Jumat, 30 Oktober 2020

EZRA 5 , TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN


Sharing Ezra 5

TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN

Saat bangsa Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun rumah Allah, ada pihak musuh yang berusaha menakut-nakuti dan melemahkan semangat mereka (Ezr. 4:4). Bangsa Israel sempat menghentikan pembangunan itu, tetapi melanjutkannya lagi setelah Allah menguatkan mereka melalui nubuat Nabi Hagai dan Zakharia (4:24–5:2).

Namun, sekali lagi, musuh kembali datang mengganggu. Kali ini bangsa Israel tetap bertahan, karena mereka menyadari bahwa “mata Allah mengamat-amati [mereka]” (5:5). Mereka memegang teguh instruksi Allah dan percaya bahwa Dia akan menuntun mereka melewati tantangan apa pun yang mereka hadapi. Benar saja, Allah kemudian menggerakkan raja Persia untuk mendukung penyelesaian bait Allah (ay.13-14).

Seperti TUHAN menyertai umat Israel dalam menyelesaikan pembangunan kembali Bait Allah, maka IA juga menyertai setiap orang percaya yang dengan sungguh hati mau melakukan pekerjaan TUHAN.

Apa saja bentuk2 penyertaanNya?

1. Membuat kita percaya janji penyertaanNya (ay 1)

2. Membuat kita berani untuk melakukan pekerjaan TUHAN, meskipun banyak tantangan (ay 2-3)

3. Memelihara kita sehingga pekerjaanNya dapat terus berjalan meskipun ada tantangan (ay 4-5)

4. Memimpin apa yang kita kerjakan, sehingga pekerjaan TUHAN yang kita kerjakan tidak menyalahi aturan pemerintah yang ada (ay 6-17)

CCM: Puncak penyertaan Allah dalam hidup kita orang percaya adalah dalam Yesus yang selalu menyertai kita dalam mengabarkan InjilNya dan melakukan pekerjaanNya (lihat Matius 28:20) 

By Pdt Paulus Surya.


Rabu, 28 Oktober 2020


INTI KEDEWASAAN ROHANI

Mazmur 27:1-14

Banyak orang bertanya, "Apa yang dapat kulakukan untuk benar-benar bertumbuh sebagai orang Kristen?" Mereka seringkali mencari rahasia menuju kedewasaan—suatu tindakan yang dapat mereka lakukan. Padahal rahasia yang benar untuk bertumbuh dalam relasi Anda dengan Kristus bukan didasarkan pada pelayanan, pengetahuan atau pencapaian eksternal lainnya yang cenderung dikagumi dunia.

Kedewasaan dan efektivitas sesungguhnya tergantung pada relasi hati Anda dengan Tuhan, bukan pada sesuatu yang dapat Anda lakukan bagi-Nya. Jika Anda memahami kebenaran ini, seluruh paradigma Anda akan berubah. Semua orang Kristen akan dipandang sama, dari pengkhotbah terkenal sampai anggota jemaat yang paling tidak ada suaranya. Talenta, prestasi dan kepribadian orang percaya tidak jauh lebih penting daripada komitmennya untuk mengenal Tuhan sungguh-sungguh.

Tuhan menyebut Daud "seorang yang berkenan di hati-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22). Apa yang ada pada diri Daud yang membuat Tuhan menilainya begitu tinggi? Daud jelas juga memiliki banyak kesalahan, dosa dan kelemahan karakter. Namun melebihi segala hal lainnya, hidup Daud dicirikan sebagai orang yang rindu mengenal Tuhan. Entah pada waktu ia menjadi gembala, pelarian, prajurit atau raja yang berkuasa, tali penyelamat hidupnya adalah waktu bersama Bapa surgawi. Di dalam mazmur-mazmurnya, Daud selalu menyerahkan segalanya kepada Tuhan – dan rindu melakukan kehendak-Nya dengan segenap hati. Inilah kekuatan terbesarnya.

Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani dan diubahkan dalam perjalanan iman Anda setiap hari? Lakukanlah yang lebih dari sekadar bertanya, "Apa yang dapat kulakukan bagi Tuhan untuk menjadi orang Kristen yang lebih baik?" Datanglah pada Tuhan dengan berkata,"Inilah aku, Tuhan. Masuklah ke dalam hatiku dan berkuasalah atas hidupku"  ##

Minggu, 25 Oktober 2020

RENUNGAN YOSUA 7 : NILA SETITIK MERUSAKKAN SUSU SEBELANGA


Renungan :  Yosua 7

NILA SETITIK MERUSAKKAN SUSU SEBELANGA

By Pt. Paulus Surya


Perbuatan dosa Akhan dan kaumnya telah membuat seluruh bangsa Israel ikut menderita.

Kejadian ini menggambarkan dosa Adam dan Hawa yang membuat seluruh umat manusia ada dalam dosa. Adam dan Hawa tidak berbuat dosa berkali-kali , tetapi hanya SATU kali saja , sudah membuatnya tidak layak dihadapan Allah yang maha kudus dengan standard Allah yang sempurna.

(Roma 5:12  Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.)

Karena semua orang telah berbuat dosa dan dengan usahanya sendiri (perbuatan baik apapun) tidak mungkin dapat menyelamatkan dirinya sendiri , karena tuntutan Allah adalah sempurna. 

Maka untuk bisa selamat kita harus memakai cara Allah, bukan cara manusia.

Syukur pada TUHAN, karena dalam Yesus, Satu Orang yang Benar, semua orang yang percaya kepadaNya memperoleh pembenaran / keselamatan.

Dibenarkan bukan karena perbuatan baik tetapi karena IMAN kepada Kristus yang telah menebus dosa manusia sekali untuk selama-lamanya.

Firman Tuhan mengatakn barangsiapa TIDAK  PERCAYA kepada KRISTUS , ia telah berada dibawah hukuman sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. 

Salam hangat dari team Nafiri Kasih, jangan lupa saksikan juga video-video menarik kami di Youtube , semoga Anda terberkati melalui siaran kami. #


Rabu, 14 Oktober 2020

RENUNGAN YOSUA 6 : KUNCI KEMENANGAN DALAM PEPERANGAN HIDUP


RENUNGAN YOSUA 6 : KUNCI KEMENGANGAN DALAM PEPERANGAN HIDUP

By Pdt. Paulus Surya

Jatuhnya Yerikho

6:1. Dalam pada itu Yerikho telah menutup pintu gerbangnya; telah tertutup kota itu karena orang Israel; tidak ada orang keluar atau masuk.
6:2 Berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Ketahuilah, Aku serahkan ke tanganmu Yerikho ini beserta rajanya dan pahlawan-pahlawannya yang gagah perkasa.
6:3 Haruslah kamu mengelilingi kota itu, yakni semua prajurit harus mengedari kota itu sekali saja; demikianlah harus engkau perbuat enam hari lamanya,
6:4 dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut. Tetapi pada hari yang ketujuh, tujuh kali kamu harus mengelilingi kota itu sedang para imam meniup sangkakala.
6:5 Apabila sangkakala tanduk domba itu panjang bunyinya dan kamu mendengar bunyi sangkakala itu, maka haruslah seluruh bangsa bersorak dengan sorak yang nyaring, maka tembok kota itu akan runtuh, lalu bangsa itu harus memanjatnya, masing-masing langsung ke depan."

6:6. Kemudian Yosua bin Nun memanggil para imam dan berkata kepada mereka: "Angkatlah tabut perjanjian itu dan tujuh orang imam harus membawa tujuh sangkakala tanduk domba di depan tabut TUHAN."
6:7 Dan kepada bangsa itu dikatakannya: "Majulah, kelilingilah kota itu, dan orang-orang bersenjata harus berjalan di depan tabut TUHAN."
6:8 Segera sesudah Yosua berkata kepada bangsa itu, maka berjalanlah maju ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di hadapan TUHAN, lalu mereka meniup sangkakala, sedang tabut perjanjian TUHAN mengikut mereka.
6:9 Dan orang-orang bersenjata berjalan di depan para imam yang meniup sangkakala dan barisan penutup mengikut tabut itu, sedang sangkakala terus-menerus ditiup.
6:10 Tetapi Yosua telah memerintahkan kepada bangsa itu, demikian: "Janganlah bersorak dan janganlah perdengarkan suaramu, sepatah katapun janganlah keluar dari mulutmu sampai pada hari aku mengatakan kepadamu: Bersoraklah! --maka kamu harus bersorak."
6:11 Demikianlah tabut TUHAN mengelilingi kota itu, mengedarinya sekali saja. Kemudian kembalilah mereka ke tempat perkemahan dan bermalam di tempat perkemahan itu.
6:12 Keesokan harinya Yosua bangun pagi-pagi, lalu para imam mengangkat tabut TUHAN.
6:13 Maka berjalanlah juga ketujuh orang imam, yang membawa ketujuh sangkakala tanduk domba itu di depan tabut TUHAN, sambil berjalan mereka meniup sangkakala, sedang orang-orang bersenjata berjalan di depan mereka dan barisan penutup mengikut tabut TUHAN, sementara sangkakala terus-menerus ditiup.
6:14 Demikianlah pada hari kedua mereka mengelilingi kota itu sekali saja, lalu pulang ke tempat perkemahan. Dan begitulah dilakukan mereka enam hari lamanya.
6:15 Tetapi pada hari yang ketujuh mereka bangun pagi-pagi, ketika fajar menyingsing, dan mengelilingi kota tujuh kali dengan cara yang sama; hanya pada hari itu mereka mengelilingi kota itu tujuh kali.
6:16 Lalu pada ketujuh kalinya, ketika para imam meniup sangkakala, berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Bersoraklah, sebab TUHAN telah menyerahkan kota ini kepadamu!

6:17. Dan kota itu dengan segala isinya akan dikhususkan bagi TUHAN untuk dimusnahkan; hanya Rahab, perempuan sundal itu, akan tetap hidup, ia dengan semua orang yang bersama-sama dengan dia dalam rumah itu, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang kita suruh.
6:18 Tetapi kamu ini, jagalah dirimu terhadap barang-barang yang dikhususkan untuk dimusnahkan, supaya jangan kamu mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu setelah mengkhususkannya dan dengan demikian membawa kemusnahan atas perkemahan orang Israel dan mencelakakannya.
6:19 Segala emas dan perak serta barang-barang tembaga dan besi adalah kudus bagi TUHAN; semuanya itu akan dimasukkan ke dalam perbendaharaan TUHAN."
6:20 Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu.
6:21 Mereka menumpas dengan mata pedang segala sesuatu yang di dalam kota itu, baik laki-laki maupun perempuan, baik tua maupun muda, sampai kepada lembu, domba dan keledai.
6:22 Tetapi kepada kedua orang pengintai negeri itu Yosua berkata: "Masuklah ke dalam rumah perempuan sundal itu dan bawalah ke luar perempuan itu dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, seperti yang telah kamu janjikan dengan bersumpah kepadanya."
6:23 Lalu masuklah kedua pengintai muda itu dan membawa ke luar Rahab dan ayahnya, ibunya, saudara-saudaranya dan semua orang yang bersama-sama dengan dia, bahkan seluruh kaumnya dibawa mereka ke luar, lalu mereka menunjukkan kepadanya tempat tinggal di luar perkemahan orang Israel.
6:24 Tetapi kota itu dan segala sesuatu yang ada di dalamnya dibakar mereka dengan api; hanya emas dan perak, barang-barang tembaga dan besi ditaruh mereka di dalam perbendaharaan rumah TUHAN.
6:25 Demikianlah Rahab, perempuan sundal itu dan keluarganya serta semua orang yang bersama-sama dengan dia dibiarkan hidup oleh Yosua. Maka diamlah perempuan itu di tengah-tengah orang Israel sampai sekarang, karena ia telah menyembunyikan orang suruhan yang disuruh Yosua mengintai Yerikho.
6:26 Pada waktu itu bersumpahlah Yosua, katanya: "Terkutuklah di hadapan TUHAN orang yang bangkit untuk membangun kembali kota Yerikho ini; dengan membayarkan nyawa anaknya yang sulung ia akan meletakkan dasar kota itu dan dengan membayarkan nyawa anaknya yang bungsu ia akan memasang pintu gerbangnya!"
6:27 Dan TUHAN menyertai Yosua dan terdengarlah kabar tentang dia di seluruh negeri itu.

KUNCI KEMENANGAN dalam peperangan hidup ini terletak bukan pada kekuatan kita tetapi pada pimpinan TUHAN yang penuh kuasa.

- Bentuk-bentuk pimpinan TUHAN:

1. Hadir memimpin dalam peperangan umat TUHAN
- Kehadiran TUHAN dalam peperangan Israel digambarkan dengan Tabut yang dibawa perang
- Yesus adalah perwujudan sejati kehadiran Tuhan dalam hidup kita

2. Memerintahkan untuk taat, bahkan taat utk hal yang melampaui akal kita

- Bangsa Israel hanya diminta untuk mengelilingi sekali tembok Yerikho selama 6 hari, dan 7 kali pada hari ketujuh.

- Lalu mereka diminta bersorak sorai untuk meruntuhkan tembok

3. Mengingat orang yang beriman kepadaNya untuk diselamatkan

- Rahab dan keluarga serta kaumnya di ingat TUHAN untuk diselamatkan

- Kita yang beriman pada Kristus, tidak akan pernah dilupakanNya. ##

Selasa, 13 Oktober 2020

DOKTRIN : APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KERAJAAN 1000 TAHUN ??


DOKTRIN : APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN KERAJAAN 1000 TAHUN ?

Apakah Kerajaan 1000 tahun yang disebutkan dalam kitab Wahyu maknanya adalah HARAFIAH

 atau SIMBOLIS ? 

Apakah Kerajaan 1000 tahun sudah berlangsung atau baru akan terjadi di masa yang 

akan datang? 

Apakah dampak Kerajaan 1000 tahun bagi kita dan bagi dunia? 

Apa hubungan antikris, rapture dengan kerajaan 1000 tahun , hingga langit dan bumi yang baru ?

Yuk simak penjelasannya dalam Bincang Teologi Praktis bersama Nafiri Kasih di Youtube

Minggu, 18 Oktober 2020  ,  Jam 20.00 - 20.45 WIB.

Narasumber : Pdt. Kalvin Budiman Ph.D - IEC San Diego , USA.

Link : https://bit.ly/nafirikasih-24


RENUNGAN ROHANI KRISTEN TENTANG PEWAHYUAN KESELAMATAN MANUSIA


RENUNGAN ROHANI KRISTEN
TENTANG PEWAHYUAN KESELAMATAN MANUSIA 

1 Petrus  1:10-12

Jika Anda pernah membaca seluruh Alkitab, Anda mungkin sudah tahu bahwa pewahyuan ilahi itu bersifat progresif. Selama lebih dari ratusan tahun, Tuhan sudah memberi petunjuk-petunjuk kepada manusia tentang rencana pendamaian-Nya. Itu sebabnya, seperti ditunjukkan ayat-ayat hari ini, nabi-nabi Perjanjian Lama dapat berbicara tentang keselamatan yang kita miliki dalam Kristus meskipun mereka tidak mengerti bagaimana hal itu akan terjadi. Mereka seakan melihat jajaran gunung dari kejauhan, tetapi tidak tahu seberapa jauh jarak dari puncak gunung yang satu ke puncak gunung berikutnya.

Yesaya adalah contoh yang tepat dalam hal ini. Ia menulis tentang Mesias bangsa Israel sebagai raja yang akan memerintah dunia yang diperbarui (Yesaya 9:6-7; 11:1-10), namun di Yesaya 53 ia menggambarkan Mesias itu sebagai hamba yang menderita yang akan mati.

Meskipun Yesaya tidak dapat memahami sepenuhnya makna perkataan Roh Tuhan yang menggerakkannya untuk menulis, pewahyuan berikutnya memberi kita gambaran yang lebih utuh. Kita tahu Yesus datang pertama kali untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi dosa-dosa kita, dan kelak Dia akan datang kembali dalam kemuliaan untuk memerintah seluruh dunia sebagai Raja di atas segala raja.

Yang lebih menakjubkan lagi adalah para  malaikat ingin sekali melihat keselamatan ini, sementara kita malah seringkali kurang menghargainya dan hanya memandangnya sebagai jalan masuk ke surga. Pemikiran yang menggampangkan ini menunjukkan bahwa kita tidak sungguh-sungguh mengerti segala sesuatu yang terjadi di kayu salib dan bagaimana dampaknya hal itu bagi keselamatan kita.

Kita seharusnya ingin tahu seperti nabi-nabi yang berusaha lebih memahami tentang Kristus dan pengorbananNYA yang Dia lakukan dengan penuh kasih untuk kita. Jika kita menjadikan hal ini sebagai prioritas, kita akan belajar lebih dalam tentang Juru Selamat dan keselamatan kita, dan kekaguman serta kasih kita kepada-Nya akan meningkat.

Demikian renungan rohani kristen hari ini. #

Jumat, 09 Oktober 2020

RESPONS YANG BAIK TERHADAP KEMARAHAN


Respons Yang Baik terhadap Kemarahan

Amsal 14:29; 16:32

Kita hidup di dunia yang sudah rusak di mana dosa merajalela, ketidakadilan merupakan hal biasa, dan konflik melimpah ruah. Maka, ada banyak kesempatan untuk berdosa dengan kemarahan. Namun, meskipun kita tidak dapat mengubah situasi-situasi ini, kita dapat mengubah respons kita sendiri.

Situasi-situasi seperti kesulitan ekonomi dan bencana alam dapat menimbulkan kekecewaan yang meluas, tetapi masalah-masalah dengan orang lain dapat menjadi tantangan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika disakiti dengan kata-kata atau tindakan seseorang, kita mungkin tergoda untuk melempar jawaban pedas atau mendidih dalam kegeraman. Tetapi sebagai orang percaya, kita harus mengikuti teladan Yesus: "Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ... tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil" (1 Petrus 2:23).

Ayat-ayat dari kitab Amsal hari ini menegaskan pentingnya menjadi orang yang tidak cepat marah. Terutama saat menghadapi serangan verbal atau kata-kata. Mendengarkan dengan tenang dapat mencegah kita berkata kasar dan memberi kesempatan untuk meminta pertolongan Tuhan agar dapat merespons seperti Kristus.

Jawaban yang tenang dan lemah lembut dapat meredakan situasi yang panas, tetapi tanpa mengambil waktu untuk memproses yang dikatakan, tidak banyak dari kita yang akan dapat menjawab dengan bijak. Jika kita tidak cepat marah, kita akan dapat lebih memahami situasi dan motif-motif tersembunyi, yang tidak dapat dipahami orang pemarah secara obyektif.

Respons seperti ini memang tidak lazim, namun kita tak perlu heran karena yang memberikan teladan adalah Seorang yang tidak biasa. Kita perlu mengubah prioritas-prioritas kita jika ingin meniru Yesus. Kasih dan pengertian harus lebih diutamakan daripada kebutuhan membela diri, dan memelihara relasi harus menggantikan keinginan mempertahankan hak-hak kita. Jadi, bersikaplah tenang dalam segala situasi, dan biarkan Kristus menjadi pembela dan pelindung Anda.#

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA