Selasa, 13 Oktober 2020

DOKTRIN : APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KERAJAAN 1000 TAHUN ??


DOKTRIN : APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KERAJAAN 1000 TAHUN ?

Apakah Kerajaan 1000 tahun yang disebutkan dalam kitab Wahyu maknanya adalah HARAFIAH

 atau SIMBOLIS ? 

Apakah Kerajaan 1000 tahun sudah berlangsung atau baru akan terjadi di masa yang 

akan datang? 

Apakah dampak Kerajaan 1000 tahun bagi kita dan bagi dunia? 

Apa hubungan antikris, rapture dengan kerajaan 1000 tahun , hingga langit dan bumi yang baru ?

Yuk simak penjelasannya dalam Bincang Teologi Praktis bersama Nafiri Kasih di Youtube

Minggu, 18 Oktober 2020  ,  Jam 20.00 - 20.45 WIB.

Narasumber : Pdt. Kalvin Budiman Ph.D - IEC San Diego , USA.

Link : https://bit.ly/nafirikasih-24


RENUNGAN ROHANI KRISTEN TENTANG PEWAHYUAN KESELAMATAN MANUSIA


RENUNGAN ROHANI KRISTEN
TENTANG PEWAHYUAN KESELAMATAN MANUSIA 

1 Petrus  1:10-12

Jika Anda pernah membaca seluruh Alkitab, Anda mungkin sudah tahu bahwa pewahyuan ilahi itu bersifat progresif. Selama lebih dari ratusan tahun, Tuhan sudah memberi petunjuk-petunjuk kepada manusia tentang rencana pendamaian-Nya. Itu sebabnya, seperti ditunjukkan ayat-ayat hari ini, nabi-nabi Perjanjian Lama dapat berbicara tentang keselamatan yang kita miliki dalam Kristus meskipun mereka tidak mengerti bagaimana hal itu akan terjadi. Mereka seakan melihat jajaran gunung dari kejauhan, tetapi tidak tahu seberapa jauh jarak dari puncak gunung yang satu ke puncak gunung berikutnya.

Yesaya adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Ia menulis tentang Mesias bangsa Israel sebagai raja yang akan memerintah dunia yang diperbarui (Yesaya 9:6-7; 11:1-10), namun di Yesaya 53 ia menggambarkan Mesias itu sebagai hamba yang menderita yang akan mati.

Meskipun Yesaya tidak dapat memahami sepenuhnya makna perkataan Roh Tuhan yang menggerakkannya untuk menulis, pewahyuan berikutnya memberi kita gambaran yang lebih utuh. Kita tahu Yesus datang pertama kali untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi dosa-dosa kita, dan kelak Dia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk memerintah seluruh dunia sebagai Raja di atas segala raja.

Yang lebih menakjubkan lagi adalah para  malaikat ingin sekali melihat keselamatan ini, sementara kita malah seringkali kurang menghargainya dan hanya memandangnya sebagai jalan masuk ke surga. Pemikiran yang menggampangkan ini menunjukkan bahwa kita tidak sungguh-sungguh mengerti segala sesuatu yang terjadi di kayu salib dan bagaimana dampaknya hal itu bagi keselamatan kita.

Kita seharusnya ingin tahu seperti nabi-nabi yang berusaha lebih memahami tentang Kristus dan pengorbananNYA yang Dia lakukan dengan penuh kasih untuk kita. Jika kita menjadikan hal ini sebagai prioritas, kita akan belajar lebih dalam tentang Juru Selamat dan keselamatan kita, dan kekaguman serta kasih kita kepada-Nya akan meningkat.

Demikian renungan rohani kristen hari ini. #

Jumat, 09 Oktober 2020

RESPONS YANG BAIK TERHADAP KEMARAHAN


Respons Yang Baik terhadap Kemarahan

Amsal 14:29; 16:32

Kita hidup di dunia yang sudah rusak di mana dosa merajalela, ketidakadilan merupakan hal biasa, dan konflik melimpah ruah. Maka, ada banyak kesempatan untuk berdosa dengan kemarahan. Namun, meskipun kita tidak dapat mengubah situasi-situasi ini, kita dapat mengubah respons kita sendiri.

Situasi-situasi seperti kesulitan ekonomi dan bencana alam dapat menimbulkan kekecewaan yang meluas, tetapi masalah-masalah dengan orang lain dapat menjadi tantangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika disakiti dengan kata-kata atau tindakan seseorang, kita mungkin tergoda untuk melempar jawaban pedas atau mendidih dalam kegeraman. Tetapi sebagai orang percaya, kita harus mengikuti teladan Yesus: "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ... tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1 Petrus 2:23).

Ayat-ayat dari kitab Amsal hari ini menegaskan pentingnya menjadi orang yang tidak cepat marah. Terutama saat menghadapi serangan verbal atau kata-kata. Mendengarkan dengan tenang dapat mencegah kita berkata kasar dan memberi kesempatan untuk meminta pertolongan Tuhan agar dapat merespons seperti Kristus.

Jawaban yang tenang dan lemah lembut dapat meredakan situasi yang panas, tetapi tanpa mengambil waktu untuk memproses yang dikatakan, tidak banyak dari kita yang akan dapat menjawab dengan bijak. Jika kita tidak cepat marah, kita akan dapat lebih memahami situasi dan motif-motif tersembunyi, yang tidak dapat dipahami orang pemarah secara obyektif.

Respons seperti ini memang tidak lazim, namun kita tak perlu heran karena yang memberikan teladan adalah Seorang yang tidak biasa. Kita perlu mengubah prioritas-prioritas kita jika ingin meniru Yesus. Kasih dan pengertian harus lebih diutamakan daripada kebutuhan membela diri, dan memelihara relasi harus menggantikan keinginan mempertahankan hak-hak kita. Jadi, bersikaplah tenang dalam segala situasi, dan biarkan Kristus menjadi pembela dan pelindung Anda.#

Rabu, 07 Oktober 2020

MENGATASI MARAH


Mengatasi MARAH

Kolose 3:8-17

Orang Kristen dipanggil untuk membuang segala "kemarahan, kegeraman, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor" (Kolose 3:8). Perintah ini jelas, tetapi proses mencapai dan mempertahankan tujuan ini bisa jadi membingungkan dan membuat kewalahan.

Langkah pertama adalah mengenali adanya kemarahan dalam hati kita. Langkah ini mungkin tidak diperlukan bagi orang-orang yang ekspresif, tetapi bagi orang-orang yang suka memendam kemarahan diperlukan waktu bersama Tuhan untuk merenungkan dan menyelidiki jiwanya. Kemarahan yang sudah membara dan menguasai hati dapat menimbulkan kehancuran besar; diperlukan pedang Firman Tuhan yang tajam untuk menyingkapkan kemarahan yang membara dalam dada (Ibrani 4:12).

Langkah selanjutnya adalah mengakui kemarahan yang tidak benar itu sebagai dosa dan mulai mengatasinya dengan segera. Karena kemarahan seringkali merupakan respons terhadap luka, kita harus berhati-hati agar tidak memaafkan atau mempertahankannya atas nama keadilan. Jadi, sekalipun orang lain yang berbuat salah pada Anda, perlu disadari bahwa menyimpan kemarahan sebagai respons juga dosa. Alkitab mengajarkan kita untuk mengatasi kejahatan dengan kebaikan, bukan membalas kejahatan dengan kejahatan (Roma 12:17, 21).

Sebagian orang ingin terus melekat pada perasaan-perasaan gusar, padahal memelihara sikap geram tidak akan tertahankan; kemarahan harus disingkirkan. Jika kita mempertahankan "hak" kita untuk menyimpan dendam, kita tak bisa berharap dapat hidup sebagai manusia baru yang Kristus ciptakan untuk kita.

Tempat kita mendapat kekuatan adalah di dalam manusia baru yang seperti Kristus itu. Dan kita bertanggung jawab untuk mengenakan manusia baru itu. Tuhan mengundang kita untuk bekerja sama dengan-Nya dalam proses transformasi itu. Melalui setiap langkah ketaatan kita, damai sejahtera Kristus akan bertambah dan kemarahan akan berkurang. #

Senin, 05 Oktober 2020

DOA PADA SAAT TAK BERDAYA


DOA PADA SAAT TAK BERDAYA

Nehemia 2:1-10

Hati Nehemia sangat susah ketika ia mendengar keadaan yang sangat menyedihkan dari orang-orang Yahudi yang baru saja kembali ke Yerusalem dari pembuangan (Nehemia 1:3-4). Begitu Tuhan mendapatkan perhatian Nehemia, Dia dapat menunjukkan apa yang Dia mau Nehemia lakukan.

Alkitab tidak menyebutkan reaksi Nehemia sebagai orang yang menyadari bahwa dirinya harus menjadi bagian dari solusi, tetapi kita dapat membayangkan rasa tak berdaya yang dialami Nehemia. Bagaimana ia bisa menolong? Ia tidak berada di dekat Yerusalem, dan sebagai pelayan minuman raja, ia tidak bisa langsung berkemas-kemas dan pergi begitu saja.

Namun, setiap kali Tuhan menaruh beban di hati kita, Dia akan membuka jalan bagi kita untuk melakukan kehendak-Nya. Dalam hal ini, Tuhan memakai ekspresi sedih Nehemia dan doanya yang sungguh-sungguh untuk menyiapkan raja yang tidak mengenal Tuhan itu mengutusnya pergi memenuhi tugas itu.

Bagaimana respons Anda ketika Anda merasa Tuhan memanggil Anda untuk melakukan tugas yang tampaknya di luar kemampuan Anda? Apakah Anda menyebutkan semua alasan bahwa Anda tidak mungkin dapat melakukannya? Tuhan sudah mengetahui segala sesuatu tentang diri Anda dan situasi itu. Dia tidak akan meminta izin Anda untuk melanjutkan, Dia memanggil Anda untuk bergerak maju dengan percaya kepada-Nya. Anda dapat menolak, tetapi Anda akan kehilangan berkat-berkat dari kehidupan yang dijalani dalam ketaatan kepada-Nya.

Tuhan akan memperlengkapi Anda untuk melakukan apa pun yang Dia mau Anda lakukan. Dan karena Roh Kudus tinggal di dalam diri setiap orang percaya, kita memiliki semua yang kita perlukan untuk memenuhi tugas ilahi kita. Alih-alih membiarkan ketidakberdayaan menghalangi Anda untuk taat, buatlah ketidakberdayaan itu justru mendorong Anda untuk berdoa agar Anda dapat bersandar pada kuasa dan hikmat Tuhan. #

Minggu, 04 Oktober 2020

PIKIRAN DAN TAKDIR

 


PIKIRAN DAN TAKDIR
 AMSAL 5: 12 - 13, 20 - 23   

Seseorang pernah menciptakan sebuah kalimat dengan makna yang dalam : "Tabur sebuah pikiran, tuai sebuah tindakan. Tabur sebuah tindakan, tuai sebuah kebiasaan. Tabur sebuah kebiasaan, tuai karakter Anda. Tabur karakter Anda, tuai takdir Anda. 

"Dari manakah takdir seseorang di mulai? Dimulai dgn pikiran2 kita. Bagaimana kehidupan pikiran Anda? Apakah yg sedang Anda letakkan di dlm otak Anda? 

Pikiran2 kita dpt mengarah pada kehancuran rohani yg terjadi secara tdk langsung. Kita semua ada dlm bahaya tabrakan, kerusakan & kejatuhan. 
Amsal 5 menceritakan sebuah kisah mengenai kegagalan moral. 

Seorang ayah memperingatkan anak laki-lakinya untuk menghindari seorang wanita yg menggoda. "Menjauhlah darinya" sang ayah memaksa. "Kamu akan kehilangan harga dirimu & pada akhirnya akan terjerat utang." Selanjutnya, sang ayah menasihati anaknya untuk tetap setia kpd istrinya & berkata tdk pada wanita lain. Namun si anak mulai berpikir bahwa perselingkuhan tdklah seburuk yg dikatakan. 

Pernikahannya menjadi sedikit membosankan. Ia memberi alasan. Wanita itu baik. Saya hanya akan mampir & menyapanya. Ketika si anak memasuki rumah wanita tsb, bencana melanda! Ia bisa dikatakan telah mati! ( lihat Amsal 5: 23). Si anak mengabaikan peringatan dari ayahnya yg bijaksana. Perbuatannya menghancurkan pernikahannya, hubungannya dgn Tuhan, & reputasinya. Karakternya telah hancur. Sekarang dunianya sdh luluh lantak. 

Untuk di renungkan: Menyerah pada dosa seksual selalu di mulai dari pikiran. Sangat penting untuk menjauhkan pikiran2 berahi dari benak Anda. Apa yg mendorong Anda untuk menikmati pikiran2 berahi? Teman2 tertentu, majalah, buku2, film, ataukah acara televisi? 

Apakah yg dapat Anda lakukan untuk menjauh dari pengaruh hal2 tsb? 

Doa hari ini: Tuhan, tolonglah aku untuk menjauhi pengaruh2 yg membuatku menikmati dosa. Aku mempersembahkan seluruh pikiranku kpd-Mu shg karakter yg kukembangkan akan menyenangkan hati-Mu.   #   


MAKSUD PENDERITAAN KITA


 Maksud Penderitaan Kita

1 Petrus 4:12-14

Kita tak seharusnya berharap kehidupan Kristen kita mudah dan nyaman, karena orang percaya tidak akan luput dari masalah. Bahkan, menjadi orang Kristen bisa menambah masalah dan penderitaan. Petrus menyebut kesusahan semacam ini sebagai "nyala api siksaan," dan berkata supaya kita tidak heran (1 Petrus 4:12). Tuhan memakai penderitaan kita untuk tujuan-tujuan-Nya yang baik, dan Dia ikut melaluinya bersama kita. Harapan di tengah penderitaan itu mungkin jika kita mengerti apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam situasi itu.

Pertama, Bapa surgawi terkadang memakai pengalaman-pengalaman yang menyakitkan untuk memurnikan kita. Penderitaan mendorong kita datang kepada Tuhan dan membuka mata kita terhadap dosa yang sudah kita tolerir. Disiplin-Nya bukan dirancang untuk meremukkan kita tetapi untuk menghasilkan "buah kebenaran yang memberikan damai sejahtera" (Ibrani 12:11).

Kedua, Tuhan sering membiarkan kesulitan sebagai sarana untuk menguji kita. Tujuan-Nya adalah meningkatkan iman, ketahanan, dan ketaatan kita kepada-Nya. Alih-alih mengeluh, kita seharusnya bersukacita dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu kesengsaraan itu akan menghasilkan karakter yang teruji di dalam diri kita (Roma 5:3-4).

Ketiga, Tuhan memakai penderitaan untuk menyatakan kuasa-Nya. Berbagai masalah merendahkan hati kita dan menyingkapkan kelemahan-kelemahan kita (2 Korintus 12:7-10). Semua ini mengajar kita untuk bersandar pada Tuhan dalam mendapatkan kekuatan untuk bertekun dan menjadi dewasa.

Keempat, penderitaan kita membawa manfaat kekal. "Penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kita kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya" (2 Korintus 4:17).

Kiranya kebenaran-kebenaran ini mendorong Anda untuk melihat penderitaan Anda berikutnya dari perspektif Tuhan. Meskipun Anda pada saat itu mungkin tidak merasakanya, Tuhan menyertai Anda. Dialah pengharapan dan andalan Anda. #

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA