Rabu, 09 Desember 2020

PANGGILAN MELAYANI TUHAN BUKAN OPSIONAL


PANGGILAN MELAYANI TUHAN BUKAN OPSIONAL

Matius 25:14-30

Melayani Tuhan itu bukan opsional. Banyak orang memberi berbagai macam alasan – terlalu tua, terlalu muda, terlalu sibuk, terlalu lelah, terlalu sakit – dan seterusnya. Padahal semua alasan itu dapat dipatahkan oleh kebenaran ayat Alkitab yang berkata bahwa orang percaya “diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Tuhan sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya” (Efesus 2:10).

Melayani tidak tergantung pada kesehatan, usia atau pengalaman. Saya kenal beberapa orang yang harus terbaring di tempat tidur yang mempersembahkan hidupnya sebagai pendoa syafaat. Dan saya sudah bertemu dengan orang-orang kudus yang tidak pernah belajar di seminari namun selalu memuridkan orang-orang percaya baru. Yang membedakan orang-orang ini dari orang-orang yang membuat banyak alasan adalah sikap. Jika kita memandang diri kita sebagai pelayan, kita akan berpusat pada Tuhan dan bergantung pada Roh Kudus. Namun jika kita sibuk mencemaskan tentang bagaimana, kapan dan berapa banyak pengorbanan yang harus kita lakukan untuk Tuhan, kita berpusat pada diri sendiri dan, terus terang, tidak banyak berguna bagi Tuhan.

Suatu hari kelak kita akan berdiri di hadapan Tuhan, dan Dia akan meminta pertanggung jawaban kita tentang bagaimana kita sudah menggunakan segala talenta dan karunia rohani yang Dia berikan pada kita. Apa yang dapat kita katakan pada-Nya untuk membenarkan penyia-nyiaan kesempatan yang Dia berikan pada kita dalam menggunakan karunia-karunia itu? Tidak ada alasan yang dapat diterima. Berserah penuh pada kehendak Tuhan adalah kunci untuk berkenan kepada-Nya.

Tuhan memberi kita talenta dan kemampuan dengan tujuan, dan Dia akan memperlengkapi kita dalam pelayanan yang lebih besar lagi bagi kerajaan-Nya. Jika kita melayani Dia dengan segenap hati, kita dapat berharap mendengar Dia berkata, "Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; ... Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu" (Matius 25:21). ##

Senin, 30 November 2020

JANJI TUHAN BAGAIKAN SAUH BAGI JIWA KITA

 

sau yang kuat

JANJI TUHAN BAGAIKAN SAUH BAGI JIWA KITA

Alkitab adalah tambang emas janji-janji untuk orang percaya. Dalam segala situasi, namun terutama pada masa-masa sulit, janji Tuhan menjadi sauh bagi jiwa kita. Janji-janji itu memberi kita pengharapan dan memampukan kita untuk menjadi berani dan tegar dalam menghadapi berbagai tantangan.

Namun banyak orang tidak bersandar pada janji-janji Tuhan. Ada dua alasan dalam hal ini. Pertama, sebagian orang tidak mengetahui tentang janji-janji-Nya. Kedua, sebagian lainnya tidak sungguh-sungguh memercayainya. Banyak orang percaya dapat mengutip ayat Alkitab, namun ketika mereka menghadapi masalah yang menakutkan – seperti kehilangan pekerjaan atau mendengar diagnosis yang mengerikan – keyakinan mereka goyah dan keraguan muncul.

Jika kita tidak mengetahui semua yang dijanjikan Alkitab, kita tidak dapat membuat diri kita percaya. Tetapi semakin kita banyak belajar, berdoa dan berelasi dengan Tuhan, semakin kuat iman kita bertumbuh, dan ini adalah karunia dari Tuhan yang mahakuasa. Lukas 24 mencatat dua kali bahwa orang bisa saja bertemu dengan Yesus Kristus namun tidak mengenali-Nya. Dia harus membuka mata rohani mereka dulu agar mereka benar-benar dapat melihat. Begitu juga dengan kita: Iman tidak mungkin timbul tanpa Roh Kudus.

Yesus memberikan jaminan perlindungan, pengharapan, keselamatan kekal, nasihat dan pimpinan dalam Kitab Suci kepada orang-orang percaya. Apakah Anda memercayai-Nya?

Ketika Anda membaca Kitab Suci, mintalah Roh Kudus menunjukkan janji-janji yang dapat diterapkan dalam kehidupan Anda. Pelajari, hafalkan, renungkan dan klaimlah kebenaran-kebenaran ini. Maka, ketika pencobaan datang, Anda akan memiliki sauh untuk membuat Anda tetap teguh. Janji-janji Tuhan tidak selalu mengenyahkan penderitaan dari situasi-situasi sulit, tetapi Tuhan yang sudah berjanji menyertai Anda dapat dipercaya untuk melakukan semua yang Dia katakan pasti Dia lakukan. ##

Minggu, 15 November 2020


BINCANG TEOLOGI PRAKTIS (BTP) Di Youtube

Apakah Anda ingin tau perihal Kanonisasi Alkitab ?

Bagaimanakah proses terbentuknya Alkitab? 

Mengapa hanya 66 kitab ini yang diterima sebagai Alkitab? Bukankah ada juga kitab-kitab lainnya?

Apakah Alkitab dapat dipercaya sebagai Firman Tuhan?


YUK ikuti penjelasannya bersama,

Pdt Kalvin Budiman Ph.D

IEC San Diego - USA


LIVE di Youtube NAFIRI KASIH

https://bit.ly/nafirikasih-27


GBU.

Sabtu, 07 November 2020

WASPADA DAN BIJAKLAH DALAM MENYIKAPI PANDEMI COVID 19


WASPADAI COVID 19, JANGAN TUNGGU HARI KE 7

Hidup bijaksana sebagai rekan sekerja Allah tentunya juga perlu menjaga kesehatan, bagaimana kita akan melayani kalau tubuh tergeletak ditempat tidur. Memang kita masih bisa melayani Tuhan dengan mendoakan pelayanan saat kita ditempat tidur, tetapi tentu itu bukan kondisi ideal yang diharapkan setiap kita yang saat ini masih diberikan kesehatan dan bisa menjalani kehidupan dengan normal.

Menjaga kesehatan dan menjalani protokol kesehatan yang dicanangkan oleh pemerintah seperti rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker ketika keluar rumah, merupakan salah satu bukti iman setiap orang percaya.

Iman kita jangan kebablasan dengan melanggar protokol yang telah dianjurkan dengan alasan Tuhan pasti melindungi umatNya.

Senantiasa melakukan pencegahan dini adalah hal yang bijaksana, jadi jangan sampai terlambat karena kondisi sudah berat, berikut beberapa hal yang perlu diketahui.

Waspada covid19, jangan tunggu timbulnya demam tinggi & banyak batuk, baru berpikir ! Terlambat sudah !

Kenali lebih awal mulai hari ke1 masuknya virus ke dalam tubuh, agar parahnya sakit bisa dicegah. Gejala demam tinggi baru muncul di hari ke 8, dimana virus sudah berhasil berkembang, merusak dan merasuk luas di dalam tubuh. Tingkatkan daya tahan tubuh sebelum virus berhasil menghancurkan kita.

Perhatikan keadaan diri kita sejak kemungkinan mulai terpapar, yaitu sebagai berikut :

Hari ke 1- 3 :

• Hanya seperti masuk angin ringan.

• Makan minum masih normal.

• Tenggorokan hanya sedikit sakit.

Hari ke 4 :

• Sakit kepala ringan.

• Badan sedikit anget, sekitar 36.5°C.

• Sakit tenggorokan ringan.

• Suara mulai serak.

• Selera makan mulai terganggu.

• Indera Perasa/Pengecap "hilang"

• Indera penciuman juga menghilang.

• Sedikit diare ringan.

Hari ke 5 :

• Sakit tenggorokan.

• Suara serak.

• Badan mulai terasa meriang.

• Temperatur sekitar 36.5 - 36.7 °C.

• Badan terasa lelah, cape, sakit.

• Jari² & persendian terasa sakit.

Hari ke 6 :

• Mulai demam ringan sekitar 37°C.

• Batuk kering / sedikit berlendir.

• Sesekali terasa susah bernapas.

• Sakit Tenggorokan ketika bicara. 

• Sakit waktu makan & menelan.

• Mual & mungkin muntah.

• Ada diare.

Hari ke 7 :

• Demam agak tinggi 37.4 - 37.8 °C.

• Batuk lebih banyak & berdahak.

• Napas pendek² & tetap.

• Kepala sakit kepala & berat.

• Nyeri² seluruh tubuh.

• Diare bertambah.

Hari ke 8 :

• Demam tinggi 38°C atau lebih.

• Sulit bernapas, dada terasa berat.

• Sakit kepala, punggung & sendi².

• Batuk terus menerus.

• Sulit berbicara, seperti bisu.

Hari ke 9 :

• Semua gejala tidak berubah.

• Batuk bertambah parah.

• Demam tak menentu, tak teratur.

• Napas bertambah Sulit.

• Pencegahan sudah tak mungkin.

• Harus segera ditolong intensif.

Bila waspada di hari ke 1-3 tingkatkan daya tahan tubuh, minum vitamin² C, D, E serta sedia panadol (parasetamol), mungkin penyakit ini dapat dihalau untuk berakhir sebelum parah & kesembuhan boleh didapatkan.

Gejala hari ke 1-3 sangat² ringan & sering terabaikan tak terdeteksi. 

Mungkin hari ke 4 baru mulai curiga. Cepat isolasi mandiri, banyak minum air hangat / jamu²an juga boleh. Berjemur diri, banyak cuci tangan, cuci muka, ganti baju. Makan makanan yg bergizi & minum vitamin².

Selamat bersikap & waspada. Tetap tenang namun bijak. Hindari kemungkinan terpapar sebisa mungkin. Semoga berhasil “berperang” melawan covid & semoga kita tetap sehat.

Harap Perhatikan Perbedaannya !!!                      (Supaya tidak berprasangka buruk) 

1. Batuk kering + Bersin = Polusi udara.

2. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek = Pilek biasa.

3. Batuk + Lendir + Bersin + Pilek + Sakit tubuh + Kelemahan + Demam ringan = Flu.

4. Batuk kering + Bersin + Nyeri tubuh + Kelemahan + Demam tinggi + Kesulitan bernapas + Hilangnya indra pengecap & perasa =  Corona virus.

Din Kes.

Tetaplah berdoa dan bersandar hanya kepada Tuhan sang pemilik kehidupan, apapun keadaan saat ini tetaplah bersyukur karena kasih Kristus. DIA yang telah mati dan bangkit menebus dosa manusia, jauh lebih bernilai dari semua keadaan yang terjadi didunia ini. ##

Sabtu, 31 Oktober 2020

SELAMAT JALAN, PELAYAN GEREJA VINCENT LOQUES, IBU TUA DAN SIMONE BARETTO SILVA


SELAMAT JALAN, PELAYAN GEREJA VINCENT LOQUES, IBU TUA DAN SIMONE BARETTO SILVA

Oleh: Birgaldo Sinaga

Kamis pagi (29/10/20) sekitar pukul 08.30 waktu Prancis, seorang lelaki berusia 55 tahun, Vincent Loques berjalan membuka pintu Katedral Notre Dame.

Vincent seorang pelayan gereja yang sehari2 bertugas di sana. Ia orang baik yang sudah mengabdikan hidupnya selama 10 tahun untuk pelayanan gereja.

Di kepingan lain, Seorang pria Tunisia bernama Brahim Aouissaoui (21)  tiba di Nice pada pukul 6.47 waktu setempat. Aouissaoui sempat berada di stasiun selama 26 menit untuk membalik mantel dan mengganti sepatunya.

Pada pukul 08.13, dia berangkat untuk berjalan kaki 400 meter ke Gereja Notre Dame, di alun-alun dengan deretan pepohonan tak jauh dari jalan raya di perbelanjaan utama Nice.

Pagi itu Vincent tidak punya firasat buruk apa2. Ia seperti biasa setiap pagi membuka pintu basilika. Sebentar lagi diadakan misa pertama sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Setelah membuka pintu, Vincent kembali masuk ke dalam katedral. Ia mempersiapkan segala keperluan ibadah misa.

Tidak berapa lama, seorang ibu tua dan seorang perempuan paruh baya masuk ke dalam gereja. Ia duduk di kursi. Bersimpuh dan berdoa. Hening. Tanpa suara.

Tetiba ada seorang pria muda asal Tunisia membawa tas masuk ke dalam gereja. Pria Tunisia bernama  Brahim Aouissaoui itu melenggang tenang berjalan mendekati Vincent yang sedang mempersiapkan misa pertama.

Tetiba...tanpa ba bi bu..

Brahim Aouissaoui mengeluarkan sebilah pisau tajam sepanjang 30 cm. 

Vincent tidak tahu bahaya sebentar lagi mengancamnya. Ia tetap tenang mengerjakan tugasnya.

Dan seketika...

Srettttt.....Tangan kekar Brahim itu   menggorok leher Vincent disertai teriakan takbir. 

Vincent terkulai. Ia roboh seketika. Darah muncrat deras dari batang tenggorokannya. Altar katedral bersimbah darah. Vincent tewas seketika.

Di barisan bangku, si ibu tua sedang berdoa. Ia mendengar suara jeritan dari altar. Si ibu tua yang sedang berdoa itu menjerit keras. Ia ketakutan. Ia terpaku tak tahu mau berbuat apa.

Brahim  mengejar si ibu tua. Tanpa belas kasihan, si ibu tua itu juga diserang begitu brutal. Leher si ibu tua itu dipenggal dibarengi pekikkan takbir. 

Si ibu tua itu roboh. Tubuhnya mengejang seperti ayam dipotong lehernya. Darah segar kembali membanjiri altar katedral. 

Ada juga perempuan paruh baya yang sedang berada dalam gereja. Nama perempuan itu Simone Barreto Silva, asal Brazil. Ia sudah tinggal beberapa dekade di Prancis.

Saat melihat pembantaian itu, Simone menjerit ketakutan. Brahim  semakin kesetanan. Pria Tunisia itu mengejar perempuan itu.  Ia begitu ganas dan beringas.

Tanpa sedikitpun ada rasa iba, pria itu mengejar perempuan berusia 44 tahun itu. Perempuan itu memohon ampun agar jangan dibunuh. Tapi Brahim  tidak mundur. Brahim lalu menusuk tubuh perempuan itu. Menikamnya berkali2. 

Perempuan itu akhirnya roboh kehabisan darah saat berusaha lari dari dalam gereja. Ia tewas dekat cafe di seberang gereja. Sesaat sebelum tewas Simone berkata lirih  “Tell my children I love them”.

Pelayan gereja Vincent Loques, Ibu Tua yang sedang bersimpuh berdoa dan Simone Baretto Silva seorang ibu tiga anak yang sedang memohon perlindungan Tuhan itu tewas di tangan seorang monster mengerikan.

Mereka tidak tahu apa yang terjadi. Mereka tidak tahu salahnya apa. Tanpa tahu dosanya apa. Tanpa diberikan kesempatan bertanya.

Mereka tewas dalam rumah Tuhan, rumah tempat kedamaian, ketenangan dan keheningan menyatu dalam senandung kidung Allah Yang Maha Baik dan Pengasih.

Darah mereka membanjiri altar maha kudus. Mirisnya darah mereka tercurah dengan pekikan takbir. Pekikan takbir yang sejatinya menyenandungkan sifat Ilahi yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Selamat jalan Vincent, Ibu tua dan Simone Baretto Silva.

Beristirahatlah dengan damai dan tenang di rumah Bapa di Surga. ##

Note :

Kita tidak pernah tau kapan waktu terakhir kita didunia, untuk itu biarlah kita tetap berjaga-jaga selalu , nyatakan kasih Kristus setiap saat , jadilah orang yang senantiasa bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita, terutama karena anugerah keselamatan didalam Kristus.

Yohanes 16:2

Kamu akan dikucilkan,  bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 

##

Jumat, 30 Oktober 2020

EZRA 5 , TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN


Sharing Ezra 5

TETAP SETIA MELAKUKAN PEKERJAAN TUHAN

Saat bangsa Israel kembali ke Yerusalem untuk membangun rumah Allah, ada pihak musuh yang berusaha menakut-nakuti dan melemahkan semangat mereka (Ezr. 4:4). Bangsa Israel sempat menghentikan pembangunan itu, tetapi melanjutkannya lagi setelah Allah menguatkan mereka melalui nubuat Nabi Hagai dan Zakharia (4:24–5:2).

Namun, sekali lagi, musuh kembali datang mengganggu. Kali ini bangsa Israel tetap bertahan, karena mereka menyadari bahwa “mata Allah mengamat-amati [mereka]” (5:5). Mereka memegang teguh instruksi Allah dan percaya bahwa Dia akan menuntun mereka melewati tantangan apa pun yang mereka hadapi. Benar saja, Allah kemudian menggerakkan raja Persia untuk mendukung penyelesaian bait Allah (ay.13-14).

Seperti TUHAN menyertai umat Israel dalam menyelesaikan pembangunan kembali Bait Allah, maka IA juga menyertai setiap orang percaya yang dengan sungguh hati mau melakukan pekerjaan TUHAN.

Apa saja bentuk2 penyertaanNya?

1. Membuat kita percaya janji penyertaanNya (ay 1)

2. Membuat kita berani untuk melakukan pekerjaan TUHAN, meskipun banyak tantangan (ay 2-3)

3. Memelihara kita sehingga pekerjaanNya dapat terus berjalan meskipun ada tantangan (ay 4-5)

4. Memimpin apa yang kita kerjakan, sehingga pekerjaan TUHAN yang kita kerjakan tidak menyalahi aturan pemerintah yang ada (ay 6-17)

CCM: Puncak penyertaan Allah dalam hidup kita orang percaya adalah dalam Yesus yang selalu menyertai kita dalam mengabarkan InjilNya dan melakukan pekerjaanNya (lihat Matius 28:20) 

By Pdt Paulus Surya.


Rabu, 28 Oktober 2020


INTI KEDEWASAAN ROHANI

Mazmur 27:1-14

Banyak orang bertanya, "Apa yang dapat kulakukan untuk benar-benar bertumbuh sebagai orang Kristen?" Mereka seringkali mencari rahasia menuju kedewasaan—suatu tindakan yang dapat mereka lakukan. Padahal rahasia yang benar untuk bertumbuh dalam relasi Anda dengan Kristus bukan didasarkan pada pelayanan, pengetahuan atau pencapaian eksternal lainnya yang cenderung dikagumi dunia.

Kedewasaan dan efektivitas sesungguhnya tergantung pada relasi hati Anda dengan Tuhan, bukan pada sesuatu yang dapat Anda lakukan bagi-Nya. Jika Anda memahami kebenaran ini, seluruh paradigma Anda akan berubah. Semua orang Kristen akan dipandang sama, dari pengkhotbah terkenal sampai anggota jemaat yang paling tidak ada suaranya. Talenta, prestasi dan kepribadian orang percaya tidak jauh lebih penting daripada komitmennya untuk mengenal Tuhan sungguh-sungguh.

Tuhan menyebut Daud "seorang yang berkenan di hati-Ku" (Kisah Para Rasul 13:22). Apa yang ada pada diri Daud yang membuat Tuhan menilainya begitu tinggi? Daud jelas juga memiliki banyak kesalahan, dosa dan kelemahan karakter. Namun melebihi segala hal lainnya, hidup Daud dicirikan sebagai orang yang rindu mengenal Tuhan. Entah pada waktu ia menjadi gembala, pelarian, prajurit atau raja yang berkuasa, tali penyelamat hidupnya adalah waktu bersama Bapa surgawi. Di dalam mazmur-mazmurnya, Daud selalu menyerahkan segalanya kepada Tuhan – dan rindu melakukan kehendak-Nya dengan segenap hati. Inilah kekuatan terbesarnya.

Apakah Anda ingin bertumbuh secara rohani dan diubahkan dalam perjalanan iman Anda setiap hari? Lakukanlah yang lebih dari sekadar bertanya, "Apa yang dapat kulakukan bagi Tuhan untuk menjadi orang Kristen yang lebih baik?" Datanglah pada Tuhan dengan berkata,"Inilah aku, Tuhan. Masuklah ke dalam hatiku dan berkuasalah atas hidupku"  ##

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA