Jumat, 28 Agustus 2015

Efek Menanam Tindakan Positif


EFEK MENANAM TINDAKAN POSITIF 

    Suatu malam seorang pria sedang berjalan ke Gereja.
Ketika ia bertemu 4 orang anak laki² yg sedang luntang-lantung di pojok jalan,
maka pria itu mengajak mereka untuk mengikuti ibadah bersamanya.
Ternyata mereka mau,
bahkan ke 4 anak itu juga mau kembali ke Gereja bersama pria itu pada Minggu berikutnya.
Mereka akhirnya menjadi cikal-bakal dari Kelas Sekolah Minggu yg mulai di ajar oleh Pria itu.

Ber-tahun² kemudian,
Pria itu memutuskan untuk mencoba menghubungi ke 4 anak laki² itu untuk mengetahui apa yg tlah terjadi dalam kehidupan mereka,
& meminta kesediaan mereka untuk menuliskan Sebuah Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Guru Sekolah Minggu mereka,
yg akan di bacakan pada Sebuah Pesta Kejutan.

Ternyata surat² balasan dari mereka mengungkapkan bahwa salah satu dari mereka tlah menjadi Misionaris untuk China,
yg satunya adalah Presiden Federal Reserve Bank,
yg satunya lagi adalah Sekretaris Pribadi Presiden Herbert Hoover,
& yg terakhir adalah Presiden Hoover sendiri.

Bila hari ini kita memiliki Segenggam Benih di tangan kita,
kita tak dapat meramalkan yg mana dari benih² itu yg akan benar² Bertunas & Menghasilkan Sebatang Pohon Raksasa.
Sungguh menakjubkan bahwa sebatang Pohon Pinus yg sangat besar dapat tumbuh dari Benih yg Amat Kecil.
Satu²nya cara untuk Mengetahui Biji mana yg akan Bertumbuh & Menjadi Pohon yg Besar adalah dgn Menanamnya.
Bila kita Menanamkan Tindakan² Positif, Nilai² Kebenaran & Kemurahan Hati kepada anak² kita,
orang lain di sekitar kita,
m a k a kita Tak Akan Pernah tau Pohon sebesar Apa yg dapat Tumbuh dari Benih Kecil itu.

MARI SELALU LAKUKAN YG TERBAIK BAGI ANAK² KITA,
KELUARGA KITA & ORANG LAIN DI SEKELILING KITA,
K A R E N A KITA TAK PERNAH TAU MUJIZAT APA YG DAPAT TERJADI DALAM KEHIDUPAN MEREKA DAN KEHIDUPAN KITA SENDIRI.

“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”
(Kolose 3:23)

Amin .. 
Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Selasa, 18 Agustus 2015

Mujizat Doa

MUJIZAT DOA

Dr. Lin Ting Tung adalah orang Taiwan pertama yang menjadi dokter dan menjadi Kristen…Ini terjadi pada akhir abad ke-19. Ia bekerja di rumah sakit kecil yang dirintis oleh Dr. Maxwell, seorang misionaris Inggris.

Ketika itu tingkat kesehatan masyarakat di Taiwan sangat rendah dan cara pengobatan masih sangat sederhana. Pada suatu hari seorang anak datang ke rumah sakit itu dan meminta obat untuk ibunya yang sedang demam akibat malaria. Anak ini berjalan lebih dari dua jam dari desanya ke rumah sakit melalui jalan setapak melewati hutan dan sawah.

Ketika nama ibunya dipanggil, anak ini langsung bangkit dari bangkunya, meraih botol obat dan bergegas pulang. Sore harinya pukul lima , ketika kamar obat akan ditutup, seorang perawat tampak bingung dan berbisik,"Dokter Lin, botol obat untuk pasien malaria masih ada di sini. Tetapi ada satu botol yang hilang. Isinya disinfektan.”Dr. Lin terkejut, diperiksanya botol yang tertinggal, benar isinya obat malaria. Jadi, anak tadi membawa botol yang salah!

Botol - botol di kamar obat itu memang berbentuk sama dan berwarna sama, lagipula baik obat malaria maupun disinfektan sama - sama cairan. "Celaka kita. Ibu itu bisa mati. Disinfektan itu obat keras pembunuh kuman untuk kamar operasi. Kalau sampai diminum, usus bisa terbakar dan orang itu akan mati" ujar Dr. Lin dengan wajah pucat.Segera mereka melaporkan peristiwa ini kepada Dr. Maxwell. Ia juga terkejut."Sekarang pukul lima, anak itu pergi dari sini pukul tiga jadi Ia sudah hampir tiba. Tidak mungkin kita mengejarnya. Kita tidak tahu jalan ke desa itu." ujar Dr. Maxwell.

Dr. Maxwell termenung, lalu ia berkata,"Mulai hari ini semua obat keras tidak boleh diletakkan di atas meja. Sekarang panggil semua karyawan untuk berkumpul. Kita akan berdoa."Begitulah semua orang yang bekerja di rumah sakit itu berkumpul dan berdoa. Dr. Maxwell berdoa,"Tuhan, kami telah membuat kecerobohan. Ampunilah kami. Nyawa seorang ibu sedang terancam.Tolong dia, cegahlah dia agar tidak meminum obat yang salah itu......" Malam harinya Dr. Lin berdinas malam. Ia harus bertanggung jawab atas kematian ibu ini.

Esok harinya, ketika masih subuh pintu diketuk. Ternyata itu anak yang kemarin membawa botol yang keliru. Mukanya pucat ketakutan. Dr. Lin juga takut. Kedua orang itu berdiri saling memandang dengan gugup.Kemudian anak itu berkata,"Ma'af dokter. Kemarin saya bawa botol itu sambil berlari, lalu saya jatuh botol itu pecah dan isinya tumpah".Dr. Lin yang masih terpaku karena gugup langsung bertanya,"Kapan jatuhnya ?"Anak itu menjadi makin ketakutan,"Ma'af, dokter. Saya baru datang sekarang, jatuhnya kemarin sore, menjelang gelap…"Dr. Lin langsung ingat, menjelang gelap... itu adalah saat ketika semua karyawan rumah sakit berkumpul mendoakan Ibu anak ini! Jiwa ibu anak ini tertolong, isi botol yang salah itu tidak sampai terminum, karena botol itu pecah di tengah jalan.

Kita bisa lihat peristiwa ini dari sudut si anak… Ia pulang membawa botol obat ini sambil berlari. Ia ingin cepat - cepat memberikan obat ini kepada ibunya. Ia ingin menunjukan baktinya kepada ibunya. Ia ingin ibunya cepat sembuh. Anak ini tidak mengetahui bahwa botol yang sedang dipegangnya berisi racun. Ia tidak bisa membaca tulisan di botol itu. Ia buta huruf. Anak ini berlari terus. Jalan dari desa ke rumah sakit di kota sangat jauh. Perginya dua jam, pulangnya dua jam. Ia letih. Lalu, tiba - tiba ia tersandung. Ia jatuh. Mungkin Ia terluka, tetapi yang paling celaka; botolnya jatuh dan pecah, cairan isinya tumpah di tanah.

Bayangkan bagaimana perasaan anak itu. Ia kecewa, sedih dan takut… Bagaimana kalau penyakit ibunya makin parah? Bagaimana kalau Dokter itu marah ? Anak ini sangat terpukul oleh kejatuhan ini… Saat itu ia belum tahu bahwa justru terjatuhnya dia ini menolong nyawa ibunya.

Mungkin orang lain akan tersenyum, "Ah, itu cuma kebetulan,"Namun orang percaya akan bersaksi,
"Tuhan bisa bekerja melalui sebuah kebetulan!" "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia” (Roma 8:28).

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Senin, 10 Agustus 2015

Arti sebuah Teman


ARTI SEBUAH TEMAN

Bila kau berteman karena kelebihan yg dipunyai oleh temanmu.
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dgn kekurangannya.

Bila kau berteman karena kebaikan yg dipunyai oleh temanmu.
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa akan kejelekannya.

Bila kau berteman karena kesamaan pikiran yg kalian punyai.
Sungguh, suatu saat kau akan kecewa dgn perbedaan pemikirannya.

Bila kau berteman karena temanmu terlihat menyenangkan.
Maka, suatu hari kau akan kecewa akan sikap temanmu yg menyebalkan.

Bila kau berteman karena Allah.
Maka kau akan sadar bahwa temanmu hanyalah manusia biasa. Yg bisa benar dan bisa juga salah. Bisa juga terkadang khilaf. Punya kelebihan & kekurangan.

Karena tdk ada manusia yg sempurna.
Bila kita mencari teman & sahabat yg sempurna.
Maka yg ada hanyalah kekecewaan yg tiada tara.
Karena kita juga bukan malaikat yg tidak ber cacat cela.
Sebab itu terimalah satu akan yang lain, sama seperti Kristus juga telah menerima kita, untuk kemuliaan Allah 

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..


Minggu, 09 Agustus 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 9 Agustus 2015

 GKI GADING SERPONG

Pembicara : Pdt Em Daud Adiprasetya - GKI Coyudan Solo
Lukas 14 : 25-35
Tema : KETAATAN SEORANG MURID

Didunia ini yang paling bagus dan paling tepat adalah menjadi penurut Allah, menjadi umat Tuhan yang taat.
Taat dengan kesadaran yang tinggi bukan asal-asalan, Tuhan memang patut ditaati segala perintah dan firmanNya karena Tuhanlah yang paling bijaksana.
Apakah anda taat seperti tersebut diatas, sehingga anda menjadi pemenang kehidupan ?

Pujian PS GKI Kepa Duri
Hidup ini ditandai dengan perlombaan, pertandingan jadi tidak asal hidup , dan untuk memenangkan kehidupan ini rahasianya adalah kita mau taat kepada Allah.

Para joki yang berpengalaman bersaksi mengenai kuda juara , kuda juara adalah kuda yang jinak dilintasan balap, yang merespon perintah-perintah dari joki sehingga terjalin kerjasama yang baik dan akhirnya membuahkan kemenangan. Beda dengan kuda liar yang tidak mau dikendalikan.

Manusia dikatakan beruntung manakala dalam kehidupan sehari-hari sebagai anak-anak Tuhan mau taat dan menuruti perintahNya .
Dalam perjanjian lama dikisahkan bahwa Absalom merupakan anak yang tidak taat kepada ayahnya, bahkan dia memberontak berusaha untuk merebut tahta kepemimpinan ayahnya Daud.
Absalom selalu berpikir negatif tentang ayahnya .. pikiran negatif berbahaya sebab pikiran negatif akan meluncur menjadi perkataan .. perkataan akan berubah menjadi perbuatan .. dan perbuatan akan beralih menjadi kebiasaan dan kebiasaan akan menjadi karakter .. dan karakter akan menentukan nasib seseorang.

Absalom yang berpikiran negatif itu juga memendam banyak rasa kecewa yang berakumulatif terus menerus sampai akhirnya menjadi seperti gunung es yang sangat berbahaya.

Memang semua manusia telah berdosa, berdosa kepada Tuhan baik disadari ataupun tidak, manusia didunia ini memang selalu hidup berbuat salah baik kepada teman , keluarga, saudara seiman, rekan kerja  dan lain sebagainya. Semua itu menunjukan bahwa ada hubungan yang tidak benar antara manusia dengan Allah.
Setiap kita yang mempunyai ganjalan dengan Tuhan yang kita sembah dan percayai sebagai Allah harus waspada bahwa masalah atau hubungan yang tidak beres itu harus diselesaikan dengan Allah, karena jika tidak diselesaikan akan beranak-cucu , menumpuk dan menjadi sangat mengerikan memunculkan apa yang disebut kematian rohaniah. Kasih kita kepada Tuhan dan sesama akan menjadi tumpul.

Ada 3 jenis kematian rohaniah

1. Eskapisme
Melarikan diri , kita sebagai orang yang dikasihi oleh Allah dan Allah selalu merindukan kita berhubungan dekat dengan Dia , tetapi dalam kenyataannya kita melarikan diri dari kasih Kristus, komunitas jemaat, ibadah, kehadiran dalam ibadah dikurangi , tugas menjadi saksi Kristus didunia ini kita abaikan.
Menjadi anak Tuhan yang banyak catatan, rapot merah, banyak bolos, melarikan diri tanpa ijin.

2. Kompromisme
Sering berkompromi dengan yang tidak baik, berkompromi dengan iblis yang menjadi musuh Allah.
Berkompromi dengan dosa kecil, membiarkannya sampai akhirnya dosa itu berkembang dan menjerat orang tersebut. Bagi yang suka tidak punya sikap tegas terhadap dosa , terhadap kebiasaan yang tidak baik, terhadap dosa akan menuai hasil yang memalukan , merugikan dan menjadi mangsa dosa.
Tuhan Yesus tidak bersikap lunak terhadap dosa tetapi dia tegas untuk tidak membiarkan dosa berkembang, dia mengusir orang-orang yang berjualan di bait Allah.
Tuhan mengasihi manusianya tetapi benci dengan dosa yang merusaknya. Sedemikian cintanya kepada manusia dan sedemikian bencinya terhadap dosa maka Tuhan rela mati diatas kayu salib.

3. Dualisme
Kadang jadi domba, kadang jadi serigala. Terhadap Tuhan kasih kita tidak konsisten, kasih terhadap manusia setengah hati. Tuhan tidak suka kepada yang suam-suam, hangat tidak dingin tidak.
Firman Tuhan mengajarkan untuk mengasihi dengan segenap hati, segenap jiwa, segenap akal budi, segenap .. segenap. Kasih kepada Tuhan sebagai Tuhan harus seratus persen , mengasihi istri / suami sebagai istri / suami seratus persen, mengasihi anak sebagai anak seratus persen, mengasihi pekerjaan sebagai pekerjaan seratus persen, mengasihi teman sebagai taman seratus persen dan lain sebagainya karena Tuhan mau kita tidak setengah-setengah.
Abraham  mentaati perintah Tuhan karena dia tau siapa Tuhan yang dia sembah maka dia taat, taat seratus persen kepada Tuhan sebagai Tuhan.
Biarlah dampak positif dirasakan bagi kehidupan sekeliling yang disebabkan oleh anak-anak Tuhan yang taat.

Jemaat harus wapada dengan kematian rohaniah, untuk kehidupan rohaniah yang kuat maka kita harus senantiasa mau belajar , merenungkan firman dan mempraktekannya.
Salah satunya dengan ikut bergabung dalam 40 Days of Purpose yang akan memperlengkapi, menyegarkan  dan memperkaya kehidupan rohaniah anda.
Hendaklah kita taat kepada Tuhan yang kita sembah, Tuhan yang sejati , yang utama dalam hidup ini seperti seorang murid yang senantiasa mau belajar terus menerus.

Amin ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.












Selasa, 28 Juli 2015

Bebal

Sahabatku yang terkasih, Selamat pagi. Tema renungan pagi ini: BEBAL
Bacaan: Matius 8:28-34
Nats: Mereka pun berteriak, "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" (Mat 8:29)

Dua orang jatuh ke dalam lubang. Yang pertama seorang anak kecil yang belum bisa membaca tanda peringatan tentang lubang tersebut. Yang satunya lagi seorang dewasa yang, meskipun sudah membaca tanda peringatan, memilih untuk mengabaikannya. Apakah perbedaan keduanya? Si anak kecil celaka karena ketidaktahuan, tapi si orang dewasa celaka karena kebebalan. Yang pertama bisa kita maklumi, yang kedua tidak.

Bacaan hari ini berkisah tentang interaksi Yesus dengan setan (melalui orang yang kerasukan) di Gadara. Ada pernyataan setan yang menggelitik di ayat 29. Di situ kita temukan bahwa setan mengetahui siapa Yesus, yaitu Anak Allah, dan juga mengetahui bahwa mereka kelak akan dihukum karena pemberontakan mereka kepada-Nya. Meskipun demikian, mereka tetap bertahan di jalan mereka sampai kesudahannya. Pengetahuan mereka sama sekali tidak membuat hidup mereka berubah. Mereka bebal dan mereka akan binasa karena kebebalannya tersebut.

Dalam hidup ini, tidak jarang kita juga bebal seperti itu. Kita tahu sesuatu yang buruk dan tak disukai Tuhan, tapi tetap saja kita melakukannya. Ambil contoh soal rokok. Di mana-mana ada peringatan akan bahaya merokok. Tetap saja kita melihat begitu banyak perokok. Demikian juga dengan narkoba, makanan tidak sehat, pornografi, pergaulan bebas, ketidakjujuran, dan sebagainya. Kelak ketika sudah terlambat, barulah kita menyesal. Bukankah lebih baik kalau kita meninggalkan kebebalan kita dan berubah sekarang juga meninggalkan segala yang buruk?

JANGAN MENJADI ORANG BEBAL, BERUBAHLAH SEBELUM TERLAMBAT

Semoga bermanfaat .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 26 Juli 2015

Never Give Up !!


HAL SULIT MEMBUTUHKAN WAKTU, HAL MUSTAHIL PERLU WAKTU SEDIKIT LEBIH LAMA
                                                  
Art Berg adalah atlet berbakat yg memiliki masa depan cerah.
Ia punya perusahaan konstruksi & seorang tunangan yg baik & cantik.
Pada malam Hari, dalam perjalanan menuju rumah tunangannya di Utah untuk menuntaskan acara pernikahan mereka.
Karena perjalanan panjang, ia lelah & mengantuk hingga mobilnya menabrak tiang pembatas jalan & terjun ke jurang. Ia terlempar dari mobil & jatuh ke tanah dgn leher patah.
Akibatnya ia lumpuh dari dada ke bawah & tak bisa menggerakkan tangan & kakinya.
Dokter berkata ia tak akan pulih dari kelumpuhan.
Teman²nya menasehatinya agar ia melupakan pernikahannya.

Art Berg takut & putus asa, namun ibunya datang & berbisik,
"Nak, HAL SULIT MEMBUTUHKAN WAKTU, HAL MUSTAHIL PERLU WAKTU SEDIKIT LEBIH LAMA."
Karena kata² itu, harapannya muncul kembali,  ia berlatih keras hingga akhirnya bisa mandiri.
11 tahun kemudian ia kembali memimpin perusahaannya sendiri, bisa menyetir & berolahraga,
serta menikah dgn tunangannya & punya dua anak.
Sekarang ia menjadi pembicara profesional & penulis buku yg mendorong & memotivasi banyak orang
.
Kadang² sesuatu tidak berjalan seperti yg kita harapkan.Jika saat ini kita mengalami hal itu,
JANGAN PUTUS ASA !!!

S e l a l u ada KESULITAN dalam setiap KESEMPATAN, & Selalu ada KESEMPATAN di dalam KESULITAN.
Perbedaan antara KESULITAN & KESEMPATAN, terletak pada SIKAP KITA MEMANDANGnya.

☑ GEMBIRA membuat kita sehat.
☑ SABAR membuat kita bijak.
☑ LEMAH LEMBUT membuat kita di kagumi.
☑ MENGASIHI membuat kita mengerti arti kehidupan.
☑ BERDOA membuat kita kuat.
☑ MURAH HATI membuat kita di berkati.
HAL SULIT MEMBUTUHKAN WAKTU,
HAL MUSTAHIL PERLU WAKTU SEDIKIT LEBIH LAMA, tapi  ORANG YG BERTAHAN SAMPAI AKHIR AKAN MENANG !!!

Semoga bermanfaat, salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Sabtu, 25 Juli 2015

Kesaksian Ahok Gubernur DKI Jakarta


KESAKSIAN BASUKI TJAHAJA PURNAMA (AHOK)

Saya lahir di Gantung, desa Laskar Pelangi, di Belitung Timur, di dalam keluarga yang belum percaya kepada Tuhan. Beruntung sekali sejak kecil selalu dibawa ke Sekolah Minggu oleh kakek saya. Meskipun demikian, karena orang tua saya bukan seorang Kristen, ketika beranjak dewasa saya jarang ke gereja.

Saya melanjutkan SMA di Jakarta dan di sana mulai kembali ke gereja karena sekolah itu merupakan sebuah sekolah Kristen. Saat saya sudah menginjak pendidikan di Perguruan Tinggi, Mama yang sangat saya kasihi terserang penyakit gondok yang mengharuskan dioperasi. Saat itu saya walaupun sudah mulai pergi ke gereja, tapi masih suka bolos juga. Saya kemudian mengajak Mama ke gereja untuk didoakan, dan mujizat terjadi. Mama disembuhkan oleh-Nya! Itu merupakan titik balik kerohanian saya. Tidak lama kemudian Mama kembali ke Belitung, adapun saya yang sendiri di Jakarta mulai sering ke gereja mencari kebenaran akan Firman Tuhan.

Suatu hari, saat kami sedang sharing di gereja pada malam Minggu, saya mendengar Firman Tuhan dari seorang penginjil yang sangat luar biasa. Ia mengatakan bahwa Yesus itu kalau bukan Tuhan pasti merupakan orang gila. Mana ada orang yang mau menjalankan sesuatu yang sudah jelas tidak mengenakan bagi dia? 

Yesus telah membaca nubuatan para nabi yang mengatakan bahwa Ia akan menjadi Raja, tetapi Raja yang mati di antara para penjahat untuk menyelamatkan umat manusia, tetapi Ia masih mau menjalankannya! Itu terdengar seperti suatu hal yang biasa-biasa saja, tetapi bagi saya merupakan sebuah jawaban untuk alasan saya mempercayai Tuhan. Saya selalu berdoa “Tuhan, saya ingin mempercayai Tuhan, tapi saya ingin sebuah alasan yang masuk akal, cuma sekedar rasa doang saya tidak mau,” dan Tuhan telah memberikan PENCERAHAN kepada saya pada hari itu. Sejak itu saya semakin sering membaca Firman Tuhan dan saya mengalami mujizat Tuhan.

Setelah saya menamatkan pendidikan dan mendapat gelar Sarjana Teknik Geologi pada tahun 1989, saya pulang kampung dan menetap di Belitung. Saat itu Papa sedang sakit dan saya harus mengelola perusahaannya. Saya takut perusahaan Papa bangkrut, dan saya berdoa kepada Tuhan. Firman Tuhan yang pernah saya baca yang dulunya tidak saya mengerti, tiba-tiba menjadi rhema yang menguatkan dan mencerahkan, sehingga saya merasakan sebuah keintiman dengan Tuhan. Sejak itu saya kerajingan membaca Firman Tuhan. Seiring dengan itu, ada satu kerinduan di hati saya untuk menolong orang-orang yang kurang beruntung.

Papa saat masih belum percaya Tuhan pernah mengatakan, “Kita enggak mampu bantu orang miskin yang begitu banyak. Kalau satu milyar kita bagikan kepada orang akhirnya akan habis juga.” Setelah sering membaca Firman Tuhan, saya mulai mengerti bahwa charity berbeda dengan justice. Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang yang dianiaya. Sedangkan justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang dirampok dan dianiaya. Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Pada awalnya saya juga merasa takut dan ragu-ragu mengingat saya seorang keturunan yang biasanya hanya berdagang. Tetapi setelah saya terus bergumul dengan Firman Tuhan, hampir semua Firman Tuhan yang saya baca menjadi rhema tentang justice. Termasuk di Yesaya 42 yang mengatakan Mesias membawa keadilan, yang dinyatakan di dalam sila kelima dalam Pancasila. Saya menyadari bahwa panggilan saya adalah justice. 

Berikutnya Tuhan bertanya, “Siapa yang mau Ku-utus?” Saya menjawab, “Tuhan, utuslah aku”.
Di dalam segala kekuatiran dan ketakutan, saya menemukan jawaban Tuhan di Yesaya 41. Di situ jelas sekali dibagi menjadi 4 perikop. 

Di perikop yang pertama, untuk ayat 1-7, disana dikatakan Tuhan membangkitkan seorang pembebas. Di dalam Alkitab berbahasa Inggris yang saya baca (The Daily Bible – Harvest House Publishers), ayat 1-4 mengatakan God’s providential control, jadi ini semua berada di dalam kuasa pengaturan Tuhan, bukan lagi manusia. Pada ayat 5-10 dikatakan Israel specially chosen, artinya Israel telah dipilih Tuhan secara khusus.
Jadi bukan saya yang memilih, tetapi Tuhan yang telah memilih saya. Pada ayat 11-16 dikatakan nothing to fear, saya yang saat itu merasa takut dan gentar begitu dikuatkan dengan ayat ini. Pada ayat 17-20 dikatakan needs to be provided, segala kebutuhan kita akan disediakan oleh-Nya. 
Perikop yang seringkali hanya dibaca sambil lalu saja, bisa menjadi rhema yang menguatkan untuk saya. Sungguh Allah kita luar biasa.

Di dalam berpolitik, yang paling sulit itu adalah kita berpolitik bukan dengan merusak rakyat, tetapi dengan mengajar mereka. Maka saya tidak pernah membawa makanan, membawa beras atau uang kepada rakyat. Tetapi saya selalu mengajarkan kepada rakyat untuk memilih pemimpin: yang pertama, bersih yang bisa membuktikan hartanya dari mana. Yang kedua, yang berani membuktikan secara transparan semua anggaran yang dia kelola. Dan yang ketiga, ia harus profesional, berarti menjadi pelayan masyarakat yang bisa dihubungi oleh masyarakat dan mau mendengar aspirasi masyarakat. Saya selalu memberi nomor telepon saya kepada masyarakat, bahkan saat saya menjabat sebagai bupati di Belitung. Pernah satu hari sampai ada seribu orang lebih yang menghubungi saya, dan saya menjawab semua pertanyaan mereka satu per satu secara pribadi. Tentu saja ada staf yang membantu saya mengetik dan menjawabnya, tetapi semua jawaban langsung berasal dari saya.

Pada saat saya mencalonkan diri menjadi Bupati di Belitung juga tidak mudah. Karena saya merupakan orang Tionghoa pertama yang mencalonkan diri di sana. Dan saya tidak sedikit menerima ancaman, hinaan bahkan cacian, persis dengan cerita yang ada pada Nehemia 4, saat Nehemia akan membangun tembok di atas puing-puing di tembok Yerusalem.

Hari ini saya ingin melayani Tuhan dengan membangun di Indonesia, supaya 4 pilar yang ada, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya wacana saja bagi Proklamator bangsa Indonesia, tetapi benar-benar menjadi pondasi untuk membangun rumah Indonesia untuk semua suku, agama dan ras. Hari ini banyak orang terjebak melihat realita dan tidak berani membangun. Hari ini saya sudah berhasil membangun itu di Bangka Belitung. Tetapi apa yang telah saya lakukan hanya dalam lingkup yang relatif kecil. Kalau Tuhan mengijinkan, saya ingin melakukannya di dalam skala yang lebih besar.

Saya berharap, suatu hari orang memilih Presiden atau Gubernur tidak lagi berdasarkan warna kulit, tetapi memilih berdasarkan karakter yang telah teruji benar-benar bersih, transparan, dan profesional. Itulah Indonesia yang telah dicita-citakan oleh Proklamator kita, yang diperjuangkan dengan pengorbanan darah dan nyawa. Tuhan memberkati Indonesia dan Tuhan memberkati Rakyat Indonesia.
Silahkan dibagikan , Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Semoga bermanfaat .. salam hangat dari team Nafiri Kaish.

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA