Kamis, 23 April 2015

Perumpamaan Orang Farisi dan Pemungut Cukai

Nats : Lukas 18 : 14
"Aku berkata kepadamu : Orang ini pulang kerumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah sedangkan orang lain itu tidak"

renungan kristenSobat Nafiri, dalam istilah hukum, lawan kata dari penghukuman adalah pembenaran.
Para ahli hukum dalam PL diperintahkan untuk membenarkan yang memang tidak bersalah dan menghukum yang bersalah. Jadi kita bisa membayangkan betapa marahnya orang Farisi ketika Yesus membenarkan si pemungut cukai yang menurut anggapan orang kala itu adalah orang yang penuh dosa dan mengatakan orang Farisi yang saleh , rajin beribadah, sering beramal itu sebagai pihak yang salah.
Apakah Yesus telah mengatakan hal yang bertentangan dengan hukum yang berlaku ?

Pemungut cukai dan Farisi dalam perumpamaan ini sama-sama pergi ke Bait Allah untuk berdoa, ini persamaan diantara keduanya , sedangkan yang lainnya berbeda, apa nya yang berbeda ?

Pertama, mereka punya pendapat yang sama sekali berbeda tentang diri masing-masing. Lima kali orang Farisi memakai kata ganti orang pertama, tetapi pemungut cukai hanya sekali.
"Ya Allah kasihanilah aku orang berdosa ini" (ayat 13) , ini lah kata-kata pertobatan dari pemungut cukai

Kedua, mereka berdua berdiri seperti lazimnya orang Yahudi, tetapi orang Farisi berdiri dengan tegak dengan sikap angkuh dan mencolok dan perhatiannya pada diri sendiri, sedangkan si pemungut cukai "berdiri jauh-jauh" (ayat 13) dengan mata memandang kebawah dan memukul-mukul dadanya.

Ketiga, dasar keyakinan mereka akan penerimaan juga berbeda, Farisi menganggap dirinya orang benar. sedangkan pemungut cukai bersandar pada pengasihan Allah semata.

Uskup Agung Thomas Cranmer mengatakan dalam suatu Perjamuan Kudus tahun 1552 , menempatkan kita disamping pemungut cukai. Kita tidak berani datang ke perjamuan kudus dengan mengandalkan kebenaran diri sendiri , melainkan semata-mata hanya karena pengasihanNya yang besar kepada kita.

Karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman, itu bukan hasil usahamu tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu , jangan ada orang yang memegahkan diri.
Oleh  karena itu , mengucap syukurlah senantiasa dalam segala hal atas anugerah Nya.

Amin ... salam hangat dari team Nafiri Kasih.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

POSTINGAN TERAKHIR

Hidup Harus Bersyukur

Hidup Harus Bersyukur 1 Tesalonika 5 : 18 "Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allaah di dalam Kristus Y...

POPULER DIBACA