tuhan memandang lunas semua utang dosa kita.

Dipersatukan dengan Dia. Ketika diselamatkan, kita menjadi anak-anak yang diadopsi ke dalam keluarga Tuhan.

Warga kerajaan surga. Kita menerima kewarganegaraan dalam kerajaan Tuhan dan warisan yang tidak dapat binasa (1 Petrus 1:4).

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita kaya, karena kekayaan yang kita pikirkan adalah semacam rekening di bank dan harta benda materi. Padahal hal-hal itu tidak bernilai kekal. Kekayaan kita yang sesungguhnya adalah berkat-berkat rohani yang diberikan pada kita di dalam Kristus. ##

Senin, 18 Januari 2021

"Imanuel" Sekedar Kata Atau Makna ?

 


“Imanuel" Sekedar Kata Atau Makna ?

Ada sebuah ungkapan atau kata didalam kekristenan yang menarik dan sering kita dengar atau ucapkan yaitu kata IMANUEL , apa arti Imanuel ? didalam Matius 1 : 23 jelas dikatakan bahwa IMANUEL artinya adalah ALLAH MENYERTAI KITA .. sebuah arti yang sangat luar biasa yang mampu memberi kekuatan dan menyejukan bagi setiap kita yang mau menghayati maknanya.

Kata Imanuel itu sendiri pertama kali muncul didalam Alkitab ada di Yesaya  7 : 14.

Konteksnya waktu itu adalah , raja Ahas yang berada di Yerusalem akan diserang oleh raja Aram dan raja Israel. Dan raja Ahas berserta rakyatnya  ini merasa gemetar dan ketakutan , diibaratkan seperti POHON-POHON HUTAN YANG BERGOYANG DITIUP ANGIN.

Siapakah raja Ahas itu ? dia merupakan salah satu raja Yehuda dari keturunan raja Daud

Bagaimana kehidupan rohani dari raja Ahas ? ini yang mengejutkan, Alkitab mencatat bahwa Ahas merupakan salah satu raja terjahat dan terbrengsek dari keturunan Daud , salah satu yang dilakukan dan diluar nalar kita saat ini adalah mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban bakaran kepada dewa baal.

Bagaimana Allah merespons Ahas yang saat itu sedang dalam ketakutan besar ?

Allah justru meminta nabi Yesaya untuk meneguhkan dan menguatkan hati raja Ahas untuk tetap tenang dan jangan takut !

Dikatakan, Jika kamu tidak percaya, x  sungguh, y  kamu tidak teguh jaya. z "

 Melalui nabi Yesaya inipun Allah menyampaikan pesan nubuatan kepada raja Ahas : ( Yesaya 7 : 14 )

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : Sesunguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki , dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

 Dari peristiwa ini kita bisa mengatakan bahwa :

 1.     IMANUEL, ALLAH MENYERTAI KITA ,atau ALLAH BESERTA KITA ditawarkan, dinyatakan dan diberikan justru kepada orang yang berdosa.

Ini merupakan suatu anugerah ! Imanuel, diberikan kepada orang yang sama sekali tidak layak untuk menerima berita tersebut,  Ahas ini sama sekali tidak layak, tetapi Allah memberi.

Berita sukacita dari Allah , Imanuel , diberikan untuk kita semua manusia yang bobrok dan rusak karena dosa ! siapa manusia bobrok dan berdosa itu ? kita semua , semua manusia telah jatuh kedalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , tapi justru Allah mau memberikan kabar suka-cita kepada kita semua yaitu Imanuel.

 2.     (Disini kita bisa melihat bahwa ) Allah berkarya melalui cara apapun yang tak terpikirkan oleh manusia.

Rencana Allah yang agung dan mulia untuk manusia tidak bisa digagalkan oleh kelakuan manusia yang sebrengsek/ sejahat apapun , Kristus sang Imanuel yang dijanjikan (janji Allah kepada Daud) akan tetap  digenapi melalui keturunan Daud dari suku Yehuda .  

Apa makna Imanuel bagi kita semua saat ini ? Imanuel , Allah menyertai kita , Allah beserta kita , God With Us dalam hal apa ?  Sedikitnya ada 3 hal makna Imanuel bagi kita yang percaya kepada Kristus sang Imanuel :

 1.     IMANUEL, Allah menyertai kita saat menghadapi musuh.

Dalam koteks kehidupan kita saat ini , yang menjadi musuh utama kita adalah iblis yang dikatakan seperti singa yang mengaum-aum berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya , bukan dicakar atau digigit lagi , tapi DITELAN , jadi habis tanpa sisa !! dan disinilah Allah berjanji bahwa Dia ada bersama kita untuk menghadapi musuh kita yaitu iblis.

 Musuh kita bukannya yang kelihatan secara jasmani , karena kalau musuh yg kita hadapi adalah jasmani maka kita akan berlatih MMA, karate dll.. tetapi musuh kita adallah penguasa udara yang tidak kelihatan yaitu iblis.

Sadarkah saudara jika kita ada didunia ini LANGSUNG diperhadapkan dalam suatu peperangan … suka atau tidak suka kita masuk dalam medan tempur …

Lagu Maju Laskar Kristen masuklah perang , iring palang Jesus pasti kau menang !! mengingatkan kita akan peperangan tersebut dan Allah menyertai kita, Imanuel, God with us, Tuhan beserta kita …

 2.     IMANUEL, Allah menyertai kita untuk tugas khusus

Firman Tuhan mengatakan :  pergilah jadikanlah semua bangsa muridku

dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu –yaitu Yesus yang adalah Allah menyertai kita, Imanuel– senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 Ini bicara tentang pengutusan . Kita tidak bisa mengerti Imanuel tanpa mengikut-sertakan pengutusan. Tanpa adanya pengutusan, Imanuel bisa disalah-gunakan untuk kebutuhan keluarga kita sendiri, gereja kita sendiri.

Tuhan mengutus kita keluar untuk mengabarkan kabar baik, kabar suka-cita sekaligus memampukan kita untuk menjadi berkat bagi sesama.

 Ini juga bicara tentang memuridkan orang yang ada di luar; mengajak mereka mengenal Kristus, memuridkan mereka, membaptis dan memperlengkapi untuk diutus menjadi saksi, dst. dst. “Allah beserta dengan kita, Allah menyertai kita”, itulah Imanuel.

 3.     IMANUEL, Allah menyertai kita dalam menghadapi persoalan hidup.

Mungkin sering kita bertanya, dimanakah Allah saat kita menghadapi banyak persoalan hidup dan bertanya apakah Imanuel masih berlaku saat ini ?

Entah ketika menghadapi sakit penyakit, kepahitan, masalah finansial, dikhianati, difitnah dsb 

 Pemirsa , Allah yang maha kuasa, maha tinggi dan maha segalanya , mengambil rupa seorang hamba lahir dikandang domba yang hina untuk ikut serta merasakan kesulitan hidup manusia , sejatinya IA hadir Bersama kita berjuang Bersama kita menghadapi persoalan kehidupan …

1 Korintus 10 : 13 mengatakan :

Pencobaan- pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa , yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu jalan keluar.

IMANUEL. Allah menyertai kita …. God With Us, Allah beserta kita ….

Yesus Kristus yang adalah Imanuel, Allah bersama-sama dengan kita, sehingga apa pun kesulitan dan pergumulan yang kita hadapi saat ini, ingatlah Yesus Kristus telah melalui kesulitan yang jauh lebih berat daripada yang kita alami, dan DIA lakukan semua itu karena kasihnya kepada manusia.

Selamat memasuki tahun yang baru , tahun 2021 dengan penuh pengharapan, Imanuel !!

Salam hangat dari team Nafiri Kasih  ##

(silahkan simak videonya di Nafiri Kasih Channel)

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 30 November 2020

JANJI TUHAN BAGAIKAN SAUH BAGI JIWA KITA

 

sau yang kuat

JANJI TUHAN BAGAIKAN SAUH BAGI JIWA KITA

Alkitab adalah tambang emas janji-janji untuk orang percaya. Dalam segala situasi, namun terutama pada masa-masa sulit, janji Tuhan menjadi sauh bagi jiwa kita. Janji-janji itu memberi kita pengharapan dan memampukan kita untuk menjadi berani dan tegar dalam menghadapi berbagai tantangan.

Namun banyak orang tidak bersandar pada janji-janji Tuhan. Ada dua alasan dalam hal ini. Pertama, sebagian orang tidak mengetahui tentang janji-janji-Nya. Kedua, sebagian lainnya tidak sungguh-sungguh memercayainya. Banyak orang percaya dapat mengutip ayat Alkitab, namun ketika mereka menghadapi masalah yang menakutkan – seperti kehilangan pekerjaan atau mendengar diagnosis yang mengerikan – keyakinan mereka goyah dan keraguan muncul.

Jika kita tidak mengetahui semua yang dijanjikan Alkitab, kita tidak dapat membuat diri kita percaya. Tetapi semakin kita banyak belajar, berdoa dan berelasi dengan Tuhan, semakin kuat iman kita bertumbuh, dan ini adalah karunia dari Tuhan yang mahakuasa. Lukas 24 mencatat dua kali bahwa orang bisa saja bertemu dengan Yesus Kristus namun tidak mengenali-Nya. Dia harus membuka mata rohani mereka dulu agar mereka benar-benar dapat melihat. Begitu juga dengan kita: Iman tidak mungkin timbul tanpa Roh Kudus.

Yesus memberikan jaminan perlindungan, pengharapan, keselamatan kekal, nasihat dan pimpinan dalam Kitab Suci kepada orang-orang percaya. Apakah Anda memercayai-Nya?

Ketika Anda membaca Kitab Suci, mintalah Roh Kudus menunjukkan janji-janji yang dapat diterapkan dalam kehidupan Anda. Pelajari, hafalkan, renungkan dan klaimlah kebenaran-kebenaran ini. Maka, ketika pencobaan datang, Anda akan memiliki sauh untuk membuat Anda tetap teguh. Janji-janji Tuhan tidak selalu mengenyahkan penderitaan dari situasi-situasi sulit, tetapi Tuhan yang sudah berjanji menyertai Anda dapat dipercaya untuk melakukan semua yang Dia katakan pasti Dia lakukan. ##

Jumat, 30 Oktober 2020

EZRA 5 , TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN


Sharing Ezra 5

TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN

Saat bangsa Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun rumah Allah, ada pihak musuh yang berusaha menakut-nakuti dan melemahkan semangat mereka (Ezr. 4:4). Bangsa Israel sempat menghentikan pembangunan itu, tetapi melanjutkannya lagi setelah Allah menguatkan mereka melalui nubuat Nabi Hagai dan Zakharia (4:24–5:2).

Namun, sekali lagi, musuh kembali datang mengganggu. Kali ini bangsa Israel tetap bertahan, karena mereka menyadari bahwa “mata Allah mengamat-amati [mereka]” (5:5). Mereka memegang teguh instruksi Allah dan percaya bahwa Dia akan menuntun mereka melewati tantangan apa pun yang mereka hadapi. Benar saja, Allah kemudian menggerakkan raja Persia untuk mendukung penyelesaian bait Allah (ay.13-14).

Seperti TUHAN menyertai umat Israel dalam menyelesaikan pembangunan kembali Bait Allah, maka IA juga menyertai setiap orang percaya yang dengan sungguh hati mau melakukan pekerjaan TUHAN.

Apa saja bentuk2 penyertaanNya?

1. Membuat kita percaya janji penyertaanNya (ay 1)

2. Membuat kita berani untuk melakukan pekerjaan TUHAN, meskipun banyak tantangan (ay 2-3)

3. Memelihara kita sehingga pekerjaanNya dapat terus berjalan meskipun ada tantangan (ay 4-5)

4. Memimpin apa yang kita kerjakan, sehingga pekerjaan TUHAN yang kita kerjakan tidak menyalahi aturan pemerintah yang ada (ay 6-17)

CCM: Puncak penyertaan Allah dalam hidup kita orang percaya adalah dalam Yesus yang selalu menyertai kita dalam mengabarkan InjilNya dan melakukan pekerjaanNya (lihat Matius 28:20) 

By Pdt Paulus Surya.


Minggu, 25 Oktober 2020

RENUNGAN YOSUA 7 : NILA SETITIK MERUSAKKAN SUSU SEBELANGA


Renungan :  Yosua 7

NILA SETITIK MERUSAKKAN SUSU SEBELANGA

By Pt. Paulus Surya


Perbuatan dosa Akhan dan kaumnya telah membuat seluruh bangsa Israel ikut menderita.

Kejadian ini menggambarkan dosa Adam dan Hawa yang membuat seluruh umat manusia ada dalam dosa. Adam dan Hawa tidak berbuat dosa berkali-kali , tetapi hanya SATU kali saja , sudah membuatnya tidak layak dihadapan Allah yang maha kudus dengan standard Allah yang sempurna.

(Roma 5:12  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.)

Karena semua orang telah berbuat dosa dan dengan usahanya sendiri (perbuatan baik apapun) tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya sendiri , karena tuntutan Allah adalah sempurna. 

Maka untuk bisa selamat kita harus memakai cara Allah, bukan cara manusia.

Syukur pada TUHAN, karena dalam Yesus, Satu Orang yang Benar, semua orang yang percaya kepadaNya memperoleh pembenaran / keselamatan.

Dibenarkan bukan karena perbuatan baik tetapi karena IMAN kepada Kristus yang telah menebus dosa manusia sekali untuk selama-lamanya.

Firman Tuhan mengatakn barangsiapa TIDAK  PERCAYA kepada KRISTUS , ia telah berada dibawah hukuman sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 

Salam hangat dari team Nafiri Kasih, jangan lupa saksikan juga video-video menarik kami di Youtube , semoga Anda terberkati melalui siaran kami. #


Rabu, 07 Oktober 2020

MENGATASI MARAH


Mengatasi MARAH

Kolose 3:8-17

Orang Kristen dipanggil untuk membuang segala "kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor" (Kolose 3:8). Perintah ini jelas, tetapi proses mencapai dan mempertahankan tujuan ini bisa jadi membingungkan dan membuat kewalahan.

Langkah pertama adalah mengenali adanya kemarahan dalam hati kita. Langkah ini mungkin tidak diperlukan bagi orang-orang yang ekspresif, tetapi bagi orang-orang yang suka memendam kemarahan diperlukan waktu bersama Tuhan untuk merenungkan dan menyelidiki jiwanya. Kemarahan yang sudah membara dan menguasai hati dapat menimbulkan kehancuran besar; diperlukan pedang Firman Tuhan yang tajam untuk menyingkapkan kemarahan yang membara dalam dada (Ibrani 4:12).

Langkah selanjutnya adalah mengakui kemarahan yang tidak benar itu sebagai dosa dan mulai mengatasinya dengan segera. Karena kemarahan seringkali merupakan respons terhadap luka, kita harus berhati-hati agar tidak memaafkan atau mempertahankannya atas nama keadilan. Jadi, sekalipun orang lain yang berbuat salah pada Anda, perlu disadari bahwa menyimpan kemarahan sebagai respons juga dosa. Alkitab mengajarkan kita untuk mengatasi kejahatan dengan kebaikan, bukan membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17, 21).

Sebagian orang ingin terus melekat pada perasaan-perasaan gusar, padahal memelihara sikap geram tidak akan tertahankan; kemarahan harus disingkirkan. Jika kita mempertahankan "hak" kita untuk menyimpan dendam, kita tak bisa berharap dapat hidup sebagai manusia baru yang Kristus ciptakan untuk kita.

Tempat kita mendapat kekuatan adalah di dalam manusia baru yang seperti Kristus itu. Dan kita bertanggung jawab untuk mengenakan manusia baru itu. Tuhan mengundang kita untuk bekerja sama dengan-Nya dalam proses transformasi itu. Melalui setiap langkah ketaatan kita, damai sejahtera Kristus akan bertambah dan kemarahan akan berkurang. #

Minggu, 04 Oktober 2020

PIKIRAN DAN TAKDIR

 


PIKIRAN DAN TAKDIR
 AMSAL 5: 12 - 13, 20 - 23   

Seseorang pernah menciptakan sebuah kalimat dengan makna yang dalam : "Tabur sebuah pikiran, tuai sebuah tindakan. Tabur sebuah tindakan, tuai sebuah kebiasaan. Tabur sebuah kebiasaan, tuai karakter Anda. Tabur karakter Anda, tuai takdir Anda. 

"Dari manakah takdir seseorang di mulai? Dimulai dgn pikiran2 kita. Bagaimana kehidupan pikiran Anda? Apakah yg sedang Anda letakkan di dlm otak Anda? 

Pikiran2 kita dpt mengarah pada kehancuran rohani yg terjadi secara tdk langsung. Kita semua ada dlm bahaya tabrakan, kerusakan & kejatuhan. 
Amsal 5 menceritakan sebuah kisah mengenai kegagalan moral. 

Seorang ayah memperingatkan anak laki-lakinya untuk menghindari seorang wanita yg menggoda. "Menjauhlah darinya" sang ayah memaksa. "Kamu akan kehilangan harga dirimu & pada akhirnya akan terjerat utang." Selanjutnya, sang ayah menasihati anaknya untuk tetap setia kpd istrinya & berkata tdk pada wanita lain. Namun si anak mulai berpikir bahwa perselingkuhan tdklah seburuk yg dikatakan. 

Pernikahannya menjadi sedikit membosankan. Ia memberi alasan. Wanita itu baik. Saya hanya akan mampir & menyapanya. Ketika si anak memasuki rumah wanita tsb, bencana melanda! Ia bisa dikatakan telah mati! ( lihat Amsal 5: 23). Si anak mengabaikan peringatan dari ayahnya yg bijaksana. Perbuatannya menghancurkan pernikahannya, hubungannya dgn Tuhan, & reputasinya. Karakternya telah hancur. Sekarang dunianya sdh luluh lantak. 

Untuk di renungkan: Menyerah pada dosa seksual selalu di mulai dari pikiran. Sangat penting untuk menjauhkan pikiran2 berahi dari benak Anda. Apa yg mendorong Anda untuk menikmati pikiran2 berahi? Teman2 tertentu, majalah, buku2, film, ataukah acara televisi? 

Apakah yg dapat Anda lakukan untuk menjauh dari pengaruh hal2 tsb? 

Doa hari ini: Tuhan, tolonglah aku untuk menjauhi pengaruh2 yg membuatku menikmati dosa. Aku mempersembahkan seluruh pikiranku kpd-Mu shg karakter yg kukembangkan akan menyenangkan hati-Mu.   #   


MAKSUD PENDERITAAN KITA


 Maksud Penderitaan Kita

1 Petrus 4:12-14

Kita tak seharusnya berharap kehidupan Kristen kita mudah dan nyaman, karena orang percaya tidak akan luput dari masalah. Bahkan, menjadi orang Kristen bisa menambah masalah dan penderitaan. Petrus menyebut kesusahan semacam ini sebagai "nyala api siksaan," dan berkata supaya kita tidak heran (1 Petrus 4:12). Tuhan memakai penderitaan kita untuk tujuan-tujuan-Nya yang baik, dan Dia ikut melaluinya bersama kita. Harapan di tengah penderitaan itu mungkin jika kita mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam situasi itu.

Pertama, Bapa surgawi terkadang memakai pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk memurnikan kita. Penderitaan mendorong kita datang kepada Tuhan dan membuka mata kita terhadap dosa yang sudah kita tolerir. Disiplin-Nya bukan dirancang untuk meremukkan kita tetapi untuk menghasilkan "buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera" (Ibrani 12:11).

Kedua, Tuhan sering membiarkan kesulitan sebagai sarana untuk menguji kita. Tujuan-Nya adalah meningkatkan iman, ketahanan, dan ketaatan kita kepada-Nya. Alih-alih mengeluh, kita seharusnya bersukacita dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu kesengsaraan itu akan menghasilkan karakter yang teruji di dalam diri kita (Roma 5:3-4).

Ketiga, Tuhan memakai penderitaan untuk menyatakan kuasa-Nya. Berbagai masalah merendahkan hati kita dan menyingkapkan kelemahan-kelemahan kita (2 Korintus 12:7-10). Semua ini mengajar kita untuk bersandar pada Tuhan dalam mendapatkan kekuatan untuk bertekun dan menjadi dewasa.

Keempat, penderitaan kita membawa manfaat kekal. "Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:17).

Kiranya kebenaran-kebenaran ini mendorong Anda untuk melihat penderitaan Anda berikutnya dari perspektif Tuhan. Meskipun Anda pada saat itu mungkin tidak merasakanya, Tuhan menyertai Anda. Dialah pengharapan dan andalan Anda. #

Senin, 03 Agustus 2020

DITINGGAL DI BUMI UNTUK MELAYANI




RENUNGAN KRISTEN : Ditinggal di Bumi untuk Melayani
Efesus 2:8-10

Menurut Anda, mengapa Tuhan membiarkan Anda tetap tinggal di bumi dan tidak langsung diangkat ke surga ketika Anda diselamatkan? Pikirkan semua bentuk kesulitan dan kesedihan yang tidak  akan lagi Anda alami. Bayangkan sukacita yang Anda rasakan bersama Kristus di surga. Tetapi lalu pertanyaannya lagi-lagi adalah: siapa yang akan tinggal di bumi untuk memberitakan Injil keselamatan kepada orang lain jika semua orang percaya diangkat dari dunia ini?

Jika Anda masih hidup dan bernapas, itu berarti Bapa surgawi punya tujuan untuk Anda, ada pelayanan yang harus Anda lakukan. Jangan bayangkan pelayanan itu hanya sebagai hal yang dilakukan di gedung gereja oleh sekelompok orang pilihan. Melayani Tuhan adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Untuk melakukan "pekerjaan-pekerjaan baik, yang dipersiapkan Tuhan sebelumnya, supaya kita hidup di dalamnya" (Efesus 2:10).

Meskipun cara kita melayani bisa berubah dari waktu ke waktu, kita tak pernah dipanggil untuk berhenti dan tidak melakukan apa-apa. Orang kudus yang terikat di tempat tidur pun dapat berdoa bagi orang lain atau memberikan kata-kata penyemangat bagi orang-orang yang menjenguk atau memberi perhatian padanya. Tujuan orang percaya bukan hanya datang ke gereja, mendengar khotbah, dan menerima makanan rohani yang cukup untuk menjalani minggu berikutnya. Tujuan hidup kita adalah melayani Tuhan dengan sepenuh hati, mencerminkan kasih Yesus melalui hidup kita. Ibadah kita kepada Tuhan dan ajaran Firman-Nya adalah hal yang menopang dan memperlengkapi kita untuk saling melayani dan mengabarkan Injil ke dunia.

Seluruh hidup Anda dimaksudkan untuk menjadi tindakan pelayanan bagi Tuhan. Jika Anda hidup untuk mencapai tujuan dan kebahagiaan Anda sendiri, Anda pada akhirnya akan kecewa. Namun jika Anda hidup dalam pekerjaan-pekerjaan baik yang sudah disiapkan Tuhan untuk Anda, Anda akan mengalami kepuasan karena sudah hidup sesuai dengan rancangan penciptaan Anda. ##

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA