Kamis, 28 Januari 2021

Apakah Orang Kristen Harus Memiliki Keyakinan Keselamatan ?

renungan kristen

Apakah Orang Kristen Harus Memiliki Keyakinan Keselamatan ?

By Pdt Paulus Surya - Presbyterian Church Perth Australia & Nafiri Kasih Channel in Youtube.

Apakah ada dasar firmannya bahwa orang kristen harus memiliki keyakinan keselamatan ?

Ada 3 macam golongan orang yang percaya Kristus mengatakan sbb :

Golongan 1 , mengatakan Tidak Harus , bahkan tidak boleh mempunyai keyakinan keselamatan, karena akan menjadi sombong dan berbahaya. 

Golongan 2, mengatakan bahwa orang kristen harus mempunyai keyakinan keselamatan. (Roma 8 : 16) , orang yang punya Roh Kudus harus punya keyakinan keselamatan.

Golongan 3,  Pdt Paulus setuju yg ini, bahwa orang Kristen seharusnya memiliki keyakinan keselamatan
karena bisa jadi seseorang sudah diselamatkan tapi belom punya keyakinan keselamatan karena kurangnya pengetahuan atau bisa juga karena adanya penderitaan yang dialaminya, atau juga adanya pergumulan dosa-dosa tertentu. (1 Yoh 5:13 , Ibrani 6:11).

Jika seseorang yakin dirinya sudah diselamatkan, apakah dia benar-benar sudah memiliki keselamatan itu ? 

Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada 4 macam orang :

Macam 1, orang yang tidak tau dirinya sudah selamat atau belom karena memang belom selamat.

Macam 2, orang yang tidak tau dirinya sudah selamat, padahal sudah selamat karena kurangnya pengetahuan.

Macam 3, orang yang yakin selamat, merasa pasti selamat tapi subjektif padahal belom diselamatkan.

Macam 4, yakin percaya secara objektif sesuai firman Tuhan yang ditandai dengan 2 hal yaitu : Pertama : mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan yang mati dan bangkit untuk menebus dosa manusia.
Kedua : punya selera hidup yang baru yang ditandai seperti suka membaca firman Tuhan, menyukai hal-hal yang Tuhan ingini dan membenci apa-apa yang Tuhan benci dst. (seharusnya kita ada digolongan ke 4 ini 

Untuk uraian lengkapnya , silahkan simak di Youtube , Nafiri Kasih Channel (klik link).

Terima kasih ##


Sabtu, 23 Januari 2021

Kekayaan Kasih Karunia



renungan harian


Kekayaan Kasih Karunia

Efesus 1:3-8

Alkitab berkata bahwa Yesus telah memilih untuk menjadi miskin—meninggalkan surga dan segala yang dimiliki-Nya agar kita menjadi kaya (2 Korintus 8:9). Tetapi apa artinya ini bagi orang percaya? Efesus 1:3-8 menjelaskan kekayaan itu dengan mengatakan bahwa kita ...

Dipilih oleh Tuhan. Karena kita sekarang milik Tuhan, hidup kita punya tujuan dan kita memiliki hidup yang kekal.

Dimerdekakan. Kita sebelumnya adalah para budak dosa yang tak dapat membebaskan diri kita sendiri, tetapi Yesus sudah mengalahkan kuasa daging sehingga kita dimungkinkan untuk menaati Tuhan.

Ditebus. Kematian Yesus memuaskan keadilan ilahi, karena kehidupan-Nya yang sempurna memenuhi semua tuntutan-Nya (Ulangan 17:1; Roma 6:23). Ketika kita memutuskan untuk percaya pada-Nya, Tuhan memandang lunas semua utang dosa kita.

Dipersatukan dengan Dia. Ketika diselamatkan, kita menjadi anak-anak yang diadopsi ke dalam keluarga Tuhan.

Warga kerajaan surga. Kita menerima kewarganegaraan dalam kerajaan Tuhan dan warisan yang tidak dapat binasa (1 Petrus 1:4).

Banyak dari kita tidak menyadari bahwa kita kaya, karena kekayaan yang kita pikirkan adalah semacam rekening di bank dan harta benda materi. Padahal hal-hal itu tidak bernilai kekal. Kekayaan kita yang sesungguhnya adalah berkat-berkat rohani yang diberikan pada kita di dalam Kristus. ##

Senin, 18 Januari 2021

"Imanuel" Sekedar Kata Atau Makna ?

 


“Imanuel" Sekedar Kata Atau Makna ?

Ada sebuah ungkapan atau kata didalam kekristenan yang menarik dan sering kita dengar atau ucapkan yaitu kata IMANUEL , apa arti Imanuel ? didalam Matius 1 : 23 jelas dikatakan bahwa IMANUEL artinya adalah ALLAH MENYERTAI KITA .. sebuah arti yang sangat luar biasa yang mampu memberi kekuatan dan menyejukan bagi setiap kita yang mau menghayati maknanya.

Kata Imanuel itu sendiri pertama kali muncul didalam Alkitab ada di Yesaya  7 : 14.

Konteksnya waktu itu adalah , raja Ahas yang berada di Yerusalem akan diserang oleh raja Aram dan raja Israel. Dan raja Ahas berserta rakyatnya  ini merasa gemetar dan ketakutan , diibaratkan seperti POHON-POHON HUTAN YANG BERGOYANG DITIUP ANGIN.

Siapakah raja Ahas itu ? dia merupakan salah satu raja Yehuda dari keturunan raja Daud

Bagaimana kehidupan rohani dari raja Ahas ? ini yang mengejutkan, Alkitab mencatat bahwa Ahas merupakan salah satu raja terjahat dan terbrengsek dari keturunan Daud , salah satu yang dilakukan dan diluar nalar kita saat ini adalah mempersembahkan anaknya sendiri sebagai korban bakaran kepada dewa baal.

Bagaimana Allah merespons Ahas yang saat itu sedang dalam ketakutan besar ?

Allah justru meminta nabi Yesaya untuk meneguhkan dan menguatkan hati raja Ahas untuk tetap tenang dan jangan takut !

Dikatakan, Jika kamu tidak percaya, x  sungguh, y  kamu tidak teguh jaya. z "

 Melalui nabi Yesaya inipun Allah menyampaikan pesan nubuatan kepada raja Ahas : ( Yesaya 7 : 14 )

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda : Sesunguhnya seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki , dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

 Dari peristiwa ini kita bisa mengatakan bahwa :

 1.     IMANUEL, ALLAH MENYERTAI KITA ,atau ALLAH BESERTA KITA ditawarkan, dinyatakan dan diberikan justru kepada orang yang berdosa.

Ini merupakan suatu anugerah ! Imanuel, diberikan kepada orang yang sama sekali tidak layak untuk menerima berita tersebut,  Ahas ini sama sekali tidak layak, tetapi Allah memberi.

Berita sukacita dari Allah , Imanuel , diberikan untuk kita semua manusia yang bobrok dan rusak karena dosa ! siapa manusia bobrok dan berdosa itu ? kita semua , semua manusia telah jatuh kedalam dosa dan kehilangan kemuliaan Allah , tapi justru Allah mau memberikan kabar suka-cita kepada kita semua yaitu Imanuel.

 2.     (Disini kita bisa melihat bahwa ) Allah berkarya melalui cara apapun yang tak terpikirkan oleh manusia.

Rencana Allah yang agung dan mulia untuk manusia tidak bisa digagalkan oleh kelakuan manusia yang sebrengsek/ sejahat apapun , Kristus sang Imanuel yang dijanjikan (janji Allah kepada Daud) akan tetap  digenapi melalui keturunan Daud dari suku Yehuda .  

Apa makna Imanuel bagi kita semua saat ini ? Imanuel , Allah menyertai kita , Allah beserta kita , God With Us dalam hal apa ?  Sedikitnya ada 3 hal makna Imanuel bagi kita yang percaya kepada Kristus sang Imanuel :

 1.     IMANUEL, Allah menyertai kita saat menghadapi musuh.

Dalam koteks kehidupan kita saat ini , yang menjadi musuh utama kita adalah iblis yang dikatakan seperti singa yang mengaum-aum berjalan keliling mencari orang yang dapat ditelannya , bukan dicakar atau digigit lagi , tapi DITELAN , jadi habis tanpa sisa !! dan disinilah Allah berjanji bahwa Dia ada bersama kita untuk menghadapi musuh kita yaitu iblis.

 Musuh kita bukannya yang kelihatan secara jasmani , karena kalau musuh yg kita hadapi adalah jasmani maka kita akan berlatih MMA, karate dll.. tetapi musuh kita adallah penguasa udara yang tidak kelihatan yaitu iblis.

Sadarkah saudara jika kita ada didunia ini LANGSUNG diperhadapkan dalam suatu peperangan … suka atau tidak suka kita masuk dalam medan tempur …

Lagu Maju Laskar Kristen masuklah perang , iring palang Jesus pasti kau menang !! mengingatkan kita akan peperangan tersebut dan Allah menyertai kita, Imanuel, God with us, Tuhan beserta kita …

 2.     IMANUEL, Allah menyertai kita untuk tugas khusus

Firman Tuhan mengatakan :  pergilah jadikanlah semua bangsa muridku

dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu –yaitu Yesus yang adalah Allah menyertai kita, Imanuel– senantiasa sampai kepada akhir zaman."

 Ini bicara tentang pengutusan . Kita tidak bisa mengerti Imanuel tanpa mengikut-sertakan pengutusan. Tanpa adanya pengutusan, Imanuel bisa disalah-gunakan untuk kebutuhan keluarga kita sendiri, gereja kita sendiri.

Tuhan mengutus kita keluar untuk mengabarkan kabar baik, kabar suka-cita sekaligus memampukan kita untuk menjadi berkat bagi sesama.

 Ini juga bicara tentang memuridkan orang yang ada di luar; mengajak mereka mengenal Kristus, memuridkan mereka, membaptis dan memperlengkapi untuk diutus menjadi saksi, dst. dst. “Allah beserta dengan kita, Allah menyertai kita”, itulah Imanuel.

 3.     IMANUEL, Allah menyertai kita dalam menghadapi persoalan hidup.

Mungkin sering kita bertanya, dimanakah Allah saat kita menghadapi banyak persoalan hidup dan bertanya apakah Imanuel masih berlaku saat ini ?

Entah ketika menghadapi sakit penyakit, kepahitan, masalah finansial, dikhianati, difitnah dsb 

 Pemirsa , Allah yang maha kuasa, maha tinggi dan maha segalanya , mengambil rupa seorang hamba lahir dikandang domba yang hina untuk ikut serta merasakan kesulitan hidup manusia , sejatinya IA hadir Bersama kita berjuang Bersama kita menghadapi persoalan kehidupan …

1 Korintus 10 : 13 mengatakan :

Pencobaan- pencobaan yang kamu alami adalah pencobaan biasa , yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.

Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu jalan keluar.

IMANUEL. Allah menyertai kita …. God With Us, Allah beserta kita ….

Yesus Kristus yang adalah Imanuel, Allah bersama-sama dengan kita, sehingga apa pun kesulitan dan pergumulan yang kita hadapi saat ini, ingatlah Yesus Kristus telah melalui kesulitan yang jauh lebih berat daripada yang kita alami, dan DIA lakukan semua itu karena kasihnya kepada manusia.

Selamat memasuki tahun yang baru , tahun 2021 dengan penuh pengharapan, Imanuel !!

Salam hangat dari team Nafiri Kasih  ##

(silahkan simak videonya di Nafiri Kasih Channel)

 

 

 

 

 

 

 

Rabu, 09 Desember 2020

PANGGILAN MELAYANI TUHAN BUKAN OPSIONAL


PANGGILAN MELAYANI TUHAN BUKAN OPSIONAL

Matius 25:14-30

Melayani Tuhan itu bukan opsional. Banyak orang memberi berbagai macam alasan – terlalu tua, terlalu muda, terlalu sibuk, terlalu lelah, terlalu sakit – dan seterusnya. Padahal semua alasan itu dapat dipatahkan oleh kebenaran ayat Alkitab yang berkata bahwa orang percaya “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Tuhan sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10).

Melayani tidak tergantung pada kesehatan, usia atau pengalaman. Saya kenal beberapa orang yang harus terbaring di tempat tidur yang mempersembahkan hidupnya sebagai pendoa syafaat. Dan saya sudah bertemu dengan orang-orang kudus yang tidak pernah belajar di seminari namun selalu memuridkan orang-orang percaya baru. Yang membedakan orang-orang ini dari orang-orang yang membuat banyak alasan adalah sikap. Jika kita memandang diri kita sebagai pelayan, kita akan berpusat pada Tuhan dan bergantung pada Roh Kudus. Namun jika kita sibuk mencemaskan tentang bagaimana, kapan dan berapa banyak pengorbanan yang harus kita lakukan untuk Tuhan, kita berpusat pada diri sendiri dan, terus terang, tidak banyak berguna bagi Tuhan.

Suatu hari kelak kita akan berdiri di hadapan Tuhan, dan Dia akan meminta pertanggung jawaban kita tentang bagaimana kita sudah menggunakan segala talenta dan karunia rohani yang Dia berikan pada kita. Apa yang dapat kita katakan pada-Nya untuk membenarkan penyia-nyiaan kesempatan yang Dia berikan pada kita dalam menggunakan karunia-karunia itu? Tidak ada alasan yang dapat diterima. Berserah penuh pada kehendak Tuhan adalah kunci untuk berkenan kepada-Nya.

Tuhan memberi kita talenta dan kemampuan dengan tujuan, dan Dia akan memperlengkapi kita dalam pelayanan yang lebih besar lagi bagi kerajaan-Nya. Jika kita melayani Dia dengan segenap hati, kita dapat berharap mendengar Dia berkata, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; ... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (Matius 25:21). ##

Senin, 30 November 2020

JANJI TUHAN BAGAIKAN SAUH BAGI JIWA KITA

 

sau yang kuat

JANJI TUHAN BAGAIKAN SAUH BAGI JIWA KITA

Alkitab adalah tambang emas janji-janji untuk orang percaya. Dalam segala situasi, namun terutama pada masa-masa sulit, janji Tuhan menjadi sauh bagi jiwa kita. Janji-janji itu memberi kita pengharapan dan memampukan kita untuk menjadi berani dan tegar dalam menghadapi berbagai tantangan.

Namun banyak orang tidak bersandar pada janji-janji Tuhan. Ada dua alasan dalam hal ini. Pertama, sebagian orang tidak mengetahui tentang janji-janji-Nya. Kedua, sebagian lainnya tidak sungguh-sungguh memercayainya. Banyak orang percaya dapat mengutip ayat Alkitab, namun ketika mereka menghadapi masalah yang menakutkan – seperti kehilangan pekerjaan atau mendengar diagnosis yang mengerikan – keyakinan mereka goyah dan keraguan muncul.

Jika kita tidak mengetahui semua yang dijanjikan Alkitab, kita tidak dapat membuat diri kita percaya. Tetapi semakin kita banyak belajar, berdoa dan berelasi dengan Tuhan, semakin kuat iman kita bertumbuh, dan ini adalah karunia dari Tuhan yang mahakuasa. Lukas 24 mencatat dua kali bahwa orang bisa saja bertemu dengan Yesus Kristus namun tidak mengenali-Nya. Dia harus membuka mata rohani mereka dulu agar mereka benar-benar dapat melihat. Begitu juga dengan kita: Iman tidak mungkin timbul tanpa Roh Kudus.

Yesus memberikan jaminan perlindungan, pengharapan, keselamatan kekal, nasihat dan pimpinan dalam Kitab Suci kepada orang-orang percaya. Apakah Anda memercayai-Nya?

Ketika Anda membaca Kitab Suci, mintalah Roh Kudus menunjukkan janji-janji yang dapat diterapkan dalam kehidupan Anda. Pelajari, hafalkan, renungkan dan klaimlah kebenaran-kebenaran ini. Maka, ketika pencobaan datang, Anda akan memiliki sauh untuk membuat Anda tetap teguh. Janji-janji Tuhan tidak selalu mengenyahkan penderitaan dari situasi-situasi sulit, tetapi Tuhan yang sudah berjanji menyertai Anda dapat dipercaya untuk melakukan semua yang Dia katakan pasti Dia lakukan. ##

Minggu, 15 November 2020


BINCANG TEOLOGI PRAKTIS (BTP) Di Youtube

Apakah Anda ingin tau perihal Kanonisasi Alkitab ?

Bagaimanakah proses terbentuknya Alkitab? 

Mengapa hanya 66 kitab ini yang diterima sebagai Alkitab? Bukankah ada juga kitab-kitab lainnya?

Apakah Alkitab dapat dipercaya sebagai Firman Tuhan?


YUK ikuti penjelasannya bersama,

Pdt Kalvin Budiman Ph.D

IEC San Diego - USA


LIVE di Youtube NAFIRI KASIH

https://bit.ly/nafirikasih-27


GBU.

Sabtu, 07 November 2020

WASPADA DAN BIJAKLAH DALAM MENYIKAPI PANDEMI COVID 19


WASPADAI COVID 19, JANGAN TUNGGU HARI KE 7

Hidup bijaksana sebagai rekan sekerja Allah tentunya juga perlu menjaga kesehatan, bagaimana kita akan melayani kalau tubuh tergeletak ditempat tidur. Memang kita masih bisa melayani Tuhan dengan mendoakan pelayanan saat kita ditempat tidur, tetapi tentu itu bukan kondisi ideal yang diharapkan setiap kita yang saat ini masih diberikan kesehatan dan bisa menjalani kehidupan dengan normal.

Menjaga kesehatan dan menjalani protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker ketika keluar rumah, merupakan salah satu bukti iman setiap orang percaya.

Iman kita jangan kebablasan dengan melanggar protokol yang telah dianjurkan dengan alasan Tuhan pasti melindungi umatNya.

Senantiasa melakukan pencegahan dini adalah hal yang bijaksana, jadi jangan sampai terlambat karena kondisi sudah berat, berikut beberapa hal yang perlu diketahui.

Waspada covid19, jangan tunggu timbulnya demam tinggi & banyak batuk, baru berpikir ! Terlambat sudah !

Kenali lebih awal mulai hari ke1 masuknya virus ke dalam tubuh, agar parahnya sakit bisa dicegah. Gejala demam tinggi baru muncul di hari ke 8, dimana virus sudah berhasil berkembang, merusak dan merasuk luas di dalam tubuh. Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum virus berhasil menghancurkan kita.

Perhatikan keadaan diri kita sejak kemungkinan mulai terpapar, yaitu sebagai berikut :

Hari ke 1- 3 :

• Hanya seperti masuk angin ringan.

• Makan minum masih normal.

• Tenggorokan hanya sedikit sakit.

Hari ke 4 :

• Sakit kepala ringan.

• Badan sedikit anget, sekitar 36.5°C.

• Sakit tenggorokan ringan.

• Suara mulai serak.

• Selera makan mulai terganggu.

• Indera Perasa/Pengecap "hilang"

• Indera penciuman juga menghilang.

• Sedikit diare ringan.

Hari ke 5 :

• Sakit tenggorokan.

• Suara serak.

• Badan mulai terasa meriang.

• Temperatur sekitar 36.5 - 36.7 °C.

• Badan terasa lelah, cape, sakit.

• Jari² & persendian terasa sakit.

Hari ke 6 :

• Mulai demam ringan sekitar 37°C.

• Batuk kering / sedikit berlendir.

• Sesekali terasa susah bernapas.

• Sakit Tenggorokan ketika bicara. 

• Sakit waktu makan & menelan.

• Mual & mungkin muntah.

• Ada diare.

Hari ke 7 :

• Demam agak tinggi 37.4 - 37.8 °C.

• Batuk lebih banyak & berdahak.

• Napas pendek² & tetap.

• Kepala sakit kepala & berat.

• Nyeri² seluruh tubuh.

• Diare bertambah.

Hari ke 8 :

• Demam tinggi 38°C atau lebih.

• Sulit bernapas, dada terasa berat.

• Sakit kepala, punggung & sendi².

• Batuk terus menerus.

• Sulit berbicara, seperti bisu.

Hari ke 9 :

• Semua gejala tidak berubah.

• Batuk bertambah parah.

• Demam tak menentu, tak teratur.

• Napas bertambah Sulit.

• Pencegahan sudah tak mungkin.

• Harus segera ditolong intensif.

Bila waspada di hari ke 1-3 tingkatkan daya tahan tubuh, minum vitamin² C, D, E serta sedia panadol (parasetamol), mungkin penyakit ini dapat dihalau untuk berakhir sebelum parah & kesembuhan boleh didapatkan.

Gejala hari ke 1-3 sangat² ringan & sering terabaikan tak terdeteksi. 

Mungkin hari ke 4 baru mulai curiga. Cepat isolasi mandiri, banyak minum air hangat / jamu²an juga boleh. Berjemur diri, banyak cuci tangan, cuci muka, ganti baju. Makan makanan yg bergizi & minum vitamin².

Selamat bersikap & waspada. Tetap tenang namun bijak. Hindari kemungkinan terpapar sebisa mungkin. Semoga berhasil “berperang” melawan covid & semoga kita tetap sehat.

Harap Perhatikan Perbedaannya !!!                      (Supaya tidak berprasangka buruk) 

1. Batuk kering + Bersin = Polusi udara.

2. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek = Pilek biasa.

3. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek + Sakit tubuh + Kelemahan + Demam ringan = Flu.

4. Batuk kering + Bersin + Nyeri tubuh + Kelemahan + Demam tinggi + Kesulitan bernapas + Hilangnya indra pengecap & perasa =  Corona virus.

Din Kes.

Tetaplah berdoa dan bersandar hanya kepada Tuhan sang pemilik kehidupan, apapun keadaan saat ini tetaplah bersyukur karena kasih Kristus. DIA yang telah mati dan bangkit menebus dosa manusia, jauh lebih bernilai dari semua keadaan yang terjadi didunia ini. ##

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA