Senin, 09 Maret 2015

Tips Mengatasi Kuatir

renungan kristen

Renungan Kristen, Tips Mengatasi Kuatir
Firman : Lukas 12 : 22-32

Bagian ini mengajarkan bahwa Tuhan menyediakan bagi setiap orang percaya cara untuk mengatasi kekuatiran hidup.. Hidup tidak kuatir adalah bagian dari memiliki keselamatan dalam Yesus.

Kuatir adalah perasaaan gelisah atau takut karena sesuatu yang belum terjadi (yang mungkin tidak akan pernah terjadi) yang membuat kita jauh dari Tuhan. Bagaimana caranya agar kita bisa mengatasi kekuatiran hidup?

Memiliki kepercayaan yang benar
Kepercayaan yang salah tentang Tuhan yang membawa kita hidup dalam kekuatiran antara lain: merasa Tuhan tidak akan menolong, merasa Tuhan kurang baik pada kita, dan merasa persoalan hidup kita lebih daripada pertolongan Tuhan. Kepercayaan yang salah seperti ini seringkali membawa diri kita mencari rasa aman pada hal yang salah (seperti orang kaya yang bodoh di perikop sebelumnya). Kepercayaan yang benar adalah mempercayai pemeliharaan Tuhan (ayat 24, 27, 28).

Memahami dampak dari kekuatiran
Kekuatiran adalah sesuatu yang sia-sia (percuma). Tidak dapat membuat kita hidup lebih panjang dan tidak menyelesaikan persoalan (ayat 25). Bahkan merasa kuatir adalah suatu dosa (ayat 12, 29, 32). Pada saat kita merasa kuatir, kita juga akan mengalami kelumpuhan, dimana kita akan menghabiskan waktu dengan sia-sia.

Memiliki fokus hidup yang benar
Apabila kita memiliki fokus hidup mengejar hal-hal materi lebih daripada mengejar kerajaanNya, maka kita tidak berbeda dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah
(ayat 30). Tuhan Yesus mengingatkan supaya orang-orang percaya mencari kerajaanNya terlebih dahulu (ayat 31). Mencari kerajaanNya di sini berarti kita melakukan tugastugas
kita dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan Tuhan. Dengan demikian, Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita (bukan keinginan kita).

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih

Mengapa Diam itu Emas ?

renungan kristen

Renungan Kristen, DIAM ITU EMAS

Tidak semua orang menguasai seni berbicara dan mendengarkan, karena ini butuh waktu untuk terus berlatih , kapan waktu berbicara dan kapan harus mendengarkan.
Ada kalanya seseorang hanya butuh didengarkan,  dengan begitu bebannya menjadi lebih ringan dan ia pun merasa lega.

Sebuah ungkapan mengatakan,  "Seorang pendengar yang baik bukan berarti tidak mampu berbicara. Justru ia adalah pembicara yg baik, namun dengan tenggorokannya yg terluka." 

Ungkapan ini memiliki makna yang cukup dalam , bahwa ada sesuatu yang harus kita korbankan untuk menjadi pendengar yang baik. Kita menahan diri untuk tidak berkomentar sampai dia selesai berbicara, kita menahan diri untuk tidak protes.

Seringkali seseorang berpikir bahwa bahwa dia punya sesuatu yang lebih baik untuk dikatakan, sehingga dia tidak sabar lagi untuk mendengar dan ingin langsung berbicara.
Dalam hal ini penguasaan diri berperan penting. Belajarlah sabar untuk mendengarkan orang lain sebelum berbicara!

TUHAN sendiri tidak menginginkan kita berbicara terus menerus. Bahkan di dalam doa ada saatnya di mana Ia menginginkan kita duduk diam mendengarkan-Nya.
TUHAN pencipta memberi 2 telinga dan 1 mulut. Itu artinya harus lebih banyak mendengar daripada berbicara. 

Mengapa diam itu emas ? karena ada banyak orang yang letih lesu dan berbeban berat, mereka butuh orang yang mau mengerti dan dengan sabar mendengarkan keluh kesah serta memberi semangat baru kepada mereka.

Mari kita lebih menyadari betapa pentingnya untuk mendengar dan berkata-kata tepat pada waktunya...! Jangan justru kehadiran kita menambah keruh suasana, jadilah bijak.

Amsal 15:23 <Seseorang bersukacita karena jawaban yang diberikannya, dan alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! > Tuhan memberkati.

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 08 Maret 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 8 Maret 2015

gki gading serpong, khotbah minggu
Persembahan Angklung dari Komisi Usia Indah

GKI Gading Serpong

Thema : Tetap Percaya Walau Menderita
Firman : 1 Petrus 2 : 18 - 25 
Pembicara : Pdt Jotje Hanri Karuh

Sebuah kalimat bijak yg berbunyi demikian "kita tidak melarang burung terbang diatas kita , tapi kita bisa mencegah burung bersarang diatas kepala kita"

Kita tidak bisa mencegah persoalan datang kepada kita, tapi kita bisa mencegah persoalan itu melumpuhkan kita.
Dalam realita, persoalan dan hal yang menyakitkan bisa terjadi karena orang lain seperti penganiayaan, fitnah, orang yang iri pada kita, orang yang berbuat semena-mena dan lain-lain,  atau juga karena kesalahan diri sendiri, salah bicara, salah bersikap, salah perhitungan dsb. Walaupun kita percaya Tuhan tapi tidak jaminan untuk bebas dari penderitaan maupun persoalan hidup.

Ketika kita menghadapi persoalan kehidupan , ada 2 hal yang bisa dilakukan :

1. Menutup diri atau memendam masalah seolah-olah tidak punya persoalan , tapi jika demikian , tinggal tunggu waktu untuk meledak , sehingga menambah persoalan baru lagi dan tidak menyelesaikan masalah.

2. Melihat masalah sebagai bagian hidup dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Yang penting bukan mengapa masalah ini terjadi , tapi bagaimana meresponinya untuk menghadapi dan mengatasinya, bagaimana caranya ?

 A. Dalam Ibrani 2 : 8 , kita harus sadar bahwa kita tidak berjuang sendirian, kita punya Tuhan yang menyertai kita, Dia tau penderitaan kita , pergumulan kita, masalah kita dan problem hidup kita. Dia senantiasa menguatkan dan membimbing kita, Dia berjalan bersama kita. Dia tau siapa diri kita, Dia tidak pernah membiarkan persoalan atau penderitaan melebihi kekuatan kita, Dia sanggup menggendong kita manakala kita sudah tidak sanggup lagi. " Tidak penting berapa kali engkau gagal, tetapi berapa kali engkau bangkit, itu jauh lebih penting " .. Abraham Lincoln.

B. Memiliki ketangguhan hati menanggung masalah ( hupophero) , memiliki semangat untuk mengubah masalah menjadi kekuatan dan dorongan untuk maju.
Jangan mudah putus asa, karena Tuhan beserta kita , ini adalah langkah iman untuk menjadi semakin kuat.
Ada filosofi Chinese yang menarik terhadap kata "krisis" . Bahasa mandarin untuk Krisis adalah : 危机 (wēi jī) berasal dari kata 危险 (wēi xiǎn, danger) dan 机 会 (jī huì, chance).
Didalam setiap 危机, wēi jī (krisis), selalu memiliki 2 dimensi : pertama 有危 (yǒu wēi, ada bahaya), kedua 有机 (yǒu jī, ada kesempatan) . Jadi di setiap krisis walaupun memang memiliki bahaya, namun juga mengandung kesempatan yang menuju kepada harapan/ kesuksesan.
Kata-kata sebuah lagu .. habis hujan tampak pelangi, bagai janji yang teguh , dibalik duka menanti pelangi kasih Tuhanmu .. mengingatkan bahwa jikalau kita ingin melihat pelangi maka harus siap menerima hujan. Jika ingin melihat karya Tuhan dalam hidup, maka harus siap menghadapi semua tantangan bersama Tuhan.

C. Pergumulan dan persoalan dapat menjadi sarana untuk memurnikan iman (Maz 66 : 10)
Milikilah sikap yang positip, maka hati akan tetap bersyukur dan berpengharapan pada Tuhan.

D. Menerapkan prinsip GROWTH
  • G  go to God in daily Prayer
  • R  read the Bible
  • O  obey God moment by moment
  • W worship together
  • T  trust God every detail our lives
  • H  Holy spirit control and empower your daily life and witness
Penderitaan adalah peneguhan spiritual untuk mengubah kita dari orang biasa menjadi orang yang luar biasa dalam Tuhan.
Milikilah Hupophero itu ..

Amin
Salam hangat dari team Nafiri Kasih






Kamis, 05 Maret 2015

Tuhan Hartamu Atau Harta Tuhanmu

ilustrasi kristen, renungan kristen

Nats : Lukas 16 : 19 - 31
Orang Farisi selalu merasa diri lebih baik dibandingkan sesamanya. Mereka adalah pemimpin agama,  sehingga selalu ada dalam rumah ibadah. Mereka paham akan hukum Taurat dan kitab nabi-nabi.

Mereka mengira bahwa menguasai hukum Taurat dan kitab nabi itu serta berkelakuan santun akan membuat mereka masuk surga. Yesus membuka mata mereka melalui perumpamaan Lazarus dan orang kaya.

Orang kaya itu memiliki segalanya , menikmati hidup yang berkelimpahan dan mewah, berbeda dengan Lazarus yang hidup sebagai pengemis , penyakitan , badan nya penuh borok, yang berbaring dekat pintu orang kaya tersebut.

Namun keadaan menjadi terbalik ketika keduanya meninggal dunia, Lazarus masuk surga dan duduk dalam pangkuan Abraham , sedangkan orang kaya itu justru menderita di neraka.

Tidak ada penjelasan tentang dosa apa yang diperbuat oleh si kaya, apakah dia salah dengan kekayaan nya ? jelas tidak, Abraham pun kaya. Namun masalahnya orang kaya itu rupanya hidupnya hanya mengandalkan kekayanan , mengandalkan harta yang fana dan hidup hanya bagi kesenangannya diri sendiri,  lupa sesama dan lupa Tuhan. Dia setiap hari melihat Lazarus yang membutuhkan pertolongan , tetapi tidak ada empati sama sekali.

Yesus berkata bahwa manusia tidak dapat mengabdi kepada dua tuan . Ketika Allah menjadi Tuhan kita, maka harta akan kita gunakan untuk melayani Dia, namun ketika harta menjadi tuan kita , Allah akan kita manfaatkan untuk membuat kita kaya.

Manakah yang Anda pilih Tuhan menjadi hartamu atau harta menjadi Tuhan mu ?

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Selasa, 03 Maret 2015

Anda Mau Grasi ?

 renungan kristen, khotbah minggu

Galatia 5 : 4 "Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat, kamu hidup diluar kasih karunia"

Sobat yang terkasih,

Firman diatas memberitahukan kita, jikalau kita menolak Kristus,  berarti menolak kasih karunia Nya yaitu Anugerah Hidup Kekal melalui iman kepada Kristus, maka pilihan yang lain adalah menerima Hukum Taurat.

Hukum Taurat, adalah hukum Allah yang dituliskan oleh nabi Musa yang berisi tentang larangan-larangan, ajaran, perintah , didikan kepada manusia untuk dipatuhi.
Apa mungkin manusia mematuhi hukum Taurat ini supaya selamat dan masuk surga ?

Galatia 2 : 16 , mengatakan bahwa : Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

Aneh juga ya, mengapa firman Tuhan dalam Galatia 2: 16 mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang dibenarkan karena melakukan hukum Taurat ? bukankah hukum Taurat adalah hukum Allah sendiri ?

Nah ini rupanya jawaban nya :
Tidak seorang pun yang dapat membenarkan dirinya dengan taat secara sempurna kepada hukum Taurat atau dengan melakukan perbuatan baik (Rom 4:2-6), "karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Rom 3:23).

Disebutkan bahwa "semua orang telah berbuat dosa" ,  semua orang atau semua manusia itu sudah berdosa , rupanya DOSA ini lah penyebabnya ,dosa inilah biang keladinya, dan perlu dicamkan bahwa upah dosa adalah MAUT !
Jadi karena dosa lah manusia tidak mungkin bisa dibenarkan karena melakukan hukum Taurat .. memenuhi hukum Taurat bisa dibilang itu hil yang mustahal. Mau sepatuh apa ? apa mungkin manusia yang berdosa ini patuh seratus persen ? Padahal tuntutan Allah adalah sempurna (Matius 5 : 48).

Dosa sudah menjerat manusia dan tidak ada kesempatan lagi untuk meloloskan diri dari Hukum Keadilan Allah.

Upah dosa adalah maut , itu seperti vonis bandar narkoba akan hukuman mati !! tidak ada kesempatan lagi.  Si bandar narkoba mau berperi laku sebaik apapun dalam penjara selama vonis itu tetap ada , maka hukuman mati akan tetap dilaksanakan. Hanya grasi dari presiden lah yang bisa membebaskan.

Demikian juga dengan manusia yang berdosa, hanya Anugerah Allah yang bisa membebaskan manusia dari jerat dosa dan hukuman. Syukur kepada Yesus yang sudah menggantikan hukuman atas dosa itu. Keadilan tetap dijalan kan dan Kasih Allah juga dinyatakan, inilah kabar suka-cita bagi kita semua.

Anda mau Grasi apa mau Berjuang Sendiri ?

Amin.
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Senin, 02 Maret 2015

Mengapa Harus Allah Yang Bertindak ?


Sobat terkasih,

Ada 3 cara orang berhubungan dengan Allah :
  1.  Beragama
  2.  Tidak Beragama
  3.  Percaya Injil
Ada 2 jalan juga untuk menolak Allah sebagai Juruselamat (Injil) :
  1. Menolak Allah dan mengikuti kehendak diri sendiri
  2. Menerima Allah, berperilaku sangat baik, sangat bermoral untuk memperoleh keselamatan/surga.
Perbedaan orang yang percaya Injil dengan Beragama  :

Beragama : Patuh supaya diterima dan masuk surga
Injil : Saya sudah diterima, oleh karena itu saya patuh

Beragama : Motivasi didasari , rasa takut dihukum
Injil : Motivasi didasari oleh rasa syukur karena menerima Anugerah keselamatan

Beragama : Mengandalkan diri sendiri untuk masuk surga
Injil : Mengandalkan Allah saja didalam Yesus Kristus untuk masuk surga


Belakangan ini sedang marak berita tentang hukuman mati atas bandar narkoba, mereka meminta grasi kepada presiden Jokowi, tetapi ditolak,  seandainya saja permohonan grasi itu diterima oleh presiden .. maka bandar narkoba itu akan bebas dari hukuman. Jadi walaupun secara hukum harus nya dihukum mati tetapi karena diberi "grasi" maka dia selamat dan bebas , tidak jadi dihukum.  Kenapa dia harus menerima "Grasi" baru bisa selamat ? karena pelanggaran nya sedemikian besar nya sehingga dia dijatuhi hukuman mati oleh Hakim , maka kesempatan bebas nya hanya kalau menerima Grasi .

Grasi itu berasal dari "Grace" yang berarti Anugerah ..

Kami umpamakan manusia yang berdosa itu seumpama bandar narkoba  , hukuman atau vonis dosa adalah maut yaitu neraka , jadi hanya grasi atau "grace" dari Allah yang bisa membebaskan manusia dari hukuman neraka. Tetapi disini ada bedanya .. Allah yang Maha Adil harus tetap menghukum manusia, tetapi Allah yang maha Kasih tidak ingin menghukum manusia , terjadi dilema, apa yang Allah lakukan ?

Allah mempertemukan Kasih dan Keadilan melalui Pengorbanan Diri Nya dalam Yesus Kristus. Yesus lah yang menjalani hukuman dosa manusia, sehingga manusia yang seharusnya menerima hukuman itu , dibebaskan dan selamat. Anugerah keselamatan ini hanya bisa diterima dengan IMAN, yaitu mengenal dan mengandalkan Yesus saja sebagai Tuhan dan Juru Selamat untuk memperoleh surga.

Mengapa harus Allah yang bertindak ? karena tanpa campur tangan Allah mustahil manusia yang berdosa dapat menyelamatkan diri sendiri, seperti vonis hakim atas hukuman mati bandar narkoba, demikian vonis dosa adalah maut atau neraka. Yesus menang atas maut , Dia bangkit naik ke surga dan menawarkan hidup kekal itu kepada Anda dan saya ... maukah Anda menerima Anugerah Hidup Kekal ?

Amin
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 01 Maret 2015

GKI Gading Serpong, Khotbah 1 Maret 2015

gki gading serpong, khotbah minggu


Thema : Curahan Kasih Kekal
Nats : Roma 8: 28-39 dan Ibrani 1 : 1-4
Pembicara : Pdt Santoni

Bapak ibu sekalian , Jika hidup ini lancar, berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan, sepertinya tidak sulit ya untuk percaya kepada Tuhan. Tetapi bagaimana jikalau sebaliknya ? ketika sakit datang, usaha  mengalami kerugian , di phk dan lain sebagainya .. apakah kita tetap beriman kepada Tuhan ? atau justru iman kita luntur ... ? 
Mengapa iman gampang luntur dan sering kali kita protes kepada Tuhan, mengapa ini terjadi ?

Seorang martir yang akan dihukum mati di Madagaskar bernama Rafafi , menyanyikan sebuah lagu pujian kepada Tuhan ketika akan di eksekusi , hal tersebut membuat heran tentara yang sering menyiksanya .. dan melalui kejadian tersebut beberapa tentara malah bertobat. Ia mempertahankan identitas nya walaupun kematian ada di depan nya.
Mengapa orang tersebut bisa sedemikian kuatnya ketika menghadapi kematian tersebut ? siapakah Tuhan nya ?

Dalam bacaaan firman diatas,

Para nabi pada zaman dahulu memberitakan bahwa ada hukuman bagi orang yang tidak setia, tetapi Yesus lebih dari itu, Yesus menyerahkan diri Nya dan rela menjadi sasaran murka Allah demi supaya manusia yang berdosa ini diselamatkan.

Yesus datang ke dunia untuk menyatakan kasih Allah yang kekal, siapakah Yesus ? Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, bukan manusia yang dijadikan Allah ... IA adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah , menopang segala yang ada dengan firman Nya yang penuh kekuasaan.

Ia datang bukan untuk dilayani , tetapi untuk melayani dan memberikan nyawa Nya bagi tebusan banyak orang.

Kematian Yesus merupakan korban yang bersifat menggantikan, karena bila Yesus tidak mati sebagai korban yang menggantikan maka kita tidak dapat lepas dari status sebagai manusia yang berdosa.

Kematian Yesus merupakan korban yang meredam murka Allah, karena upah dosa ialah maut , tetapi karena kasih Allah yang begitu besar kepada manusia, kematian dan kebangkitan Yesus telah menyelamatkan kita dari murka Allah.

Kematian Yesus merupakan korban yang menanggung hukuman, sehingga sudah tidak ada lagi hukuman bagi setiap orang yang mengenal dan mengandalkan Yesus saja sebagai Tuhan dan Juru Selamat untuk memeperoleh hidup yang kekal.

Kematian Yesus juga merupakan korban yang bersifat mendamaikan , manusia berdosa yang sudah terpisah dari Allah kini telah diperdamaikan , dulu adalah hamba dosa tetapi sekarang adalah anak-anak Allah.

Yesus merupakan stempel Allah, IA adalah citra Allah

Mengapa ketika badai kehidupan datang , kita masih meragukan Tuhan ?

Kita belajar dari rasul Paulus dalam Roma 8 : 28 , kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia ...
Dalam 2 Timotius 1 : 12 .. Paulus mengatakan bahwa dia tidak malu lagi walaupun harus menderita karena Injil , sebab ia tau siapa Allah nya , apa yang Allah nya sudah lakukan , sehinggag ia bisa berkata bahwa ada kebaikan disetiap kejadian karena Allah dipihak kita.
Nyawa sudah diberi .. apalagi hanya soal materi ... bahkan maut pun sudah tidak dapat memisahkan kita  lagi dari kasih Kristus.

Kita tidak tahu cara kerja Allah dalam hidup kita , kita sangka sedang merusak, padahal sedang berkarya dalam hidup kita.
Jangan seperti kulit ari yang mudah rusak , tetapi jadilah seperti paku, ketika dipukul justru semakin kuat, penderitaan membuat kehidupan rohani kita semakin kuat ... siap menderita untuk Kristus ?

Selamat memasuki minggu Pra Paskah yang ke - 2

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA