Jumat, 12 Desember 2014

Doa Salam 5 Jari


Doa Salam Lima Jari , yuk belajar melihat apa yang tersirat di kelima jari yang kita miliki menjadi doa serta harapan untuk hidup kita ..

"Tuhan ini hambamu yang penuh dengan kekurangan dan dosa kiranya Engkau menolong kami , jadikan hidup kami seperti Ibu Jari yang selalu membuatMU bangga .. , jadikan seperti  Jari Telunjuk untuk selalu menunjukan jalan kebenaran bagi mereka yang tersesat .. , jadikan seperti Jari Tengah untuk menjadi penengah disetiap keretakan dan perpecahan .. , jadikan seperti Jari Manis yang selalu setia dan manis kepada MU ,, , dan jadikan pula kami seperti Jari Kelingking yang cepat berinisiatif membawa perdamaian disetiap kesalahpahaman .. biar namaMU yng dimuliakan selalu . Amin."

Rabu, 10 Desember 2014

Berita P4 - KPI GKI GS

P4-Angkatan XII

Secercah api Injil hadir di GKI GS , Komisi Pekabaran Injil GKI GS kembali mengadakan P4 , Pelatihan dan Pembinaan Penginjilan Praktis angkatan ke XII , selama 5 minggu berturut-turut dari tanggal 22 Februari s/d 22 Maret 2014 , diikuti oleh 40 orang dari pemuda sampai usia indah , mereka sangat antusias dan bersemagat dalam mengikuti pelatihan dari awal sampai akhir.

Suasana-Kelas-P4

Bersyukur kepada Tuhan , pada tanggal 14 Juni 2014 , kembali P4 dapat mengadakan kelas refreshing bagi alumni nya , bertempat di gedung Griya Anugerah - Gading Serpong dengan peserta sebanyak 30 orang.
Roll play diikuti oleh semua peserta dengan penuh keseriusan , melatih kembali teori yang sudah dipelajari dengan penuh suka-cita.

Kelas-Refreshing-P4

Seminar-Misi Sep-2014

Melengkapi semangat para alumni P4 dan jemaat GKI GS, maka KPI pada tgl 13 Sep 2014 mengadakan seminar misi dengan thema "Bersaksi Sebagai Gaya Hidup" bertempat di Griya Kasih GKI GS , seminar dimulai pd pukul 08.30 dan berahir pd pukul 12.30 , seminar dibawakan oleh Bpk Lukas Tandadjaja , seorang trainer senior dan praktisi penginjilan.

Semoga api Injil akan terus menyala dan berkobar dari jemaat Tuhan di Serpong ini , supaya dunia tau dan mengalami damai sejahtera Ilahi yaitu anugerah keselamatan yang diberikan kepada semua orang yang berdosa.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih, Tuhan memberkati.

Selasa, 09 Desember 2014

Natal Perkantas Banten di Gading Serpong

Natal Perkantas Banten 2014 di Gading Serpong
Natal Perkantas Banten , 6 Desember 2014 di BPK Gading Serpong
Natal Perkantas Banten di Gading Serpong pada th 2014 telah diadakan di aula BPK Penabur Gading Serpong pada tanggal 6 Desember dihadiri oleh mahasiswa-mahasiswi baik dari Tangerang, Serang maupun Cilegon sebanyak kurang lebih 400 orang. Acara dimulai pada pukul 17.00 dan berakhir pukul 20.15 wib.

Tema kali ini adalah "Gospel Power to Save" hendak menekankan bahwa kebenaran Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan, dasar firman terambil dari Roma 1 : 16-17.

Ada 4 Hal yang ditekankan pada pemberitaan firman pada Natal kali ini yaitu :

1. Keyakinan yang kokoh yang dimiliki oleh rasul Paulus mengajarakan kepada kita semua bahwa Injil yang adalah kebenaran itu tidak akan mempermalukan setiap kita yang bersedia menyaksikan Injil kepada dunia.

Sering kali kita sebagai orang percaya memperlakukan Injil terlalu kecil dan dunia terlalu besar sehingga tidak ada keberanian bagi kita untuk bersaksi , Injil belum dihayati sebagai kekuatan Allah yang dahsyat.

Disisi lain sebagian orang ada yang menganggap bahwa Injil terlalu kecil dan merasa diri terlalu besar sehingga yang menonjol adalah keakuannya , orang merasa sombong dan  merasa dengan kekuatan sendiri  mampu untuk mengatasi segala problema kehidupan , padahal semua manusia sudah berdosa , perbuatan baik manusia bak seumpama kain kotor dhadapan Allah , dengan usahanya sendiri tidak mungkin manusia dapat layak dihadapan Allah yang maha suci.

2. Injil adalah kabar baik , kabar suka-cita bagi orang-orang yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat , tetapi akan sebaliknya bagi mereka yang tidak mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat

3. Kekuatan = dunamis , setiap kita yang mau menerima Injil akan mempunyai kekuatan yang dinamis didalam diri nya didalam menyaksikan kabar baik, kabar suka-cita itu, tidak hanya itu tetapi juga kekuatan untuk menanggung penderitaan dunia seperti yang dialami oelh rasul Paulus, apinya tetap berkobar ,bersemangat didalam menyaksikan Injil walaupun seringkali menerima tekanan-tekanan hidup, difitnah bahkan dianiaya , karena prinsip hidupnya , hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

4. Yang menyelamatkan baik orang Yahudi maupun orang Yunani , orang Yahudi mewakili orang yang inetelektualnya tinggi , orang hebat , orang kaya , sedangkan orang Yunani mewakili orang yang biasa, orang miskin , orang yang berpendidikan rendah , tetapi Injil diberitakan untuk semua orang, bukan hanya untuk orang yang kaya dan yang hebat tetapi juga untuk orang miskin dan yang terabaikan.
Natal Perkantas di Gading Serpong
Natal Perkantas Banten, 6 Desember di BPK Penabur Gading Serpong

Didalam 1 Yohanes 2 : 17 dikatakan bahwa .. dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendal Allah tetap hidup selama-lamanya.

Melengkapi ke empat hal tsb diatas maka firman Tuhan didalam 1 Yohanes 2:17 mengingatkan kepada kita semua untuk waspada dengan nilai-nilai dunia yang sedang berkembang saat ini , suatu nilai-nilai yang menjauhkan kita dari Injil yaitu : hedonisme , materialime dan egoisme.

Kita harus waspada karena tanpa kita sadari kita bisa terjebak kepada nilai-nilai tersebut , orang hanya akan memuaskan diri sendiri , menonjolkan diri dan tamak .

Semoga Natal tahun ini sungguh boleh mengingatkan kita kembali sebagai anak-anak Tuhan yang sudah ditebus untuk boleh selalu memegang dan memelihara Injil didalam hati,  karena Injil adalah satu-satunya kebenaran Allah  yang mampu menyelamatkan.

Salam dari team Nafiri Kasih , we wish you a merry christmas.

Senin, 28 Oktober 2013

Dipangkas Supaya Berbuah Lebih


Ilustrasi Kristen
Nats : Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah (Yohanes 15:2)

Bacaan : Yohanes 15:1-11

Di tiap kebun anggur, seorang pengurus kebun anggur memangkas ranting-ranting pohon anggur agar menghasilkan lebih banyak buah. Dalam pengertian rohani, terkadang Bapa surgawi kita harus memperlakukan kita dengan cara yang sama, yaitu memangkas kehidupan kita. Tak hanya ranting-ranting mati yang harus dibuang, tetapi terkadang bahkan yang masih hidup dan penting pun harus dibuang agar dapat menghasilkan buah yang lebih baik dan lebat.

Berbagai macam keadaan dapat menjadi pisau pemangkas di tangan Tuan Pemilik Kebun Anggur. Pisau itu dapat berupa isyarat penolakan, perkataan tidak ramah, atau bahkan tanpa kata. Bisa jadi itu berupa rasa frustrasi karena terus-menerus hidup dalam kegaduhan dan kebingungan, menghadapi tugas sehari-hari, sehingga tidak punya kesempatan untuk menemukan tempat yang tenang untuk menyendiri. Atau mungkin saat menunggu campur tangan Allah ketika tampaknya tidak ada harapan sama sekali dan kita tidak punya teman yang bisa menolong.

Namun, pisau pemotong itu dikendalikan oleh sepasang tangan yang penuh kasih. Tuan Pemilik Kebun Anggur tahu apa yang bisa kita dapatkan dan Dia tahu bahwa kita akan menjadi lebih mengasihi, bersukacita, damai, penuh toleransi, baik hati, dapat dipercaya, lembut, percaya diri -- lebih kuat dan lebih baik daripada keadaan kita sekarang ini.

Kita tidak perlu menghindari pisau itu, tetapi memercayai tangan yang memegangnya. Bapa kita di surga mempunyai satu tujuan, yaitu untuk menghasilkan buah yang baik dalam diri kita —David Roper

Rabu, 23 Oktober 2013

Apa Yang Anda Punya ?


Nats : Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah (2Tawarikh 20:15)

Seorang guru Alkitab yang bijak suatu kali berkata, "Cepat atau lambat Allah akan membawa umat-Nya yang merasa memiliki segalanya ke tempat di mana mereka tidak memiliki apa pun selain Dia; tanpa kekuatan, tanpa penjelasan, tanpa apa pun kecuali Dia. Tanpa pertolongan Allah, mereka akan hancur."

Ia lalu bercerita tentang seseorang yang putus asa mengeluh kepada pendetanya, "Hidup saya benar-benar hancur." "Seberapa parah?" tanya si pendeta. Sambil menutupi kepalanya dengan tangannya, ia meratap, "Sangat parah, sehingga satu-satunya milik saya yang masih tersisa hanya Allah." Wajah sang pendeta berseri-seri. "Dengan senang hati saya meyakinkan Anda bahwa orang yang hanya memiliki Allah, memiliki kekuatan yang lebih dari cukup untuk memperoleh kemenangan besar!"

Dalam bacaan Alkitab hari ini, bangsa Yehuda juga sedang menghadapi masalah. Mereka sadar bahwa tak punya cukup kekuatan dan kehabisan cara untuk mengalahkan musuh. Yang tersisa hanya Allah! Namun, Raja Yosafat dan rakyatnya melihatnya sebagai sumber harapan, bukannya keputusasaan. "Mata kami tertuju kepada-Mu," seru mereka kepada Allah (2 Tawarikh 20:12). Dan mereka tidak dikecewakan karena Dia memenuhi janji-Nya: "Bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah" (ayat 15).

Apakah Anda sedang dalam situasi di mana segala milik Anda lenyap? Ketika Anda mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan menaruh harapan kepada-Nya, Anda akan mendapatkan pemenuhan janji Allah, dan Anda tidak akan membutuhkan apa-apa lagi —Joanie Yoder

Sabtu, 19 Oktober 2013

Jangan Mengingini Milik Sesama


”Jangan mengingini milik sesamamu”

Dulu waktu kecil, sebagai anak yang rajin sekolah Minggu, waktu dengar perintah Tuhan yang ke-10 di atas untuk pertama kali, yang terpikirkan adalah aku gak boleh menginginkan barang-barang yang dimiliki orang lain, misal: mainan temanku yang lebih bagus dariku itu. Hohohohoho.....

Bahkan uda sampe segede ini, waktu ingat perintah yang di atas, yang kubayangkan adalah barang-barang berwujud yang yang dimiliki sesamaku. Jangan kamu mengingininya, dosa tuh Meg.....

Nah, seorng temanku pernah bercerita kalau dia ingin berada dalam situasi yang dialami temannya yang lain, dan itu membuatnya sedih, dia down, karena dia tau, saat itu dia gak mungkin mengalami apa yang dialami temannya. 

Oh, bahkan waktu aku nulis ini aku jadi menyadari betapa besarnya Tuhan kita, betapa Dia punya maksud, dan dalam banget hikmatNya. Aku baru ngeh saat aku nulis ni knapa Dia tidak ingin kita mengingini apa yang dimiliki sesama kita. Saat kita melakukan itu, itu akan mengakibatkan penyakit kronis, gangguan kehamilan, jantung, dan sakit paru-paru, husss.....itu akibat ngerokok kaleeee...!!! Gkgkgkgkgkgk

Gak deng. Kali ni serius, kusadari, waktu aku mengingini apa yang dimiliki orang lain, itu akan mengakibatkanku susah bersukacita. Orang lain punya dan aku gak punya. Sebenarnya gak papa sih kalo ngeliat apa yang dimiliki orang lain trus berusaha supaya punya juga tapi dengan cara yang benar, nah...kalo caranya salah, apa gak kacau? Gimana kalo aku ngeliat orang lain lalu aku ngiri, berharap hal buruk untuk orang itu, ato bahkan melakukan hal-hal yang buruk supaya juga bisa memiliki apa yang dimiliki orang lain. ^^’

Yang lucu, dulu aku juga sering banget mengingini milik sesamaku kayak gini, ”Aduhhh...pengen banget punya bodi kurus kayak temanku si A, enak banget dia, gampang nyari baju, gak kayak aku...fiuhhhh....” (curhat dikit). Trus, bukannya menjaga pola makan alias diet, aku malah mengharapkan hal-hal yang konyol dan gak masuk akal, misal : ada box telepon seandainya kayak di kartun Doraemon, jadi aku bisa minta, seandainya gemuk tu jadi trend, hahahahahahaha, nggilani.

Tapi yang terpenting, dan kupikir sebenarnya inilah alasan Tuhan gak mau aku mengingini milik sesamaku ialah karena gara-gara pengen punya orang lain, aku jadi susah mensyukuri apa yang dah kumiliki, aku sibuk ngeliat apa yang dimiliki orang lain sampe aku gak nyadar aku juga memiliki apa yang gak dimiliki orang lain, huahahahahahaha..... nyombongdikit.com. Emang apaan Meg? Apa yang kamu miliki yang gak dimiliki orang lain? Hmmm..... Apa ya??? Oke, biarkan aku berpikir, besok aku kasih jawabannya, hohohohoho....

Bukannya bersyukur atas hal-hal baik yang udah Tuhan kasih ke aku, aku malah sibuk protes ke Tuhan ato minta-minta apa yang blom tentu merupakan bagianku. Parah kan????

Ccckkkk...cckkk...cckkk.....Benar-benar panjang dan lebar, luas dan dalam maksud Tuhan bilang ’milik sesamaku’ itu. Aku yang dulu Cuma mikirnya itu barang-barang fisik doang, sekarang jadi mikir ’milik sesamaku’ itu banyak banget. Milik sesamaku bisa juga berarti bakat-bakatnya, kepandaiannya, kecantikannya, sifatnya, kemampuannya, karakternya, keberhasilannya, kesuksesannya, kebahagiannya, situasi yang dimilikinya atopun tubuhnya yang kurus itu, hahahahaha.....

Almarhum papahku pernah bilang sama aku, ”Jangan ngeliat ke atas terus, gak akan ada habisnya nanti kamu mau apa yang dipunya orang lain. Jangan juga ngeliat ke bawah terus, nanti kamu jadi sombong karena merasa lebih dari orang lain. Udah, syukuri ja apa yang ada. Belajar bersyukur nak.....”. Aku masih ingat kata-kata papahku itu. Hiks, jadi kangen papah..... :’( Miss u so Pah.....

So, jangan mengingini milik sesamamu lagi Meg! Pikirkan semua hal baik yang kamu miliki, dan bersyukurlah kepada Tuhan yang dah begitu baiknya memberikan semua itu padamu! He is so good to you...

artikel ini didapat dari :
Kasongan, 27 November 2010
-Mega Menulis-

Pagar Pemisah

Nats : Apabila seseorang berbuat dosa ... terhadap TUHAN, dan memungkiri ... barang yang dirampasnya, ... maka haruslah ia memulangkan barang yang telah dirampasnya (Imamat 6:2,4)

Bacaan : Imamat 6:1-7


Seorang pencuri di New Jersey melakukan pencurian sebanyak 7.000 dolar dalam bentuk perhiasan, koin kuno, dan uang tunai dari seorang janda. Semua barang yang dicuri tersebut merupakan barang-barang peninggalan suaminya yang masih tersisa.

Saat memilah-milah barang curiannya, pencuri itu menemukan beberapa amplop persembahan gereja berisi uang yang akan dipersembahkan wanita itu kepada Tuhan. Tanpa melihat isinya terlebih dahulu, pencuri itu langsung memasukkan semuanya ke dalam amplop lain, menuliskan alamat, lalu mengirimkannya ke gereja wanita itu.

Ketika sang pendeta tahu apa yang telah terjadi, ia berkomentar, "Ini adalah ciri khas kebingungan moral zaman ini. Orang berpikir bahwa mencuri dari janda dan anak-anak dianggap tidak apa-apa, sementara mencuri dari gereja dianggap tindakan tercela."

Pencuri itu mengabaikan satu kebenaran penting: Dosa terhadap sesama adalah dosa terhadap Allah (Imamat 6:2). Saya khawatir kita semua cenderung berpikir bahwa batas harta kepunyaan Allah berakhir di belakang gereja. Namun, sebenarnya tidaklah demikian. Segala harta benda di dunia ini dan setiap orang adalah kepunyaan Allah. Jika kita menghormati Dia, itu berarti kita juga harus menghormati harta benda yang telah dipercayakan Allah kepada anak-anak-Nya.

Orang yang takut akan Allah dan yang menyadari bahwa berbuat dosa terhadap sesama berarti berdosa terhadap Dia adalah seorang yang bijaksana —Mart De Haan II

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA