Rabu, 25 Februari 2015

Kecewa itu Biasa



Kecewa ? saya pernah , siapa yang tidak pernah kecewa ? semua orang tentu pernah kecewa bukan, kecewa adalah hal yang wajar dan terjadi kepada semua orang. Yang menjadi tidak wajar jikalau kecewa itu mempengaruhi kehidupan kita berlama-lama, karena bisa menjalar menjadi penyakit lainnya yang lebih parah seperti sakit hati dan dendam.

Kecewa bisa terjadi karena banyak sebab, bisa karena situasi yang tidak berjalan sesuai harapan dan keinginan kita, atau karena sikap dari teman, sahabat, saudara atau bahkan orang yang paling dekat dengan kita.
Yang paling sering terjadi ketika orang  itu kecewa ya ngambek .. kalau yang bikin kecewa itu berkaitan dengan pelayanan di gereja biasanya , tidak mau melayani lagi dan menarik diri.

Bagaimana sih kita sebagai orang Kristen , sebaiknya menyikapi rasa kecewa ini ?

Dalam menyikapi setiap persoalan, dasar yang paling menentukan adalah seberapa dekat hubungan kita dengan Tuhan, ini rasanya menjadi pondasi yang paling utama, seumpama pohon yang punya akar , semakin kuat menancap kedalam tanah , maka pohon itu akan semakin kuat menahan terpaan angin.
Semakin intim hubungan kita dengan Tuhan, semakin kita kuat dalam menghadapi persoalan yang ada.
Semakin kita mengenal Kristus, semakin kita mampu untuk mengampuni dan menerima perbedaan dengan orang lain. Ketika rasa kecewa muncul , berdoalah terus menerus minta Tuhan memberikan kekuatan, kita harus sadar bahwa dengan kekuatan diri sendiri tidak mungkin dapat mengatasi persoalan ini.

Selanjutnya masihkah kita percaya bahwa dalam setiap situasi yang terjadi selalu ada hikmah yang bisa diambil ? oleh karena itu jadikan setiap keadaan apapun yang menimpa sebagai suatu sarana untuk menempa kita menjadi lebih kuat dan dewasa dihadapan Tuhan.
Jangan sampai kita menyimpan kecewa apalagi memeliharanya itu suatu kerugian besar, mintalah Roh Kudus untuk menerangi hati dan pikiran kita , supaya kita mampu bersikap benar dan mengambil hikmah dalam menghadapi situasi ini. Belajar bersikap positif dan mengucap syukurlah senantiasa di dalam Tuhan .

Ingat selalu bahwa yang kita layani adalah Kristus bukan manusia atau organisasi , jikalau kita melihat manusianya pasti akan kecewa, tetapi jikalau karena Kristus yang sudah memberi anugerah kehidupan kekal kepada kita , maka kita tidak akan mudah kecewa, semua dapat ditanggung di dalam Dia yang senantiasa memberi kekuatan. 

Ingat juga dimana saja Tuhan tempatkan kita, selalu saja akan berhadapan dengan orang atau situasi yang sulit, firman Tuhan justru mengingatkan kita untuk menjadi garam dan terang supaya nama Tuhan dimuliakan melalui diri kita. Roh Kudus menolong dan memberi kekuatan senantiasa.

Bangkit dan layanilah Tuhan dengan penuh ucapan syukur, kalahkan rasa kecewa mu itu !!

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.



Selasa, 24 Februari 2015

Mengarahkan Pikiran Pada Tujuan

renungan kristen, ilustrasi kristen

Renungan Kristen  

Mengarahkan Pikiran Pada Tujuan

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang..."
Matius 13:44

Kita semua hidup dalam dunia yang dipenuhi ranjau. Ada bahaya dimana-mana di sekitar kita.  Alkitab berkata tentang sebuah ranjau yang lebih mengancam daripada bongkahan peledak logam dan plastik di Kosovo.  Ranjau apakah itu?

Lihatlah sekeliling anda.  Perhatikan dompet, mobil, rumah, rekening di bank dan tabungan pensiun anda.   Alkitab mengatakan bahwa ranjau yang mengancam kita adalah materialisme -- cinta kepada harta.


Matius 13:44  "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi.  Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu."

Dalam perumpamaan ini, orang itu menemukan harta terpendam, dan penemuan itu mengubah fokus hidupnya. Ia bertekad mendapatkan harta itu berapapun  harga yang harus ia bayar.  Ia benar-benar menjadi seseorang yang mengarahkan pikirannya hanya untuk mencapai satu tujuan.

Pertolongan pertama menghindari ranjau materialisme :
Arahkan pikiran kita untuk mencapai tujuan.

Harta dalam perumpamaan ini adalah Kerajaan Surga yang mengandung arti hidup kekal dalam hubungan kita dengan Kristus.  Apakah anda telah benar-benar mengerti nilai dari harta itu?  Ingatkah anda kisah tentang orang kaya dan Lazarus? Pada hari keduanya meninggal, Lazarus berada di pangkuan Abraham, sementara orang kaya disiksa dalam neraka. Bagaimana reaksi orang kaya begitu is menyadari realitas adanya surga dan neraka? (Luk 16:27-28). Setelah anda yakin bahwa tempat itu nyata; anda pasti ingin segera menceritakan kepada orang lain, terutama keluarga dekat anda tentang tempat itu.

Pertolongan kedua menghindari ranjau materialisme : bersikap sepenuh hati atau habis-habisan dalam tindakan kita.

Ia menjual seluruh miliknya.
Ia mendapatkan segalanya.
David Livingstone, seorang misionaris yang melayani Afrika, seorang yang telah dengan sepenuh hati menyerahkan segala sesuatu untuk melayani Tuhan. Ketika ia melayani selama lima tahun di Zimbabwe tanpa mengambil cuti, ia kehilangan seorang anaknya. Ia kehilangan istrinya yang jatuh sakit ketika sang istri mengunjunginya.  Ia menguburkan istrinya dan kemudian jatuh berlutut di atas tanah pekuburan dan menangis tersedu-sedu.  Ia kemudian bangkit dan duduk di bawah pohon dan menuliskan catatan dalam buku hariannya, "Tuhanku, Allahku, Rajaku, Juruselamatku, Segala-galanya bagiku. Hari ini, sekali lagi aku menyerahkan seluruh hidupku kepadaMu dan tidak ada hal apapun yang bernilai kecuali KerajaanMu."

Pertolongan terakhir menghindari ranjau materialisme : merasa puas.

Abraham menunggu kehadiran seorang putra selama kira-kira dua puluh lima tahun lamanya. Akhirnya dengan melawan segala rintangan, Ishakpun lahir.  Tetapi kemudian Allah berkata, "Ambillah anakmu yang tunggal itu" (Kej 22:2).  Kecuali Getsemani, ada malam hari yang juga penuh penderitaan yang dilewati seorang di bumi ini yaitu malam sebelum Abraham mengambil putra tunggal yang dikasihinya untuk dibunuh.  Abraham telah menyerahkan segalanya.  Ia adalah seorang yang berserah penuh,  seorang yang menyuarakan ketaatan, seorang yang sama sekali tidak dikuasai harta duniawi.

Bila kita menetapkan diri untuk mengejar kedekatan dengan Allah, cepat atau lambat, Dia akan membawa kita ke dalam ujian ini.  Satu persatu kita akan dibawa ke tempat pengujian, dan kita mungkin tidak akan pernah tahu kapan kita ada di sana.  Di tempat pengujian itu, tidak akan ada banyak pilihan -- namun seluruh masa depan kita akan ditentukan oleh pilihan yang kita buat.

Semoga Tuhan menganugerahkan kasih karunia Nya kepada kita agar kita menjadi benar dan tidak dihimpit oleh tipu daya dunia ini.

Amin
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Senin, 23 Februari 2015

Hidup Karena Percaya

ilustrasi kristen, renungan kristen, khotbah minggu

Renungan Kristen, Ilustrasi Kristen
Hidup Karena Percaya

2 Korintus 5:7 <Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.>

Seringkali kita berharap dapat  melihat apa yang akan kita alami besok, sehingga kita dapat  bersiap-siap untuk  menghadapi atau menghindarinya.
Sebuah kalimat bijak mengatakan, "Walaupun kita tidak dapat melihat apa yang ada di depan kita, namun Allah dapat melihatnya." Alangkah menghibur & menguatkan kenyataan itu! 

Seperti halnya kita merebus telur, ketika menatap air yg sedang mendidih, seraya ber-tanya2, "Berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan agar telur itu dapat matang dengan tepat?" Sayangnya, kita tidak dapat membuka telur-telur  itu untuk melihat bagaimana kondisi nya, karena dengan cara itu akan merusak telur-telur itu sendiri, kita hanya dapat mengandalkan perkiraan, tanpa adanya jaminan hasil seperti yang kita inginkan.

Demikian pula dengan hari esok, kita tidak dapat berkata, "Sayang kita tidak dapat membuka tabir hari esok untuk melihat: apakah yang akan terjadi hari esok , apakah itu seperti yang kita inginkan?" Sebab mencampuri hari esok sama seperti membuka telur yang sedang direbus sebelum waktunya, akan merusak semuanya!

Belajarlah dari rasul Paulus, yang hidup tidak mengandalkan apa yang kelihatan seperti harta duniawi, melainkan mengandalkan kekuatan rohani bukan jasmani , Paulus menegaskan bahwa penderitaan nya saat ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan nya kelak.

Janganlah kamu khawatir akan hari esok, karena Tuhan Yesus telah berjanji untuk memelihara kamu setiap hari, termasuk hari esok mu. Ia tahu kebutuhan kita,  memahami masalah kita dan ingin kita mengandalkan hidup kita hanya kepada Nya setiap saat.
Oleh sebab itu, serahkanlah seluruh hidupmu ke dalam tangan Tuhan yang menguasai hari esok. Jalani hidup ini dengan iman setiap hari. Niscaya hidupmu akan aman & tenteram.
(Baca Ulangan 29:29; Mazmur 102:29; Matius 6:25~34; 1 Korintus 13:12  & 1 Petrus 5:7)
Tuhan Yesus mengasihimu!

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 22 Februari 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 22 Februari 2015


Khotbah Minggu , GKI Gading Serpong
 
Thema : Perdamaian Tuntas Atas Dosa
Nats    : Ibrani 9 : 23 - 28
Pembicara : Pdt Ronny Nathanael

Salam dalam kasih Kristus ...
Kita dalam keadaan baik karena Allah mengasihi kita.
Bicara tentang keyakinan iman kepada Kristus .. ada suatu perbedaan yang signifikan antara iman Kristen dengan non Kristen, yaitu tentang keselamatan.

Dalam keyakinan agama Kristen, bukan "perbuatan baik" atau "amal"  yang menentukan manusia bisa selamat atau masuk surga. Mengapa demikian ?
Kalau konsepnya adalah "perbuatan baik" berarti yang menentukan keselamatan adalah diri sendiri.
Apakah bisa keselamatan ditentukan oleh diri sendiri ?

Mari kita perhatikan Roma 6 : 17 yang mengatakan bahwa "dahulu kamu adalah hamba dosa"
Apa arti "hamba"yang dimaksud dalam bacaan tersebut ?
Apakah hamba sama dengan pembantu rumah tangga / PRT ? PRT , masih bisa menentukan sikap atau memutuskan apa yang akan dia lakukan , misal dia masih mau bekerja atau pindah kerja atau mau istirahat dirumah.
Tetapi hamba pada jaman itu, yang dimaksud dalam Roma 6 : 17 itu sangat berbeda dengan PRT jaman sekarang ini, hamba pada jaman itu disebut juga dengan "budak" , merupakan orang yang tidak punya hak terhadap dirinya sendiri, melainkan tuannya yang berhak atas hidupnya. (kasihan sekali bukan)

Kalau firman diatas mengatakan kamu dahulu adalah hamba dosa, pertanyaannya siapa yang menjadi tuan atas orang itu ? iblis atau setanlah yang menjadi tuannya, sehingga ketika seseorang menjadi hamba dosa, pasti orang tersebut berbuat dosa , melakukan kehendak tuannya yaitu iblis.

Bagaimana pada jaman itu seorang budak bisa bebas ?
Ada tiga cara yang bisa dilakukan :
  1. Diberi kebebasan oleh tuannya, artinya tuannya dengan rela melepas budak tersebut untuk tidak lagi menjadi budaknya. (Nah kalau manusia berdosa yang disebut hamba dosa itu tuannya adalah iblis, apakah kira-kira mungkin iblis mau memberi kebebasan ?, mustahil !)
  2.  Menebus dirinya sendiri. Hamba yang bisa mengumpulkan uang bisa menebus dirinya sendiri dengan cara membayar sejumlah uang kepada tuannya, tentunya dengan sejumlah uang yang disepakati. (dalam hal si hamba dosa, apakah iblis yang menjadi tuan nya akan sepakat dengan nilai yang bisa dibayar oleh si hamba dosa ? tentu nilainya tidak akan pernah bisa dipenuhi oleh si hamba dosa.)
  3. Ada pihak ketiga yang menebusnya , pihak ketiga yang mempunyai kemampuan untuk menebus hamba itu.
 Menyadari diri sebagai manusia yang berdosa, maka bisa dibilang tidak ada lagi kesempatan untuk melepaskan diri dari cengkeraman dosa melalui usaha diri sendiri, hanya satu cara yang memungkinkan yaitu melalui "penebusan" , kabar baiknya Allah sudah menebus manusia melalui Yesus yang menggantikan hukuman dosa itu di atas kayu salib. Inilah kabar baik itu, inti dari Injil.
1 Petrus 1 : 19, dikatakan bahwa kamu sudah ditebus dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus ...
Penebusan yang Kristus lakukan sudah tuntas, artinya sekali untuk selama-lamanya.
Yesus beda dengan imam-imam besar , para imam memakai binatang untuk kurban sebagai simbol pentahiran, tetapi Yesus mengorbankan diri sendiri sebagai persembahan yang sempurna untuk menebus manusia yang berdosa.
Kita mengamini dan bersyukur atas pengorbanan Yesus, karena ketidak berdayaan kita untuk bisa menyelamatkan diri sendiri melalui cara apapun. Sola gracia , hanya karena Anugerah !!

Yesus menawarkan anugerah keselamatan ini kepada semua orang,  anugerah keselamatan ini bisa diterima dengan iman, iman yang sejati adalah percaya dan mengandalkan Yesus saja sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam hidupnya sehari-hari.

Jangan sisa-siakan anugerah Nya , hiduplah dalam ketaatan tuanmu yaitu Yesus sang Juru Selamat Manusia.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Sabtu, 21 Februari 2015

Siapkah Mengasihi Orang Yang Sulit ?

ilustrasi kristen, renungan kristen, khotbah minggu

Ilustrasi Kristen, Renungan Kristen

Siapkah Mengasihi Orang Yang Sulit ?
 
Nats : Kolose 3:12-17

Apakah kita pernah punya teman yg baik? Ramah, sopan, selalu berpikiran positif, senang membantu, suka mentraktir dan masih banyak lagi sifat-sifat menyenangkan yg ada dalam teman kita tersebut. Sulitkah bagi kita untuk menjadi teman baiknya? Tentu tidak bukan… Bahkan kita semua pasti ingin memiliki teman yang demikian.

Tapi tahukah kita bahwa seringkali Tuhan menempatkan kita di dekat orang-orang yang sulit bagi kita? orang yang tingkahnya sering bikin kita geregetan, jengkel, sakit hati, menyebalkan. Mungkin kita pernah bertanya dalam hati kita, “Kenapa ya aku bisa kenal dengan orang ini ?"  atau “Kenapa sih dia selalu aja bikin masalah dengan saya?”
Yuk .. mari kita belajar berpikir positip, kalau Tuhan mengijinkan kita ada dilingkungan orang yang menjengkelkan seperti tersebut diatas , tentu Tuhan ingin kita mengambil hikmah dari situasi itu bagi kemuliaan Nya.

Amsal 27:17 – “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”
ilustrasi kristen, renungan kristen, khotbah minggu
Ya, tujuannya adalah Tuhan justru ingin membentuk hidup kita. Agar kita menjadi tajam, maka diperlukan orang lain yang senantiasa “menggesek” kepribadian kita agar kita menjadi “panas” dan mudah dibentuk.
Besi hanya dapat dibentuk bila dia mendapatkan panas. Bila besi itu dingin, maka akan sangat sulit dibentuk.
Yang Tuhan inginkan bukan emosinya yg ‘panas‘ , tetapi pemikiran kita yang ‘panas‘ untuk siap membentuk kita menjadi lebih indah buat Tuhan.

Oleh karena itu, ketika kita berhadapan atau berhubungan dengan orang yang menurut kita sulit, jangan jauhi orang tersebut. Mengucap syukurlah kepada Tuhan, berdoa minta agar Roh Kudus menguatkan kita, memampukan kita utk mengasihi dan sekaligus melembutkan hati kita agar mudah dibentuk oleh Tuhan. Tuhan ingin kita memiliki kehidupan yang berbuah dan berkualitas.

Hmm .. memang enak ya untuk dibicarakan tapi tentu sulit untuk dilakukan .. biarlah Roh Kudus yang memampukan kita semua untuk dibentuk menjadi semakin indah dihadapan Nya, Anda siap dibentuk ?

Kolose 3:14 – “Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.”
Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Jumat, 20 Februari 2015

Dimampukan Untuk Mengasihi


Renungan Kristen

Dimampukan Untuk Mengasihi

Bacaan Alkitab hari ini
1 Yohanes 3:1-10

Ayat Hafalan
1 Yohanes 3:1, “Lihatlah,  betapa besarnya kasih  yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.”

Menjadi anak Allah sebagai dasar dan alasan kita untuk hidup menyenangkan Allah, dan tujuan Allah untuk anak-anak Nya adalah supaya anak-anak Nya memperoleh keselamatan, hidup bersama Nya dan menjadi serupa dengan Kristus.
Allah juga menghendaki kita untuk hidup saling mengasihi, tidak egois dan mementingkan diri sendiri.

Kasih adalah inti dari suatu hubungan yang langgeng. Firman Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi pribadi yang mengasihi; mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Namun rasanya sangat sulit untuk mengasihi ketika kita sendiri merasa tidak dikasihi.
Ada kabar baik bagi Anda hari ini. Jika Anda rindu untuk dikasihi, bersukacitalah karena Allah mengasihi Anda dengan limpahnya. Kasih-Nya akan menutupi segala kesalahan dan kegagalan Anda. Nikmatilah kenyataan bahwa tidak ada yang dapat memisahkan Anda dari kasih-Nya.

Ketika Anda menerima kenyataan bahwa Anda dikasihi Allah, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menjadi pribadi yang penuh kasih. Bahkan Anda akan dimampukan untuk mengasihi mereka yang tidak mengasihi Anda. Inilah kasih yang sesungguhnya.
Ketika Anda tidak mampu mengasihi, maka perlu menginstropeksi, apakah persekutuan kita dengan Allah sedang terganggu.

Refleksi Diri
1. Apa yang menjadi bukti bahwa  kasih Tuhan sangat besar atas hidup kita?
2. Apa yang harus kita lakukan sebagai anak-anak Allah?

Pokok Doa
Aku bersyukur untuk  kasih-Mu yang melimpah dalam hidupku,  sehingga aku dimampukan menjadi penyalur kasih-Mu bagi sesamaku. 

Kata - Kata Bijak
Allah memberikan yang kita butuhkan agar kita mampu memberi kepada sesama.

Yang Harus Dilakukan
Terimalah kasih  Kristus atas hidup Anda hari ini.

Amin
Salam hangat dari team Nafiri Kasih

Kamis, 19 Februari 2015

Melayani Dengan Kerendahan Hati dan Penyangkalan Diri

rendah hati, ilustrasi kristen, renungan kristen

Renungan Kristen

Melayani Dengan Kerendahan Hati dan Penyangkalan Diri

Yohanes 13:4~5 <Lalu bangunlah Yesus & menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan & mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dlm sebuah basi, & mulai membasuh kaki murid2Nya lalu menyekanya dgn kain yg terikat pada pinggang-Nya itu.>

Setiap umat Kristiani mengenal kata "pelayanan", namun tidak berarti mengerti apa itu melayani walaupun sebenarnya kita harus menyadari betapa pentingnya "pelayanan" itu.

Para pelaku dalam dunia bisnis malah lebih sering melihat arti strategis dari "pelayanan", sebab itu di dunia bisnis lahir istilah-istilah yang sudah tidak asing lagi bagi kita spt "Customer Care", "Service Center", "After Sales Service", service telah menjadi kunci sukses di dunia bisnis.

Namun ada satu perbedaan mendasar antara pelayanan di dunia bisnis & di gereja, di dunia bisnis, pelanggan akan dianggap raja, ia akan dilayani sebaik mungkin selama ia masih bisa diharapkan dan memberi manfaat. Kalau sudah tidak memberi manfaat maka jangan harap untuk mendapatkan pelayanan dengan baik, perusahaan akan lebih memperhatikan mereka yang menguntungkan dari yang tidak memberi keuntungan.

Dalam ajaran Kristiani, melayani berarti memposisikan diri lebih rendah dari yang dilayani, untuk itulah perlu kerendahan hati & penyangkalan diri, tidak peduli apakah orang yang kita layani memberi keuntungan kepada kita atau  tidak , justru melayani itu perlu pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, perasaan dan materi.
Yesus berkata, "Sama seperti Anak manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang"

Dalam paradigma Yesus, pelayanan sama sekali tidak merendahkan martabat, sebaliknya justru di situlah kehormatan seseorg itu terletak, sebab apa yang lebih mulia daripada "kerendahan hati"  dan apa yang lebih luhur ketimbang "penyangkalan diri" ?

Ketika seseorang mampu membuktikan kemampuannya melayani orang lain, ia membuktikan bahwa ia mampu mengalahkan dirinya sendiri.
Orang yang melayani Tuhan harus mau menyangkal diri agar nama Tuhan saja yang dimuliakan senantiasa.  
(Baca juga Matius 16:24 & 20:28; Yohanes 3:30 & 13:15)
Tuhan Yesus memberkati.

Salam kasih dari team Nafiri Kasih.

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA