Kamis, 14 Juli 2016

Tahukah Anda ?


TAHUKAH ANDA
Fakta-Fakta Tentang Alkitab

1. Alkitab adalah buku paling laris di dunia.

2. Sekitar 50 buku Alkitab terjual setiap menit. Belum termasuk yg didown load ke  perangkat electronic.

3.Di RRC dalam seratus tahun terakhir Alkitab terjual sebanyak 350 juta jilid.

4. Alkitab ditulis oleh lebih dari 40 orang yang berbeda dengan berbagai profesi.

5. Alkitab ditulis dari tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa.

6. Alkitab ditulis dalam jangka waktu 1500 tahun.

7. Kata “Bible” berasal dari bahasa Yunani “Biblia” yang artinya buku-buku. Tentu saja, karena Alkitab sendiri terdiri dari gabungan buku-buku.

8. Alkitab terdiri dari 66 kitab. 39 Perjanjian lama dan 27 Perjanjian baru.

9. Alkitab terdiri dari 773.692 kata dan membutuhkan waktu 70 jam untuk membacanya sampai habis.

10. Alkitab terdiri dari 1.189 pasal dan 30.861 ayat. Perjanjian lama ada 929 pasal dan 23.203 ayat, sedangkan perjanjian baru ada 260 pasal dan 7659 ayat.

11. Di dalam keseluruhan Alkitab terdapat 8.674 kata Ibrani yang berbeda, 5.624 kata Yunani yang berbeda dan 12.143 kata bahasa Inggris yang berbeda.

12. Kitab perjanjian lama ditulis dalam bahasa Ibrani dan Perjanjian baru dalam bahasa Yunani. Namun saat ini telah diterjemahkan kedalam 6000 bahasa lebih.

13. Kitab terpanjang di Alkitab adalah Kitab Mazmur dan kitab terpendek adalah Kitab II Yohanes.

14. Mazmur 118 adalah pasal yang terletak persis di tengah Alkitab.

15. Ada 594 pasal masing-masing sebelum dan sesudah Mazmur 118.

16. Apabila seluruh pasal Alkitab dijumlahkan, diluar Mazmur 118, seluruhnya berjumlah 1188 pasal.

17. Mirip dengan angka 1188, Mazmur pasal 118:8 juga merupakan ayat yang terletak di tengah-tengah alkitab. Bunyinya : "Lebih baik berlindung pada TUHAN dari pada percaya kepada manusia."

18. Sebelum Mazmur 118, Mazmur 117 adalah pasal terpendek dari Alkitab.

19. Setelah Mazmur 118, Mazmur 119 adalah pasal terpanjang di Alkitab.

20. Total janji di dalam Alkitab 1.260, total perintah 6.468, prediksi lebih dari 8.000, Nubuat yang sudah digenapi 3.268, nubuat yang belum digenapi 3.140, jumlah pertanyaan 3.294.

21. Terjemahan Alkitab pertama kali ke bahasa Inggris dipelopori oleh John Wycliffe dan diselesaikan oleh John Purvey pada tahun 1388.

22. Pencetakan alkitab dengan mesin cetak pertama kali dilakukan oleh Johannes Gutenberg pada 15 Agustus 1456.

23. Pemisahan pasal pada alkitab pertama kali dilakukan oleh Stephen Langton pada tahun 1228. Perjanjian lama dipisahkan dengan ayat pertama kali dilakukan oleh R. Nathan pada tahun 1488. Dan perjanjian baru dipisahkan dengan ayat pertama kali dilakukan oleh Robert Stephanus pada tahun 1551.

24. Alkitab pertama yang dicetak dengan pemisahan ayat pada perjanjian lama adalah kitab perjanjian lama Bahasa latin yang dicetak oleh Pagninus pada tahun 1528. Sedangkan alkitab Bahasa Inggris dengan pemisahan pasal dan ayat pertama kali muncul pada Geneva Bible tahun 1560.

25. Kalimat pertama di Alkitab adalah, “Pada Mulanya...”

26. Kata terakhir yang tertulis di Alkitab adalah “Amin”

27. Kalimat “Jangan takut” muncul sebanyak 365 kali di dalam Alkitab. Sama jumlahnya dengan hari dalam setahun. Artinya Tuhan ingin kita menjalani setiap hari tanpa ketakutan.

28. Kata “Kristen” hanya muncul 3 kali di dalam Alkitab.

29. Kata “pujian” dan “sukacita dalam berbagai bentuknya disebut sebanyak 550 kali di dalam Alkitab.

30. Waktu antara pasal 6-7 kitab Ezra, Confusius dan Budha meninggal (516-458 SM)

31. Kitab Ester dan kitab Kidung Agung adalah kitab yang tidak pernah menyebut kata "TUHAN".

32. Kata terpanjang di alkitab adalah "Mahershalalhashbaz" yang ditemukan di Yesaya 8:1.

33. Dalam 260 pasal Perjanjian Baru, Kedatangan Yesus kedua kali ditulis sebanyak 318 kali. Berarti lebih banyak janji kedatangan-Nya yang kedua kali dibanding jumlah pasal perjanjian baru.

Alkitab, adalah buku yg paling luar biasa, krn itu marilah kita baca setiap hr sambil belajar menjadi pelaku firman ###

Selasa, 07 Juni 2016

Buku Yang Patut Diwaspadai


BUKU YANG PATUT DIWASPADAI

Kepada pendeta, guru sekolah minggu, dan orang tua agar mewaspadai buku-buku yang telah beredar di kalangan remaja yg berjudul "Conversations with God".
Oprah sedang mempromosikan buku ini.

Sungguh mengerikan bahwa ada orang yang berani menulis buku berisi sudut pandang  Allah, yang berlawanan dengan firman-Nya.
Berilah perhatian khusus, bukan hanya  pada apa yang anak-anak kita tonton di TV, lihat di internet, dengarkan lewat musik, tetapi waspadailah juga buku-buku yang anak-anak kita baca saat ini.
Dua buku tsb yaitu "Conversations with God" dan "Conversations with God for Teens", dikarang oleh Neale D. Walsch. Jika dilihat judulnya, buku-buku tersebut sepertinya tidak berbahaya. Kedua buku tersebut telah berada pada daftar best seller dari The New York Times selama beberapa minggu, tetapi "Jangan menilai sebuah buku dari sampulnya atau judulnya saja."

Si pengarang bertujuan menjawab berbagai pertanyaan anak-anak dengan "suara Allah". Tetapi "jawaban-jawaban" yang dia berikan tidak berdasarkan pada Alkitab dan bahkan berlawanan dengan firman Allah.
Contoh-contoh ini merupakan ringkasan :

Ketika seorang anak perempuan bertanya: "Mengapa saya lesbian?", si pengarang menjawab bahwa dia memang "dilahirkan seperti itu" karena faktor-faktor genetik (seperti kalau kita dilahirkan tidak kidal, atau dilahirkan dengan mata berwarna coklat, dst). Kemudian si pengarang menyarankan kepada anak perempuan itu untuk keluar dan "merayakan" perbedaan dirinya tersebut. 

Seorang anak perempuan lain mengajukan pertanyaan: "Sekarang ini saya hidup bersama dengan pacar saya. Orang tua saya mengatakan bahwa saya harus menikah dengan dia karena cara hidup saya itu berdosa. Haruskah saya menikah dengan pacar saya?"
Si pengarang menjawab: "Kamu berdosa kepada siapa? Bukan kepada saya, karena kamu tidak melakukan kesalahan."

Ada pertanyaan tentang pengampunan dosa dari Allah. Jawaban si pengarang: "Saya tidak mengampuni seorangpun karena tidak ada yang perlu diampuni ... Tidak ada yang disebut salah atau benar, dan inilah yang saya terus coba sampaikan kepada semua orang: "Jangan menghakimi orang lain". Orang-orang suka saling menghakimi, ini adalah suatu kesalahan, karena peraturannya berbunyi: "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi."

Buku-buku itu bukan hanya mengajarkan doktrin yang salah dari Iblis, tetapi juga mengutip (secara salah) firman Allah.
Daftarnya masih panjang.
Buku-buku itu (dan buku-buku lain yang sejenis) sekarang ini dijual kepada anak-anak sekolah (di Amerika) melalui The Scholastic Book Club. Kita perlu waspada terhadap apa yang sedang diberikan kepada anak-anak kita.

Anak-anak kita sekarang ini sedang diserang. Saya mohon agar anda waspada, dan dengan sungguh-sungguh mengajarkan firman Allah kepada anak-anak Anda serta menjaga mereka terhadap media-media duniawi, karena musuh kita yaitu Iblis, berjalan berkeliling seperti singa yang mengaum-aum mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8).

Salam hangat dari team Nafiri Kasih

Senin, 06 Juni 2016

Jangan Sia-siakan Keluargamu


Suatu hari saya bersenggolan dengan seseorang yang tidak saya kenal. “Oh, maafkan saya,” reaksi spontan saya. Ia juga berkata: “Maafkan saya juga.” Orang itu dan saya berlaku sangat sopan. Kami pun berpisah dan mengucapkan salam.

Namun cerita jadi lain, begitu sampai di rumah. Pada hari itu juga, saat saya sedang menelphone salah satu kolega terbaik saya, dengan bahasa sangat lembut dan santun untuk meraih simpati kolega saya itu, tiba2 anak lelaki saya berdiri diam-diam di belakang saya. Saat saya berbalik,
hampir saja membuatnya jatuh. "Minggir!!! Main sana, ganggu saja!!!" teriak saya dengan marah. Ia pun pergi dengan hati hancur dan merajuk.

Saat saya berbaring di tempat tidur malam itu, dengan halus, Tuhan berbisik, "Akan kusuruh malaikat menyabut nyawamu dan mengambil hidupmu sekarang, namun sebelumnya, aku akan izinkan kau melihat lorong waktu sesudah kematianmu. Sewaktu kamu berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, etika kesopanan kamu gunakan. Tetapi dengan anak yang engkau kasihi, engkau perlakukan dengan sewenang-wenang, akan kuberi lihat setelah kematianmu hari ini, bagaimana keadaan atasanmu, kolegamu, sahabat dunia mayamu, serta keadaan keluargamu"

Lalu aku pun melihat, hari itu saat jenazahku masih diletakkan di ruang keluarga, hanya satu orang sahabat dunia mayaku yg datang, selebihnya hanya mendoakan lewat grup, bahkan jg ada yg tdk komentar apapun atas kepergianku, dan ada yg hanya menulis 3 huruf singkat, 'RIP'.

Lalu teman-temanku sekantor, hampir semua datang, sekejap melihat jenazahku, lalu mereka asik foto-foto dan mengobrol, bahkan ada yg asik membicarakan aibku sambil tersenyum-senyum. Bos yg aku hormati, hanya datang sebentar, melihat jenazahku dalam hitungan menit langsung pulang. Dan kolegaku, tidak ada satupun dari mereka yang aku lihat.

Lalu kulihat anak-anakku menangis dipangkuan istriku, yang kecil berusaha menggapai2 jenazahku meminta aku bangun, namun istriku menghalaunya. istriku pingsan berkali-kali, aku tidak pernah melihat dia sekacau itu. Lalu aku teringat betapa sering aku acuhkan panggilannya yg mengajakku mengobrol, aku selalu sibuk dengan hpku, dengan kolega2 dan teman2 dunia mayaku, lalu aku lihat anak2ku.. Sering kuhardik dan kubentak mereka saat aku sedang asik dengan ponselku, saat mereka ribut meminta ku temani. Oh Ya Tuhan.. Maafkan aku.

Lalu aku melihat tujuh hari sejak kematianku, teman-teman sudah melupakanku, sampai detik ini aku tidak mendengar aku mendapatkan doa mereka untukku, perusahaan telah menggantiku dengan karyawan lain, teman-teman dunia maya masih sibuk dengan lelucon2 digrup, tanpa ada yg mbahasku ataupun bersedih terhadap ketiadaanku di grup mereka.

Namun, aku melihat istriku masih pucat dan menangis, airmatanya selalu menetes saat anak2ku bertanya dimana papah mereka? Aku melihat dia begitu lunglai dan pucat, kemana gairahmu istriku?
Oh Ya Tuhan Maafkan aku..

Hari ke 40 sejak aku tiada.
Teman FB ku lenyap secara drastis, semua memutuskan pertemanan denganku, seolah tidak ingin lagi melihat kenanganku semasa hidup, bosku, teman2 kerja, tdk ada satupun yang mengunjungiku kekuburan ataupun sekedar mengirimkan doa.

Lalu kulihat keluargaku, istriku sudah bisa tersenyum, tapi tatapannya masih kosong, anak2 masih ribut menanyakan kapan papahnya pulang, yang paling kecil yang paling kusayang, masih selalu menungguku dijendela, menantikan aku datang.

Lalu 15 tahun berlalu.
Kulihat istriku menyiapkan makanan untuk anak2ku, sudah mulai keliatan guratan tua dan lelah diwajahnya, dia tidak pernah lupa mengingatkan anak2 bahwa ini hari Minggu, jangan lupa kekuburan papah, jangan lupa berdoa , lalu aku membaca tulisan disecarik kertas milik putriku malam itu, dia menulis.. "Seandainya saja aku punya papah, pasti tidak akan ada laki2 yang berani tidak sopan denganku, tidak akan aku lihat mamah sakit2an mencari nafkah seorang diri buat kami, oh Ya Tuhan.. Kenapa Kau ambil papahku, aku butuh papahku Ya Tuhan.." kertas itu basah, pasti karena airmatanya..
YaTuhan  maafkanlah aku..

Sampai bertahun2 anak2 dan istriku pun masih terus mengingatku dan mengharapkan agar aku selalu berbahagia di sana.
Lalu seketika,, aku terbangun.. Dan terjatuh dari dipan.. Oh Ya Tuhan... Puji Tuhan.. Ternyata aku cuma bermimpi..

Pelan-pelan aku pergi ke kamar anakku dan berlutut di dekat tempat tidurnya, masih aku lihat airmata disudut matanya, kasihan sekali, terlalu kencang aku menghardik mereka..
“Anakku, papah sangat menyesal karena telah berlaku kasar padamu.“Si kecilku pun terbangun dan berkata, “Oh papah, tidak apa-apa. Aku tetap mencintaimu.”
“Anakku, aku mencintaimu juga. Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku anakku” Dan kupeluk anakku. Kuciumi pipi dan keningnya.
Lalu kulihat istriku tertidur, istriku yang sapaannya sering kuacuhkan, ajakannya bicara sering kali aku sengaja berpura2 tidak mendengarnya, bahkan pesan2 darinya sering aku anggap tak bermakna, maafkan aku istriku, maafkan aku.
Air mataku tak bisaku bendung lagi.

Apakah kita menyadari bahwa jika kita mati besok pagi, perusahaan di mana kita bekerja akan dengan mudahnya mencari pengganti kita dalam hitungan hari? Teman2 akan melupakan kita sebagai cerita yang sudah berakhir, beberapa masih menceritakan aib2 yang tidak sengaja kita lakukan. Teman2 dunia maya pun tak pernah membahas lagi seolah, aku tidak pernah mengisi hari2 mereka sebagai badut di grup.

Lalu aku rebahkan diri disamping istriku, ponselku masih terus bergetar, berpuluh puluh notifikasi masuk menyapaku, menggelitik untuk aku buka, tapi .. tidak.. tidak..
Aku matikan ponselku dan aku pejamkan mata ..

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Rabu, 27 April 2016

Membangun Kepercayaan


Ps.JR_Build Trust (Marriage Seminar)
Kepercayaan adalah mata rantai yg sangat penting dalam semua hubungan.

Keluaran 18:21
"Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang"

Tingkat kepercayaan menentukan kedudukan/otoritas seseorang. Kedudukan lebih tinggi akan dipercaya lebih.

Kita tdk bisa membangun apa2 tanpa percaya.
Percaya membangun rasa aman.
Percaya membuat orang dapat diandalkan.
Kecurigaan kemarahan ketegangan muncul saat hilang kepercayaan.
Kepercayaan adalah fondasi agar "hubungan" berjalan dengan baik.

Kalau kita percaya kita tdk perlu kuatir/ada rasa aman.
Karena ketidakpercayaan banyak orang adu mulut, penuh kecurigaan.
Tingkat kepercayaan menentukan tingkat keterbukaan.
Tingkat keterbukaan menentukan tingkat keintiman.
Dunia menawarkan keromantisan, tanpa membangun kepercayaan.
"Intimacy comes from knowing person in deep level"
You cannot have intimate relationship without deep trust.

Matius5:8
"Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah."

Purity is the key of trust.
Pure=murni,jelas,clear,tdk ada yg ditutupi,tdk ada kepalsuan,bisa melihat dengan jelas.
Segala sesuatu yg murni dan asli itu lebih mahal.
Kita harus suci di dalam hati.

Kenapa Ketidakpercayaan Bisa Timbul?

1. Pengalaman Masa Lalu.
Pernah menjadi korban,dikhianati,disakiti.
Dealing with disappointment to be healed.
Belajar memaafkan. Move on.
Tertambat masa lalu karena belum mengampuni.
Belajar let go. Belajar menebar kepercayaan pada pasangan.

2. Reputasi Buruk.

3. Tidak Pernah Serius.
Sulit percaya dgn org yg selalu bercanda akan apapaun

4. Janji2 yg Tidak Ditepati.
Bila kita tdk menepati sama dengan kita meminta orang lain tidak percaya kita.
Trust dr istri terjadi dimulai dari hal2 kecil.

5. Tidak konsisten
Hal yg diinginkan dr wanita adalah konsistensi.

6. Ragu2
Ketegasan diperlukan dari laki2.

7. Tindakan yg mencurigakan

8. Sesuatu yg di luar kebiasaan

9. Penampilan yg tidak meyakinkan

10. Selalu menuntut privasi
Kepercayaan adalah hal yg bisa didapatkan dr seorang pemimpin.
Dituntut kedewasaan dr seorang pemimpin.

11. Tidak punya prinsip dalam hidup.

Ams 31:11
"Hati suaminya percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan."

KEPERCAYAAN ADALAH SESUATU YG HARUS DIPEROLEH.

Trust Build Daily.
Anak melihat bagaimana kita membangun kepercayaan.
Hanya karena seseorang menyesal belum menentukan kita bisa langsung memberikan kepercayaan.
Sistem pengampunan istri mempunyai banyak persyaratan,menyicil.
Sistem pengampunan suami lebih straight forward.

Apa Yang Membangun Kepercayaan?

1. Bangun Karakter.
Belajar utk setia,tegas,tegar.

2. Bangun Hubungan Dengan Org Yang Bisa Dipercaya.
Ada di lingkungan yg bisa dipercaya agar kita bisa dipercaya.

3. Bangun Rasa Tanggung Jawab.
Berani minta maaf,bicara terbuka,minta tolong.
Suami istri yg dalam keadaan tdk baik dan saat ada yg bertanya maka berani terbuka kepada orang2 yg sanggup menolong.

4. Bangun Batasan.
Bangun batasan dg sengaja tanpa diminta dan dilakukan.
Kita harus mengerti kelemahan kita. Membangun batasan agar kita bisa selamat.
Roh penurut tapi daging lemah.
Kita tdk pernah diganggu saat kuat tapi saat lemah.
Yesus diganggu saat lemah secara fisik.
Kita tdk pernah tahu kapan terjadi,harus memberi batasan.
Hidup dalam kemerdekaan adalah hidup dalam batasan.

5. Bangun Konsistensi

6. Bertanggung Jawab untuk Hal2 Kecil.

7. Belajar Menjaga Rahasia
Ams 11:13
"Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara."

8. Bangun Kejujuran & Keterbukaan.
Pergi berdua itu penting. Membicarakan hal yang penting. Berbicara terbuka apa yg menjadi mimpi.
Jangan gunakan waktu ini untuk menyangkal saat Istri menyampikan sesuatu.

9. Akui Kalau Tidak Tahu Daripada Bohong/Sok Tahu.

4. Hal yg Diinginkan Wanita Dari Pria :

1. Decisiveness / Ketegasan
2. Consistentcy / Konsistensi
3. Strength / Kuat
4. Maturity / Dewasa

Semoga bermanfaat ..

Rabu, 02 Maret 2016

Misteri Pengajaran Dialektis


Dalam Kolose 3:18-4:1 kita dapat memahami hal yang berfokus pada menyenangkan Tuhan.

Kita bisa melihatnya di 3:18 – sebagaimana seharusnya dalam Tuhan, 3:20 – itulah yang indah di dalam Tuhan, 3:22 – takut akan Tuhan, 3:23 – seperti untuk Tuhan, 3:24 – Kristus adalah tuan  dan 4:1 – kamu juga mempunyai tuan di sorga. Berjalan dalam Kristus adalah melayani Tuhan dalam semua segi kehidupan kita, bahkan di rumah kita (dormitory) dan untuk menyatakan pribadi Tuhan dalam relasi manusiawi kita.

Alkitab menampilkan kebenaran sebagai kesatuan dari dua konsep yang secara logis tampak bertentangan (filsuf menyebut hal sebagai “ketegangan dialektis” ).

Contoh, Tuhan itu esa tapi tiga pribadi, Yesus adalah sepenuhnya Tuhan dan sepenuhnya manusia, Tuhan Tuhan berkuasa sepenuhnya tapi Dia menjawab doa kita, dan Tuhan memilih orang-orang untuk diselamatkan tapi memanggil kita untuk mengabarkan Injil.

Untuk bagian yang kita baca, konteksnya adalah panggilan kita sebagai orang Kristen untuk menghidupi realitas Injil yang melaluinya kita diselamatkan.. Setiap bidat dalam sejarah merujuk ke salah satu segi dari pengajaran Alkitab, mencoba untuk mengerti misteri dari wahyu Tuhan dengan logika manusia.

Apakah misteri dari pengajaran dialektis di Kolose 3?

Para istri diperintahkan untuk tunduk kepada suaminya, sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan, tapi “tunduk” disini tidak mengurangi martabat atau kesamaan posisi dihadapan Tuhan.

Pengertian kita tentang relasi suami dan istri ini akan terbantu jika memperhatikan ketegangan diakletis yang ada dalam relasi antara Allah Bapa dengan Allah Anak. Allah Bapa dan Allah Anak sepenuhnya sama dalam ketuhanan, kekekalan dan kemuliaan – tapi Anak untuk selama-lamanya tunduk kepada Bapa. Anak pada saat yang bersamaan setara dengan Bapa dan tunduk pada kehendak Bapa . Paulus mengambarkan bagaimana suami dan istri dapat setara dalam martabat, nilai dan panggilan tapi pada saat yang sama mempunyai peran yang berbeda.

Yang kedua Paulus mengajarkan, “hai suami-suami, kasihilah isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia.” Paulus mengajarkan pengertian tentang peran suami dalan keluarga yang berbeda secara radikal degnan pengertian yang biasa. Melalui anugerah Tuhan, Kepemimpinan suami yang mendominasi dan kasar digantikan, dengan kepemimpinan yang mengasihi dan melayani  yang berlandaskan pada kesamaan pria dan wanita sebagai sesama ciptaan Tuhan dan sesama pewaris dalam Yesus Kristus – tapi tanpa meninggalkan peran yang diberikan Tuhan: kepemimpinan suami dan ketundukan istri.

Paulus memanggil para suami pada kepemimpinan yang berpusat pada Kristus – tidak meninggalkan peran yang ditetapkan Tuhan, tapi memastikan para suami menghidupi segi praktis dari kepemimpinannya seperti sepatutnya dalam Tuhan  - sebagaimana Yesus Kristus sendiri sekalipun adalah raja dari semua ciptaan tapi datang untuk melayani dan bukan untuk dilayani dan memberikan hidupnya sebagai tebusan bagi banyak orang. Ketika relasi dalam keluarga berakar pada pekerjaan Tuhan mereka akan berjalan menurut jalan Tuhan dan akan berbeda secara nyata dari relasi di dunia ini, sehingga akan menyatakan pribadi dan pekerjaan Tuhan.

Bagaimana kita dapat memahami bagian ini secara Alkitabiah dan Theologis?
Relasi dialektis antara suami dan istri memberikan gambaran yang indah tentang trinitas.

Manusia diciptakan menurut gambar Allah sebagai pria dan wanita (Kejadian 1:27-28), dan Allah kita adalah Allah Tritunggal.

Relasi unik ini merefleksikan pribadi Allah (1 Korintus 11:2-3) dan rancangan penciptaan Allah (1 Timotius 2:13).
Bagaimana hal ini merujuk pada pribadi Allah? Anak tunduk pada Bapa (Markus 14:33) dan meminta Roh Kudus untuk diutus (Yohanes 14, khususnya ayat 16).

Tiga pribadi ini sepenuhnya adalah Allah tapi mereka mempunyai peran dan pribadi yang berbeda. Ini adalah kenyataan abadi seperti yang kita lihat waktu Paulus menulis di 1 Korintus `15:28, “kalau segala sesuatu telah ditaklukkan dibawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri Nya dibawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu dibawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.”

Alkitab secara jelas mengajarkan ketundukan pada seseorang tidak menghilangkan kesetaraan dan relasi dialektis antara suami dan istri senada dengan ajaran Alkitab yang mewahyukan pribadi dan karakter Allah.


Apa aritnya buat kita sekarang?
Bacalah Kolose 3:18-4:1 sekali lagi. Apakah anda melihat fokus dari relasi manusia untuk menyenangkan Allah? Apa efek hal ini pada relasi kita?

Jika kita bandingkan antara tujuan dari relasi manusia yang diajarakan oleh Paulus dengan pengarajan budaya kita, apakah tiga perbedaan spesifiknya?

Mengapa sulit untuk menganut pengajaran dialektis dari Alkitab tanpa melihatnya sebagai pertentangan? Bagaimana pandangan kita tentang Alkitab dapat membantu kita?

Bagaimana pandangan Kristen tentang relasi antara suami dan istri dapat bertindak sebagai saksi bagi dunia untuk menampilkan siapa Tuhan dan apa yang telah Dia lakukan?

Berdoa untuk Firman Tuhan: John Stott menawarkan doa yang indah tentang Trinitas, doa yang bisa kita gunakan untuk berdoa sembari kita merayakan misteri ciptaan Tuhan yang indah untuk relasi manusia:

Bapa di Sirga, Tuhan Yesus dan Roh Kudus
Bapa di Surga, saya menyembahmu sebagai pencipta dan pemelihara dunia
Tuhan Yesus, saya menyembahmu, penyelamat dan Tuhan dari dunia
Roh Kudus, saya menyembahmu, pengudus dari umat Allah
Kemuliaan bagi Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus
Bapa Surgawi, saya berdoa supaya saya bisa hidup dalam kehadiranmu hari ini dan semakin menyenangkanmu
Tuhan Yesus, saya berdoa supaya hari ini saya bisa mengangkat salib saya dan mengikutimu
Roh Kudus, saya berdoa supaya hari ini Engkau akan memenuhi saya dengan dirimu dan membuat buah-buah Roh Kuds matang dalam hidup saya: kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan penguasaan diri.
Trinitas yang kudus, terberkati, dan agung, tiga pribadi dalam satu Allah, berbelas kasihanlah pada ku. Amin

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Kamis, 25 Februari 2016

Kopi di Dinding


ILUSTRASI KRISTEN

KOPI di DINDING - Venesia (Italia) ...

Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima. (Kisah Para Rasul 20 : 35)

Konsep dunia sering kali mengatakan bahwa yang menerima lebih berbahgia dari yang memberi, tetapi menurut Rasul Paulus, ada satu konsep sederhana yang dapat menciptakan kebahagiaan dalam hidup, yaitu memberi. 

Sepasang wisatawan asyik menikmati kopi di sebuah kafe terkenal5 di Venesia, Italia. Tak lama kemudian, datanglah seorang pria paruh baya, duduk di salah satu meja kosong. Ia memanggil pramusaji dan memesan,“Kopi dua cangkir. Yang satu untuk di dinding”.

Wisatawan merasa heran mendengar kalimat tersebut. Apalagi sang pria kemudian hanya disuguhi satu cangkir kopi, namun ia membayar untuk dua cangkir.
Segera setelah pria tersebut pergi, si pramusaji menempelkan selembar kertas kecil bertuliskan "Segelas Kopi" di dinding kafe.

Suasana kafe kembali hening. Tak lama kemudian masuklah dua orang pria. Kedua pria tersebut pesan 3 cangkir kopi. Dua cangkir di meja, satu lagi untuk di dinding. Mereka membayar tiga cangkir kopi sebelum pergi.

Lagi-lagi setelah itu pramusaji melakukan hal yang sama, menempelkan kertas bertulis "Segelas Kopi" di dinding.

Pemandangan aneh di kafe sore itu membuat wisatawan heran. Mereka meninggalkan kafe dengan menyimpan pertanyaan atas kejadian ganjil yang disaksikannya, namun tidak sempat mengajukan pertanyaan, apa maksud kopi di dinding.

Minggu berikutnya, mereka mampir kembali di kafe yang sama. Mereka melihat, seseorang lelaki tua masuk ke dalam kafe. Pakaiannya kumal dan kotor. Setelah duduk ia melihat ke dinding dan berkata kepada pelayan, “Satu cangkir kopi dari dinding".

Pramusaji segera menyuguhkan segelas kopi. Setelah menghabiskan kopinya, lelaki lusuh tadi lantas pergi tanpa membayar. Tampak si pramusaji menarik satu lembar kertas dari dinding tersebut lalu membuangnya ke tempat sampah.

Pertanyaan wisatawan itu terjawab sudah. Begini rupanya cara penduduk kota ini menolong sesamanya yang kurang beruntung dengan tetap  menaruh respek kepada orang yang ditolongnya. Kaum papa bisa menikmati secangkir kopi tanpa perlu merendahkan harga diri untuk mengemis secangkir kopi. Bahkan mereka pun tidak perlu tahu siapa yang “mentraktirnya”. Suatu tatanan hidup bermasyarakat yang amat menyentuh, dan mengharukan.

Dr. Leo Buscaglia, guru besar yang meyakini bahwa kita tidak bisa hidup lebih baik tanpa memberi dan menerima cinta, perhatian, dan bantuan dari orang lain. “Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sebuah sentuhan, sekilas senyuman, sebuah kata, mendengar keluhan orang lain, pujian tulus, atau tindakan kecil membantu orang lain, yang semua itu punya kekuatan untuk mengubah kehidupan,” kata Buscaglia. Dia menulis beberapa buku. Salah satunya, adalah buku yang bercerita tentang "kelas cinta", sebuah kelas di ruang terbuka (halaman rumput) di kampus nya yang mengajak para mahasiswa nya untuk membahas masalah-masalah kehidupan yang dapat diselesaikan dengan "cinta" atau "kasih".

Secangkir kopi di dinding adalah wujud cinta yang ikhlas kepada kaum papa, tanpa menyikapi kaum papa dengan cara arogan: aku memberi kepadamu.
Tidak penting "seberapa banyak" kita sudah memberi.
Lebih penting adalah "bagaimana" kita memberi.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..

Senin, 15 Februari 2016

Jadilah Saksi Kristus

RENUNGAN KRISTEN

Kolose 4:2-6

Paulus telah berbicara tentang bagaimana pribadi dan karya Yesus mengubahkan seluruh kehidupan kita – bagaimana kita melayani di dalam gereja, bagaimana kita melayani di rumah sebagai istri, suami, anak dan orang tua, sebagai orang Kristen di tempat kerja (mereka yang dipimpin dan mereka yang memimpin), dan pada kesempatan ini kita membahas bagaimana kita melayani orang-orang di sekitar kita yang belum percaya.

Yesus mengubah segalanya, bahkan Ia mengubah cara kita berelasi dengan orang-orang yang bukan Kristen. Setiap orang Kristen yang percaya memiliki suatu tugas, suatu panggilan, untuk menjangkau orang lain dengan anugerah dan kebenaran yang telah ditunjukkan kepada kita melalui Kristus.

Paulus membagikan dua cara spesifik untuk melakukan hal ini:

1- Berbicara kepada Allah tentang orang lain (ay. 3-4): berdoa terus-menerus, dengan tekun, dengan setia, dengan berjaga-jaga, dan dengan ucapan syukur. Iman Kristen dan kehidupan Kristen selalu dikobarkan oleh doa semacam ini. Paulus memberi kita contoh tentang cara untuk berdoa di sepanjang suratnya, bahkan di dalam 2:1-5 di surat ini. Gereja mula-mula juga dikobarkan oleh doa (bahkan berdoa kepada Allah sebelum merencanakan pekerjaan kita untuk Allah!). Secara spesifik, Paulus mendesak kita untuk berdoa bagi kesaksian injil kepada orang luar – berdoa untuk mereka yang mengajar dan berkhotbah tetapi juga untuk semua orang Kristen yang percaya. Doa juga adalah langkah pertama di dalam penginjilan. Paulus tidak meminta jemaat untuk berdoa agar ia dilepaskan dari penjara, tetapi ia meminta mereka berdoa agar orang lain dilepaskan dari penjara dosa mereka melalui pintu yang terbuka bagi Firman Allah saat ia memberitakan misteri Kristus. Semua orang Kristen dipanggil untuk berdoa bagi mereka yang terlibat dalam penginjilan secara langsung.

2- Berbicara kepada orang lain tentang Allah (ay. 5-6): Setiap orang Kristen memiliki panggilan yang penuh sukacita untuk berbicara kepada orang lain mengenai Kristus, berjalan di dalam hikmat dan mengetahui cara untuk memberikan jawaban kepada orang luar. Seorang pengkhotbah terlibat dalam penginjilan secara langsung sedangkan semua orang percaya terlibat dalam penginjilan responsif. Paulus mendorong kita untuk bersikap bijaksana, memiliki penilaian yang baik dan kepekaan, sehingga kita dapat memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik. Semua yang kita katakan harus penuh kasih, tidak hambar (seperti sambal, maksudnya memberikan jawaban yang memancing perhatian), supaya orang luar dapat dibawa kepada iman melalui pribadi dan karya Yesus Kristus.

Ini adalah instruksi terakhir di dalam surat Paulus, setelah teologi tentang Kristus dan injil, setelah deskripsi tentang kehidupan yang baru oleh Roh, setelah perintah untuk menanggalkan dan mengenakan, setelah menetapkan pola bagi kehidupan yang beriman (gereja, keluarga, pekerjaan) – seolah-olah Paulus ingin menyampaikan bahwa baru setelah semuanya itulah, dan hanya setelah semuanya itu, kata-kata kesaksian kita akan memperlihatkan tanda-tanda autentisitas dan sungguh-sungguh mengena bagi mereka yang mendengarnya.

Kita ingin agar setiap kita bisa :
  1.  Mengenal Kristus secara pribadi (Pembenaran) 
  2.  Menjadi lebih menyerupai Kristus (Pengudusan)
  3.  Memahami cara untuk menggunakan karunia dan talenta mereka bagi tujuan-tujuan Kristus (Penatalayanan), dan 
  4. Menjalankan mandat Kristus, baik mandat kultural maupun mandat injil (misi). 
Rancangan Allah selama ini bagi umat-Nya adalah agar mereka dapat menjadi berkat (Kej. 12:1-3) dan Yesus tidak hanya memberi teladan untuk kehidupan yang “mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Lukas 19:10) tetapi Ia juga telah memerintahkan kita untuk mengumpulkan banyak orang untuk menghadiri perjamuan Kerajaan Allah (Luk. 14:23). Panggilan bagi umat Allah untuk memberitakan kabar baik Injil, karya keselamatan Yesus Kristus, bukanlah soal “apakah” [apakah saya dipanggil untuk memberitakan atau tidak], melainkan soal “kapan” [kapan saya harus memberitakan].
Seperti yang kita lihat dalam Kolose 4:2-6, Alkitab secara konsisten mengingatkan kita bahwa orang lain tidak akan mendengar kecuali umat Allah memberitakan! (lihat Roma 10:14-17) Kita harus berdoa untuk mereka yang terlibat dalam penginjilan secara langsung sementara kita dengan berani melibatkan diri dalam penginjilan responsif. Tetapi bagaimana kita dapat memberitakan injil kepada orang lain?

Doa. Berdoalah untuk orang-orang di dalam keluarga Anda dan teman Anda yang belum mengenal Kristus secara pribadi.
Persiapan. Apakah Anda dapat menjelaskan kepada seseorang tentang bagaimana mereka dapat diselamatkan ?
Relasi Pribadi. Apakah Anda menunjukkan kasih dan anugerah Kristus kepada mereka yang tidak mengenal Kristus? Apakah hidup Anda menyatakan berita injil yang ingin Anda sampaikan kepada dunia ini?

Providensi. Latihlah diri Anda untuk mengenali kapan Tuhan membuka pintu di dalam percakapan, memberi Anda kesempatan di dalam bahan pelajaran, atau menawarkan kesempatan Ilahi dengan orang lain di sepanjang hari yang Anda jalani. Allah akan membuka kesempatan untuk menceritakan iman Anda!
Kuasa Roh Kudus. Ingat, mengubah hati adalah karya Allah, bukan karya Anda. Ia telah memilih untuk memakai kita sebagai alat-Nya untuk pemberitaan itu, tetapi hanya Allah yang dapat mengubah hati.

Renungkan :

1- Ketika Anda membaca Kolose 4:2-6, hal apa yang menonjol bagi Anda dari kata-kata Paulus bahwa kita harus berbicara kepada Allah tentang orang lain dan berbicara kepada orang lain tentang Allah?
2- Apa yang menghalangi Anda untuk berdoa senantiasa, terus-menerus, dengan setia, dengan berjaga-jaga, dan dengan ucapan syukur?
3- Apakah Anda berdoa untuk para pengkhotbah yang Anda kenal, untuk mereka yang terlibat dalam penginjilan secara aktif?
4-  Bagaimana Anda dapat memanfaatkan setiap kesempatan dengan baik, menginjili dengan penuh hikmat dan anugerah, saat Anda membagikan injil kepada orang lain?
5- Jika Tuhan memberikan kesempatan kepada Anda untuk memimpin seseorang kepada Dia, akankah Anda memiliki perlengkapan untuk melakukan hal ini? Tuhan memberikan perkataan-Nya kepada kita di dalam Firman-Nya dan Anda dapat melihat petunjuk di bawah ini.

Minggu ini, sediakan waktu untuk berdoa bagi para pengkhotbah di gereja Anda dan di lingkungan kita, mereka yang terlibat dalam penginjilan secara langsung, sementara Anda juga berdoa untuk orang-orang di dalam kehidupan Anda yang belum mengenal Tuhan secara pribadi. Berdoalah agar Tuhan membuka pintu untuk menarik orang kepada Diri-Nya melalui Anda, dan sediakan waktu untuk berdoa dari ayat-ayat di bawah ini.

Ayat-ayat untuk Penginjilan:
DOSA:
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" Rm. 3:23
"Sebab upah dosa ialah maut" Rm. 6:23
"Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu." Yes. 59:2

Karya Kristus – Menutupi dosa kita:
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yoh. 3:16
"Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." 2 Korintus 5:21

Karya Kristus – Membersihkan dari dosa:
"Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba."  Yesaya 1:18
"Sebab di dalam Dia (Kristus) dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya." Efesus 1:7

Karya Kristus – Ciptaan Baru:
"Sebab upah dosa ialah maut, tetapi kasih karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita " Rm. 6:23
 "Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." 2 Korintus 5:17
"Kamu akan kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Yehezkiel 36:26-27

Pengharapan dari Kristus – Kekekalan yang baru:
"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” Kolose 1:13-14
"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.” Titus 3:4-7

Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kaish ..

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA