Laman

Jumat, 20 Januari 2017

SEMINAR BAGUS



Shalom,
Agama Buddha cukup unik,  menarik untuk dapat mempelajarinya.
Anda ingin mengenal lebih lanjut tentang Buddhisme ?  
Apakah semua agama sama ?
Apa saja kendala & apa solusinya bila menyaksikan Injil kepada mereka ?

Pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang" , untuk itu kami mengajak saudara/i semua agar dapat memanfaatkan kesempatan langka ini hadir dalam seminar "Buddhisme, Mengenal Untuk Mengasihi"  dan dapatkan berkat rohani dalam seminar tersebut.

Daftar segera, karena tempat terbatas.
Hubungi no Hp / WA tsb diatas ..

Minggu, 08 Januari 2017

Hidup Dengan Integritas


Bacaan Hari ini:
Mazmur 119:9 "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Di dunia yang benar-benar terobsesi dengan penampilan dan kesan, bagaimana Anda tetap bisa menjadi kudus ketika semua orang berpura-pura? 
Banyak orang tak punya integritas. Mereka menyimpang, mereka berpikiran dangkal, mereka curang, dan mereka tak menepati janji mereka.

Lalu bagaimana Anda tetap bisa menjadi diri Anda sendiri?

Hanya ada satu cara. Anda harus lebih peduli dengan persetujuan Tuhan ketimbang persetujuan atau pengakuan orang lain. 
Itulah satu-satunya cara Anda menjadi orang-orang yang jujur, menjadi diri sendiri. Sebab apabila Anda peduli dengan apa yang Tuhan pikirkan, maka Anda akan melakukan apa yang benar. Tapi jika Anda lebih peduli dengan apa yang orang lain pikirkan, Anda akan kerap melakukan yang salah.

Mazmur 119:9 mengatakan, "Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu."

Satu-satunya cara Anda untuk bisa mengetahui apakah Tuhan mengijinkannya dan untuk mengetahui apa yang Ia pikirkan tentang Anda ialah dengan membaca Alkitab. Anda harus tinggal di dalam Firman Tuhan! Bila tidak, Anda tak akan memiliki kekuatan dan stamina untuk menjalankan hidup yang jujur, berintegritas.

Jika Anda tak pernah melakukan waktu tenang di dalam Firman Tuhan, atau jika saya melewatkannya beberapa hari saja, saya bisa rasakan perbedaannya - bahkan semua orang pun bisa tahu!- karena saya mulai jadi mudah tersinggung. 
Jika saya tidak terhubung dengan Tuhan melalui Firman-Nya, saya tidak akan mendapatkan kekuatan spiritual untuk mengabarkan Firman Tuhan kepada Anda. Saya tak akan punya kekuatan untuk hidup berintegritas.

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, karena apa yang benar seringkali tidak populer. Anda akan capek ketika berusaha melakukan yang benar sekaligus tetap menjadi diri sendiri dan tetap kudus, sementara Anda harus senantiasa diperbaharui dan dikuatkan.

Anda dapat melakukannya dengan membaca dan mempelajari Alkitab yang adalah Firman Tuhan.

Renungkan hal ini:
Apakah dengan membaca Firman Tuhan memberi Anda kekuatan?
Mengapa penting membaca Alkitab?
Apakah beberapa janji Allah dalam Alkitab menguatkan Anda ketika Anda harus membuat keputusan yang benar tapi tidak disukai banyak orang?

Hidup dengan integritas atau dengan kejujuran perlu kuasa rohani, karena apa yang benar seringkali tidak populer.

(Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren).

Doaku : trimakasih Bapa u/ FirmanMu yg tersedia bagiku. Tolong dan pimpinku agar memprioritaskan untuk membaca dan mempelajari kemudian melakukan FirmanMu dalam hidup keseharianku sehingga aku boleh memiliki hidup yg jujur di hadapanMu.
Amin.

Rabu, 26 Oktober 2016

HIKMAT BAGI AYAH DAN IBU


"Hikmat Bagi Ayah dan Ibu"
Denise & David Glenn (Kardo Int'l ministries - USA)

Nehemia 4:14 

Misi Kardo : melengkapi, merangkul, mendidik & mendukung keluarga dengan kebenaran dan cinta kasih Allah.

Membangun rumah tangga yg saleh membutuhkan prioritas yg benar :
1. Hubungan pria dng Allah.
2. Hubungan pria/wanita dengan istri/suami.
3. Hubungan pria dng anak-anakNya.

Hubungan pria dengan dunia :
4. Pekerjaan
5. Pelayanan.

Prioritas 1 : my relationship to God.
Hubungan pria dng Allah
- melandaskan hidup anda pd firman Allah
- mempercayakan semuanya pd Tuhan
- menaati Allah
- sensitivitas terhadap Roh - tiap hari bersaat teduh dng Tuhan, berdoa n mendengar suara Tuhan.
Melandaskan hidup anda pd Firman Allah
(founding your life on God's word)
Matius 7:24-27 tidak hanya mendengar tp hrs melakukan Firman Tuhan.

Mempercayakan semuanya pd Tuhan (trusting God)

- mempercayai keberadaan Tuhan dalam hidup anda (trusting God with your life)
  ▪ Yohanes 14:20
  ▪ Yohanes 15:5  Christ in us gives us a hope and a victory
      
Hubungan seorang istri dengan suaminya.
Make God priority no.1, your husband priority no.2 in your heart.

3 needs of man .. Head of home

1. Suamiku harus menjadi kepala atas rumah tangganya (Efesus 5:22)

Hubungan seorg istri
- Galatia 3:28 man n woman has the same value, in the marriage we have a different role.

Efesus 5:22-24, 33 ketundukkan kpd suami adalah hal pertama yg hrs dipelajari dlm pernikahan. 

Peran dlm pernikahan 1 Kor 11:3

Allah - Kristus - suami - istri (order in  the family)
                  Passive  vs             submissive wives
- just whatever you                 - here's my opinion,
   think. I don't care.                  but I'll do whatever
                                                  you think is best.

- (Silence while see-               - you know I'd rather
   thing inside about                  not go, but I trust you
   the decision the                     and I'm with you.
   husband made)

2. Suami harus mempunyai hubungan seksual yg intim  1 Kor 7:2-5
Hubungan seksual spt super glued to marriage.

3. Suami mendambakan pujian yg tulus dr istri (sincere praise from the wife)
Efesus 4:29 perkataan yg baik
Efesus 4:32 ramah, penuh kasih mesra, mengampuni.

Tujuan menjadi orang tua :
Menciptakan generasi yg kudus/ilahi (Maleakhi 2:15)
Sebuah warisan iman (Ulangan 6:1-2)

3 hadiah yg diberikan kpd anak" :

1- hadiah-1 wrapped them with Blanket of love (kasih tanpa syarat)
1 Kor 13:4-8

▪ time : spending/sacrifice time for them.
▪ touch : hold our children to let them know
   our love.
▪ talk : talking involves listening.
Setelah kita berikan kasih br kita bs memberikan :

2. Hadiah-2 : DISIPLIN
Rope of boundaries ("tali" pembatas)
Wkt anak" kcl, perlu tight  boundaries
Ketika anak" mulai menunjukkan tg jwb, boundaries makin lebar.
Ayah n ibu harus sepakat ttg batasan", spy tdk membingungkan anak. Wkt sdh wktnya mrk meninggalkan rmh, kita menyerahkan tali pembatas itu kpd mrk, krn mrk sudah mempunyai Firman Tuhan.
Hadiah disiplin : 
- Efesus 6:1 anak taat kpd ortu
- Amsal 19:18 hajarlah anakmu selama ada
   harapan.
Peran ayah :
- terlibat... Tidak pasif/melecehkan.
- Efesus 6:4  bapa" jangan bangkitkan
   amarah di dlm hati anak"
- pastikan anak" berbicara dng hormat.
Setelah mrk menerima disiplin, mrk bs menerima Firman Tuhan.

3. Hadiah 3 : Roti Kehidupan (bread of life)
Komunikasikan
Ulangan 6:5-7  kita hrs mengajarkan ttg Yesus sepanjang hari.
- take them to church
- family night, dimulai dng makan malam,
   bacakan cerita Alkitab, ajukan pertanyaan,
   doa bersama.
Give your children vision : to be light n salt to the world.
Mengajar dng teladan.

End

Kamis, 25 Agustus 2016

KASIH YESUS


KASIH YESUS..

Suatu kali Presiden Megawati mengadakan kunjungan kerja ke Lampung. Di antara para penyambutnya itu terdapat seorang purnawirawan ABRI. Walau wajahnya sudah berkerut-kerut tetapi sisa-sisa kegagahan militer masih tampak dari sikap tubuhnya. Begitu Megawati melintas di depannya, pria ini bersikap sempurna sambil menghormati. Langkah Bu Mega terhenti sejenak sambil mengamati wajah pria ini. Dia berusaha menggali ingatannya akan kenangan yang sudah lama sekali.

"Lho, Paklik kok ada di sini?"
tanya bu Mega setelah berhasil mengingat siapa pria ini. "Sekarang Paklik kerja apa?" lanjut Bu Mega. "Oh, sekarang saya menjadi hamba Tuhan di wilayah sini," jawab pria ini. "Oh, bagus itu," kata Bu Mega.

Itulah sepenggal kisah pengalaman R. Moch. Erwin Soetikno, SH. Ketika masih berdinas di ketentaraan, ia pernah bertugas sebagai pengawal kepresidenan. Maka tak heran jika Erwin sangat dekat dengan anak-anak presiden, termasuk dengan Megawati. Erwin masih mengenang masa-masa ketika Megawati dan saudara-saudaranya main kuda-kudaan dengannya.

Erwin pura-pura menjadi kuda dan anak-anak presiden bergantian naik dipunggungnya. Akan tetapi huru-hara politik tahun 1965 telah mengubah jalan hidupnya. Tanpa dakwaan yang jelas, Erwin dijebloskan ke tahanan militer. Rupanya ini bagian dari rencana Tuhan atas hidupnya. Justru di dalam penjara ini, dia melihat penampakan Yesus.

Mengenal Yesus di tengah Rasa Sepi.

Aku mulai mengenal Yesus di penjara, tepatnya di Rumah Tahanan Militer Kodam 08, Brawijaya. Hidup jauh dari anak dan isteri, membuatku merasa kesepian. Untuk membunuh rasa itu, aku lalu meminjam buku bacaan pada salah seorang kopral di penjara. Karena tak punya bacaan lain, kopral yang bernama Yohanes itu meminjamkan Alkitabnya padaku. Dalam waktu 40 hari aku dapat membaca tuntas isi Alkitab mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru. Dari Alkitab yang masih tertulis dalam bahasa Indonesia ejaan lama itu, aku banyak membaca ayat-ayat yang "menyakiti" hatiku sebagai umat penganut agama lain. Namun, justru karena itulah aku jadi makin bersemangat mendalami Alkitab.

Aku mulai gelisah saat membaca, "Akulah jalan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

Selama lebih dari setahun, tepatnya sejak tanggal 11 Agustus 1968 hingga 10 Juni 1969, aku tidak mempunyai kegiatan selain mempelajari Alkitab. Sejak dulu, aku memang termasuk pemeluk agama yang fanatik dan senang mempelajari kitab. Setelah sekian lama mendalami Alkitab, akhirnya aku mendapat jawaban atas semua pertanyaanku selama ini. Seketika itu juga, pandanganku terhadap orang Kristen berubah. Aku tidak lagi menganggap mereka kafir, sebaliknya aku malah ingin berdoa dengan cara Kristen.

Dikunjungi Yesus di Penjara.

Sejak itu, setiap kali bangun atau sebelum tidur, sesudah atau sebelum makan aku selalu memanjatkan "Doa Bapa Kami" karena hanya itulah doa yang aku tahu. Hingga pada suatu siang di tahun 1969, aku mengalami peristiwa besar yang membuatku makin percaya pada Yesus. Saat sedang terbaring di pembaringanku di penjara tiba-tiba ada sinar terang benderang masuk ke ruanganku.
Bersamaan dengan sinar itu aku melihat sosok Yesus berdiri dengan tangan yang masih nampak bekas lukanya mengarah padaku seakan memberi salam berkat. Penampakan itu hanya terjadi dalam waktu sekejap saja. Aku yakin sekali, dia pasti Yesus karena wajahnya sama persis dengan gambar yang sering aku lihat ketika SMA dulu. 

Setelah melihat penampakan itu, aku jadi semakin mantap ikut Yesus. Rasanya, Dia mengajariku secara langsung. Aku belajar ayat-ayat yang menurutku sangat dahsyat seperti tentang iman sebesar biji sesawi yang bisa memindahkan gunung (Matius 17:20).

"Yesus berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu."

Untuk lebih mendalami imanku, aku melakukan doa dan puasa selama 50 hari berturut-turut. Waktu itu aku juga berjanji pada Tuhan, kalau saja aku dapat bebas tanpa proses pengadilan, aku akan menjadi Kristen. Dan, mulai tanggal 10 Juni 1969 aku memenuhi janji itu karena aku dibebaskan dari penjara tanpa syarat.

Isteri Minta Cerai.

Selepas dari penjara, aku langsung pulang ke daerah asalku, Lampung untuk berkumpul kembali dengan isteri dan keenam anakku. Suatu hari, ketika kami makan, isteriku sangat kaget melihat aku berdoa dengan cara yang berbeda. Saat itu aku baru berterus terang kalau aku sudah memeluk Kristen. Begitu mendengar berita itu, isteriku langsung marah dan pergi meninggalkanku untuk kembali ke rumah orang tuanya. Tak hanya itu, dia bahkan langsung mengajukan gugatan cerai. Dia menganggap pernikahan kami telah batal karena aku berpindah agama.

Ternyata, niat isteriku tidak direstui oleh orang tuanya bahkan jika isteriku nekad minta cerai maka mereka akan mengusirnya dari rumah. Adat Lampung Seputih, kampung asal isteriku, memang tidak mengenal istilah cerai. Aku dan isteriku sempat pisah rumah selama kurang lebih tiga tahun. Ketika akhirnya ia kembali ke rumah, kami tetap beribadah dengan cara masing-masing karena aku memang tidak mau memaksa dia. Sementara itu, aku makin mantap mendalami kekristenan. Pada tahun 1970, aku belajar di sebuah sekolah Alkitab di Surabaya. Setelah selesai, masih pada tahun yang sama aku menjadi pendeta di GPI, Sumatera Utara. Meski aku sudah jadi pendeta, isteriku masih tetap menjalankan ibadahnya.

Aku pun mendapat tantangan yang sangat keras dari istriku. Dia sering memarahi anak-anakku yang waktu itu masih SD karena mereka ikut ke Sekolah Minggu. Tak hanya itu, dia juga sering menanyakan kapan aku akan kembali ke agamaku yang dulu. Aku berusaha menerangkan kebenaran firman Tuhan tetapi dia masih mengeraskan hatinya. Ketika anak-anak duduk di bangku SMP, isteriku mulai sedikit berubah. Ia tidak lagi menganiaya anak-anak bahkan sebaliknya, dia sudah mulai berdoa.

Isteri Minta Dibaptis

Sampai Oktober 1984, isteriku masih tetap menanyakan kapan aku kembali beribadah dengan cara seperti dia. Aku langsung menjawab,
"Besok, ketika kita sarapan pagi!".
Mendengar jawaban itu, isteriku malah menantang,
"Kenapa tidak malam ini saja?"
Aku pun menjawab tantangan isteriku. Malam itu juga aku meminta dia mengumpulkan saudara-saudara untuk menjadi saksi. Di hadapan mereka, aku mengutip salah satu ayat dalam kitab suci agamaku yang dulu. Menurut pemahamanku, ayat itu memperbolehkan seseorang memiliki istri lebih dari satu. Aku lalu mengajukan syarat itu untuk kembali ke agamaku.

"Asal boleh punya isteri lebih dari satu, aku mau kembali,"
Begitu kataku dan Isteriku menanggapi pernyataan itu tanpa kata, hanya matanya yang melotot menandakan ketidaksetujuannya atas syarat yang aku ajukan. Sebulan setelah kejadian itu, isteriku membuat kejutan. Dia menyatakan keinginannya untuk dibaptis. Tetapi ia tidak mau pembaptisan itu dilakukan olehku dan di Lampung. Dia memilih dibaptis oleh salah satu murid terbaikku di Sekolah Alkitab GPI. Waktu itu aku sudah menjadi pendeta wilayah di daerah Lampung, Sumatera Selatan, Padang dan Riau.

Tanggal 14 November 1984, akhirnya isteriku menjadi pengikut Kristus ditandai dengan pembaptisan di kolam di Caltex Pasific Indonesia, Rumbai - Pekanbaru Riau.

Menjadi Isteri Yang Saleh

Sejak itu, dia menjadi seorang Kristen yang sangat taat, bersemangat dan hafal hampir semua isi Alkitab bahkan jauh lebih hafal dibandingkan aku. Dia menjadi tempatku bertanya jika aku lupa isi suatu ayat. Kami berdua sering melakukan doa dan puasa. Meski tidak terlibat pelayanan secara intensif, dia kerap bersaksi akan kasih Kristus dalam kehidupannya di mana pun ia berada. Hasilnya, banyak penduduk asli Lampung yang percaya pada Kristus, salah satunya Pdt. Siti Umayah. Ya, isteriku menjadi seorang Kristen yang sangat bersenang hati dan mendukungku dalam pelayanan. Hingga akhir hayatnya, dia tetap memegang teguh kepercayaannya pada Kristus.

Tanggal 11 Desember 1999, isteriku menghadap Tuhan dengan tenang, dalam keadaan tidur dan tanpa merasakan sakit. Saat ini, aku menjadi ketua tim "Mawar Dari Saron" sebuah lembaga pelayanan yang khusus bergerak di bidang pemberian beasiswa untuk sekitar 116 hamba Tuhan yang tinggal dipedesaan dan tersebar di Lampung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan dan Jawa.
Kini, seluruh hidupku kupersembahkan hanya untuk kemuliaan namaNya.

Menjadi SAKSI

Tuhan perintahkan kepada Rasul2 utk pergi menjadi saksi bagiNya, apa yg hrs mrk saksikan?  Mrk hrs bersaksi atas semua yg Tuhan lakukan dan katakan, atau ajarkan kpd mrk.  Kita hr ini kalau bersaksi, apa yg kita saksikan? Kita kalau tlh diselamatkan mk bersaksi ttg bgmn kita menyadari bhw kita org berdosa, dan bgmn Yesus dihukumkan menggantikan kita. 

Tentang mengapa kita begitu yakin akan masuk Sorga krn semua dosa kita telah diselesaikan di kayu salib, bhw hutang dosa kita sdh dibayar lunas oleh penebusan  Tuhan Yesus Kristus. GBU All.

Rabu, 24 Agustus 2016

MERUBAH FOKUS


RENUNGAN KRISTEN, MERUBAH FOKUS

Ini adalah sebuah wawancara yang benar-benar luar biasa dengan Rick Warren, penulis Purpose Driven Life dan pastor dari Gereja Saddleback di California.

Dalam sebuah wawancara dengan Paul Bradshaw, Rick Warren mengatakan: Orang-orang bertanya kepada saya, apa tujuan dari hidup ?
Dan jawab saya adalah: secara ringkas "Hidup Adalah Persiapan Untuk Kekekalan".

Kita diciptakan untuk hidup selama-lamanya, dan Tuhan menginginkan kita untuk bersama-sama dengan Dia di surga.
Suatu hari jantung saya akan berhenti, dan itu akan menjadi akhir dari tubuh saya tapi bukan akhir dari saya.

Saya mungkin hidup 60 sampai 100 tahun di bumi, tapi saya akan menghabiskan trilyunan tahun dalam Kekekalan.
Ini adalah sekedar pemanasan, persiapan untuk yang sesungguhnya.

Allah menginginkan kita melatih di dunia apa yang akan kita lakukan selamanya dalam kekekalan.
Kita diciptakan oleh Allah dan untuk Allah, dan sampai engkau bisa memahami hal itu, hidup tidak akan pernah masuk akal.

Hidup adalah sebuah seri dari masalah-masalah: apakah engkau sedang dalam masalah sekarang, baru saja selesai dari satu masalah, atau akan segera masuk dalam satu masalah.

Alasan untuk ini adalah: Tuhan lebih tertarik kepada karaktermu daripada kesenangan / kenyamanan hidupmu.

Tuhan lebih tertarik untuk membuat “Hidupmu Suci daripada membuat Hidupmu Senang”.
Kita bisa cukup senang di dunia, tapi itu “Bukanlah Tujuan Dari Hidup”.
_Tujuannya adalah pertumbuhan karakter, dalam kemiripan kepada Kristus._

Tidak penting seberapa baiknya berbagai hal terjadi dalam hidupmu, selalu ada hal-hal yang buruk yang perlu diselesaikan.

Dan tidak peduli seberapa buruknya yang terjadi dalam hidupmu, selalu ada sesuatu yang baik dimana engkau bisa bersyukur kepada Tuhan.

Engkau bisa fokus pada tujuan hidupmu, atau engkau bisa fokus pada masalahmu.

Jika engkau fokus pada masalahmu, engkau akan menjadi terpusat pada dirimu (self-centeredness) , masalahku, urusanku, sakitku.

Tapi satu cara yang paling mudah untuk menyingkirkan rasa sakit itu adalah dengan melepaskan fokusmu pada dirimu sendiri dan *mulai memfokuskan diri kepada Allah dan kepada sesama*.

Kita harus bertanya pada diri kita:
Apakah saya akan hidup untuk kekayaan? Popularitas?
Apakah saya akan diarahkan oleh tekanan? Perasaan bersalah? Kepahitan? Materialisme?
Atau saya akan diarahkan oleh rencana-rencana Allah untuk hidup saya?

Ketika saya bangun pagi, saya duduk di sisi tempat tidur saya dan berkata, Tuhan, jika saya tidak menyelesaikan satu halpun pada hari ini, saya ingin mengenal Engkau lebih lagi dan mengasihi Engkau lebih lagi.

Tuhan tidak meletakkanmu di bumi hanya untuk mengisi daftar hal-hal yang harus dikerjakan.
Dia lebih tertarik kepada siapa saya daripada apa yang saya lakukan.
Karena itulah kita disebut human beings, bukan human doings.

Renungkan
Dalam masa-masa yang menyenangkan,  Puji Tuhan.
Dalam masa-masa sulit,  Cari Tuhan.
Dalam masa-masa tenang,  Sembah Tuhan.
Dalam masa-masa yang menyakitkan,  Percayai Tuhan.
Setiap saat, Bersyukurlah Kepada Tuhan.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..