Sabtu, 11 April 2020

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK


Dikutip dari Buku "THE LAST LECTURE" (Pengajaran Terakhir)

KUNCI UNTUK MEMBUAT HIDUP ANDA LEBIH BAIK, terdiri atas :

PERSONALITY , COMMUNITY dan LIFE

Berikut penjelasannya:

A. PERSONALITY
  1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
  2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan      energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
  3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
  4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
  5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
  6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
  7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
  8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan  merusak kebahagiaan Anda saat ini.
  9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
  10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak mengganggu masa ini.
  11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
  12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
  13. Senyumlah dan tertawalah.
  14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.
B. COMMUNITY
  1. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
  2. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
  3. Ampuni setiap orang untuk segala hal
  4. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
  5. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
  6. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
  7. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik
C. L I F E
  1. Jadikan Tuhan sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
  2. Tuhan menyembuhkan segala sesuatu.
  3. Lakukan hal yang benar.
  4. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berlalu.
  5. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.
  6. Yang terbaik belumlah tiba.
  7. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
  8. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Tuhan untuk itu.
  9. Jika Anda mengenal Tuhan, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.
Mati tidak menunggu tua, tidak menunggu sakit, nikmati hidup, ungkapkan syukur senantiasa dan bersukaciralah selalu didalam Tuhan.

Sahabatku  bisa membagikan tulisan ini kepada orang yang dicintai, "teman" sepermainan, teman kantor, teman dimasa kecil/remaja maupun orang yang tinggal dengan kita .
Tuhan Yesus memberkati  ##

Selasa, 07 April 2020

BERSAMA DENGAN ALLAH KITA AKAN MENANG MENGHADAPI KESUSAHAN HIDUP






Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, bagaimana kita menyikapi situasi sulit yang terjadi ditengah-tengah kehidupan saat ini karena pandemi virus corona ? (simak videonya).

Kamis, 03 Januari 2019

4 CIRI ORANG BAHAGIA

Apakah Anda bahagia ?
Apakah keempat ciri dalam video ini sudah Anda alami ?
Kebahagiaan merupakan dambaan semua orang, tapi kala kebiasan negatif masih sering dilakukan, maka kebahagiaan itu pasti masih menjauh , sebaliknya jika kebiasaan positif sudah terbiasa dilakukan niscaya kebahagiaan itu dekat dengan Anda .
4 Ciri kebiasaan positif dalam video ini menjadi bahan perenungan bersama , apakah kita sudah melakukannya ?





Sabtu, 31 Maret 2018

Khotbah Dibenarkan Karena Iman



Dibenarkan Karena Iman, apa artinya ? bagaimana manusia yg berdosa bisa dikatakan benar dihadapan Allah ? , sungguh ajaib , ketika seseorang percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat pribadinya , maka ada 2 "pengalihan" yaitu : 1. Dosa-dosa orang tsb ditanggung oleh Yesus diatas kayu salib  2. Kebenaran Kristus yang sempurna diperhitungkan kepada orang tsb .. (simak videonya ).

Sabtu, 13 Januari 2018

Domba dan Kambing


"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku" Yohanes 10:27

Pada akhir zaman Tuhan Yesus akan memisahkan domba dengan kambing. Kambing adalah gambaran orang-orang fasik yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, sedangkan domba adalah gambaran orang-orang benar (Mat. 25:31-46). 

Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita adalah domba dan bukannya kambing? Mari kita lihat ciri-ciri domba:

Pertama, domba mendengar suara Gembala.
Banyak buku ditulis dengan judul: Bagaimana mendengarkan suara Tuhan? Rupanya banyak orang kristen yang sulit mendengarkan suara Tuhan. Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama. Benarkah bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh berbicara kepada kita? Ya, Tuhan berbicara kepada kita setiap hari. Yang menjadi masalah adalah telinga kita yang tuli! Allah adalah Roh. Jadi untuk mendengar suara Tuhan kita harus mempertajam telinga rohani kita. Salah satu cara Alkitabiah untuk peka terhadap suara-Nya adalah dengn "Beribadah dengan Tuhan dan berpuasa" (kis. 13:2). 

Sebab setelah mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, Roh kudus berkata-kata kepada mereka. Jadi dengan beribadah -termasuk memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan merenungkan firman Tuhan- dan berpuasa Anda akan mendengar suara Tuhan.

Kedua, Yesus mengenal domba-domba-Nya.
Tidak dapat disangkal bahwa hanya domba yang taat dan melakukan firman Tuhan akan dikenal Tuhan. Mereka adalah para pelaku firman. Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Tuhan dan melakukan kehendak Bapa (Mat. 7:21-23)

Ketiga, domba mengikuti sang Gembala.
Mengikuti kristus bukan sekedar pergi ke gereja saja, tetapi menjadi sama seperti Kristus. Dunia dapat saja menjadi pengikut salah satu artis atau penyanyi dunia. mereka begitu fanatik sampai-sampai semua aksesoris yang dikenakan si artis diikutinya pula. Lebih parah lagi, dandanan rambutnya, model baju, sampai gaya bicara dicontoh pula. Sebenarmnya ini pula yang Tuhan kehendaki bagi gereja-Nya. Apa yang Yesus lakukan kita juga harus mencontohnya. Belas kasihan-Nya kepada orang-orang tertindas, semangat-Nya memberitakan Injil, kemurahannya kepada orang-orang lemah, penghiburan-Nya kepada orang-orang sengsara, dan kerinduannya melihat semua orang diselamatkan, itulah yang wajib kita teladani.

##

Sabtu, 06 Januari 2018

20 Hal Untuk Jadi Pemenang


20 Hal Untuk Jadi Pemenang

Kali ini kita akan memahami dari ayat-ayat Firman Tuhan sedikitnya 20 hal yang bisa membuat langkahmu tetap untuk menjadi seorang pemenang!

1. Mengapa saya berkata "Saya tidak bisa" jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata... bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?



11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ?

18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)?

20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? " Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! " (Mazmur 46:11a)

###

Kamis, 04 Januari 2018

Benarkah Melayani Karena "Mbesenggi" ?


Suatu hari seusai sebuah acara seminar, ketua kelompok mengajak berkumpul semua teamnya untuk briefing, ketua kelompok mengatakan : bapak , ibu , saudara dan rekan semua .. begini , gereja sudah mengutus kita mengikuti seminar ini dengan biaya yang tidak sedikit lho ya .. jadi jangan sampai kita tidak berbuat sesuatu  setelah ini untuk gereja .. dst ..

Sempat terpikir .. bener juga ya apa yang disampaikan itu .. masa sih kita pulang dengan tangan hampa tanpa berbuat sesuatu , padahal gereja sudah mengutus dan "mbayari" untuk mengikuti seminar ini .. tapi sebentar dulu .. kok rasanya ada yang mengganjal nih.

Kalau alasan nya karena gereja sudah "mbayari" sebagai dasar pelayanan kita , ah kurang setuju .. karena berarti dasar pelayanan kita itu jadinya karena sungkan, gak enak ati dong alias "mbesenggi" .. itu namanya belengkat .. belenggu yang mengikat .. kalau sudah begitu nanti pastinya akan banyak mbesenggi-mbesenggi  lain yang menyusul .. contoh , mau jadi penatua karena mbesenggi,  gak enak ati nih abis yang minta pendeta, udah dua kali lagi ngomongnya .. atau .. pelayanan di paduan suara  karena mbesenggi , abis gimana janji setiap kali latihan diantar jemput .. diajak makan .. dibayari lagi .. atau mau jadi pengurus karena mbesenggi .. lha gimana tidak .. udah ditawari aja sampai tiga kali , pas lagi butuh duit dikasih pinjam .. sakit dibesuk .. gak enak ati ah kalu nolak ..dll.

Kenapa orang punya perasaan gak enak alias "mbesenggi" sama orang yang sudah "berjasa" sama diri nya ya ? apa ini salah ? rasanya gak juga .. bagus dong kalau masih punya rasa "mbesenggi" itu namanya masih tau diri .. tau berterima kasih .. tau balas budi ..
Tapi kenapa kalau itu dikaitaan dengan pelayanan kok rasanya kurang tepat ?

Didalam 1 Kor 13, rasul Paulus menekankan betapa pentingnya "Kasih" , sepandai apapun, sehebat apapun pelayanan kita tanpa adanya kasih maka semuanya itu tidak bernilai dihadapan Tuhan.
Jikalau apa yang kita lakukan hanya sekedar "mbesenggi" atau suatu kewajiban, bahkan jika ada orang yang mengorbankan hidupnya untuk dibakar sekalipun tetapi jika tidak memiliki kasih, maka sama sekali tidak ada gunanya. Tanpa kasih sehebat apapun prestasi dan kerja keras pelayanan kita semua itu percuma dan sia-saia .

Mengapa "kasih" begitu penting ? ya karena Allah yang kita sembah adalah "Kasih" , maka jikalau kita mengenal Allah yang adalah "kasih" maka orang itu harus memiliki dan memancarkan Kasih sebagai dasar dari segala lakunya supaya Allah dimuliakan (1 Kor 10 :31).

Ya .. Kasih kepada Kristus yang sudah menganugerahkan hidup kekal kepada kita adalah dasar nya .. memang Allah tidak pernah menuntut orang Kristen untuk membayar pengorbanan Kristus di kayu salib, dan memang hal itu adalah suatu kemustahilan. Namun Allah menuntut dan memerintahkan setiap orang Kristen untuk hidup bagi Dia, bekerja bagi Dia , memuliakan Dia dalam segala sikap, tingkah laku dan perbuatan umat Nya.

Apakah Anda melayani karena "mbesenggi" atau karena ungkapan Kasih anda kepada Kristus ? semoga ketua kelompok tersebut diatas hanya salah ngomong saja .. karena saking semangatnya, tapi hatinya sebenarnya mengasihi Kristus.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.


POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA