Minggu, 17 Januari 2016
GKI Gading Serpong, 17 Jan 2016
GKI GADING SERPONG , khotbah minggu 17 January 2016
Tema : TEMPAYAN KOSONG MENJADI PENUH
Dalam suatu pesta perkawinan, bila pesta tengah berlangsung namun hidangan sudah habis, tentu hal itu akan membuat malu mempelai dan keluarganya. Hal itulah terjadi pada suatu pesta perkawinan di Kampung Kana di Galilea.
Ibu Yesus menghadiri pesta perkawinan itu. Ketika pesta tengah berlangsung, mereka kekurangan anggur. Ibu Yesus mengetahui krisis yang sedang terjadi. Sebagai kerabat, ibu Yesus membantu mereka untuk mencarikan solusi.
Untung Yesus dan murid-murid-Nya juga diundang dalam pesta itu. Maria sangat mengenal siapa Yesus dan percaya bahwa Ia dapat melakukan sesuatu untuk mengatasi persoalan tersebut. Mungkin juga ia berpikir bahwa itulah saatnya bagi Yesus untuk menyatakan diri-Nya sebagai Mesias kepada dunia. Ia menghampiri Yesus dan berkata kepada-Nya, “Mereka kehabisan anggur.” Yesus menjawab, "Ibu, jangan menyuruh Aku. Belum sampai waktunya Aku menyatakan diri." Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, "Lakukan saja apa yang dikatakan-Nya kepadamu" (Yoh. 2:4-5, BIS).
Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk keperluan pembasuhan menurut adat Yahudi. Tempayan itu masing-masing isinya dua tiga buyung (satu buyung sekitar 39,39 liter). Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu, "Isilah tempayan-tempayan itu dengan air." Mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu Yesus berkata kepada mereka, "Sekarang ambil sedikit air itu dan bawalah kepada pemimpin pesta." Mereka membawa air itu kepada pemimpin pesta, dan ia mencicipinya. Ternyata air dalam tempayan itu sudah berubah menjadi anggur.
“Kehabisan anggur” dapat pula diibaratkan sebagai persoalan yang kita hadapi. Kita bisa mengalami “kehabisan anggur” dalam kehidupan pernikahan, keluarga, studi, ekonomi, sosial ataupun spiritual. Oleh sebab itu janganlah lupa untuk selalu menyertakan Tuhan Yesus dalam segenap kehidupan kita. Sediakanlah tempayan yang kosong, yaitu hati yang berserah. Tempayan yang kosong bisa dipenuhi-Nya dengan angur yang baik. Ada bagian kita kerjakan, yaitu mengisinya dengan air (bertindak seturut firman-Nya). Serahkan pada-Nya untuk mengerjakan bagian-Nya, mengubah air menjadi anggur yang baik (berkat yang sangat kita butuhkan).
Amin ..
Minggu, 10 Januari 2016
GKI Gading Serpong, Khotbah 10 Jan 2016
Tema : KETIKA JESUS JUGA DIBABTISKAN
Pembicara : Pdt Santoni
Pada saat Yesus datang kepada Yohanes Pembaptis untuk dibaptis, ia justru mencegah-Nya. Ia berkata kepada-Nya, "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?" (Mat. 3:14). Yohanes mengenal siapa Yesus. Ia tahu bahwa Yesus tidak berdosa, sehingga tidak perlu bertobat dan dibaptis.
Yesus tidak menyangkal perkataan Yohanes, karena sebagai Allah dan manusia sejati, Ia tidak berdosa dan tidak perlu bertobat. Namun sebagai Juruselamat kita, Ia perlu menjalani baptisan bagi kita, sehingga Ia berkata, "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah" (Mat. 3:15a). Dan Yohanes pun menuruti-Nya (Mat. 3:15b).
Ketika Yesus juga dibaptiskan, sesungguhnya hal itu adalah karena dan demi kita. Pertama, Ia dibaptiskan karena Ia hendak menggenapkan seluruh kehendak Allah demi kita.
Kedua, dengan dibaptiskan Ia mengidentifikasi diri-Nya dengan umat manusia yang diwakili-Nya. Hal ini menunjukkan solidaritas dan kerelaan hati-Nya untuk menjadi sama dengan kita dalam segala sesuatu, kecuali dalam hal dosa (Flp. 2:6-7; Ibr. 4:15).
Ketiga, baptisan-Nya merupakan gambaran kematian-Nya di kayu salib (Luk. 12:50) dan kebangkitan-Nya. Pencelupan-Nya ke dalam air mengantisipasi kematian dan penguburan-Nya. Keluar-Nya dari air mengantisipasi kebangkitan-Nya dari maut. Saat Ia keluar dari air, terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan” (Mrk. 1:10-11).
Keempat, Yesus dibaptiskan agar orang-orang percaya mengikuti langkah-Nya, yaitu memberi diri dibaptiskan. Kita dibaptiskan karena Yesus Kristus telah mati dan bangkit bagi kita. Melalui baptisan manusia lama beserta dosa-dosa kita telah dikuburkan/ditenggelamkan bersama kurban kematian-Nya, agar kita dapat menjadi manusia baru dalam Kristus oleh karena kebangkitan-Nya (Rm. 6:5-11).
Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.
Minggu, 03 Januari 2016
GKI Gading Serpong 3 Jan 2016
Warta Jemaat GKI Gading Serpong, Minggu, 03 Januari 2016
Tema : TERANG MENERANGI KEGELAPAN
Tuhan Yesus adalah terang dunia (Yoh. 8:12a). Ia datang ke dunia untuk menerangi kegelapan (Yoh. 1:5). Ia adalah terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang (Yoh. 1:9).
Tuhan Yesus adalah Sang Terang yang menerangi kegelapan di dunia, tetapi tidak semua orang menerima-Nya. Ada dua macam respon manusia terhadap Sang Terang itu. Respon yang pertama adalah tidak menerima-Nya (Yoh. 1:10-11). Mengapa? Karena mereka membenci terang dan tidak mau datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatan mereka yang jahat tidak nampak (Yoh. 3:20).
Respon yang kedua adalah menerima-Nya. Orang-orang yang menerima dan mengikut Dia, selain diberi kuasa menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12), juga memiliki terang hidup (Yoh. 8:12b). Orang-orang yang menerima-Nya disebut sebagai “anak-anak terang” (Yoh. 12:36; Ef. 5:8) dan “terang dunia” (Mat. 5:14).
Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang yang percaya dan mengikuti Dia, “Kamu adalah terang dunia” (Mat. 5:14-16). Ia menghendaki agar terang yang Saudara-saudara terima dari-Nya itu dipancarkan untuk menerangi orang-orang di sekitar. Sebab fungsi dari terang adalah untuk dilihat orang, sehingga mereka yang melihatnya dapat merasa damai dan sukacita. Terang juga berfungsi untuk mengarahkan agar orang tahu jalan yang benar. Selain itu, terang pun bisa memberikan peringatan terhadap bahaya.
Orang-orang percaya hendaklah memancarkan terang untuk menerangi kegelapan. Terang Saudara-saudara mungkin tidak besar, tetapi terang itu sangat berarti di tengah dunia yang sedang diliputi kegelapan. Hal tersebut dapat diibaratkan seperti terang dari lilin-lilin yang kecil. Cahaya dari lilin-lilin kecil itu menjadi sangat berarti di tengah kegelapan malam pada saat aliran listrik padam. Oleh karena itu, jadilah terang yang menerangi kegelapan.
Amin ..
Kamis, 19 November 2015
Termotivasi oleh Kewajiban atau Respons Terhadap Kasih Allah
Bacaan : Kolose 3:1-4.
Dimulai
dengan pertanyaan tentang motif dari kehidupan spiritual kita, apakah kita lebih
termotivasi oleh kewajiban atau sebagai respon dari kesempatan yang ditawarkan
oleh kasih Kristus pada kita. Mendasarkan pesannya dari realitas
finalitas karya Yesus Kristus. Kitab Kolose sangat jelas, dalam Kristus kamu
telah “dilayakkan . . . dilepaskan . . . dipindahkan kedalam Kerajaan Anak-Nya
yang kekasih, didalam Dia kita TELAH memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan
dosa (1:12-14) dan kamu telah diperdamaikan (1:22) karena kamu telah menerima
Kristus (2:6). Karya Allah dalam Kristus adalah komplit karena kamu telah
dikuburkan bersama Dia dalam baptisan . . . dibangkitkan bersama Dia melalui
iman . . . dihidupkan bersama dengan Dia . . . dengan menghapuskan catatan kita
melawan Dia . . . (2:12-15). Injil dari karya final Allah dalam Kristus
memotivasi kita memberikan respon pada undangan kasih Allah untuk :
- Mencari perkara-perkaran yang di atas (1, 4b). “mencari” adalah kata kerja aktif dimana kita secara sengaja bergerak mendekatai hal-hal yang di atas. Apakah hal-hal itu? Tempat dimana Yesus berkuasa, dimana Dia “duduk di sebelah kanan Allah Bapa.” Ini adalah tempat dimana arsitek dan pembangunnya adalah Tuhan (Ibrani 11:10), suatu tempat dimana kemuliaan Allah tinggal dan prioritas Allah berkuasa. Kita adalah pembangun kerajaan Allah melalui pekerjaan kita dan undangannya adalah menjadikan design Allah yang terlihat di langit dan bumi yang baru membentuk semua prioritas kita di masa kini.
- Pikirkanlah perkara yang di atas (2). “mengatur” pikiran kita untuk selalu memikirkan perkara di atas adalah berpikir dan merenungkan tentang hal-hal yang berkaitan dengan kerajaan Allah dan bukan perkara-perkara duniawi. Kita pintar untuk merenungkan tentang hal-hal duniawi (film, music –dangdut, dll . . .), tapi undangannya adalah, dengan melihat pada finalitas karya Allah dalam Kristus, adalah dengan membentuk pikiran kita dengan perkara-perkara kerajaan Kristus. Kita memusatkan diri pada trial, mainan, tropi, dan hal-hal remeh lainnya dan mengorbankan perenungan kita pada misteri bahwa Kristus adalah didalam kita, harapan tentang kemuliaan.
- Kristus adalah hidup kita (3, 4a). ketika kita telah mati bersama Kristus dan telah dibangkitkan bersama Dia maka Kristus adalah hidup kita! Kita dapat berpaling dari cara hidup kita yang lama, dosa-dosa dan berhala kita, dan berpaling pada Krisus ketika kita berjalan didalam hidup yang baru (lihat Roma 6:1-11. Kesatuan kita dengan Kristus membebaskan kita dari perbudakan dosa dan memampukan kita bukan hanya untuk TIDAK berdosa rapi juga menginginkan perkara-perkara kerajaan.
Kita akan mengingat kembali dua bagian khsususnya persatuan dengan Kristus dan eskatologi. Kuasa pengajaran
Alkitab ditangkap dengan baik oleh dua doktrin ini dan kita dapat lebih setia
menghidupi kesempatan yang diberikan oleh undangan kasih Kristus jika kita
lebih mengerti ajaran Alkitab tentang dua hal tersebut. Ambil waktu untuk
membaca bagian yang dirujuk (Roma 6:1-11)
ketika anda bergumul dengan doktrin-doktrin indah dibawah ini:
Eskatologi
adalah
studi tentang akhir jaman, yaitu, bagaimana Allah mengakhiri sejarah
manusia. Ada beberapa pemahaman populer tentang bagaimana sejarah manusia akan
berakhir, semua berpusat di sekitar kedatangan Yesus Kristus yang ke dua kali.
Tetapi untuk sekarang ini kita harus melihat tujuan akhir Tuhan supaya semua
tujuan itu dapat membentuk bagaimana kita hidup bagi Tuhan pada masa
kini. 1 - akan ada langit baru dan bumi baru dan kutukan tidak akan lagi (tidak
ada dosa, penderitaan, kesedihan, kematian...) karena segala sesuatu akan
dijadikan baru (Wahyu 21:1-7). 2 - mereka yang tidak memiliki Kristus akan
dibuang ke dalam penghakiman kekal, lautan api (Wahyu 21:8). 3 - Surga akan
datang ke bumi (Wahyu 21:9-21). 4 - Hadirat Allah akan tinggal bersama dengan
umat-Nya, Ia akan menjadi penerang bagi semua bangsa, dan Ia akan tinggal
bersama umatNya selama-lamanya (Wahyu 21:22-22:4). 5 - umatNya akan memerintah
bersama sang Anak Domba di bumi baru (Rev. 22:5) dan kemuliaan Tuhan akan
menutupi bumi seperti air yang menutupi laut (Habakuk 2:14). Bagian ini
memberikan wawasan yang penting kepada kita untuk masuk dalam rencana Allah
sepanjang sejarah. Sementara ada perdebatan tentang bagaimana pastinya akhir
zaman itu akan tiba, tidak ada pertentangan tentang seperti apa nantinya akhir
zaman itu, karena Firman Allah sudah menjelaskannya secara jelas. Ada tidak
kecapi yang tergantung di awan-awan tapi, lebih tepatnya, sebuah dunia yang
akhirnya cocok untuk kemuliaan Allah. Pengharapan akan kemuliaan bagi orang
Kristen adalah untuk mengambil berkat yang akan datang dan dengan setia membawa
itu ke dalam kehidupan kita saat ini, sehingga dunia di bawah pengaruh kita
akan menjadi tempat yang terbaik untuk kemuliaan Allah.
Kesatuan
dengan Kristus adalah jalan keluar Tuhan dari keterpisahan kita dari Allah yang
disebabkan oleh dosa (Yesaya 59:2). Kita dipersatukan dengan Allah melalui
regenerasi (Efesus 2:4-5, 10) dan hidup dalam persekutuan dengan Kristus
melalui iman (bacaan hari ini dan Galatia 2:20; Efesus 3:16-17). Kita
dibenarkan melalui persatuan dengan Kristus (2 Korintus 5:21, filipi 3:8-9) dan
dikuduskan melalui persatuan dengan Kristus (Yohanes 15:4-5; Efesus 4:16; 1
Korintus 1:30; Ibrani 10:14). Orang-orang kristen bertekun melalui hidup dan
iman oleh persatuan dengan Kristus (Yohanes 10:27-28; Roma 8:38-39) dan kita
mati dalam persatuan dengan Kristus (Roma 14:8; 1 Tesalonika 4:16). Pada akhir
jaman, kita akan dibangkitkan didalam Kristus (1 Korintus 15:22) dan dipermuliakan
didalam Kristus (Kolose 3:4; 1 Tesalonika 4:16-17). Secara Alkitabiah,
persatuan kita dengan Kristus mempengaruhi segala sesuatu.
Apa arti dari ajaran ini bagi saya hari ini?
- Apa yang memotivasi kita secara spiritual? Keharusan, kepatuhan, budaya, keagamaan, atau Injil?
- Bagaimana seharusnya kasih Allah yang ditunjukkan dalam finalitas karya Yesus Kristus memotivasi formasi spiritual kita?
- Ketika kita mencari perkara-perkara yang di atas kita mengakui Yesus sebagai Tuhan, arsitek dan pembangun rumah kekal kita, berusaha untuk menyatakan prioritas Kristus dalam pekerjaan kita sehari-hari. Mengapa sulit bagi kita untuk selalu memikirkan kekekalan dalam pekerjaan kita sehari-hari? Bagaimana rutinitas sehari-hari kita akan berubah jika kita memprioritaskan kekekalan dalam hidup kita?
- Ketika kita memustakan pikirkan kita pada perkara-perkara di atas kita secara sengaja memikirkan tentang kekekalan dalam segala sesuatu, merenungkan tentang perkara kerajaan Kristus dan bukan perkara-perkara duniawi. Bagaimana kita dapat lebih efektif memusatkan pikiran kita pada perkara-perkara kerajaan Kristus?
- Bagaimana kita dapat lebih menikmati penebus kita dalam kesehariaan kita, hidup seolah-olah Dia adalah hidup kita dan kemuliaan_nya adalah fokus kita? Menjadi seperti apakah pekerjaan kita jika Yesus adalah hidup kita?
- Hal-hal praktis apakah yang dapat kita lakukan untuk mendorong satu sama lain dalam usaha memakai perspektif kekekalan dalam segala sesuatu yang kita kerjakan? Satu hal yang perlu ditanyakan adalah, hal-hal apa yang perlu kita tinggalkan supaya kita dapat berpaling kepada undangan yang disampaikan kepada kita di chapel melalui Firman Tuhan?
Pray: ambil waktu untuk mengucap syukur karena finalitas karya Kristus
yang ditunjukkan melalui bagian kitab Kolose yang dirujuk di atas. Minta Tuhan
untuk memberikan motivasi injil ketika kita memohon Tuhan untuk anugrahnya
dalam mencari, memusatkan, dan menikmati. Berdoalah untuk kebangunan, sehingga
sebagai komunitas kita akan berpaling dari perkara=perkara kerajaan dunia ini
dan pemusatan pikiran pada perkara-perkara yang bukan berasal dari kerajaan
Kristus dan menuju kepada kasih Kristus dan design Kristus sebagai arsitek
dalam pelayanan kita kepada-Nya. Firman Tuhan menuntun kita bahkan ketika kita
berdoa . Jika anda membutuhkan penuntun
dalam berdoa untuk kebangunan, anda dapat menggunakan Mazmur 85.
Pulihkanlah
kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.
Untuk
selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?
Apakah
Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena
Engkau?
Perlihatkanlah
kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan
dari pada-Mu!
Aku mau
mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak
berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang
dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
Sesungguhnya
keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga
kemuliaan diam di negeri kita.
Kasih
dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Kesetiaan
akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
Bahkan
TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
Amin ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih ....
Rabu, 11 November 2015
Istri Bijaksana
ISTRI BIJAKSANA
Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.
Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.
Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."
Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.
Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.
Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.
Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.
Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?
Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, katabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;
Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.
Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.
Setelah membaca cerita ini, jangan dibiarkan saja, sharing dan teruskan ke orang lain, Anda adalah orang yang berbahagia.
Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:
- Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.
- Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
- Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
- Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
- Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
- Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
- Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
- Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.
31:10 Isteri yang cakap 1 e siapakah akan mendapatkannya? f Ia lebih berharga dari pada permata. 31:11 Hati suaminya g percaya kepadanya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. h 31:12 Ia berbuat baik kepada suaminya dan tidak berbuat jahat sepanjang umurnya.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih ..
Foto - Foto Mengikuti Konven EE 2015
![]() |
| Terminal 3 Bandara Soeta , 3 Nov 2015 |
![]() |
| Saat menunggu keberangkatan ke Nusa Dua - Bali |
![]() |
sumringah didalam pesawat .. semangat konven |
![]() |
| .. diangkasa raya .. |
![]() |
| Menjelang landing di bandara Ngurah Rai |
![]() |
| indahnya alam ciptaan Tuhan .. |
![]() |
| Tiba di bandara Ngurah Rai action sejenak |
![]() |
| Menunggu taxi ke Nusa Dua, tempat konven |
![]() | |
| Setelah cek in di Goodway hotel, diantar ke kamar |
![]() |
| Acara pembukaan konven |
![]() |
| belanja dikala senggang .. |
![]() |
| Pdt Paulus Surya |
![]() |
| malam keakraban |
Minggu, 01 November 2015
IA Tahu Jalan Hidupku
Bacaan Hari ini :
Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Ayub 23:10 Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Allah paling ahli dalam hal menempatkan kita dalam situasi dimana hanya Dia yang bisa menolong kita. Dengan begitu kita tidak bisa berterimakasih pada keberuntungan kita, atau memuji diri sendiri atas kepintaran atau keahlian kita dalam menangani masalah. Tetapi kita harus berkata, "Hanya Tuhan yang bisa menolongku." Allah ingin menerima kemuliaan-Nya atas apa yang Dia lakukan. Dan Dia dengan jelas berfirman tidak akan memberikan kemuliaan-Nya kepada yang lain" (lihat Yesaya 42:8).
Ini mengingatkan kita pada seorang pria yang begitu tahu apa yang namanya penderitaan, bahkan arti namanya berhubungan erat dengan penderitaan. Saya berbicara, tentu saja, tentang Ayub, seorang pria yang kehilangan anak-anaknya, rumahnya, dan segalanya, termasuk kesehatannya.
Ini mengingatkan kita pada seorang pria yang begitu tahu apa yang namanya penderitaan, bahkan arti namanya berhubungan erat dengan penderitaan. Saya berbicara, tentu saja, tentang Ayub, seorang pria yang kehilangan anak-anaknya, rumahnya, dan segalanya, termasuk kesehatannya.
Ayub memiliki banyak pertanyaan, pertanyaan sama yang sebagian besar dari kita tanyakan. Dia berkata, "Ah, semoga aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam. Maka akan kupaparkan perkaraku di hadapan-Nya, dan kupenuhi mulutku dengan kata-kata pembelaan. Maka aku akan mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan-Nya kepadaku dan aku akan mengerti, apa yang difirmankan-Nya kepadaku (Ayub 23:3-5).
Ayub dengan jujur "mengakui apa yang sedang ia pergumulkan. Kemudian ia mengucapkan sebuah pernyataan iman: Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Intinya ia berkata, "Aku tak tahu apa yang tengah terjadi. Aku tak tahu mengapa Allah mengijinkan ini terjadi. Tapi satu yang kutahu: Ketika aku diuji, aku akan muncul bagai emas." Itulah tujuan Allah atas Ayub. Dan itu juga tujuan-Nya atas Anda.
Ayub dengan jujur "mengakui apa yang sedang ia pergumulkan. Kemudian ia mengucapkan sebuah pernyataan iman: Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas (Ayub 23:10). Intinya ia berkata, "Aku tak tahu apa yang tengah terjadi. Aku tak tahu mengapa Allah mengijinkan ini terjadi. Tapi satu yang kutahu: Ketika aku diuji, aku akan muncul bagai emas." Itulah tujuan Allah atas Ayub. Dan itu juga tujuan-Nya atas Anda.
Kadang Allah mengijinkan penderitaan terjadi kepada Anda, karena Allah punya tujuan yang jelas agar Anda muncul bagai emas.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih ...
Salam hangat dari team Nafiri Kasih ...
Langganan:
Postingan (Atom)
POSTINGAN TERAKHIR
ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?
"Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...
POPULER DIBACA
-
jadilah garam dan terang dunia Renungan Kristen Jadilah Garam dan Terang Dunia Matius 5 : 13 " Kamu adalah garam dunia ...
-
Menjadi Sombong itu Mudah Tetapi Rendah Hati itu Sulit Saat anda berpikir bahwa keberhasilanmu hanya merupakan hasil dari perjuanga...
-
Renungan Kristen Melayani Dengan Kerendahan Hati dan Penyangkalan Diri Yohanes 13:4~5 <Lalu bangunlah Yesus & menanggalk...
-
Ilustrasi Kristen, Renugan Kristen Persatuan Yang Mendatangkan Berkat Bacaan Alkitab hari ini Mazmur 133:1, “Sungguh, alang...
-
Iman, Kepercayaan dan Harapan. Ada tiga kejadian untuk direnungkan ... Suatu hari disebuah desa para penduduk berdoa bersama untuk me...
-
Apa itu " natural affection ? natural affection atau kasih sayang alami , adalah perasaan yang ditanamkan dalam diri manusia , sehi...



































