Senin, 13 April 2015

Perjamuan Kudus Sebagai Peringatan Akan Kristus

renungan kristen

Tema : “Perjamuan Kudus Sebagai Peringatan Akan Kristus”

Nats :  1 Korintus 11:17-34

Perjamuan Kudus adalah salah satu dari dua sakramen yang diselenggarakan oleh Gereja Kristen yang harus diperingati secara regular sebagai peringatan akan apa yang Allah sudah lakukan bagi kita di dalam Kristus dan sebagai pengharapan akan perayaan kita dalam kerajaanNya di Surga. Perjamuan Kudus ini harus dilakukan dengan sikap yang pantas dan benar, dengan mengakui maknanya, memperlakukan gereja Kristus secara terhormat, dan dengan saling mengakui bahwa setiap kita memerlukan pertobatan dan kasih karunia.   

Ringkasan
  • Dua Sakramen di dalam Gereja secara fisik: Umat Allah – Israel di Perjanjian Lama dan gereja di Perjanjian Baru – mempunyai 2 macam sakramen.  Dalam Perjanjian Lama, tanda yang menunjukkan bahwa seseorang menjadi bagian umat Allah adalah dengan sunat. Tanda sunat ini sama dengan makna babtisan bagi orang Kristen yang percaya. Baik sunat maupun babtisan hanya bisa dilakukan 1 kali seumur hidup. Demikian juga, perayaan Paskah bagi orang Israel sekarang diperingati oleh seluruh orang Kristen melalui Perjamuan Kudus. Sama seperti perayaan Paskah dilakukan setiap tahun, Perjamuan Kudus dilakukan berulang kali oleh orang percaya.

  • Penyalahgunaan Perjamuan Kudus: Rasul Paulus dalam 1 Korintus 11:17-34 menyampaikan peringatan keras tentang cara atau sikap gereja Korintus melakukan Perjamuan Kudus. Sesama anggota jemaat saling berkelahi; mereka tidak mengertai makna Perjamuan Kudus; dan mereka datang ke meja perjamuan tanpa mengakui dosa-dosa dalam hidup mereka. Oleh sebab itu, Perjamuan Tuhan bukannya menjadi berkat tetapi menjadi penghukuman. Jemaat menjadi sakit dan bahkan meninggal

  • Perjamuan Kudus yang benar:  Untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan di atas, Paulus memberikan beberapa aturan bagi gereja Tuhan. Untuk mengambil bagian dalam Perjamuan Tuhan secara benar, orang Kristen harus memeriksa diri mereka sendiri, baik pemahaman mereka akan Perjamuan Kudus dan juga sikap mereka sehari-hari. Mereka harus mengusahakan persatuan dengan tubuh Kristus sehingga mereka bisa makan bersama dengan Kristus dan gerejaNya. Jika Perjamuan Kudus dilakukan dengan cara yang benar seperti itu, Allah akan mencurahkan berkat-berkatNya dengan menyatakan kehadiranNya, oleh Roh Kudus, dan anugerahNya bagi semua penyembahNya.

Penanganan
Perhatikan bagian-bagian Alkitab di bawah ini dan lihatlah bagaimana Kristus menghubungkan Perjanjian Baru dengan  Perjanjian Lama.
  • Sunat & Babtisan: Kejadian 17:9-14; Yeremia 4:3-4 and Kolose 2:8-14
  • Paskah/Keluarnya bangsa Israel dari  Mesir & Perjamuan Kudus: Keluaran 12:1-6; 17-20 and 1 Korintus 5:6-8
Penerapan :
  • Datang ke Meja Perjamuan:  Pada bagian pembukaan dari Perjamuan Kudus, pelayan mengundang semua orang percaya untuk datang ke Meja Perjamuan. Perjamuan ini terbuka karena tidak dibatasi oleh anggota gereja tertentu yang sebelumnya telah disahkan oleh tua-tua gereja tersebut. Meja yang terbuka ini menggambarkan adanya kesatuan universal di antara semua orang percaya di dalam Kristus, apapun afiliasi gerejanya. Ini adalah undangan karena Perjamuan Kudus adalah “alat kasih karunia” bagi orang beriman. Dengan ambil bagian dalam Perjamuan Kudus, jiwa orang percaya dikuatkan dalam tindakan yang menyatakan kebenaran injil Yesus. Dia mati di salib bagi orang berdosa. Kita meminum cawan anggur karena darah Kristus tercurah bagi pengampunan dosa-dosa kita.  Kita memakan roti perjamuan karena tubuh Kristus dipecah-pecahkan agar umatNya dapat hidup.  Kita harus memiliki kerinduan yang besar untuk datang ke meja Perjamuan karena semua orang berdosa yang telah ditebus membutuhkan pertolongan dari tahta kasih karunia Kristus (Ibrani 4:14-16)

  • Koreksi Diri Sendiri:  Tantangan yang diberikan Rasul Paulus kepada orang Kristen adala untuk mempersiapkan diri mereka sebelum makan dari Perjamuan Tuhan. Tahap pertama dari pemeriksaan ini adalah agar umat memahami makna Perjamuan Kudus Tuhan dalam kaitannya dengan Injil. Beberapa orang beranggapan bahwa dengan menerima roti dan anggur, mereka masuk dan tetap tinggal di dalam keselamatan kekal Allah. Ini adalah kesalahan yang disebut Sakramentalisme, dimana orang berfikir bahwa  Perjamuan Kudus itu sendiri memberi keselamatan.  Perjamuan Kudus menjadi efektif karena ia adalah tanda yang dapat dilihat dan representasi dari karya Kristus di atas Salib. Yesus menyelamatkan melalui iman kita melalui apa yang sudah dilakukanNya di atas Salib.  Karena alasan ini, hanya orang yang dapat memahami makna Perjamuan Kudus yang dapat ambil bagian.

  • Singkirkan ragi: Ragi dalam Perjanjian Lama adalah symbol dosa.  Ketika bangsa Israel keluar dari Mesir, mereka harus menghilangkan semua ragi dari rumah mereka. Dengan cara yang sama, Paulus memerintahkan orang percaya di Korintus untuk menghilangkan “ragi yang lama, ragi keburukan dan kejahatan” dan menggantinya dengan “roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.” (1 Korintus 5:8)  Aspek inti dari pemahaman yang benar tentang Perjamuan Kudus adalah agar kita meninggalkan semua praktek dan tindakan kita yang berhubungan dengan natur dosa kita, khususnya hal-hal yang menyebabkan konflik di dalam umat Allah.

Berdoa 
    Berdoalah bagi diri sendiri agar setiap kali Saudara masuk dalam Perjamuan Kudus Tuhan, hati anda disiapkan. Berdoalah juga bagi gereja Saudara dan komunitas orang percaya sehingga sebagai umat percaya kita bersatu “untuk membuang semua ragi” dan bertumbuh dala kasih sejati satu sama lain, sebagaimana yang telah diperintahkan Kristus kepada kita (Yohanes 13:34-35)

Pertanyaan Diri 
  • Apakah Saudara benar-benar menerima Injil sebagaimana yang didemonstrasikan dalam Perjamuan Tuhan?
  • Bagaimana Saudara mempersiapkan diri menyambut Perjamuan Kudus? Apakah ada praktek-praktek dalam hidup Saudara yang Saudara tahu tidak sesuai dengan kehendak Allah?
  • Bagaimana hubungan Saudara di Gereja anda? Kita dipanggil untuk membawa damai dengan semua saudara seiman. Pastikan bahwa tidak ada kepahitan, cemburu, iri hati, atau kejahatan di dalam hati yang menghambat kita untuk menerima berkat-berkat dari meja Perjamuan Kudus.
  • Dari pada melakukan kejahatan, carilah cara bagaimana Saudara dapat menunjukkan anugerah bagi mereka yang sudah berdosa terhadap Saudara. “Kasih menutupi banyak sekali dosa.” Efesus 4:8

    Amin .. salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Minggu, 12 April 2015

GKI Gading Serpong Khotbah 12 April 2015


Tema : Kebangkitan Nya Sesuai Dengan Janji Nya

Pembicara : Pdt Santoni
Nats : 1 Korintus 15 : 1-15

Jemaat sekalian .. kitab 1 Korintus pasal 15 ditulis oleh Paulus untuk meyakinkan orang-orang yang menyangsikan bahwa Kristus sungguh bangkit , terutama kepada mereka yang berlatar belakang Yahudi.

3 hal penting yang disampaiakn Paulus dalam ayat 3 dan 4

1. Kristus Mati
Adalah sebuah keyakinan bahwa kematian Kristus sebagai dasar bagi orang berdosa .. Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, melalui kematian Kristus saja manusia dapat diselamatkan , yaitu pengampunan dosa.
Garis keatas pada salib melambangkan perbaikan hubungan dengan Allah dan garis yang mendatar melambangkan perbaikan hubungan dengan sesama. Salib lambang kutuk, tapi bagi Kristus adalah lambang kasih karunia.
Paulus menegaskan bahwa Kristus sungguh-sungguh mati sebagai kurban pengganti atas dosa manusia, sehingga melalui kematianNya manusia kembali mempunyai hubungan yang baik dengan Allah.

2. Kristus Dikuburkan
Pada ayat yang ke 4 , Paulus menjelaskan bahwa Kristus yang mati telah dikuburkan, meyakinkan bahwa sungguh Kristus benar-benar sudah mati.

3. Kristus Bangkit
Ayat 4 dan seterusnya, menjelaskan bahwa pada hari yang ketiga , Kristus bangkit dari kematianNya dan  menampakan diri kepada banyak saksi , Kefas, kedua belas murid, lebih dari lima ratus orang, Yakobus, semua rasul termasuk Paulus, merupakan fakta sejarah yang tak terbantahkan bahwa Kristus yang tersalib itu mati , dikuburkan dan bangkit dari antara orang mati. (tidak ada yang bisa membantah sejarah ini , hanya bisa menolak dan tidak mengakui tanpa bukti dan fakta !!, ingat apa saja bisa disangkal didunia ini melalui lidah yang tak bertulang , kalau kita mengatakan sesuatu itu palsu tanpa kita bisa menunjukan asli nya , bukankah itu sebernarnya hanya fitnah).
Paulus tidak menyampaikan argumennya sendiri tanpa dasar, semua yang ia kemukakan berdasarkan apa yang tercatat dalam Kitab Suci, nubuat tentang kematian dan kebangktian Kristus telah dinyatakan dalam nubuat-nubuat Perjanjian Lama.

Pertanyaan penting, bagaimanakah kuasa kebangkitan itu terjadi dan dialami oleh kita ?

Kuasa yang seperti apa? , kuasa kebangkitan adalah kuasa KEMENANGAN , kita harus menyadari bahwa kita adalah orang-orang yang menang seperti Kristus yang telah menang atas maut.
Salam orang percaya pada jaman dulu adalah mengucapkan "Kristus Menang" .. kita menang bersama Kristus, karena Kristus dan didalam Kristus dan itu berarti kita tidak boleh sombong dan merasa hebat, karena yang menang adalah Kristus. Jadi yang memampukan kita bisa manghadapi setiap persoalan hidup adalah Kristus dan Kristus pula yang memberi berkat kepada kita.

Hakekat diri kita dikatan oleh rasul Paulus seperti tanah liat yang ringkih, gampang pecah, gampang hancur oleh karena itu firman Tuhan mengatakan "berjaga-jagalah senantiasa .."
Ditaman getsemani ketika Kristus mau ditangkap, Petrus mengandalkan pedang, dia berpikir dengan pedang dapat menyelesaikan masalah, ternyata iblis sedang diujung pedang untuk menggagalkan rencana Allah.
Paulus sadar bahwa manusia lemah , tetapi dia sadar bahwa ada kuasa yang membuatnya menjadi kuat yaitu kuasa kebangkitan Kristus. Kristus yang bangkit sanggup memberi kemenangan dalam hidup kita , tetapi kenapa kita sering kali kalah dan gagal ?

Jangan-jangan kita ragu dengan kuasa kebangkitan Kristus, kita percaya kepada "pedang kita" , kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, kita mengandalkan harta , keahlian dan manusia.
Paulus sangat percaya dan yakin dengan Kristus yang menang dan bangkit , maka dia tidak malu untuk memberitakan kabar sukacita ini, dia sudah mengalami kuasa kebangkitan dalam hidupnya dan dia menang.

Kuasa kebangkitan adalah juga kuasa yang MENGUBAH, pass over , yang lama sudah berlalu dan kita punya harapan baru, paradigma yang baru , karena kebangkitan  penciptaan baru terjadi didalam Kristus.
Kita menjadi manusia baru didalam Kristus, Paulus dahulu sebelum percaya Kristus adalah penganiaya dan pembunuh orang-orang kristen, tetapi kuasa kebangkitan Kristus, kasih karunia Allah telah mengubah hidupnya menjadikan dia rasul yang sangat luar biasa. Kristus telah mengubah cara pandang dan lakunya.
Sebagai orang percaya, apakah kita juga sudah mengalami kuasa kebangkitan Nya dengan hidup semakin berkenan dihadapanNya ? atau malah sebaliknya orang kecewa terhadap kata-kata dan tingkah laku kita ?.
Jangan-jangan hati kita masih mati karena kekecewaan, egois, menghakimi orang lain, iri dan dengki, tidak berpengharapan, penyakit yang tidak sembuh-sembuh dan lain sebagainya. Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa kita adalah gambar dan rupa Allah yang diciptakan untuk melakukan perbuatan baik. Kuasa kebangkitan seharusnya mengubah hidup kita dan memunculkan buah Roh dalam hidup kita , ada suka-cita , kasih , damai sejahtera, kesabaran kemurahan , kebaikan, kesetiaan, lemah lembut dan penguasaan diri.

Kuasa kebangkitan juga merupakan kuasa yang membuat YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN , kebangkitan Nya telah mengalahkan kematian.
Kondisi murid ketika Kristus mati disalib, maka mereka kehilangan pengharapan, buat apa bergantung kepada yang mati, ada kekecewaan, ketakutan, putus asa , kesedihan dan mereka kembali pada pekerjaan masing-masing. Tetapi setelah Kristus bangkit mereka mengalami perubahan hidup yang luar biasa, timbul semangat pengijilan yang luar biasa.
Banyak kita yang percaya Kristus, tapi Kristus yang mati bukan Kristus yang hidup , mata rohani mereka tertutup oleh egoisme, bergantung pada kekuatan diri sendiri, kepandaian, harta dan manusia.
Kristus yang kita percayai adalah Kristus yang bangkit mengalahkan maut, karena Kristus bangkit maka kita punya masa depan, punya pengharapan , kuasa mautpun dikalahkan .. hal yang tidak mungkin ternyata menjadi mungkin dengan kebangkitan Nya.
Saat ini mungkin hidup kita sulit , badai menghantam dan hampir putus asa , ingatlah bahwa kuasa kebangkitan Nya sudah mengalahkan semua termasuk penderitaan kita, tetaplah berharap kepada Kristus .. pasti tidak mengecewakan.

Oleh karena itu yang penting bukan hanya memperingati  peristiwa Paskah saja tetapi bagaimana kita mengalami kuasa-kuasa itu setiap hari dalam hidup kita. Alami kuasa kebangkitanNya , yaitu hidup yang berkemenangan, hidup yang berubah menjadi ciptaan baru didalam Kristus dan hidup yang percaya bahwa segalanya mungkin didalam Kristus.

Amin ..

Salam hangat dari team Nafiri Kasih .. semoga bermanfaat.


Sabtu, 11 April 2015

KIta Semua Adalah "Barabas"

renungan kristen
Matius 27 : 15 - 26
S- Summary of God’s Word:  Matius 27:15-26. Kita semua ingin dibebaskan dari penjara dosa dan pergumulan kita, dan hanya melalui penggantian yang dilakukan oleh Yesuslah kita memperoleh kebebasan. Yesus mati agar kita dapat keluar dari penjara! KITA SEMUA ADALAH BARABAS!

1-Siapa yang dibebaskan-Yang benar atau yang memberontak? (15-19) Karena iri hati, imam-imam kepala membawa Yesus untuk disalibkan. Orang banyak mengikuti Yesus, dan mereka ingin agar kompetisi dieliminasi. Barabas adalah seorang pemberontak radikal, disebut oleh Matius sebagai “seorang yang terkenal” (27:16). Injil Yohanes menyebut Barabas “Penyamun” (18:40), sementara Markus dan Lukas menyebutnya seorang pemberontak (Mat 15:7, Luk 23:18). Adalah sebuah kebiasaan bagi Pilatus untuk melepaskan seorang terhukum pada masa Paskah, dan ia merasa adalah sebuah tindakan yang aman jika ia mengajukan Raja Kebenaran sebagai pilihan untuk melawan Barabas. Bagaimana Pilatus menyadari kebenaran dari Kristus? Istrinya bermimpi tentang Yesus dan menyadari bahwa IA adalah yang benar ketika orang banyak mengejek-Nya sebagai raja.  Kebenaran Kristus disadari namun tidak diterima. Keputusan yang ada di hadapan Pilatus dan orang banyak sangat sederhana – apakah mereka memilih pemberontak radikal atau Sang Raja?

2- Si pemberontak dibebaskan (20-25) Barnabas adalah musuh Roma, karena itu ia pantas dihukum mati. Hukuman terhadap Barnabas sudah adil adanya, dan penahanannya sudah tepat, tetapi melalui bujuk-rayu para pemimpin, orang banyak menyebutkan nama Barabas, bukan Yesus, untuk dibebaskan. Apakah Barabas mengetahui apa yang diteriakkan oleh orang banyak, ketika penyebutan namanya diikuti seruan “Salibkan Dia!”? kita tidak tahu, namun apa yang kita ketahui adalah ketika Barabas berhadapan dengan kerumunan orang, ia dibebaskan dari tahanan dan ada orang lain yang menggantikannya menerima hukuman mati. Seperti halnya kita, Barabas pantas untuk mati namun Yesus menggantikannya, Sang Raja dikutuk oleh karena dosa kita.

3- Yang benar disalibkan (26) Setelah Barabas si pemberontak dibebaskan, Yesus dibawa untuk disiksa lalu disalibkan. Sang Raja dengan tidak adil telah diserahkan untuk disiksa dan dibunuh oleh para penjaga dari kekaisaran Romawi. Ketika kita hendak mencari tahu keseluruhan dari apa yang kisah ini ajarkan kepada kita, realita yang ada sangatlah mencengangkan, terutama ketika kita melihatnya sebagai bagian dari rancangan Allah sejak dahulu kala. Sejak Kejadian 3:15 kita tahu bahwa Allah telah memiliki rencana pembebasan, maka “adalah kehendak Tuhan utnuk merekmukkan” Yesus (Yes 53:10). Penggantian yang dilakukan Yesus adalah bagian dari “Maksud dan rencana Allah” (Kis: 2:10) ketika Yesus naik menggantikan kita untuk mati: “DIA yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.” (2 Kor 5:21) Kuasa dari karya ini terlalu besar untuk dipahami. Dan kategori-kategori teologis memampukan kita untuk memahami betapa dalam dan luasnya kasih ini yang ditunjukkan melalui Karya penebusan Kristus.

H-Handle God’s Word: Beberapa pemahaman teologis dari tindakan penebusan oleh Yesus ini hadir dalam doktrin Penal Substitution (Penggantian Hukuman). Tindakan Yesus yang menggantikan kita disebut hukuman, karena Allah meletakkan dosa-dosa kita pada Yesus ketika IA “menjadi dosa” dan membayar hukuman mati akibat pemberontakan kita. Ini adalah sebuah penggantian (silih) karena Yesus mengalami kematian yang seharusnya kita alami. Ada setidaknya empat implikasi dari doktrin Penal Substitution:
  1. Kita pantas mati karena itulah hukuman atas dosa kita, namun karena pengorbanan Kristus, hukuman mati dihapuskan.  (Ibr 9:26)
  2. Kita pantas mengalami murka Allah akibat dosa kita, namun melalui Kristus ada pendamaian, sebuah pengorbanan memuaskan murka Allah atas dosa (1 Yoh 4:10).
  3. Kita terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita (Yes 59:2) namun melalui kematian Kristus, kita mengalami rekonsiliasi (2 Kor 5:18-19).
  4. Kita terikat oleh dosa dan oleh kerajaan si iblis, namun melalui Kristus kita ditebus (Mar 10:45, Kol 1:12-14), dilepaskan dari ikatan dosa melalui darah Kristus.

A-Apply God’s Word: Apa arti hal ini bagi kita pada saat ini? Mitchell menyebutkan empat poin aplikasi bagi kita, sementara kita mulai memahami penggantian hukuman Kristus:
  1. Pemenuhan: Kematian Kristus yang menggantikan kita telah memenuhi murka dan amarah Allah akibat dosa kita. Ini berarti kita tidak perlu lagi membayar dosa kita entah itu melalui kegiatan-kegiatan agama ataupun tindakan-tindakan kebaikan/Moralisme. Mengapa anda mengalami kesulitan dalam memahami hal ini?
  2. Anak Allah, bukan Anak yang dimurkai: Oleh karena karya Yesus yang menggantikan kita, identitas kita telah diubah. Kita adalah anak-anak Allah, dan tidak perlu lagi menghadapi murka Allah! Anda hidup sebagai anak Allah atau sebagai budak dari dosa anda? Apakah ada kebebasan yang lebih di salah satunya jika dibandingkan dengan yang lain?
  3. Jaminan: Yesus membayar semuanya! Jadi TIDAK ADA yang harus dibayar dan tidak ada yang dapat mengambil kasih Kristus terhadap kita (lih Rom 8:37-39). Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk memperoleh kasih Tuhan dan tidak ada yang kita lakukan yang dapat menghilangkan kasih Kristus atas kita. Apakah anda yakin ada terjamin? Mengapa? Apa bedanya?
  4. Status: Dalam Kristus kita telah dipindahkan dari “Wilayah kegelapan ke Kerajaan Anak Allah.” Dalam Kristus kita dibenarkan! Dan kita berada di dalam kerajaan-Nya! Kita dulu adalah musuh-Nya, namun sekarang kita dapat duduk bersama di meja-Nya. Apakah anda memahami bagaimana hidup dengan ucapan syukur yang berkata “Terimakasih Yesus!!”? Bagaimana hal ini terlihat secara praktis di fakultas dan bidang anda?

P-Praying God’S Word: Minggu ini anda dapat berdoa mengikuti doa dari Scotty Smith berikut ini: “Kupuji Kau hari ini, Yesus, karena Engkau telah menyelesaikan segala yang diperlukan untuk sepenuhnya menyelamatkan kami. Kau datang ke dunia sebagai Mesias yang dijanjikan Allah-Ia yang dari Surga, Adam kedua. Kau menjalani hidup dengan ketaatan yang sempurna sebagai pengganti kami -  sebagai pengganti kami, memenuhi segala tuntutan hukum Allah terhadap kami.
Kau mati di atas salib bagi kami- menerima kritik dan hukuman yang seharusnya kami terima; dan Engkau telah meredakan seluruh amarah kudus Allah atas dosa-dosa kami.
Melalui iman di dalam-Mu, seluruh dosaku telah diampuni (dulu, sekarang dan akan datang), dan aku telah diberi pemberian yang berupa kebenaran-Mu yang sempurna. Allah telah menyatakan diriku benar di mata-Nya, karena IA telah menyembunyikan hidupku di hidup-Mu. IA tidak dapat mengasihiku lebih dari kasih-Nya hari ini, dan kasih-Nya tidak akan pernah berkurang. Bahkan, karena karya-Mu, Yesus, Allah mengasihiku, seperti IA mengasihi-Mu. Luar biasa!
Melalui adposi, aku adalah anak Allah yang dikasihi-Nya; Karena kemurahan-Nya, aku dipenuhi Roh Kudus;     karen kesetiaan-Nya, aku menjadi pewaris surga dan bumi yang baru. Meskipun aku bukan seorang penari, hal ini membuatku ingin menari dalam Roh! Tuhan Yesus, teruslah menanamkan kabar baik ini di dalam hatiku yang belum dimuliakan. Hantamkan Firman-Mu, nyatakan padaku. Terima kasih Yesus. Dalam nama-Mu aku berdoa, Amin”

Execute God’s Word: Gagasan-gagasan yang disampaikan melalui penggantian hukuman menyentuh setiap kita. Dapatkah anda menyebutkan dua cara karya Kristus yang dicakup dalam doktrin ini dapat diilustrasikan di dalam hidup anda? Kreatifitas anda dalam memberi ilustrasi akan memperluas aplikasi anda. 

Amin .. semoga bermanfaat ..
Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Jumat, 10 April 2015

Respon Setia Pada Belas Kasihan Raja



Respon Setia Pada Belas Kasihan Raja


Nats : Injil Markus 12 : 28 - 44

S- Summary of God’s Word: 
Pembahasan tentang Injil Markus pasal 12 : 28-44 , melihat bagian Injil yang menjelaskan seperti apakah respon yang tepat terhadap Raja. Raja yang sesungguhnya telah datang tapi menjadi hamba untuk semua orang, memberikan dirinya sebagai tebusan bagi dosa manusia milik-Nya. Markus menunjukkan bagaimana agama pada jaman itu telah menjauh dari Allah dan berpaling pada agama buatan manusia yang dipimpin oleh mereka yang lebih peduli pada kekuasaan dan kehormatan mereka sendiri daripada pada otoritas dan kehormatan Raja. Sebagai respon terhadap Raja yang penuh kasih, buah sejati apakah yang diinginkan oleh Allah? Apakah yang ingin dilihat Allah meluap dari umat-Nya sebagai respon dari anugrahnya yang luar biasa besar?

Kita akan melihat contoh yang berlawanan dan kontras:

  1. Contoh yang bertentangan (28-34) ditunjukkan melalui seorang farisi yang dengan rendah hati mendengarkan perdebatan Yesus dengan para pemimpin agama yang keras hati. Setelah mendengarkan dengan seksama, dia mengakui kebenaran dari perkataan Yesus dan mengajukan pertanyaan. Tidak seperti para pemimpin agama yang sombong, lelaki ini memberikan respon dengan rendah hati pada otoritas dari “Pengajar Kebenaran.” Juga tidak seperti para pemimpin yang arogan, Yesus memilih untuk menggunakan otoritas Firman Tuhan untuk menjawab pertanyaan farisi ini (lihat Ulangan 6 dan Imamat 19). Contoh yang bertentangan ini menunjukkan kerendahan hati dari seseorang yang ditarik kepada raja dan kerendahan hati Raja yang sesungguhnya juga. Hasilnya? Sang pencari tidak jauh dari Kerajaan Raja.

  1. Dua contoh kontras (35-44). Yang pertama melibatkan raja terbesar sepanjang sejarah Israel dan para  secara umum. Ketika orang-orang mulai tenang, Yesus bertanya bagaimana Raja Daud dapat dengan rendah hati mengakui salah satu keturunannya sebagai Tuhan. Kerendahan hati dari raja terhebat dalam sejarah Israel ini menantang para pemimpin agama yang membenarkan diri sendiri, melayani diri sendiri, dan berpusat pada diri sendiri. Kerendahan hati Raja Daud membuka kesombongan para pemimpin agama Israel ketika Yesus mengutuk kejahatan yang dihasilkan dari hati mereka yang gelap dank eras. Kontras yang kedua juga menegaskan kerendahan hati  ketika Yesus memperhatikan pengunjung bait Allah yang memasukkan persembahan ke kotak persembahan. Janda miskin yang sebenarnya memberikan paling sedikit dari segi jumlah tapi sudah memberikan semua yang dimilikinya menjadi contoh Yesus tentang seseorang yang percaya kepada Raja. Janda miskin inilah yang dipakai oleh Yesus untuk mengilustrasikan iman yang sejati, buah yang sejati, dan ketaatan yang sejati sebagai respon dari anugrah-Nya. Janda miskin ini tidak mempunyai sesuatu untuk dibanggakan kecuali bahwa dia tidak mempunyai yang bisa dibanggakan. Dia hanya tahu bahwa Tuhan adalah Allahnya dan dia menjadi milik Tuhan, dia percaya pada_nya, dan Tuhan layak menerima segala sesuatu. Yesus memuji dia karena dengan memberikan segala sesuatu dia tidak meletakkan kepercayaannya pada diri sendiri, kemampuannya, atau keamanannya tapi pada Firman Tuhan, pemeliharaan Tuhan dan pada Tuhan semata.

Anugrah lebih besar dari pengampunan dan kemurahan lebih berharga daripada pengampunan. Raja segala raja berdiri di depan rakyat-Nya dan berkata “Saya datang untuk memberimu segala sesuatu, bahkan hidup saya, untuk menjadi tebusan dan membeli kamu dari perbudakan dan kegelapan.” Respon yang penuh buah dari pelayan yang setia adalah percaya pada Raja dalam segala sesuatu. Dalam kerendahan kita datang kepada-Nya untuk kebenaran, percaya pada otoritas-Nya, menerima anugrah-Nya, dan mematuhi semua yang Dia katakan saat kita menyerahkan pada-Nya semua yang kita miliki dan mempercayakan pada-Nya semua yang kita miliki. 
H- Handle God’s Word: konteks dari contoh yang bertentangan dan dua contoh kontras adalah debat antara Yesus dan para pemimpin agama pada saat itu. Yesus baru saja mengutuk mereka dengan mengatakan “kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun Kuasa Allah” (Markus 12:24). Mengetahui dan percaya perkataan dari Raja, Firman Tuhan, adalah inti dari respon yang rendah hati dan berbuah kepada Raja yang penuh kemurahan. Musuh berusaha untuk memutar balikkan Firman Tuhan sejak semula (Kejadian 3:1) sehingga dia bisa mencegah umat Raja dari melayani Raja dan berbuah. Musuh memutar balikkan Firman Tuhan untuk menganggu pemerintahan Tuhan (Matius 4:1-11) tapi Raja kita dicobai dengan segala cara tapi tetap tidak berdosa (Ibrani 4:15). Ketika dicobai dengan Firman Tuhan yang dibengkokkan, Yesus mengucapkan Firman Tuhan (Matius 4:1-11) dan bergantung pada Firman Tuhan sebagai pelita bagi kaki-Nya (Mazmur 119:105). Untuk alasan ini mereka yang menerima anugrah-Nya akan menerima Firman Tuhan sebagai ucapan Allah yang sempurna (2 Tim 3:16). Seperti Yesus mendemonstrasikan dalam pengajaran-Nya, seperti farisi menunjukkan dalam pertanyaan mereka, seperti Raja Daud menunjukkan dalam kerendahan hatinya, dan seorang janda menunjukkan melalui aksinya, kita melihat reaksi yang benar kepada Raja yang sesungguhnya adalah dengan mempercayai Firman-Nya. 

Menggunakan paradigm dari A.A. Hodge, kita melihat di Alkitab
  1. Semua orang Kristen diperintahakan untuk menyelidiki dan belajar Firman Tuhan (2 Tim 3:15-17); Kisah 17:11; Yohanes 5:39) karena
  2. Firman Tuhan ditujuhkan kepada semua orang (atau semua umat Tuhan) (Ulangan 6:4-9; Lukas 1:3; Roma 1:7; pembukaan dari semua surat . . .)
  3. Firman Tuhan mudah diakses dan dimengerti oleh semua umat Tuhan (Mazmur 199:105, 130; 2 Kor 3:14; 2 Pet 1:18-19; 2 Tim 3:15-17) dan
  4. Firman Tuhan menyebut manusia sebagai hukum Allah langsung yang harus dipatuhi secara personal (Efesus 5:22, 25, 6:1, 5, 9; Kol 1:4; Rom 16:2, dsb). Umat Raja yang sesunggunya akan dengan rendah hati belajr semua Firman Tuhan dan mempercayai apa yang dikatakan firman Tuhan dengan semua yang mereka miliki.

A-Apply God’s Word: Apa aritnya untuk kita hari ini?
  1. Ketika anda membaca Markus 12:28-44, respon kerendahan hati yang mana yang menarik buat anda dan mengapa?
  2. Mengapa respon yang rendah hati kepada Raja dan Firman-Nya adalah tanda kepercayaan kepada Raja itu sendiri?
  3. Contoh popular dari mereka yang membelokkan Firman Tuhan untuk kepentingan mereka adalah para pemimpin agama pada jaman Yesus, Mormon, guru-guru kemakmuran, Saksi Yehova, dan Muslim. Dimana kamu melihat pembelokan dari Firman Tuhan dan mengapa manusia menggunakan Firman Tuhan secara salah untuk kepentingan mereka?
  4. Bagaimana anda dan fakultas anda secara umum menyalah gunakan Firman Tuhan baik dengan tidak menjadi atau tidak melakukan apa yang diajarkan atau melalui melakukan apa yang dilarang? Bagaiman hal ini menyingkapkan sikap hati kita?
  5. Bagaiman anda secara pribadi maupun fakultas anda secara umum menyerahkan segala sesuatunya kepada Raja, mempercayakan kepada-Nya semua yang anda punyai? Beri contoh konkret.

P- Praying God’s Word: pagi ini Dr. Nielson mengakhiri khotbahnya dengan permintaan “supaya dari kemiskinan kita kita dapat memberikan respon pada anugrah Tuhan dengan menyerahkan semua yang kita miliki dalam tangan-Nya. Supaya kita dapat menjadi hamba yang setia yang mempercayakan kepada Tuhan semua yang telah dipercayakan-Nya kepada kita.” Berdoalah supaya hal ini menjadi kenyataan dalam hidup anda secara pribadi dan sebagai fakultas secara umum. Mintalah Roh Kudus untuk membuka mata anda kepada kuasa dari Anugrah-Nya, keindahakan Kebenaran-Nya, dan keagungan dari pemerintahannya supaya kita dapat memberikan respon kepada kasih-Nya yang setia dengan pelayanan yang setia.

E- Execute God’s Word: mempercayai Firman Raja tidaklah mudah karena disatu sisi kita harus jujur mengenai hal-hal yang kita percayai diluar Firman Tuhan dan berbalik dari hal-hal ini dan kita memikirkan bagimana kita harus percaya pada Firman-Nya dalam hidup kita. Dimana kepercayaan anda?   Ahli Taurat percaya pada status mereka, farisi percaya pada otoritas mereka, dan kita semua percaya pada sesuatu diluar Firman Tuhan. Luangkan waktu sejenak untuk menulis hal-hal yang anda percayai sebagai individu dan fakultas, hal-hal diluar Firman Tuhan, dan memikirkan bersama-sama bagaimana Firman Tuhan baik dari Alkitab dan dari Pribadi Yesus dapat menjadi kepercayaan anda secara penuh.  

Amin .. semoga bermanfaat ..

Salam hangat dari team Nafiri Kasih. 

Kamis, 09 April 2015

Dari Kaos Menjadi Kosmos

Nats :
Kejadian 1: 2 .. Bumi belum berbentuk dan kosong , gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang diatas permukaan air.

Yesaya meyakinkan kita bahwa Allah menciptakan langit dan bumi, bukan supaya kosong tapi Ia membentuknya supaya didiami.
Bumi pada awalnya kosong, tak berbentuk, gelap dan tidak bisa dihuni . Setahap demi setahap dalam Kejadian 1, Allah menguragi kekacauan menjadi tertib, dari kaos menjadi kosmos.
Penulis kitab Kejadian jelas memahami bahwa penciptaan adalah proses, meski lamanya tidak dijelaskan.

Proses ini dengan jelas digambarkan dalam ayat 2, sebagian penerjemah memahami ayat 2 ini mengacu pada fenomena impersonal, semacam badai dilaut.
Misalnya Alkitab BIMK menyatakan " kuasa Allah bergerak di atas permukaan air ".
Tapi penafsir lain melihat konteksnya , keterangannya bukan pada angin, melainkan pada pribadi Roh Kudus yang bagaikan burung melayang-layang diatas permukaan air.

Selanjutnya  mengenai karya Roh Allah dalam penciptaan, ada yang memberi ciri bahwa itu adalah Firman Allah . Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi (Maz 33:9). Sungguh realistis disini kalau mendeteksi ada keterangan Allah Bapa, Firman Nya dan Roh Nya, dengan kata lain tentang Tritunggal.

Pada masa kini seringkali ada penekanan yang berlebihan pada salah satu pribadi Allah. Adalah baik untuk tetap kembali kepada ketiga pribadi. Penting untuk diperhatikan, bahwa sejak awal Alkitab menunjukan kesaksian tentang Tritunggal. Kita adalah orang Kristen yang ber Allah Tritunggal.

Amin.

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Rabu, 08 April 2015

Dipilih Hanya Karena Anugerah



Nats : Efesus 1

“Dipilih Hanya Karena Anugerah”

Surat Efesus adalah surat “umum” yang ditujukan kepada gereja-gereja di kawasan sekitar Efesus dan memuat tinjauan sistematis mengenai tema-tema teologis yang utama, termasuk pandangan yang menjunjung tinggi (high view) Allah dan keselamatan Allah. Pagi ini kita melihat penekanan Paulus pada anugerah Allah di masa lalu, masa sekarang, dan yang dijanjikan-Nya (kata anugerah digunakan 13 kali di dalam surat ini!), dan kita melihat bagaimana pengertian tentang anugerah Allah yang luar biasa ini memperdalam iman kita ketika anugerah itu memotivasi kita untuk membagikan iman kita.

1-      Anugerah di masa lalu- Anugerah Allah telah ditunjukkan di masa lalu ketika kita Dipilih oleh Allah sebelum penciptaan (1:4), dipredestinasikan di dalam kasih untuk diangkat-Nya menjadi anak-anak-Nya (1:4-5, 11), dan kita adalah bagian dari rencana kekal Allah di mana Ia sedang mengerjakan segala sesuatu menurut keputusan kehendak-Nya (1:11). Allah sepenuhnya berdaulat dalam menunjukkan anugerah-Nya kepada mereka yang telah dipilih-Nya.

2-      Anugerah di masa sekarang-  Anugerah Allah ditunjukkan di dalam status kita di dalam Kristus, yang di dalam-Nya kita memiliki “segala berkat rohani di surga.” Di dalam Kristus kita adalah orang-orang kudus (1:1,18) yang memiliki damai sejahtera (1:2). Kita diberkati di dalam Kristus (1:3, 6), dikasihi (1:4), dijadikan anak-Nya (1:5), ditebus (1:7), diampuni (1:7), diselamatkan (1:13), dan dimeteraikan oleh Roh-Nya (1:13). Anugerah Allah secara berlimpah telah dicurahkan ke atas kita di dalam Kristus (1:3, 7, 8, 18) dan kita mengalami anugerah di masa sekarang di dalam Kristus, karena kasih-Nya kepada kita.

3-      Anugerah yang dijanjikan (di masa depan)  Anugerah Allah akan ditunjukkan kepada mereka yang ada di dalam Kristus ketika kita akan dijadikan “kudus dan tak bercacat” di hadapan Allah (1:4). Kita memiliki surga sebagai warisan di masa depan (1:11, 14, 18) di dalam Kristus (1:3, 10, 18-23), yang memberikan kepada kita pengharapan di dalam kehidupan kita sekarang.

Fokus pada anugerah Allah di dalam Kristus memperdalam iman kita. Mempelajari anugerah kekal menolong kita untuk memahami maksud-maksud kekal Allah yang dideskripsikan dengan kata-kata seperti “predestinasi” dan “kedaulatan” sementara hal itu juga memotivasi kita untuk membagikan iman kita sebagai orang-orang yang pada masa kini berbagian di dalam rencana kekal Tuhan.

Sejumlah pertanyaan yang tajam dan akan kita cermati :

A)    Apakah Allah adil ketika Ia memilih sebagian orang untuk diselamatkan dan tidak memilih semua orang? Kitab Suci secara jelas mengajarkan bahwa Allah berdaulat atas segala sesuatu, mengerjakan “segala sesuatu” berdasarkan keputusan kehendak-Nya, bahkan mengendalikan “bergulirnya dadu”/ketika orang membuang undi (Amsal 16:33). Di dalam kedaulatan Allah, Ia telah memilih sebagian orang untuk diselamatkan dan pada saat yang sama melewatkan yang lainnya, dan Roma 9 telah menolong kita untuk melihat bahwa hal ini telah menjadi cara kerja Allah di sepanjang sejarah umat Allah, sejak zaman Musa, dan bahkan Abraham. Paulus bertanya, “Apakah ini menjadikan Allah tidak adil?” Sama sekali tidak! Bacalah Roma 9 dan Anda akan melihat bahwa fokusnya adalah pada belas kasihan. Keadilan yang sejati akan berarti kita semua harus dihukum dalam neraka! Allah telah memilih sebagian orang bagi kemuliaan-Nya, dan fakta bahwa Ia mau memilih SESEORANG menunjukkan belas kasihan-Nya. Pertanyaan yang sebenarnya bukanlah bagaimana mungkin Allah hanya memilih sebagian orang, tetapi bagaimana mungkin Allah yang Kudus dan Adil itu mau memilih sebagian dari kita?

B)    Jika Allah telah memilih sebagian orang untuk diselamatkan dan tidak memilih yang lainnya, mengapa kita masih perlu menginjili atau berpartisipasi di dalam misi? John Newton pernah berkata demikian, “Jika saya bukan seorang Calvinis, saya pikir saya tidak punya harapan apa-apa untuk lebih berhasil dalam berkhotbah kepada manusia ketimbang ketika saya berkhotbah kepada kuda atau sapi.” Kita bertanya-tanya, mengapa kita harus membagikan iman kita jika Tuhan sudah memilih sebagian orang untuk diselamatkan, tetapi logika Ilahi bertentangan dengan logika manusia dalam hal ini, ketika dinyatakan bahwa tidak ada gunanya membagikan iman kita, jika Tuhan tidak memilih sebagian orang! Di dalam Kisah Para Rasul 18:10, pengetahuan tentang kedaulatan Allah ini membuat Paulus, seorang penginjil yang paling berhasil di dalam sejarah gereja, bisa melihat bagaimana kedaulatan Allah memotivasi penginjilan Paulus, dan bukan menghambatnya! (2 Tim. 2:10)

 Apa arti hal ini bagi kita sekarang?

1-      Ketika Anda membaca Efesus 1, apakah Anda melihat anugerah masa lalu, anugerah masa sekarang, dan anugerah masa depan dari Allah sedang mengerjakan rencana-rencana kekal keselamatan-Nya? Ayat-ayat mana yang menggarisbawahi rencana Allah yang kekal dan penuh anugerah itu?
2-      Apakah Anda percaya bahwa anugerah Allah sedemikian berkelimpahan? Mengapa, atau mengapa tidak demikian?
3-      Berapa kali Anda bisa menemukan di dalam Efesus 1 bahwa kita memiliki anugerah “di dalam Kristus, di dalam Dia, atau melalui Kristus”? Apa yang diajarkan oleh hal itu kepada kita tentang anugerah Allah di masa sekarang bagi kita? Bisakah kita mengusahakan sendiri anugerah yang berkelimpahan ini?
4-   Bagaimanakah anugerah Allah yang kita alami itu membebaskan kita untuk hidup bagi kemuliaan-Nya (1:6, 12, 14, 17) di dalam pekerjaan dan pelayanan kita sehari-hari kepada Tuhan?
5-      Anugerah Allah bisa didefinisikan demikian: umat Allah memperoleh kekayaan Allah oleh karena pengorbanan Allah. Di dalam surat yang mencakup banyak topik teologis ini, menurut Anda mengapa penting bagi kita untuk memahami anugerah Allah pada awalnya (1:2), pada akhirnya (6:24), dan di tengah-tengahnya?
6-      Bagaimanakah anugerah Allah mendefinisikan karya Anda di dalam fakultas Anda?

P- Praying through God’s Word: Anugerah Allah yang menakjubkan itu sulit untuk kita pahami dan terapkan. Berdoalah agar Tuhan membuka mata Anda untuk melihat kuasa anugerah-Nya, menolong Anda untuk melihat keagungan dari karya-Nya bagi Anda. Mintalah Tuhan untuk memberikan kepada Anda hikmat dan pengertian tentang bagaimana Anda dan fakultas Anda bisa berpartisipasi di dalam karya anugerah kekal Allah, yang mempersatukan segala sesuatu di surga dan di bumi di dalam Kristus.

E- Execute God’s Word: Maksud kekal Allah adalah untuk “mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.” (1:10) Sebutkan tiga cara praktis bagi hidup Anda untuk berpartisipasi di dalam maksud kekal Allah? Anda akan tertolong untuk melaksanakan hal-hal praktis ini jika Anda bisa mengenali bagaimana anugerah menjadi motif sejati dan sarana bagi partisipasi kita di dalam maksud kekal Allah. Bagaimanakah Anda membutuhkan anugerah-Nya untuk memahami dan mengimplementasikan ketiga prioritas ini bagi fakultas Anda?

Kiranya doa dari Buku Doa Puritan ini, Valley of Vision [Lembah Visi], menjadi penuntun bagi Anda ketika Anda mulai mengizinkan anugerah Allah di dalam Kristus menolong Anda untuk hidup bagi kemuliaan-Nya:

Lord Jesus, Great High Priest, You have opened a new and living way by which a fallen creature can approach you with acceptance. Help me to contemplate the dignity of your Person, the perfectness of your sacrifice, the effectiveness of your intercession.
Tuhan Yesus, Imam Besar yang Agung, Engkau telah membuka jalan yang baru dan hidup, yang melaluinya ciptaan yang telah jatuh ke dalam dosa bisa mendekat kepada-Mu dan diterima oleh-Mu. Tolonglah aku untuk merenungkan keagungan Pribadi-Mu, kesempurnaan pengorbanan-Mu, dan keefektifan syafaat-Mu.

O what blessedness accompanies devotion, when under all the trials that weary me, the cares that corrode me, the fears that disturb me, the infirmities that oppress me, I can come to you in my need and feel peace beyond understanding!
O betapa besarnya berkat yang menyertai pengabdian, ketika di tengah segala pencobaan yang melelahkanku, berbagai kekuatiran yang melelahkanku, berbagai ketakutan yang menggangguku, berbagai kelemahan yang menindasku, aku bisa datang kepada-Mu saat aku membutuhkan-Mu dan merasakan damai sejahtera yang melampaui pengertian!

The grace that restores is necessary to preserve, lead, guard, supply, help me. And here your saints encourage my hope; they were once poor and are now rich, bound and are now free, tried and now are victorious.
Anugerah yang memulihkan sangat diperlukan untuk memelihara, memimpin, menjaga, mencukupkan, dan menolong aku. Dan di sini orang-orang kudus-Mu meneguhkan pengharapanku; mereka dulu miskin tetapi sekarang kaya, dulu terbelenggu tetapi sekarang bebas, dulu dicobai tetapi sekarang berkemenangan.

Every new duty calls for more grace than I now possess, but not more than is found in you, the divine Treasury in whom all fullness dwells. To you I repair for grace upon grace, until every void made by sin be replenished and I am filled with all your fullness. May my desires be enlarged and my hopes be emboldened, that I may honor you by my entire dependency and the greatness of my expectation. Be with me, and prepare me for all the smiles of prosperity, the frowns of adversity, the losses of substance, the death of friends, the days of darkness, the changes of life, and the last great change of all. May I find your grace sufficient for all my needs.
Setiap tugas baru membutuhkan anugerah yang lebih besar daripada anugerah yang kumiliki saat ini, tetapi tidak akan melebihi anugerah yang bisa kutemukan di dalam diri-Mu, Harta surgawi yang di dalamnya segala kepenuhan itu berdiam. Kepada-Mu aku kembali untuk mendapatkan anugerah demi anugerah, hingga setiap kekosongan yang ditimbulkan oleh dosa bisa dipenuhi, dan aku dipenuhi dengan seluruh kepenuhan-Mu. Biarlah hasrat-hasratku diperluas dan pengharapan-pengharapanku diperkuat, agar aku dapat memuliakan Engkau dengan seluruh ketergantunganku kepada-Mu dan besar-Nya pengharapanku. Sertailah aku, dan persiapkan aku untuk menyambut senyuman kemakmuran, suramnya penderitaan, hilangnya hal-hal yang berarti, kematian sahabat-sahabat, hari-hari kekelaman, perubahan kehidupan, dan satu perubahan terakhir yang paling besar. Kiranya aku mendapati bahwa anugerah-Mu itu cukup untuk segala kebutuhanku

Amin, semoga bermanfaat ..

Salam hangat dari team Nafiri Kasih.

Selasa, 07 April 2015

Satu Tubuh Didalam Kristus


Nats : Roma 12 : 4-5

12:4 Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, 12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh  di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Summary of God’s Word (Rangkuman Firman Allah): Roma 12:4-5   

Kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus adalah titik fokus dari iman Kristen, sekaligus titik fokus dari seluruh sejarah. Namun, gereja juga menempati posisi yang sangat penting di dalam kehidupan orang percaya. Semua orang percaya telah menjadi anggota dari satu tubuh Kristus, yaitu gereja.

  • Arti penting Gereja: Gereja telah selalu memainkan peranan penting di dalam sejarah umat Allah, baik di dalam Perjanjian Lama maupun di dalam Perjanjian Baru. Ada banyak istilah yang digunakan untuk membicarakan tentang anak-anak Allah di seluruh Kitab Suci. Di dalam Roma 12:4-5, tubuh Kristus digunakan untuk mengacu kepada orang percaya. Di dalam Perjanjian Lama, orang Israel adalah orang-orang yang “telah dipanggil keluar”, orang-orang yang dipilih Allah untuk menjadi umat-Nya. Allah telah selalu memiliki suatu umat, dan di dalam Perjanjian Baru, umat Allah ini disebut gereja. Melalui gereja Yesus inilah, Allah akan memproklamasikan kepada seluruh dunia segala kemuliaan dan misteri dari anugerah-Nya di dalam Yesus (Efesus 3:10).

  • Roh Kudus di dalam Gereja: Gereja Perjanjian Baru dimulai pada hari Pentakosta ketika Roh Kudus memberi kuasa kepada para murid untuk menjadi saksi-saksi Kristus. Hanya melalui karya Roh Kudus seseorang bisa percaya kepada Yesus. Bahkan Petrus sendiri membutuhkan pertolongan Bapa untuk memampukan dia untuk percaya kepada Yesus (Matius 16:17). Ketika Roh Kudus memberdayakan kesaksian dari para rasul, Allah menambahkan jumlah mereka setiap harinya (Kisah Para Rasul 2:47). Roh Kudus juga bekerja dengan kuasa-Nya bagi pertumbuhan kedewasaan orang percaya yang berkesinambungan di dalam pengudusan mereka. Karunia tunggal dari Allah yaitu Roh Kudus, mengaruniakan kepada masing-masing orang Kristen, karunia-karunia rohani yang mereka gunakan untuk membangun iman orang-orang Kristen lainnya.

  • Ajaran Gereja: Ketika gereja mula-mula berkumpul bersama setelah Pentakosta, mereka berpartisipasi di dalam sejumlah aktivitas. Salah satu aktivitas kuncinya adalah instruksi dari pengajaran para rasul (Kisah Para Rasul 2:42). Mereka tidak berusaha menciptakan kembali sensasi dan pengalaman yang terjadi pada Hari Pentakosta, tetapi bertekun dalam pengajaran para rasul dan mempelajari Kitab Suci. Orang datang ke gereja karena berbagai motivasi: untuk menemukan identitas mereka di dalam suatu denominasi gereja, agar terhibur oleh pengalaman-pengalaman dan ibadah-ibadah religius, atau untuk menikmati kebersamaan dengan sahabat-sahabat mereka. Namun, semestinya orang datang ke gereja untuk mendengarkan pengajaran firman Allah.

  • Persekutuan di dalam Gereja: Gereja mula-mula “bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.” (Kisah Para Rasul 2:42). Ada suatu persekutuan di dalam tubuh Kristus yang mempersatukan orang-orang percaya di dalam ibadah mereka kepada Allah. Semua persektuan yang sejati harus memiliki dimensi horizontal dan vertikal. Kita bersekutu bersama di dalam Tuhan, bukan sekadar untuk menikmati kebersamaan dengan satu sama lain. Jadi, selain beribadah kepada Allah, kita juga harus bersama-sama menyatakan ketaatan kepada perintah-perintah-Nya.

  • Misi Gereja: Gereja diciptakan untuk menjadi saksi bagi Kristus (Kisah Para Rasul 1:8). Beberapa gereja mungkin menyebut diri mereka injili, tetapi mereka telah kehilangan semangat untuk menginjili. Karena liberalisme teologis, injil menjadi hilang dan gereja pun kehilangan misinya. Allah bisa memakai setiap kita untuk menjadi saksi-saksi-Nya melalui pelayanan di semua segi kehidupan. Ketika Allah memberikan kuasa kepada kita, Ia akan memampukan kita untuk berbuah bagi kerajaan-Nya.

Handling God’s Word (Pendalaman Firman Allah)

  • Dipanggil oleh Allah: Sama seperti Abraham dipanggil keluar dari Ur dan bangsa Israel dipanggil keluar dari Mesir, semua anak Allah telah “dipanggil keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib” (1 Petrus 2:9). Kita dapat percaya kepada Yesus bukan karena kita memiliki etika yang lebih tinggi atau kekuatan intelektual, tetapi karena Sang Bapa telah menunjukkan belas kasihan-Nya kepada kita (1 Petrus 2:10). Tubuh Kristus dipenuhi oleh orang-orang yang dikasihi Allah dan dipanggil oleh Allah kepada diri-Nya melalui Anak-Nya. 

  • Diberi kuasa oleh Allah: Para rasul pada awalnya diajar oleh Yesus tetapi mereka tetap lemah tanpa pemberian kuasa dari Roh Kudus. Roh Kudus memberikan kepada Petrus keberanian untuk berkhotbah dan pengertian tentang apa yang harus ia khotbahkan. Sulit untuk percaya bahwa orang ini adalah orang yang sama, yang ketakutan ketika berhadapan dengan seorang hamba perempuan (Matius 26:69). Demikian pula, semua rasul, diaken, dan penginjil dengan berani memproklamasikan kebenaran tentang Yesus (Kisah Para Rasul 4:31; 6:8-10; 8:4-8).

  • Berfokus pada Firman: Elemen paling vital di dalam persekutuan orang percaya adalah penerimaan dan ketaatan kepada Firman Allah. Yesus berkata, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku” (Yohanes 8:31). Rasul Paulus menginstruksikan kepada Timotius, “beritakan firman … nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran” (2 Timotius 4:2). Pertumbuhan yang kontinu di dalam iman hanya terjadi ketika kita dengan tekun mempelajari dan mengaplikasikan firman Allah di dalam kehidupan kita.

Applying God’s Word (Penerapan Firman Allah)

  • Meninggalkan Jemaat: Kadang kala terjadi bahwa orang percaya menjauh dari gereja (Ibrani 10:25). Ini bisa terjadi karena berbagai alasan: mereka kehilangan perasaan beriman, mereka telah disakiti oleh sesama orang percaya atau oleh gembala mereka, mereka jatuh dalam dosa, fokus mereka telah bergeser dari Allah, dst… Walaupun begitu, kita harus melawan pencobaan-pencobaan ini dan memperbarui komitmen kita kepada persekutuan dengan tubuh Kristus dan firman-Nya, supaya iman kita tidak menjadi lemah. Kehidupan Kristen perlu dijalani secara nyata di tengah jemaat yang terdiri dari orang-orang yang juga “dipanggil keluar” oleh Allah dari dalam dunia yang telah jatuh ke dalam dosa ini.” Jika Anda telah menjauh dari gereja entah secara jasmani atau secara emosional, maka sekaranglah waktunya untuk kembali.

  • Saling Melayani: Para anggota tubuh Kristus dipanggil untuk saling melayani dengan karunia-karunia rohani mereka. Di dalam kasih, masing-masing memperhatikan tidak hanya kepentingannya sendiri, tetapi juga kepentingan orang lain (Filipi 2:4). Di dalam kehidupan yang saling mengasihi, tubuh Kristus akan memanifestasikan kebenaran injil Yesus Kristus kepada dunia. Dengan cara-cara apakah Anda sedang melayani orang percaya di dalam komunitas gereja Anda sendiri?

Praying for God’s Work (Doa bagi Pekerjaan Allah)
    Sebagaimana gereja mula-mula mengabdikan diri mereka untuk berdoa (Kisah Para Rasul 2:42), kita pun perlu berdoa. Kerajaan Allah dibangun di atas karya Allah yang berdaulat, yang menuntut umat Allah untuk memohon kepada Allah agar memberikan anugerah-Nya kepada kita.

Executing God’s Word (Pelaksanaan Firman Allah)
  • Di dalam pekerjaan dan kehidupan Anda, peliharalah komitmen Anda untuk mencapai sasaran berikut ini: bekerja untuk kesejahteraan satu sama lain serta bagi tujuan kerajaan Allah.
  • Akuilah bahwa fondasi dari pengetahuan di dalam kehidupan Anda berakar pada “pengajaran para rasul” dan bukan pada paradigm-paradigma dan presuposisi-presuposisi duniawi.

    Amin
    Salam hangat dari team Nafiri Kasih.
     

POSTINGAN TERAKHIR

ADAKAH PERANAN TUHAN DALAM KEBERHASILAN SESEORANG ?

  "Adakah Peranan Tuhan dalam Keberhasilan Seseorang?" Sahabat Nafiri Kasih , Ada seorang yang Bernama David tumbuh besar deng...

POPULER DIBACA