Rabu, 11 Februari 2015

Kesukaan Yang Ditanam Dalam Hati

renungan kristen

Nats :  Mazmur 16 : 3 " Orang-orang kudus yang ada di tanah ini, merekalah orang mulia yang selalu menjadi kesukaanku".

Orang-orang kudus yang di maksud dalam bacaan diatas pasti bukan orang-orang dari kota Kudus di Jawa-Tengah, melainkan suatu istilah dalam Alkitab yang ditujukan kepada umat Tuhan.
Rasul Paulus menyebut pengikut atau murid Kristus dengan orang kudus, Daud bahkan menyebut umat Tuhan dengan orang mulia. 

Ketika kita melihat murid Kristus dalam diri seorang pembantu rumah tangga, apakah kita juga bisa menyebut dalam hati bahwa dia orang mulia ?
Setiap orang yang sudah menjadi anak dari DIA Yang Mulia di surga mereka sudah diubahkan statusnya oleh kuasa Tuhan, Daud paham akan hal ini sehingga menyebut mereka orang mulia dan Daud suka kepada mereka.

Jadi bukan karena status, kedudukan, golongan ataupun ras, tetapi apakah dalam diri orang tersebut ada Roh Tuhan sehingga mereka disebut mulia dalam pandangan Daud.

Apakah kita juga mengasihi umat Tuhan / murid-murid Kristus ? kesukaan yang dimiliki Daud adalah kesukaan yang diberi oleh Tuhan , yang ditanam dalam hatinya, bukan merupakan sesuatu yang diupayakan nya sendiri.
Kesukaan yang sejati adalah kesukaan yang lahir dari kerelaan bukan keterpaksaan.

Bukalah hati kita, Biarkan Roh Kudus bekerja dalam hati  , sehingga kita juga bisa mendapatkan kesukaan sejati dalam menerima dan mengasihi umat Tuhan / murid-murid Kristus, sehingga kita bisa bertumbuh , mengalami suka-cita dan damai sejahtera bersama umat Tuhan.

Kerjakan tanggung jawab pelayanan kita bersama umat Tuhan dengan sepenuh hati dan tanggung jawab, bukan dengan keterpaksaan atau untuk menojolkan diri sendiri tetapi hanya bagi kemuliaan Tuhan.
Berikan waktu, semangat dan dana dalam pelayanan kita kepada umat Tuhan / murid-murid Kristus , orang-orang yang baginya Kristus rela memberikan hidup Nya.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Selasa, 10 Februari 2015

Doktrin Allah Tritunggal

Doktrin Allah Tritunggal

1. Doktrin Allah Tritunggal dalam Alkitab, sangat jelas kebenarannya, tetapi sayang sekali tidak ada istilah Allah Tritunggal atau Trinitas yang bisa kita temukan dalam Alkitab.
Doktrin Trinitas tidak bisa dipahami dengan logika biasa. Orang-orang non kristen apalagi mereka akan sangat sulit untuk mengerti doktrin ini , "mana mungkin tiga Allah dalam satu"

Kita percaya kepada tiga pribadi, masing-masing adalah Allah yang sejati, tetapi bukan tiga Allah , melainkan hanya satu Allah. Ini adalah misteri Allah yang diungkapkan dan didoktrinkan.

Sebaiknya kita tidak tergesa-gesa untuk menjelaskan doktrin Trinitas ini, melainkan kita wajib menerima, memahami dan mengalami kebenaran tentang Allah Tritunggal baik untuk diri sendiri maupun untuk anak-anak didik kita.

2. Doktrin Trinitas adalah doktrin bab terakhir dari pelajaran doktrin, maka kita tidak bisa memahami doktrin Trinitas sebelum kita mempelajari doktrin-doktrin yang lain, seperti doktrin Penciptaan, doktrin Keselamatan, doktrin Kristologi, doktrin Pneumatologi dsb, baru memahami doktrin Trinitas.

3. Siapakah yang memulai mencetuskan istilah Trinitas ini ? Pada sekitar tahun 200, Tertulianus mencetuskan sebuah istilah Trinitas dalam bahsa Latin, bunyinya "una substantia tres personae" (satu substansi tiga pribadi). Pernyataan ini mengusung ide tentang kekristenan yang mengimani pernyataan Allah yang satu, yang tidak terpisahkan, memiliki substansi illahi, dalam tiga "cara berbeda" pribadi.
Tiga pribadi itu berbeda satu sama yang lain tetapi satu dalam substansi ilahinya.

4. Pendekatan dibawah ini tentang pernyataan Allah Tritunggal dapat jatuh kedalam berbagai kesalahan :

(1) Modalisme (tiga pribadi itu dilihat sekedar moda dari keberadaan Allah), hanya satu Allah dinyatakan dalam tiga bentuk (modes).

(2) Tritheisme , para bapak gereja Kappadokian dan penerus mereka dalam kekristenan timur, berpendapat bahwa dasar keberadaan Allah dari kekal sampai kekal ialah triuni (triune) .
Menurut mereka bukan ketunggalan (unity) Allah, tetapi ketri-tunggalan (triunity).
Sekalipun saat ini sudah tidak ada gereja menganut paham tritheisme, tetapi masih banyak hamba Tuhan hanya menegaskan perbedaan Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh, tanpa menghayati ketunggalan (unity) Allah yang tidak terpisahkan.

5. Bapak gereja Agustinus dalam studi monumentalnya De Trinitatis (The Trinity) yang ditulis antara tahun 354-419, menulis "setiap ada dalam setiap, semua ada dalam setiap, setiap ada dalam semua, semua didalam semua, dan semua adalah satu"

Namun dikemudian hari Yohanes dari Dasmaskus yang mencetuskan kata perichoresis , sebagai ungkapan teknis untuk menggambarkan kesaling terhubungan (mutual interpenetration) dari tiga pribadi Allah .
Kata "trinitas" dimengerti secara perikoretik , maka Sang Bapa hadir dalam Sang Anak, Sang Anak hadir dalam Sang Bapa, dan mereka berdua dalam Roh Kudus , sebagaimana Roh Kudus hadir dalam Sang Bapa dan Sang Anak.

Dalam prinsip ini keberadaan ilahi yang dinamis tidak dapat dipahami sekedar sebagai satu subjek saja, tiga pribadi yang saling berhubungan satu dengan yang lain , hadir satu di dalam yang lain dan bertindak dalam keserempakan.

6. Inti dari berbagai konfesi gereja-gereja Reformasi " Kita menyembah Allah Yang Maha Esa dalam ketritunggalan-Nya, dengan tidak mencampur-baurkan kepribadian-kepribadian-Nya dan tidak memisah-misahkan hakekat-Nya.
Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, dengan kemulian yang sama dan berkerajaan yang sama kekalnya . Sang Bapa tidak dilahirkan dan tidak berasal dari siapapun, Sang Anak dari kekal tidak diciptakan melainkan dilahirkan Sang Bapa , Roh Kudus dari kekal berasal dari Sang Bapa dan Sang Anak, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan.

7. Kita hanya dapat memahami Allah , apalagi misterius Allah bila Allah mengungkapkan diri Nya .
Siapakah Allah ? (what God is). Ini tentang hakekat Allah atau ontologis Allah, dalam doktrin Trinitas disebut Immanent Trinity (Trinitas yang imanen, yaitu dalam diri-Nya Allah) .
Allah selalu mengungkapkan diriNya memalui karya Nya , baik karya ciptaan Nya maupun karya penyelamatan Nya. Ini tentang "what God Does" yang dinamakan Economic Trinity (Trinitas Ekonomi).
Karl Rahner mencetuskan bahwa "trinitas ekonomi adalah trinitas imanen, dan sebaliknya trinitas imanen adalah trinitas ekonomi"
Kita akan memahami Allah Tritunggal bila kita mengalami karya dan berkat Allah Tritunggal.
Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian
(2 Kor 13 : 13).

8. Dalam Alkitab Perjanjian Lama, perlu dengan teliti baru bisa menemukan doktrin Trinitas, contohnya dalam karya penciptaan, pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi, Roh Kudus ikut mencipta, demikian juga Firman (Kej 1:1-3) (Yoh 1:1-3).
Di kitab Injil lebih jelas, bahkan sangat jelas tercatat di amanat agung dalam formula babtisan, "dibaptis dlam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus"  (Mat 28:18-20).
Allah diatas kita (Allah Bapa),  juga Allah beserta kita (Yesus Kristus) , bahkan Allah didalam kita (Roh Kudus) .
Allah yang jauh dan tersembunyi telah menyatakan diri Nya (Yoh 1 : 18 , 14 : 9) dan juga meyakinkan kita tentang pernyataan itu oleh Roh Kudus.

9. Ada cukup banyak kiasan untuk menjelaskan Allah Tritunggal, umpamanya air dalam tiga bentuk, cair, beku dan uap. Matahari dalam dirinya, panasnya dan cahayanya.
Seorang pendeta bisa disebut seorang ayah, seorang anak dan seorang pendeta jemaat.

Bila kita menyadari keagungan dan misterius Allah yang tak terbanding dan tak tertandingi , maka tidak ada perumpamaan apapun yang dapat menjelaskan Allah tritunggal dengan benar dan baik.

10. Ada tiga pertanyaan yang butuh dipikirkan lebih lanjut dengan seksama :

(1) Mengapa doktrin Allah Tritunggal ini sangat penting?
  1. Supaya kebaktian kita menjadi lengkap
  2. Jika tidak percaya Allah Tritunggal tidak ada keselamatan , mis : Yesus mati disalib untuk menebus dosa manusia yang berdosa
  3. Menghayati bahwa Allah adalah kasih.
  4. Supaya gereja / kita mempunyai misi
  5. Inilah patokan / standard iman kita
(2) Apakah mungkin manusia bisa memahami doktrin Allah Tritunggal ?
  • Tidak Bisa : pikiran manusia terbatas, Allah adalah Subjek
  • Bisa : Tuhan sendiri bekerja dalam hati kita
(3) Bagaimanakah kita mengaplikasikan doktrin Allah Tritunggal ini ?
  • Kita bisa berdoa
  • Allah Immanuel , dihati kita , ditengah-tengah kita
  • Lahir baru
  • Dia mengutus kita / misi
  • Firman Allah memberi daya
  • Pluralisme, berbeda tapi tetap satu
Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk mampu mamahami doktrin Allah Tritunggal ini.
Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

(Bina GSM GKI Gading Serpong, 8 Feb 2015 oleh : Pdt Luther Tan)
 

Senin, 09 Februari 2015

Pembacaan Rohani (Lectio Divina)

lectio divina
Renungan Kristen - Saat Teduh

MEMBACA ALKITAB BAGI PEMBENTUKAN ROHANI

Meditasi atas Kitab Suci memiliki sebutan khusus : LECTIO DIVINA, atau "pembacaan rohani".

Apa makna dari Lectio Divina ?

Istilah itu memiliki makna mendengarkan apa yang dikatakan oleh tulisan-tulisan yang ada dalam Kitab Suci -- sepenuhnya mendengarkan, sepenuhnya berserah dan tenang, mengijinkan pesan-pesan yang ada di dalamnya mengalir kepada kita bukan berusaha menguasainya.

Dalam lectio kita tidak hanya membaca tulisan tapi juga menghadap Tuhan yang Maha Tinggi dan mengarahkan mata kita ke atas.
Dengan lectio kita berusaha untuk masuk ke dalam realitas yang sedang dikatakan oleh suatu perikop.  Hati, pikiran dan roh kita dihidupkan akibat damai sejahtera dari Yesus yang mengalir masuk tersebut.  Kita merasakan semua perasaan takut ditenangkan dan diatasi oleh roh "yang membangkitkan kekuatan, kasih dah ketertiban" (2 Tim 1:7)

Mungkin kita ingin merenungkan kisah tentang Yesus memberi makan lima ribu orang (Mat 14:13-21; Mrk 6:30-44; Luk 9:10-17). 

Kita bisa membayangkan adegan waktu itu : orang banyak, lereng bukit, bebatuan dan terutama Yesus sendiri. Kita mendengar suara-suara di sekitar kita : suara anak-anak, angin lembut bertiup menggerakkan rerumputan, seorang bayi menangis di pelukan ibunya, dan terutama suara Yesus sendiri yang menguasai suasana.

Kita bisa merasakan adegan itu : kumpulan orang tersebut saling dorong dan berdesakan, hati-hati yang rindu mendengar perkataan Tuhan, panasnya sinar matahari pada siang hari, dan terutama suara Yesus orang Nazaret yang menenangkan mereka.

lectio divina
Kita bisa membayangkan sesudah itu hari semakin sore dan rasa lapar dirasakan orang banyak itu tetapi mereka segan untuk beranjak.
Kita bisa melihat seluruh adegan itu terjadi : percakapan mengenai apa yang harus dilakukan, lima roti dua ikan, berkat yang diucapkan, rasa takjub ketika lima ribu orang ditambah anak-anak dan perempuan mendapatkan makanan semuanya.

Kita menikmati rasa takjub yang dirasakan. Luapan sukacitanya.  Kita mengalami semua yang terjadi seolah-olah kita memang sedang berada di peristiwa tersebut.

Akhirnya orang banyak itu berpisah dan Yesus berjalan ke bukit. 
Kita sedang sendirian. 
Kita duduk di sebuah batu memandangi air bergulung di tepian danau.
Di dalam pikiran kita mengulangi kembali semua yang baru saja terjadi.
Kita berdiam diri.
Sesudah itu Yesus berjalan dan duduk di batu di samping kita.
Dan berdua berdiam diri untuk sekian lama.
Lalu Yesus berkata, "Apa yang bisa Aku lakukan bagimu?"
Dan kita mengatakan... apapun yang ada di hati kita saat itu.  Kita menerima jamahan dan berkatNya.
Sesudah itu kita sekali lagi berdiam diri.
Terakhir, kita berbalik dan bertanya kepada Dia, "Apa yang bisa aku lakukan bagiMu?"
Dan kita mendengar ... yang Tuhan mau kita lakukan , yang selaras dengan FirmanNya.

Inilah yang dimaksud dengan Lectio.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 08 Februari 2015

GKI Gading Serpong Kotbah 8 Februari 2015

kotbah minggu

GKI Gading Serpong, Khotbah Minggu

Thema       :  Lebih Dari Mujizat
Nats          :  Markus 1 : 29 - 39
Pembicara :  Pdt Luther Tan

Apakah saudara masih percaya jaman sekarang ini masih ada mujizat ?
Ketika saya mengajar di S2 Theologi, terjadi perdebatan , tentang hal tersebut diatas, ada yang bilang mujizat sudah tidak ada lagi, ada yang bilang mujizat masih ada. Mana yang benar ?
Dua-duanya benar ..
Semisal ada orang cek kesehatan dan ternyata didagnosa ada tumor .. orang yang satu minta kepada pendeta untuk didoakan , orang yang kedua segera cari dokter untuk segera menjalani pengobatan secara medis .. , mana yang benar ? yang benar adalah melakukan dua-duanya .. 

Dari bacaan firman Tuhan diatas , ada 3 hal yang menjadi pelajaran bagi kita, 3 hal yang melampaui mujizat ..

1. Melayani

Dalam Markus 1 : 31 , ketika mertua Simon disembuhkan oleh Tuhan Yesus , mertua Simon segera melayani, tindakan melayani ini melebihi mujizat, melayani berarti memberi diri untuk Tuhan.

Ada orang yang ketika sakit berjanji akan melayani kalau diberi kesembuhan , setelah diberi sembuh dia melayani untuk sementara waktu saja , selebihnya tdak lagi mau melayani dengan berbagai alasan, dan lebih mementingkan cari duit saja.
 

Ada orang yang waktu susah ingat Tuhan,  berseru kepada Tuhan mengapa mengalami hal seperti ini , mengapa Tuhan tidak memperhatikan aku .. tetapi waktu senang dia tidak pernah mengingat Tuhan ..

Anak Tuhan ketika mendapat mujijat dari Tuhan , akan selalu mengingat Tuhan , dia akan bertanya apa yang harus dilakukan untuk memuliakan Tuhan.
Orang yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru.

Anak Tuhan tidak 6 L .. letih .. lesu .. lemah .. lelah .. loyo .. lowbat .. tetapi melayani dengan setia dan penuh semangat.

2. Berdoa

kotbah minggu
Dalam Markus 1 : 35
Tuhan Yesus memberi contoh , ketika hari masih pagi bangun untuk berdoa.
Berdoa melebihi mujizat , berdoa membangun relasi dengan Tuhan , sumber segala sesuatu termasuk mujizat.
Sumber lebih penting dari apa yang dihasilkan .. mujizat hanyalah tanda, tetapi Tuhan adalah sumber mujizat.
Lampu tidak akan menyala kalau tidak terhubung dengan sumber listrik.
Apabila hidup kita tidak terhubung dengan sumbernya maka hidup ini akan loyo.

Biarlah kita berdoa bukan karena mau sesuatu kepentingan saja, tetapi karena kita mau kontak dengan sumber hidup dan bersekutu dengan Nya .
Berdoalah supaya Tuhan mau pakai kita lebih lagi menjadi berkat bagi orang lain.

3. Memberitakan Injil 

Dalam 1 Korintus 9 : 16
Tidak ada alasan untuk memegahkan diri ketika kita memberitakan Injil, karena memberitakan Injil adalah suatu keharusan, malah kita disebut celaka kalau tidak memberitakan Injil.

Mengabarkan Injil bukan hanya menuai , seperti waktu KKR .
kotbah minggu
Konsep mengabarkan Injil adalah menabur dan menuai , tetapi sebelum menabur harus melakukan persiapan. Sebelum menabur benih ada tugas mencangkul dan meratakan tanah terlebih dahulu dan tentunya lebih melelahkan dibandingkan dengan menuai.

Kita bisa bersaksi di semua bidang kehidupan , bersaksi melalui perkataan dan perbuatan , keduanya tidak bisa dipisahkan. Mintalah hikmat untuk menerapkan kapan kita bersaksi dengan perkataan dan kapan dengan perbuatan , atau kapan harus melakukan kedua-duanya. Biarlah setiap orang percaya terpanggil untuk menjadi saksi Kristus , mewartakan kabar suka-cita dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Marilah kita senantiasa memiliki 3 S .. Setia Melayani .. Sabar Berdoa .. dan Semangat Memberitakan Injil.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Sabtu, 07 Februari 2015

Kasih Yang Tak Berkesudahan

renungan kristen

Renungan Kristen

Bacaan Alkitab hari ini
Lukas 10:25-37

Ayat Hafalan
Lukas 10:27, “Jawab  orang  itu: ‘Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu,  dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.’” 

Sering kali orang berpikir, "aku sudah melakukan hal-hal yang baik, tapi mengapa ya malah memperoleh hal-hal yang kurang baik, tidak seperti yang diharapkan, atau perbutan baik saya malah dibalas dengan kepahitan, ibarat air susu dibalas dengan air tuba"
Malahan orang yang kami anggap perbuatannya "tidak baik" mendapatkan berkat yang berkelimpahan.

Tahukah Anda bahwa pemikiran seperti ini dapat membuat kita jadi malas untuk berbuat baik atau malah berhenti melakukan Kebaikan terhadap sesama?

Mari kita belajar dari orang Samaria yang baik hati dalam bacaan diatas, ia menyeberangi jarak yang selama ini dibuat antara orang Yahudi dan Samaria, dia tidak membuat gap suku, tidak membeda-bedakan orang, seperti tradisi yang dilakukan oleh kaumnya pada waktu itu, bahkan orang Samaria itu tidak mengharapkan imbalan tetapi rela mengeluarkan uang untuk membiayayi orang yang ditolongnya.
   
Yesus juga telah menjadi teladan bagi kita. Ia melakukan kasih yang tidak berkesudahan tanpa menuntut balasan, Yesus tidak pernah membeda-bedakan suku ataupun warna kulit dalam menawarkan anugerah keselamatan, Yesus mengasihi semua manusia.

Begitu pula dengan kita, hendaknya mewujudkan kasih Tuhan dalam perbuatan kita tanpa harus menuntut balasan dan membeda-bedakan apapun.
Ketika kita mampu mengasihi, maka sebenarnya kita juga akan merasakan berkat suka-cita yang mengalir dalam hati kita, suatu perasaan bahagia yang muncul dalam hati yang Tuhan berikan.
Tanpa mengasihi, bisa dikatakan kita juga tidak dapat merasakan kebahagiaan sejati.

Biarlah kasih Kristus boleh menghiasi kehidupan kita senantiasa.

Refleksi Diri
1. Mengapa  Yesus menceritakan tentang perumpamaan tersebut?
2. Hal apakah yang dapat kita pelajari dari perumpamaan itu?

Pokok Doa
Berikanku hati-Mu  ya Tuhan agar  aku dapat mengasihi sesamaku tanpa membeda- bedakan mereka. 

Kata - Kata Bijak
Jangan jemu-jemu berbuat baik.

Yang Harus Dilakukan
Jangan berhenti menabur kebaikan. 

Amin.
Salam kasih dari team Nafiri Kasih.

Kamis, 05 Februari 2015

Bukan Kasih Tiruan

renungan kristen

Apa itu "natural affection ? natural affection atau kasih sayang alami , adalah perasaan yang ditanamkan dalam diri manusia , sehingga dalam kondisi normal orang tua akan mengasihi anaknya , orang-orang saling mengasihi keluarga dan sahabatnya.

Tuhan menciptakan manusia sedemikian rupa, sehingga secara alami akan saling mengasihi.
Tetapi DOSA sudah merusak kehidupan manusia , sehingga manusia yang berdosa ini tidak sanggup lagi untuk menyatakan kasih yang murni seperti yang Tuhan kehendaki.
Kasih yang masih ada saat ini sudah tidak murni lagi karena tercemar oleh dosa.

Sehingga munculah kasih-kasih tiruan , orang bisa saja bertindak atas nama kasih , tapi sebenarnya sedang melakukan tindakan kasih tiruan  "apakah ini menguntungkan saya ?"

renungan kristen
Kasih Tiruan ini ciri-cirinya adalah "aku akan mengasihimu JIKALAU kamu mangasihiku" .
Mereka bisa bersikap sangat ramah dengan orang yang cocok, yang menguntungkan, yang memperhatikan dirinya , tetapi bersikap ketus dengan yang mementang, yang tidak sepaham, yang tidak selevel,  apalagi dengan orang yang pernah mangusik perasaannya.

Mereka akan sangat akur dengan orang-orang jauh , tetapi pada saat yang sama mereka tidak akur dengan saudara mereka sendiri.

 Coba perhatikan dengan apa yang ada dalam Injil Lukas 6 : 32 . "Jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu ? karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka"

Ukuran bagi keserupaan dengan Kristus tentunya tidak diukur dengan cara kasih "JIKALAU" seperti contoh diatas.
Kristus memberikan teladan,  DIA mengasihi manusia bukan dengan kasih "JIKALAU" tetapi "WALAUPUN" . Dia tetap mengasihi manusia WALAUPUN sudah jatuh dalam dosa.
Allah mengasihi manusia dengan kasih yang tanpa syarat ... WALAUPUN manusia berdosa , padahal dosa merupakan sesuatu yang sangat dibenci Nya, tetapi karena kasihNya kepada manusia yang begitu besar membuat Allah mau bertindak untuk menyelamatkan Anda dan saya.


Karena begitu besar Kasih Allah akan manusia sehingga Dia mengaruniakan AnakNya yang Tunggal , supaya setiap orang yang percaya kepadaNya (Yesus) tidak binasa, melainkan peroleh hidup yang kekal".

Yesus menebus dosa manusia , dosa Anda dan saya bukan karena kita layak , tetapi karena KASIHNYA semata yang ditunjukan melalui kematian dan kebangkitan Nya yang membawa manusia pada kehidupan yang kekal bersamaNYA .

Terimalah kabar suka-cita ini dan ceritakan pada mereka yang belum mendengarnya.

 Amin.


Salam hangat dari team Nafiri Kasih.




Rabu, 04 Februari 2015

Tersembunyi Ujung Jalan

renungan kristen
renungan kristen - tersembunyi ujung jalan

Sebagian Lirik Lagu Kidung Jemaat 416 :
Tersembunyi ujung jalan,
Hampir atau masih jauh,
ku dibimbing tangan Tuhan
ke negri yang tak kutau 
Bapa ajar aku ikut
Apa juga maksudMU,
tak bersangsi atau takut
beriman tetap teguh ...

Lagu ini memberi pesan yang mendalam kepada kita bahwa hidup ini adalah misteri Allah , kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi, apakah akhir hidup ini masih panjang atau sudah dekat , tapi satu hal yang kita harus selalu ingat , bahwa billa tangan Tuhan yang membimbing langkah-langkah hidup kita, maka kita akan kuat dalam menjalaninya .. tetaplah beriman dalam Kristus.

Pagi ini , penulis dikejutkan oleh berita singkat memalui hp bahwa rekan pelayanan telah dipanggil Tuhan, padahal beberapa hari yang lalu baru saja kami ikut ambil bagian dalam pelayanan bersama dalam rangka ulang tahun omf .. tidak ada tanda-tanda bahwa beliau akan pulang secepat ini .. 

Tanpa terasa air mata ini mengalir perlahan .. teringat akan pelayanan bersama dengan beliau .. saya rasakan dedikasi, kesungguhan dan komitment pelayanan beliau sungguh boleh menjadi contoh ..
Tersirat dalam pikiran ketidak mengertian , mengapa begitu cepat Tuhan panggil, padahal kami GKI Gading Serpong masih membutuhkan pelayanannya , saya merasakan pasti banyak rekan-rekan pelayanan lain yang merasa kehilangan .. tapi ah .. itu pikiran kami manusia .. Tuhan pasti lebih tau .. karena hidup ini adalah milik Nya , Dia yang mengusai seluruh alam semesta dan hidup ini, saat ini saya hanya bisa berkata dalam hati .. Tuhan meski langkahMu tersembunyi tapi biarlah hati ini tetap boleh beriman hanya kepadaMu .. untuk tetap menurutMu dan memuji kasihMu .. bersama Kristus biarlah aku tetap maju menjalani hidup yang terbentang ..

Kemenangan sudah Tuhan jamin .. bagi setiap Anak-anakNYA .. itu janji Tuhan .. dan Tuhan pasti tidak akan pernah ingkar janji .. Segala puji hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan saja.

Penulis teringat ketika pertama kali ikut aktif melayani di GKI Gading Serpong dan ikut dalam kebersamaan Komisi Pelawatan dan Kedukaan di Wisma Kinasih - Sukabumi th 2013 , alm pak Yul mengajak menyanyikan lagu "Give Me Oil In My Lamp" , lagu favorit yang sering alm nyanyikan dirumah, kata beliau.
Lagu yang merupakan sebuah doa untuk tetap beriman kepada Kristus .. till the break of day .. sampai hari istirahat itu tiba .. sungguh sudah dialami alm pak Yul.
Didalam perasaan duka yang mendalam ada rasa syukur yang boleh kami saksikan , bahwa sampai hari-hari terakhir Tuhan panggil api iman dan kasihnya pada Kristus tetap menyala, minyak itu masih ada untuk membakar semangat kesaksian iman yang hidup bagi kemuliaan Tuhan.


... Selamat jalan pak Yulianto .. selamat bertemu dengan Kristus .. untuk merasakan kasih Nya dalam keabadian di surga  ..

Amin ..
Turut berduka cita .. team Nafiri Kasih.




POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA